Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Santet Part Ke Tujuh.


__ADS_3

-[Keesokan paginya]-


"Hoam............" Suara menguap Nagita.


Nagita pun terkejut saat melihat ke depan, di hadapan nya terdapat sebuah meja besar yang di penuhi dengan makanan-makanan yang beraroma lezat.


"Dari mana makanan-makanan lezat ini muncul???" Gumam Cewek Cantik tersebut dengan penasaran.


Arung dan juga Jendral Es saat itu sedang duduk bersimpuh dan sedang menikmati makanan dan minuman lezat di atas meja tersebut.


"Nagita, kau sudah bangun rupanya..."


"Ayo sarapan dulu...." Ucap Arung.


"Ooh......"


"Jadi nama makhluk ilusi itu adalah Nagita..." Gumam Jendral Es sambil memotong daging bistik nya dengan anggun.


Walaupun seluruh kultivasi mereka telah lenyap namun cincin ruang milik mereka tetap ada, sehingga mereka mampu mengeluarkan makanan-makanan lezat dari dalam benda ajaib tersebut.


"Baik, Bang Arung....." Ujar Gadis Cantik tersebut dengan lembut.


Nagita pun ikut sarapan pagi bersama kedua Pendekar tersebut, sementara itu di basement bawah Rumah Sakit terbengkalai tersebut tampak Ratu Santet sedang duduk melayang di atas segel bintang enam milik nya yang menyala.


"Sial........."


"Aku ketiduran, jurus ilusi santet sempurna ini ternyata menyerap begitu banyak energi kultvasi ku....."


"Aku harus segera menghabisi sepasang kekasih tersebut....." Gumam Ratu Sanbon lalu mulai memasang segel dengan kedua tangan nya.


Lima sosok hantu pun mulai muncul di sekeliling Ratu Sanbon tersebut, makhluk-makhluk menyeramkan itu pun mulai terbang meninggalkan Ratu Sanbon.


"Biarlah para Shadow Ghost itu yang menghabisi kalian....." Gumam Ratu Sanbon.


Di basement bawah itu juga di penuhi oleh zombie-zombie dengan wajah yang mengerikan, namun tidak ada satu makhluk-makhluk itu pun yang menyerang Ratu Sanbon.


"Whussss................"


"Whussss................" Suara hempasan angin saat makhluk-makhluk hitam itu mulai terbang dan menembus pintu basement.


Kelima Shadow Ghost itu pun mulai berpencar dan mulai mencari Pendekar Setengah Naga dan kekasih nya tersebut.


Kembali ke dalam ruangan tempat Arung dan juga Mitha bersembunyi saat ini, Mitha tampak sudah selesai menyantap makanan nya.


Gadis Cantik berambut biru itu kini tengah mengelap sisa-sisa makanan yang tertinggal di bibir nya dengan sebuah sapu tangan putih.


"Arung......."


"Aku mempunyai ide, agar kita dapat keluar dari dalam gedung aneh ini...." Ucap Mitha dengan ekspresi nya yang sedingin es.


Arung pun menghentikan sarapan nya, pandangan mata Pendekar Setengah Naga itu pun mulai terfokus ke arah Jendral Es.


"Ide seperti apa, Kak???" Tanya Nagita dengan penasaran.

__ADS_1


"Makhluk ilusi ini nyantel aja...." Gumam Mitha sambil tersenyum tipis ke arah Nagita.


Jendral Es pun mulai mengeluarkan tiga buah pedang es dari dalam cincin ruang milik nya tersebut, pedang berwarna putih itu pun langsung membuat suhu di dalam ruangan tersebut menurun dengan drastis.


"Pedang Es???"


"Untuk apa senjata suci itu, kita kan tidak dapat mengeluarkan tenaga dalam kita di dalam dunia ilusi ini???" Ujar Arung.


Raut wajah Nagita pun tampak terkejut, gadis itu baru kali ini melihat sebuah pedang ke luar dari dalam cincin.


"Apa kakak wanita berambut biru itu seorang Magician???"


"Pasti ada sebuah trik...." Gumam Nagita.


Jendral Es pun lalu bangun dari tempat nya, Gadis Cantik berambut biru itu pun mengambil salah satu pedang lalu mulai mengayunkan nya dengan pelan.


"Hatsyim........." Suara bersin Nagita.


"Kok tiba-tiba ruangan ini menjadi dingin yach???" Gumam Nagita.


Sebuah pedang es kecil pun melesat dan menghantam dinding tembok hingga retak, Arung dan juga Nagita begitu terkejut melihat peristiwa tersebut lalu bangun dari tempat nya.


"Bagaimana bisa kau mengeluarkan serangan seperti itu, Mitha,"


"Apakah kultvasi mu telah kembali??" Tanya Arung.


"Kultivasi, apa mereka lagi maen pendekar-pendekaran???"


"Tapi kenapa bisa ada es yang keluar dari hasil tebasan Pedang Putih itu???" Gumam Nagita.


"Pedang ini dapat menyerap tenaga alam di sekitar nya, namun serangan nya tidak terlalu kuat di tempat asal kita,"


"Namun di sini Pedang ini sudah cukup untuk membasmi zombie-zombie itu...." Ucap Mitha.


"Alba, Papa Gisel memang jenius...." Gumam Arung.


"Aku gak mudeng dengan pembicaraan mereka, sepertinya Kak Mitha ini begitu yakin dapat keluar dari sini, sebaik nya aku ikut aja....." Gumam Nagita.


Arung pun mengambil kedua pedang tersebut dan memberikan salah satu nya kepada Nagita.


"Kalau begitu ayo kita keluar dari sini...." Ujar Pendekar Setengah Naga tersebut dengan bersemangat.


Nagita tampak sedikit canggung saat memegang Pedang Es tersebut, Gadis Cantik itu hanyalah orang biasa dan tidak memiliki fondasi sebagai seorang Pendekar seperti mereka berdua.


Tak lama berselang salah satu sosok Shadow Ghost pun menembus pintu ruangan tersebut, kemunculan makhluk hantu tersebut membuat Arung dan juga yang lain nya terkejut.


"Bersiap Arung, pasti makhluk itu utusan Ratu Santet......" Ucap Mitha sambil memasang kuda-kuda dan sudah bersiap untuk bertarung.


Tubuh Nagita tampak bergetar saat melihat kemunculan Shadow Ghost yang mengerikan tersebut.


"Ugh............"


"Setelah Zombie, kali ini hantu......"

__ADS_1


"Ih......."


"Serem......" Gumam Nagita.


Berbeda dengan Nagita, sepasang kekasih tersebut tampak tenang dan bersiap untuk memulai pertarungan.


Shadow Ghost pun mulai mengarahkan cakar hitam nya ke arah Arung dan juga memanjangkan lengan nya ke arah Mitha.


"Mitha......" Gumam Arung sambil bersusah payah menepis serangan cakar hitam milik Shadow Ghost tersebut.


Di sisi lain nya tampak Mitha pun kesulitan menahan serangan cakar yang meliuk-liuk tersebut.


Tak lama berselang karena perbedaan tenaga dalam yang besar di antara Shadow Ghost dan juga Arung, pedang es milik mereka berdua pun berhasil di hempaskan oleh Shadow Ghost tersebut.


"Tring............"


"Tring............" Suara saat pedang es terpental di atas lantai ruangan tersebut sebanyak beberapa kali.


Cakar hitam itu pun berhasil mencengkram leher Arung dan juga Mitha lalu mengangkat nya ke atas.


"Ugh.........."


"Sial..........."


"Makhluk ini kuat......" Gumam Arung sambil berusaha melepaskan cengkraman di lehernya.


Shadow Ghost itu pun memanjangkan lengan nya kembali dan mengangkat tubuh mereka berdua semakin tinggi, terlihat jelas wajah Arung dan juga Mitha yang kesulitan bernafas.


Nagita yang gemetaran sejak tadi pun merasa kasian dengan kondisi Arung dan juga Mitha, dengan mengendap-endap Gadis Cantik itu pun berjalan ke arah punggung Shadow Ghost itu dan berniat menusuk nya dengan Pedang Es.


"Tap.........."


"Tap.........."


"Tap.........." Suara langkah kaki Nagita.


Langkah kaki itu pun terdengar oleh Shadow Ghost tersebut, hantu hitam itu pun memutar kepala nya 180 derajat.


"Kya.........." Teriak Nagita lalu menjatuhkan pedang es nya.


"Tring........." Suara saat Pedang Es tersebut jatuh ke atas lantai.


Di saat yang bersamaan, Arung dan Mitha pun telah berhasil melepaskan cengkraman dari Shadow Ghost tersebut.


"Hah......"


"Hah......"


"Hah......" Suara nafas terengah-engah Arung.


Sepasang kekasih itu pun saling bertatapan lalu berlari ke arah pedang es nya masing-masing dan berniat menebas tubuh Shadow Ghost tersebut bersamaan.


Leher hantu itu pun mulai memanjang dengan mulut yang terbuka lebar dan berniat menggigit Nagita.

__ADS_1


"Mampus aku......" Ucap Nagita yang sudah terduduk di atas lantai.


__ADS_2