Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Legenda Naga Hitam Kuno Part Awal.


__ADS_3

"Kebetulan sekali, pucuk di cinta bulan pun tiba...." Gumam Lila yang begitu senang dan juga memiliki agenda nya tersendiri.


"Walaupun bangsa kita bermusuhan, untuk alasan kemanusiaan beast, kami akan membiarkan kalian bersembunyi di sini malam ini...."


"Namun dengan satu syarat, kalian harus menceritakan cerita awal mula kalian bisa bertemu dengan Ras Dewa Kuno tersebut..." Ucap Lila.


"Ras Dewa Kuno......" Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut yang baru sadar jika sosok raksasa yang begitu kuat dan cepat itu adalah Ras Dewa Kuno.


"Kami setuju....." Ucap Wanita Berambut Putih tersebut.


"Bagus......"


"Akhirnya, aku bisa membuat sebuah berita yang bombastis...." Gumam Lila Wind Dragon yang ternyata adalah seorang Kultivator Jurnalistik tersebut.


"Ternyata ada udang di balik peyek....." Gumam Arung.


Mereka pun mulai berjalan ke arah mansion, tampak baju kedua kakak beradik tersebut sudah lusuh dan basah kuyup.


Wajah mereka pun tampak kotor, mata Arung pun kembali ke mode standar nya.


"Tempat ini benar-benar mirip dengan Pulau Putri Naga Kecil...." Gumam Arung sambil mengamati kesekitar nya.


-[Dua Jam Kemudian, Setelah Selesai Makan Malam]-


Tampak keempat wanita cantik tersebut sudah mengenakan pakaian piyama tidur yang **** dan agak transparan.


Paha putih keempat Wanita Cantik pun terlihat jelas, pipi Arung pun merona merah saat melihat nya.


"Dasar naga play boy...." Gumam Putri Laura.


"Kenapa tubuh ku panas ya???"


"Ini pasti efek memakan sup gingseng buatan Laura..." Gumam Arung.


"Bukan itu karena kau melihat dua paha mulus bangsa Phoenix itu..." Celoteh Putri Laura dengan telepati nya.


"Baiklah, Jihye coba ceritakan kisah kalian...."


"Bagaimana awal mula nya kalian bisa ketemu dengan leluhur naga hitam Kuno???" Tanya Kultivator Jurnalistik tersebut.


"Begini cerita nya...." Ucap Jihye lalu mulai menceritakan kisah nya.


-[Kembali ke lima bulan yang lalu]-


Tampak Jihye dan juga Jihan yang mengenakan jubah perang berwarna merah sedang berada di puncak Gunung Kratos, tepat nya di depan Mulut Goa yang terdapat dua pahatan patung kesatria.


Di sekitar mereka ada sepuluh Kesatria Phoenix yang sedang mengamati kesekitar nya, tampak rombongan Jihye tersebut sedang mencari sesuatu.


"Bagaimana Jihan, apa kau sudah menemukan gingseng Kratos nya???" Tanya Jihye sambi mencari-cari.


"Belum Kak...." Ucap Jihan.


Rombongan Jihye telah mencari gingseng Kratos tersebut selama beberapa hari di puncak Gunung Kratos tersebut namun belum mendapatkan apapun.


Malam pun menjelang, rombongan Jihye pun mulai mendirikan tenda di sekitar mulut goa tersebut.

__ADS_1


Tampak ada tiga Kesatria Phoenix yang berjaga sedangkan yang lain nya sudah berada di dalam tenda dan berniat beristirahat.


"Hatsyimmmm........." Suara bersin salah satu kesatria tersebut.


Tampak tiga orang kesatria tersebut duduk mengelilingi sebuah api unggun.


"Dingin banget Yach....." Ucap Salah seorang kesatria.


"Iya, nama nya juga kita saat ini sedang berada di puncak gunung..." Ucap Kesatria lain nya.


"Kenapa kita belum menemukan gingseng Kratos ya, aku malah menemukan jengkol naga di sini..."


"Kapan kita bisa balik ke Kepulauan Phoenix...."


"Aku malas berada lama-lama di wilayah bangsa naga.."Ucap Kesatria lain nya.


"Jengkol Naga..."


"Mana...."


"Mana...."


"Pasti enak jika kita panggang..." Ucap Kesatria lain nya.


Kesatria Phoenix yang menemukan Jengkol Naga itu pun mengeluarkan jengkol yang di dapat nya, mereka pun mulai memanggang jengkol naga tersebut dan membubuhi nya dengan bumbu khas masakan tradisional bangsa Phoenix.


Beberapa saat kemudian aroma yang sangat lezat pun tercium dari arah api unggun yang membangunkan yang lain nya.


Jihye dan juga Jihan pun bangun begitu juga kesatria Phoenix lain nya, mereka pun mulai berduyun-duyun berkumpul di dekat api unggun.


"Ini non..." Ucap Kesatria Phoenix sambil memberikan sebuah sate jengkol panggang kepada Jihye.


"Terima kasih..." Ucap Jihye.


Rombongan Jihye pun mulai menikmati jengkol panggang tersebut dengan suasana kekeluargaan dan penuh dengan kehangatan.


Suara tawa dan canda pun terdengar begitu hangat dari tempat tersebut, namun suasana kekeluargaan yang begitu hangat tersebut tidak berjalan lama.


Sesosok Makhluk Hitam Besar dengan dua tanduk hitam runcing muncul di dekat mereka.


"Jadi kalian yang mencuri jengkol naga ku, aku sudah merawatnya selama seratus tahun....."


"Kalian akan kujadikan mangsa ku....." Ucap Sosok Hitam tersebut.


Sama seperti Arung pada saat pertama kali bertemu dengan Leluhur Naga Hitam Kuno, mereka pun menanggap enteng Naga Hitam Kuno tersebut.


"Dasar makhluk tidak tahu tempat..."


"Berani sekali kau mengganggu kami..." Ucap Salah Seorang Kesatria Phoenix.


Dalam sekejap Naga Hitam Kuno pun melesat dan tiba di hadapan Kesatria Phoenix yang baru saja menghina nya barusan dan menghantam nya hingga terpental dan tak sadarkan diri.


Melihat hal tersebut Jihye dan yang lain nya pun terkejut dan bersiap bertarung serius dengan Naga Hitam Kuno tersebut.


"Semuanya, waspada makhluk itu sangat kuat..." Ucap Jihye lalu mengeluarkan pedang Phoenix Api nya.

__ADS_1


Jihan dan juga para Kesatria Phoenix lain nya pun ikut mengeluarkan Pedang Phoenix Api nya, mereka telah bersiap untuk bertarung.


"Kalian baru tahu jika aku kuat...." Ucap Naga Hitam Kuno.


"Serang......." Perintah Jihye.


Para Kesatria Phoenix pun melesat ke arah sosok hitam tersebut kemudian mengayunkan pedang mereka ke arah tubuh Naga Hitam Kuno.


Mereka sudah menebas nya beberapa kali namun tubuh makhluk tersebut kebal.


"Tebasan pedang kalian seperti pijatan bagiku, kali ini giliran ku...." Ucap Naga Hitam Kuno kemudian melesat dan menghantam satu persatu Kesatria-Kesatria Phoenix tersebut hingga tak sadarkan diri.


Jihye dan juga Jihan pun dapat di kalahkan dengan mudah oleh makhluk tinggi besar tersebut.


-[Beberapa Hari Kemudian, Goa Penjara]-


Jihye dan rombongan nya pun terbangun di dalam sebuah goa dengan rantai hitam penghilang kultivasi di kaki nya.


"Ugh........"


"Kepala ku...." Ucap Jihye.


Sementara itu Jihan tampak meneteskan air mata dan juga sangat ketakutan saat melihat ke depan.


"Jihan, kenapa kau???" Tanya Jihye.


"Lihat Kak, Naga itu memakan kesatria kita..." Ucap Jihan .


Tampak di depan mereka sang Naga Kuno sedang memasak tubuh Phoenix milik salah seorang anggota Kesatria Jihye.


Suasana begitu horror pada waktu itu, Kesatria lain nya pun terpaku menyaksikan peristiwa tersebut.


"Hem........"


"Aroma nya begitu lezat......." Ucap Naga Hitam Kuno itu.


Kembali ke Mansion Putri Naga Benua Utara.


"Begitu kejadian nya, "


"Hari ini, karena lengah kami berdua berhasil kabur dari goa batu tersebut, Nona Naga..." Ucap Jihye.


Raut wajah Jihan tampak sedih karena mengingat peristiwa kanibalisme tersebut.


"Dasar bangsa Phoenix rakus, ini semua gara-gara jengkol,"


"Aku jadi penasaran...."


"Sebenarnya, seberapa enak sih Jengkol Naga itu!!!" Gumam Arung.


Putri Laura dan juga Lila dapat membaca pikiran Arung, sang Putri dari Raja Naga Benua Utara itu pun mulai menyeloteh.


"Yang pasti enak Sayang, seperti yang kau lakukan bersama Lila semalam..."


"Awas mata mu jangan asik ngeliatin paha bangsa Phoenix aja...." Ucap Putri Laura yang cemburuan tersebut.

__ADS_1


Arung pun memalingkan mata nya setelah itu.


__ADS_2