
-[Gubuk Akar]-
"Aurghhhhh............... " Suara raungan sang Naga Magnet Kuno terdengar begitu melengking dari kejauhan.
Akibat raungan dari Naga Magnet Kuno tersebut Arung dan juga Sonia pun mulai terjaga dari tidur lelap nya, saat ini ranah kultivasi Arung pun telah kembali ke ranah asal nya yaitu di ranah alam naga tingkat satu.
"Ruangan Naga?" Gumam Arung.
"Beast norak, tengah malam begini malah teriak-teriak mengganggu tidurku dan Calon Suami ku saja." Gumam Sonia.
"Sonia, seperti nya ada seekor Naga yang sedang mengamuk, kita sebaik nya pergi ke arah sumber suara tersebut dan mengamati nya." Ucap Arung lalu bangun dari tidurnya.
"Benar Arung,..... Ayo......" Ucap Sonia lalu bangun dari tidurnya.
Sonia pun terkejut saat melihat peningkatan ranah kultivasi Arung saat ini.
"Ternyata Calon Suami ku ini sangat kuat." Gumam Sonia lalu tersenyum kecil.
"Lho...... "
"Kenapa ranah kultivasi Sonia tidak ada perubahan sama sekali, mungkinkah ini pengaruh dari amnesia yang di derita nya saat ini." Gumam Arung sambil beranjak keluar dari Gubuk Akar tersebut.
Suasana di luar Gubuk Akar saat ini masih hujan deras, sesekali suara guntur terdengar di kejauhan.
"Byurrrr................. " Suara hujan deras.
Mereka berdua pun mulai melesat melompat dari atas pohon satu ke atas puncak pohon lain nya menggunakan ilmu meringankan tubuh milik nya masing-masing.
"Ugh....... "
"Aku bersyukur bisa bertemu Pemuda setampan ini." Gumam Sonia sambil melompat dari satu pohon ke pohon lain nya dan sesekali mencuri pandang ke arah Black Hole Dragon tersebut.
Beberapa menit kemudian Arung dan juga Sonia pun tiba di medan pertempuran tersebut, tampak Seekor Naga Magnet Kuno sepanjang 50 meter telah bersiap melawan Seekor Kera Besi Raksasa setinggi 30 meter, di bawah nya terlihat pertempuran sengit antara pria-pria bertopeng hitam melawan beberapa Pendekar berpakaian putih.
"Tring........ "
"Tring........ "
"Tring......... " Suara Pedang-Pedang Taifun saat beradu dengan Pedang-Pedang Api.
"Arung, apa yang sedang terjadi di sini?" Tanya Sonia.
"Sonia, seperti nya pria-pria bertopeng hitam itu sedang mencoba menjarah isi di dalam kereta Kencana yang di jaga oleh Pendekar-Pendekar berpakaian putih tersebut,"
"Pertarungan kedua Beast itu pun pasti ada kaitan nya dengan perebutan Kereta Kencana tersebut." Ucap Arung saat menganalisa sekilas pertempuran-pertempuran tersebut.
Sebuah tongkat besi raksasa pun mulai muncul di genggaman tangan Kera Besi tersebut karena elemen legenda besi nya.
"Bersiaplah Komandan Api.... " Ucap Xaverius Lang.
Naga Magnet Kuno pun mulai mengeluarkan asap elemen magnet dari dalam mulut nya.
"Hussss.......... " Suara tiupan asap hitam itu.
Asap tersebut pun mulai menutupi permukaan tanah di sekitar hutan tersebut setinggi 30 cm.
Seketika gaya gravitasi di tempat tersebut meningkat sebanyak 10 kali lipat dari biasanya.
"Ugh....... "
"Kenapa tubuh ku tiba-tiba menjadi berat." Ucap Sonia.
Asap magnet tersebut tidak berefek kepada Arung yang juga telah berhasil membangkitkan elemen magnet sebelum nya.
"Sonia, bersiap lah melesatkan panah cahaya mu ke arah Assasin-Assasin bertopeng hitam tersebut,"
"Aku akan membantu Naga Magnet Kuno tersebut, sepertinya dia berada di pihak Pendekar-Pendekar berpakaian putih tersebut." Ucap Arung lalu mulai melesat ke arah Naga Magnet Kuno tersebut.
"Dash......... "
"Dash......... "
"Dash......... " Suara hembusan angin saat Arung melesat dari satu pohon ke atas pohon lain nya.
"Tunggu dulu....."
__ADS_1
"Arung........ " Ucap Sonia berusaha mencegah Arung ikut terlibat dalam pertarungan tersebut.
"Hah....... "
"Dasar Naga Ceroboh, dia senang sekali terlibat dalam konflik yang bukan urusan nya itu." Gumam Sonia lalu mulai mengeluarkan Busur Arjuna nya dengan terpaksa dan mulai mengeker assasin-assasin bertopeng hitam tersebut dari kejauhan.
Beberapa menit kemudian,
"Dup......... " Suara saat tapak kaki Arung berhasil mendarat di atas kepala Naga Magnet Kuno tersebut.
Naga Magnet Kuno pun mulai menyadari kehadiran Arung yang berdiri di atas kepalanya tersebut saat ini.
"Serang........ " Teriak Xaverius Lang.
Kera Besi pun mulai melesatkan puluhan jarum besi dari dalam mulut nya ke arah Naga Magnet Kuno tersebut, sebuah perisai kultivasi magnet pun muncul kemudian berhasil menahan serangan-serangan jarum besi tersebut.
"Black Hole Dragon?" Gumam Naga Magnet Kuno tersebut.
"Siapa kau, kenapa kau ada di atas kepala ku?" Tanya Naga Magnet Kuno tersebut.
"Naga, aku hanya ingin membantu mu,"
"Pasti Pendekar-Pendekar Bertopeng tersebut orang-orang jahat,"
"Aku tidak dapat melihat kemungkaran terjadi di depan mata ku." Ucap Pendekar Setengah Naga tersebut dengan tegas dan sorot mata serius.
Hati Naga Magnet Kuno pun tergugah saat mendengar kata-kata tersebut.
"Wah............ "
"Tidak kuduga masih ada Pendekar yang menjunjung tinggi norma-norma keadilan di zaman seperti ini." Gumam Naga Magnet Kuno tersebut.
"Baiklah, kalau begitu jangan menyusahkan ku, Black Hole Dragon." Ucap Naga Magnet Kuno tersebut.
"Baik Naga.... " Ucap Arung.
Naga Magnet Kuno pun mulai melesat ke arah Kera Besi tersebut dan berusaha menerkam nya, dengan lincah Kera Besi tersebut pun berhasil menghindari setiap terkaman dari Naga Magnet Kuno tersebut.
"Dia licin seperti belut." Gumam Naga Magnet Kuno tersebut sambil terus menerkam nya.
Tampak Pasukan-Pasukan Pengawalan Delayla saat ini sedang bertarung dengan sengit dengan para Assasin-Assasin tersebut, tampak Pedang-Pedang Api terus saling beradu dengan Pedang-Pedang Taifun di tempat tersebut.
"Tring........ "
"Tring........ "
"Tring........ " Suara saat Pedang Api milik Delphi Chen saat menahan sabetan tiga buah Pedang Taifun milik ke tiga assasin tersebut.
"Ugh........ "
"Ini curang namanya satu lawan tiga." Gumam Delphi Chen yang dengan susah payah menahan serangan-serangan dari ketiga assasin tersebut.
Tak lama berselang sebuah panah cahaya pun melesat dan berhasil menembus jantung salah satu Assasin yang tengah menyerang Delphi Chen tersebut.
"Jleeebb......... " Suara saat panah cahaya tersebut menembus punggung assasin tersebut.
"Akhhh............. " Teriak Assasin tersebut lalu jatuh tersungkur ke tanah dan tewas seketika.
"Gawat ada Sniper..... " Gumam kedua Assasin lain nya yang mulai berhati-hati terhadap Sniper Panah tersebut.
"Bagus, siapa pun itu teruskan serangan mu." Gumam Delphi Chen sambil menahan sabetan-sabetan Pedang Taifun milik Assasin-Assasin tersebut.
Sonia pun terus melesatkan panah-panah cahaya milik nya dari kejauhan.
"Agak susah membidik mereka di malam yang gelap seperti ini." Gumam Sonia yang sedang membidik Assasin-Assasin tersebut dari kejauhan.
-[Kembali Ke Pertarungan Delayla dan Xaverius Lang]-
Kera Besi pun mulai mengayunkan tongkat besi nya.
"Whinggg...... "
"Whinggg......" Suara ayunan tongkat besi tersebut.
"Ini aneh, kenapa dia tidak terpengaruh oleh asap elemen magnet ku?" Gumam Naga Magnet Kuno tersebut sambil mengelak ayunan-ayunan tongkat besi tersebut.
__ADS_1
Arung pun mulai meniupkan semburan api panas yang membentuk Naga Api Raksasa yang siap menerkam mangsa ke arah Kera Besi tersebut.
"Hussss........ " Suara tiupan api merah Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Oh...... "
"Naga lain nya lagi.... " Gumam Xaverius Lang lalu mulai melesatkan semburan air membentuk Kera Raksasa yang siap menerkam ke arah serangan api tersebut.
"Hussss........ " Suara tiupan elemen air Xaverius Lang.
Kedua serangan pun saling beradu dan berimbang, Naga Magnet pun mulai mengayunkan ekor nya setelah itu.
Kera Besi pun kembali meniupkan jarum-jarum besi ke arah Naga Magnet Kuno tersebut sambil menghindari serangan dari ekor Naga tersebut.
"Gawat....... " Gumam Naga Magnet Kuno yang khawatir terkena serangan Jarum-jarum Besi yang mendadak tersebut.
Arung pun mulai melesat lalu mulai mengeluarkan Pedang Kehidupan nya dan mulai menangkis puluhan Jarum-Jarum Besi tersebut.
"Whusss........ " Suara hempasan angin saat Arung terbang berniat menepis serangan puluhan Jarum-Jarum Besi tersebut.
"Tring............ "
"Tring............ "
"Tring............ " Suara saat Pedang Kehidupan tersebut menepis puluhan Jarum-Jarum Besi yang melesat kencang itu.
"B*jingan..... "
"Kau berani mengganggu serangan mendadak ku." Gumam Xaverius Lang lalu mulai melesat ke arah Arung dengan niat membunuh yang begitu besar.
"HYATTTTT........ " Teriak Assasin bertopeng hitam tersebut.
"Tring.......... "
"Tring.......... "
"Tring.......... " Suara saat Pedang Kehidupan beradu dengan Tongkat Api milik Xaverius Lang.
"Ayunan-ayunan Tongkat Api nya begitu berat." Gumam Arung sambil menahan serangan-serangan tongkat api milik Assasin tersebut dengan bersusah payah.
Beberapa serangan Bola-Bola Berelemen Magnet pun mulai melesat ke arah Xaverius Lang dan juga Kera Besi tersebut.
"Blitzzzz............. " Suara jurus teleportasi milik Arung.
"Whusss.............. " Suara ayunan Tongkat Api yang mengenai udara kosong.
"B*jingan itu cepat sekali." Gumam Xaverius Lang lalu mulai menoleh ke arah tiga buah Bola Berelemen Magnet yang tengah melesat ke arah nya saat itu.
Kera Besi pun mulai menembakkan tiga buah bola besi raksasa ke arah serangan-serangan tersebut berniat menahan serangan tersebut, sementara itu Xaverius Lang pun melesat terbang kembali ke kepala Beast Kontrak nya.
"Naga Magnet Kuno itu mencari kesempatan dalam kesempitan." Gumam Xaverius Lang sambil terbang.
"Duarghhhh............. "
"Duarghhhh............. "
"Duarghhhh............. " Suara ledakan saat serangan-serangan tersebut saling beradu di atas langit di malam yang berhujan tersebut.
"Groaghhhh.............. " Suara getaran tanah akibat ledakan dahsyat tersebut.
Beberapa pohon di sekitar hutan tersebut pun tampak beterbangan imbas dari ledakan tersebut.
"Huftttt............. " Suara nafas panjang Arung.
"Tidak kusangka Assasin itu benar-benar kuat, Beast Kontrak nya pun begitu kuat,"
"Aku harus memiliki sebuah siasat untuk bisa mengalahkan Kera Besi dan Pendekar Bertopeng Hitam tersebut." Gumam Arung kemudian mulai menyimpan Pedang Kehidupan nya kembali ke dalam cincin ruang nya dan mulai mengeluarkan Palu Emas Hitam Surgawi milik nya.
"Apa...... "
"Bukankah itu pusaka milik Leluhur Naga Khayangan, pusaka itu telah hilang selama ratusan ribu tahun,"
"Apakah dia berasal dari Benua Naga?" Gumam Naga Magnet Kuno saat melihat senjata suci yang di pegang oleh Arung saat ini.
___________________________________
__ADS_1
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.