Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Ancient Grave Wars Final


__ADS_3

Beberapa menit kemudian Red Kunti beserta 3000 kunti-kunti nya pun tiba di hadapan Arung dan yang lain nya.


"Oh my god..... "


"Kita gak mungkin menang Delayla... " Ujar Arung saat melihat Red Kunti dan Kunti-kunti lain nya.


Hujan masih terus mengguyur pemakaman kuno tersebut, kobaran-kobaran api tampak di sekitar mereka.


Mayat-mayat Beast Kunti pun tampak bergelimpangan, untuk sementara pertempuran pun terjeda.


Kunti-kunti di sekitar mereka pun terbang dan bergabung dengan kunti-kunti lain nya yang di pimpin oleh Red Kunti.


"Ia Arung, aku akan menahan mereka untuk sesaat dengan jurus pamungkasku,"


"Kalian pergilah ..... " Ujar Delayla.


Lalu mulai menghirup udara dalam-dalam, kemudian menghembuskan asap hitam berbentuk tornado beraliran magnet raksasa ke arah Red Kunti.


"Ngingggg....... "


"Ngingggg....... "


"Ngingggg....... " Suara mendengung tornado asap magnet raksasa tersebut.


"Aku tidak akan meninggalkan istri ku... " Ujar Arung lalu melesatkan ribuan duri-duri perak.


Sonia pun mengumpulkan seluruh tenaga nya kemudian menyalurkan nya ke dalam busur Arjuna nya.


"Aku akan mencoba nya sekarang... " Ucap Sonia lalu melepaskan sebuah panah cahaya raksasa ke arah Red Kunti.


"Whussss.......... " Suara hempasan angin dari panah cahaya tersebut.


Tornado asap elemen magnet raksasa yang di iringi ribuan duri-duri tajam berelemen perak di sertai sebuah panah raksasa berelemen cahaya melesat dahsyat ke arah Red Kunti.


"Serangan ini setara dengan serangan kultivator di ranah siluman level puncak, pantas saja Jamila dan para pasukan kunti bisa kalah melawan mereka." Gumam Red Kunti lalu menjulurkan telapak tangan nya.


Sebuah kubus ruang raksasa berelemen hantu pun menyelubungi Red Kunti dan pasukan-pasukan nya.


"Duarghhhhhhh......... " Suara ledakan dan tumbukan yang teramat besar.


Kubus raksasa itu sangat kokoh hingga serangan gabungan ketiga Pendekar itu tidak berhasil menembus perisai kultivasi tersebut.


"Apa...... "


"Serangan sekuat itu tidak mampu menembus nya... " Gumam Arung kemudian memerintahkan keempat avatar nya untuk memegang kereta kencana.


Keempat Avatar pun menerima perintah tersebut dan bergegas mendekat ke arah kereta kencana, seperti nya pendekar setengah naga itu memiliki sebuah rencana.


Beberapa menit kemudian, asap yang menyelubungi kubus pun perlahan menghilang.


Red Kunti tampak melayang dengan gagah nya, sementara itu Delayla dan Sonia terpelongo menyaksikan perbedaan tenaga yang besar antara mereka dan Ratu para Beast Kunti tersebut.


"Dia sangat kuat... " Gumam kedua istri Don Juan tersebut.


"Lepaskan Jamil, dan serahkan diri kalian baik-baik,"


"Akan kubuat kematian kalian perlahan-lahan dan tidak menyakitkan." Ucap Red Kunti dengan jurus auman petir nya.


"Delayla, ini saat nya kita mundur... " Telepati Arung.


Kaum Naga memiliki sebuah kemampuan spesial yang mana setelah menikah pasangan suami istri naga dapat berkomunikasi dengan menggunakan telepati.


"Arung bagai mana cara nya, jika kita terbang sekuat tenaga... "


"Ratu itu pasti bisa mengejar dengan mudah, dia sangat kuat." Ucap Delayla dengan telepati.

__ADS_1


"Kau tenang saja, dan serahkan semuanya pada ku... " Ucap Arung dengan telepati.


"Baik Sayang.... " Ucap Delayla dengan telepati.


Arung pun menggunakan seperempat dari tenaga dalam nya dan memasang kuda-kuda jurus avatar pohon.


Aura kehijauan pekat pun menyelimuti tubuh nya, dengan kedua belah telapak tangan saling bersentuhan di dada.


"Oh elemen tanaman, bocah naga ini memiliki banyak elemen.... " Gumam Red Kunti.


"Serang.... " Ucap Red Kunti menggunakan jurus auman petir nya.


Ke 3000 pasukan Kunti pun mulai menyerang dengan menembakkan bola api maupun bola petir berelemen sihir ke arah mereka.


"Lindungi kereta kencana dan Sonia, Delayla,"


"Biar aku yang mengurus ini... " Ucap Arung menggunakan telepati.


"Sayang... " Ucap Delayla lalu terbang ke arah Sonia yang masih tercengang melihat ribuan serangan dari langit tersebut.


"Habis sudah.... "


"Belum sempat aku belajar jurus avatar elemen tumbuhan dan mewujudkan cita-cita ku???" Gumam Sonia.


Bak angin yang berhembus dalam hitungan detik Delayla telah tiba di dekat Sonia lalu memeluk pinggul ramping nya.


"Delayla???" Ucap Sonia.


"Arung memiliki sebuah rencana dan kita di suruh berpegangan pada kereta kencana." Ucap Delayla.


"Rencana???"


"Satu-satunya cara keluar dari sini adalah kabur???" Gumam Sonia.


Delayla dan juga Sonia pun mulai terbang ke arah kereta kencana.


Sebuah tembok dari gabungan pohon-pohon raksasa pun muncul dan menghadang ribuan serangan-serangan tersebut.


Saat tembok raksasa dari pepohonan itu muncul semua beast di tempat tersebut tercengang kaget bahkan Red Kunti.


"Wow...... "


"Jurus yang menakjubkan, ini adalah salah satu jurus kuno milik klan beast pohon." Gumam Red Kunti.


"Duarghhhhhhh....... "


"Duarghhhhhhh....... "


"Duarghhhhhhh....... " Rentetan suara ledakan terdengar begitu dahsyat di malam yang berhujan tersebut.


Arung pun segera melakukan teleportasi ke dekat kereta kencana.


"Semoga tameng kayu ini dapat bertahan untuk beberapa menit... " Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut lalu berteleport.


"Blitzzzz......... " Suara jurus teleportasi milik Arung.


Dalam satu kedipan mata Arung pun berpindah di sebelah kereta kencana tepat di sebelah Sonia.


"Bos.... " Gumam ke empat Avatar nya.


"Arung???" Ucap Sonia.


"Semuanya sentuh kereta kencana, aku akan membawa kita semua keluar dari kekacauan ini... " Ujar Sang Pendekar.


Semua nya pun menyentuh kereta kencana, Arung pun menggunakan segenap tenaga dalam nya untuk berteleport keluar dari pemakaman kuno tersebut.

__ADS_1


Sementara itu Red Kunti pun mengeluarkan api sihir berwarna hijau dari dalam mulutnya dan menghanguskan tameng pohon tersebut.


"Blittzzzzzz.......... "


"Blitzzzzzzz......... "


"Blitzzzz zzz......... " Suara jurus teleportasi Arung.


Pendekar Setengah Naga itu pun berhasil selamat karena jurus teleportasi tersebut, mereka pun telah berpindah jauh dari pemakaman kuno tersebut.


"Hah............ "


"Hah............ "


"Hah............ " Suara nafas terengah-engah Arung.


Keempat Avatar dan juga cahaya atau aura emas yang menyelimuti Arung pun menghilang. Kereta kencana dan mereka pun berada di tepian lautan.


"Dimana ini???" Gumam Sonia.


"Kita selamat, aku lupa jika suamiku memiliki jurus yang sama dengan ayah." Gumam Delayla.


Putri Michele pun keluar dari dalam kereta saat melihat mereka telah berpindah tempat. Suasana saat itu masih malam, di tepian pantai tersebut cuaca cerah tidak hujan seperti di Pemakaman Kuno.


"Pantai???" Gumam Putri Michele yang sangat khawatir dengan keadaan Pendekar Setengah Naga itu.


Arung pun duduk di pasir putih di tepian pantai tersebut dengan keadaan lemas karena kehabisan tenaga dalam.


Kuda-kuda yang selalu berisik saat di pemakaman kuno pun mendadak tenang.


"Sudahlah, kita harus segera pergi dari sini... " Ujar Arung.


"Benar, kita tidak tahu apakah Beast Kunti itu akan mengejar kita sampai kesini... " Ucap Putri Michele.


"Ayo kalau begitu...... " Ucap Delayla.


Mereka pun melanjutkan perjalanan, Arung dan Putri Michele pun masuk ke dalam kereta sementara Sonia dan Delayla berada di kursi kusir dan memacu kereta kencana tersebut.


"Heaaa....... " Teriak Delayla lalu memacu kuda-kuda itu agar berlari.


Kereta kencana pun melaju di tepian pantai tak bernama tersebut.


-[Pemakaman Kuno]-


Setelah tameng pohon terbakar habis Red Kunti dan juga beast-beast Kunti lain nya kebingungan.


"Mana mereka????" Ucap Salah Satu Beast Kunti.


"Mereka menghilang???" Ucap Beast Kunti lain nya.


"Kemana Naga bodoh itu, kenapa aku bahkan tidak merasakan hawa keberadaan nya sama sekali???" Gumam Red Kunti.


"Jaga tiap perbatasan makam kuno ini, dan cari mereka sampai ketemu.... " Perintah Red Kunti menggunakan jurus auman petir nya.


"Siap Ratu..... " Ucap Beast-Beast Kunti tersebut kompak.


Para Beast Kunti itu pun menjalankan perintah sang Ratu, sementara itu Red Kunti pun terbang dan duduk di dahan pohon beringin besar tersebut sambil menggunakan jurus vision nya untuk mencari keberadaan Arung dan yang lain nya.


"Ini aneh sekali, jangkau vision ku ini seharusnya dapat menjangkau mereka, kecuali mereka sudah berada jauh sekali dari sini,"


"Tapi aku belum pernah bertemu Pendekar yang mampu pergi dengan cepat seperti itu kecuali seorang pemuda,"


"Tapi dia sudah mati terkena racun.... " Gumam Red Kunti dan membayangkan wajah pemuda yang ternyata adalah Jendral Api tersebut.


To Be Continued.......

__ADS_1


Mohon Like dan Vote nya


__ADS_2