
-[Tenda Para Selir]-
Arung pun mulai meminum bir pemberian salah satu Selir tersebut, kelima Selir lain nya pun menatap tajam ke arah Arung.
"Glek......... "
"Glek......... "
"Glek......... " Suara saat Arung meneguk habis bir yang telah di bubuhi dengan Pik SIV tersebut.
"Kalian bertiga pergilah ke tenda Kira, biar aku dan Nora yang memijit Jendral.... " Ujar Selir Keisha.
"Dasar rubah.... " Gumam Selir Fika lalu berbalik dan keluar dari dalam tenda tersebut, begitu juga dengan ketiga Selir lain nya.
"Lho...... "
"Selir Nora, kenapa kau juga ikutan keluar???" Tanya Selir Keisha sambil memijit bahu Jendral Naga.
"Akh....... "
"Pijatan Keisha gak jauh beda dengan pijatan milik Vladmira... " Gumam Pendekar Setengah Naga yang sedang menikmati pijatan lembut Selir Keisha.
"Keisha, badan ku gatel banget,"
"Aku mau membersihkan nya dulu.... " Ujar Selir Nora.
"Gatel...... "
"Apa kegatelan.... "
"Dasar Nora, dia pasti mau memberikan servis dengan sepenuh hati,"
"Setelah Nora selesai mandi, aku juga mau mandi akh..... "
"Aku juga kan mau melayani suamiku dengan sepenuh hati..... " Gumam Selir Keisha.
Tanpa sepengetahuan Arung, Selir Nora dan juga Selir Keisha telah meneguk Pil SIV dan saat ini sesuatu dengan tradisi yang ada di Benua Vampire mereka bertiga sudah resmi menikah.
"Badan ku kok terasa panas yach???" Gumam Arung lalu mulai mengayunkan lengan nya.
Suasana di dalam tenda pun berubah sejuk berkat elemen es yang di miliki nya tersebut.
"Sepertinya efek dari Pil SIV udah di mulai, mantep.... " Gumam Selir Keisha lalu mulai memijit dahi sang Suami.
Beberapa saat kemudian Selir Nora pun tiba di dalam tenda, aroma wangi lavender yang sangat menyengat pun tercium dari arah nya.
"Maaf kan aku lama kembali, Jendral.... "
"Keisha, gantian biar aku yang memijit Tuan Jendral.... " Ucap Selir Nora.
"Gak apa-apa, Nora.... " Ujar Arung.
Keisha pun keluar dari dalam tenda tersebut berniat mandi.
"Pasti badan nya Keisha, gatel.... "
"Mungkin tadi pagi mereka masak sayur-sayuran seperti jamur, jadi rentan gatel.... "
"Tubuh ku kok serasa panas lagi yach.... " Gumam Arung.
__ADS_1
Setelah Keisha kembali ke dalam kamar, acara pernikahan ala Benua Vampire pun terjadi di dalam tenda tersebut.
Saat ini Arung sudah resmi menjadi Pendekar dengan banyak istri, baik di Planet Bumi Kultivasi, Planet Kegelapan, Maupun Planet Naga.
-[Tenda Kira, Komandan Yuri, dan juga Lionel Kecil]-
Malam setelah acara perjamuan selesai, Kira dan yang lain nya pun kembali ke tenda nya masing-masing.
Komandan Yuri dan juga Kira bingung melihat Selir Fika, Helena, dan juga Hana yang menumpang menginap di tenda nya.
Sementara itu Lionel kecil sudah tertidur di ranjang di pojokan karena kelelahan.
"Mohon maaf, Kira, Komandan Yuri, kami merepotkan.... "
"Hanya malam ini saja kok..... " Ujar Selir Hana.
"Ya, gak apa..... "
"Sepertinya terjadi sesuatu ya malam ini di tenda kalian???" Tanya Komandan Yuri.
"Seperti yang Anda duga Komandan, Jendral Naga sedang melangsungkan pernikahan dengan Keisha dan juga Nora,"
"Jadi beliau menyuruh kami untuk tidak tidur di dalam tenda malam ini.... " Ujar Selir Hana.
"Ooooo........ "
"Dasar Jendral, apa gak cukup dengan istri nya yang ada di Kerajaan Darah Merah saat ini???"
"Jendral Rayla dan juga Jendral Dhieng pasti akan sangat marah dengan sikap Don Juan Jendral Naga saat ini.... " Gumam Komandan Yuri.
"Kalian pasti lelah, istirahat lah di ranjang ku, biar malam ini aku tidur bersama Yuri.... " Ujar Kira.
Mereka pun mulai naik keranjang nya masing-masing, tampak Komandan Yuri dan juga Kira tidur pada ranjang yang sama.
Ketiga Selir pun tidur bersempit-sempitan pada ranjang lain nya.
Kira pun mengayunkan lengan nya, lilin yang ada di tempat tersebut pun mati setelah nya.
"Jendral Naga benar-benar Jendral Don Juan, setelah Nyonya Sonia, Vladmira, kini dia menikahi kedua Selir tersebut,"
"Benar-benar seorang Pendekar Cinta..... "
"Dia tidak melepaskan satu dermaga pun yang di singgahi nya, dia malah mendominasi tiap dermaga yang di singgahi nya.... " Gumam Kira White Hole Dragon.
"Sepertinya aku kelupaan sesuatu...... " Gumam Komandan Yuri yang hampir merupakan Komandan Gilbert yang saat ini menjadi tawanan Jendral Voldemort.
-[Side Stroy Jamila dan Portal Kuno]-
Setelah selesai mandi di Telaga tersebut, Jamila dan ketiga bersaudara itu pun beranjak ke hutan di sudut utara.
Menurut informasi dari Peni di area hutan tersebut terdapat sebuah pusaka, namun tempat tersebut di jaga oleh beberapa beast liar yang ganas.
"Kak, sepertinya wanita ini sangat bodoh..... "
"Dia langsung percaya dengan omongan kita, setelah sampai di dalam Goa itu aku akan langsung mengikat nya,"
"Aku sudah sangat lapar nih, udah puluhan tahun gak ada beast wanita maupun manusia yang datang ke Goa Hantu Es Penggoda ini.... " Bisik **** ke telinga Peni.
"Ranah kultivasi nya sangat tinggi, ****,"
__ADS_1
"Kita harus membuat nya bertarung dengan Raja Babi Merah dulu, setelah tenaga dalam nya berkurang baru kita menangkap nya... " Bisik Peni ke telinga ****.
"Peni, apa masih jauh tempat nya???" Tanya Jamila.
"Tempat nya sudah dekat Nona Jamila, itu tuh tempat nya..... " Ujar Peni sambil menunjuk ke arah utara.
Mereka pun bersembunyi dari balik pepohonan yang ada di tempat tersebut, di hadapan mereka seekor Babi berkulit merah sedang tidur di depan sebuah Goa.
Babi itu memiliki tanduk emas seperti gajah yang sangat tajam dengan api ungu di ujung nya.
Api ungu juga ada di ujung ekor nya, Beast Liar tersebut berada di tanah yang sama dengan Jamila dan bertipe api ungu.
"Beast Babi Merah....... "
"Beast ini benar-benar kuat, pantes saja ketiga bersaudari ini tidak berani kemari.... " Gumam Jamila.
"Nona Jamila, Beast itu lah yang menghalangi kami masuk kedalam Goa itu selama ini.... "
"Kami bertiga sudah pernah mencoba melawan nya, namun kami selalu kalah.... "
"Kami hanyalah gadis biasa, bukan seorang petarung..... " Ujar Peni yang sedang bersandiwara.
"Tenang saja, kalian bertiga tetap bersembunyi di sini,"
"Biar aku yang melawan Babi Merah itu.... " Ujar Jamila lalu mengambil sebuah batu bulat di dekat nya.
"Bagus..... "
"Dia terjebak.... " Gumam Peni dan kedua saudari nya.
Jamila pun berjalan mendekat ke arah Babi Liar tersebut, kemudian melempar nya pakai batu tersebut.
Batu kecil itu pun mengenai dahi makhluk yang berukuran lima kali gajah tersebut.
Kedua kelopak bola matanya pun mulai terbuka, makhluk itu tampak sangat marah karena tidur nya terganggu.
"Grogggghhhh....... "
"Groghhhhhhh....... "
"Groaghhhhhh........ " Suara Babi Merah tersebut.
"Aku gak takut dengan mu..... " Seru Jamila lalu mulai memasang kuda-kuda nya dan bersiap untuk bertarung.
"Ya bener begitu, kerahkan semua tenaga dalam mu,"
"Agar mudah bagi kami menangkapmu di dalam Goa nanti.... " Gumam Peni.
Babi bertipe api ungu itu pun mulai menerjang ke arah Jamila dengan niat membunuh yang amat besar.
Tampak seluruh tubuh nya di selimuti oleh api ungu.
"Dia udah mulai marah...... " Gumam Jamila lalu menembakkan beberapa bola berelemen hantu dari dalam mulutnya.
"Whusssss........... "
"Whusssss........... " Suara hempasan angin saat beberapa bola berelemen hantu tersebut melesat.
To Be Continued.......
__ADS_1
Mohon Like dan Vote nya