
-[Hutan Bambu Hantu, di Asteroid Kuno]-
Setelah pertarungan yang melelahkan melawan anjing-anjing hantu seharian tersebut, Rombongan Pendekar Setengah Naga pun mulai beristirahat di dalam tenda nya masing-masing.
Tampak bambu-bambu berwarna-warni di sekeliling tenda mereka tersebut, sebuah api unggun pun terlihat di depan salah satu tenda tersebut.
Pada saat itu Kira White Hole Dragon sedang berjaga di depan tenda bersama dengan Komandan Chilia Black, sambil menghangatkan tubuh nya di depan api unggun.
Suasana pun begitu hening di malam tersebut, di sekitar tenda pun terdapat sebuah perisai kultivasi air yang di pasang oleh sang Jendral Naga untuk melindungi tempat beristirahat mereka.
"Kwakkkk........"
"Kwakkkk........"
"Kwakkkk........" Suara Beast Bangau yang memecah keheningan malam di Hutan Bambu Hantu tersebut.
"Kenapa ya, kita sudah berjalan seharian namun tidak juga menemukan jalan keluar dari dalam Hutan ini???"
"Aneh banget..........!!!"
"Malahan kita terus menjumpai anjing-anjing hantu itu terus...???" Ungkap Kira sambil menghangatkan kedua belah tangan nya di depan perapian.
"Hutan ini memang aneh, Kira..."
"Pasti ini di sebabkan oleh sosok yang mengendalikan Ratu Titan Medusa saat ini, kita harus segera menemukan nya,"
"Mungkin setelah menemukan nya, kita baru bisa memecahkan rahasia dari hutan bambu ini..." Jawab Komandan Chilia Black sambil memanggang sepotong daging beast ke perapian.
"Jendral Naga, dan kedua Selirnya sejak tadi tidak bersuara di dalam tenda????"
"Mungkinkah mereka sedang bercocok tanam????" Gumam Komandan Chilia Black sambil melirik ke arah tenda tempat sang Jendral beristirahat saat ini.
Kira pun melihat gerakan lirikan mata sang Komandan tersebut dan hanya bisa bergumam di dalam hati nya.
"Dasar Jendral Don Juan, padahal situasi saat ini sedang genting dia malah ngecor di dalam...." Gumam Kira White Hole Dragon dengan wajah sedikit cemberut.
Sementara itu di dalam tenda terlihat sebuah ranjang besar yang menampung tiga orang di atasnya, Selir Keysha tidur di sebelah kiri, sang Suami berada di tengah-tengah dan Selir Nora berada di sebelah kanan.
"Zzzzzttttt.............." Suara tidur lelap Selir Keysha.
Sementara itu sang Jendral masih belum bisa tidur, namun laki-laki tampan itu sedang berusaha tidur dengan posisi mata yang sedang terpejam pada saat ini.
"Tubuh Jendral Naga begitu harum, sebenarnya dia memakai parfum apa yach???" Gumam Selir Nora sambil mengamati punggung Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Hutan ini sangat aneh, kenapa tenaga dalam kami semua semakin melemah ya di dalam hutan ini, dan kenapa juga sosok Ratu Titan Medusa bisa kerasukan????" Gumam Arung sambil mengerutkan kening nya.
__ADS_1
Selang beberapa waktu, sebuah tangan putih dan mulus pun mulai memeluk tubuh nya dari belakang, wanita yang memeluk nya itu ialah Nora.
"Apa dia udah tidur ya....???"
"Masa bodoh, kapan lagi aku bisa bermesraan bareng suamiku ini????" Gumam Selir Nora sambil mendekap tubuh suami nya tersebut.
Wajah Pendekar Setengah Naga itu pun mulai memerah, kekakuan di wajah nya pun mulai sirna karena pelukan tersebut.
Sambil tersenyum kecil Arung pun mulai terlelap dalam dekapan salah satu istri nya tersebut.
-[Di Luar Tenda]-
Tampak Komandan Chilia Black telah menghabiskan daging panggang milik nya, ia pun terlihat kekenyangan saat ini.
Sementara itu Kira masih melirik ke arah tenda sang Jendral beberapa kali dengan penasaran dan penuh dengan dugaan-dugaan yang tidak-tidak.
"Kok hening kali ya ngecor nya????"
"Apa mungkin ini mode silent dan getar saja???"
"Padahal kami sudah menemukan kunci itu, tapi masalah baru kembali muncul...." Gumam Kira.
"Hoammm............" Suara menguap Kira..
"Kira, jika kau sudah mengantuk tidur lah, biar aku saja yang berjaga malam ini..." Ucap Komandan Chilia Black.
"Komandan, jika aku tidur..." Ucap Kira yang gak enakan dengan Komandan Chilia Black.
"Gak apa, Kira..."
"Aku pun gak bisa tidur jika Ratu ku masih dalam kondisi di kendalikan seperti ini..." Ujar Komandan Chilia Black dengan lesu.
"Komandan Chilia, baik banget...." Gumam Kira.
"Ya sudah, terimakasih Komandan,"
"Kalau begitu aku masuk dulu ke tenda, bangunkan saja aku nanti Komandan,"
"Jika butuh bantuan ku..." Ucap Kira sambil bangun dan mulai berjalan menuju tenda nya.
"Iya okay, Kira...." Ucap Komandan Chilia Black.
Sesampainya di depan pintu masuk tenda, Kira pun mulai melepaskan topi bundar nya kemudian mulai melemparkan topi tersebut seperti melemparkan sebuah frisbe.
Topi bundar pun mulai berputar dan mulai mengelilingi tenda tersebut, Komandan Chilia pun penasaran dengan perbuatan Kira yang melemparkan topi bundar tersebut.
__ADS_1
"Topi itu adalah Topi Naga Komandan, senjata pusaka itu akan menembakkan petir saat ada anjing-anjing hantu yang berani mendekat...."
"Aku sudah mengisi benda pusaka tersebut dengan setengah dari tenaga dalam ku, ya bisalah terus berputar-putar hingga pagi...."
"Jadi kalau Komandan mau tidur juga bisa..."
"Suara ledakan sambaran petir itu pasti akan membangun kan kita..."
"Ayo, Komandan kita tidur...." Ujar Kira White Hole Dragon yang membuat Komandan Chilia jadi salah paham.
"Apakah Naga Betina ini mengajak ku ngecor bareng????" Gumam Komandan Chilia Black yang salah paham.
Gelagat sang Komandan pun mulai salah tingkah, Kira pun mulai menyadari perkataan nya yang sebelumnya itu telah membuat sang Komandan salah paham.
"Waduh......."
"Jangan-jangan dia mengira jika aku mengajak nya tidur bareng????"
"Gawat aku harus meluruskan masalah ini....." Gumam Kira.
Belum sempet Kira berbicara, Komandan Chilia pun mulai menyela dengan jantan.
"Mohon Maaf, Nona Kira...."
"Aku tidak bisa ngaduk semen bareng dengan Nona, hati serta raga ku ini adalah milik Ratu Medusa, Nona...." Ucap Komandan Chilia dengan jantan dan to do point tersebut.
"Yah....."
"Dia salah paham...."
"Tapi apa aku tidak menarik ya di mata om-om itu????"
"Sampai-sampai om-om ini pun menolak ku, dia lebih memilih wanita dengan rambut ular itu..." Gumam Kira sambil tersenyum kecil ke arah Komandan Chilia kemudian mulai memasuki tenda nya.
Komandan Chilia Black pun hanya geleng-geleng kepala untuk beberapa saat, lantas ia pun mulai terbayang wajah cantik sang Ratu.
"Dasar gadis muda...." Gumam Komandan Chilia Black.
Tanpa di sadari oleh mereka berdua, di balik bambu-bambu berwarna-warni itu zombie-zombie dengan kepala tertutup goni sedang berdiri dan bersiap menyerang tempat peristirahatan mereka.
Tampak di kejauhan, Ratu Berambut Ular sedang duduk bersemedi dan melayang di atas tanah.
Senyuman licik pun tersungging di wajah nya, Sosok yang menguasai Ratu Medusa itu adalah Jack The God Slayer.
"Jika aku menguliti mereka malam ini, akan menghilang kan kesenangan ku..."
__ADS_1
"Sebaiknya aku biarkan mereka tidur dengan nyenyak malam ini, besok pagi aku akan mulai bermain-main dengan mereka..." Gumam Ratu Medusa yang kini tengah di rasuki oleh Sosok Jack The God Slayer tersebut.