Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Arung VS Jamila Part Satu.


__ADS_3

Setelah menceritakan kisah cinta nya yang berujung tragedi itu Jamila pun menangis tersedu-sedu dan menyudahi menyisir rambut nya.


"Hiks....... "


"Hiks...... "


"Hiks...... " Tangis Jamila.


"Ups...... "


"Kasian dia, tapi jangan-jangan Jamila ini memang benar-benar laki-laki???"


"Transgender, mungkin ada sejenis pil alkimia yang dapat merubah gen... "


"Uekkk..... "


"Rasanya mau muntah jika memang benar... " Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.


Jamila pun menyeka air mata nya dan mulai berdiri berniat menagih janji Arung.


"Aku sudah menceritakan kisah ku, kau harus berikrar setia dengan ku,"


"Aku akan panggil penjaga Pagoda Hantu ini... " Ucap Jamila.


"Penjaga Pagoda Hantu.... " Gumam Arung yang saat ini kaki dan tangan nya terikat dengan rantai putih.


"Penjaga Pagoda Hantu.... " Teriak Jamila dengan jurus auman petir nya.


Tak lama berselang sesosok hologram wanita muncul di sebelah Jamila.


"Selamat malam Nona Jamila, ada apa memanggilku,"


"Biasanya nyonya memanggilku siap bersenang-senang, lalu aku yang menguburkan jasad nya... " Ucap Hologram Penjaga Pagoda tersebut.


"Ini kasus yang berbeda Penjaga, aku ingin menjadikan nya budak,"


"Keluarkan kontrak Pagoda Hantu... " Ucap Jamila.


Sosok hologram itu pun menatap ke arah Jamila, tak lama berselang sebuah gulungan raksasa pun muncul.


"Gulungan apa itu????" Gumam Arung.


Suara Jendral Api pun kembali muncul di kepala Arung bak sebuah ensiklopedia.


"TEMPAT INI ADALAH PAGODA HANTU, SEBUAH PENJARA,"


"GULUNGAN ITU YANG MENGIKAT ATAU MEMBELENGGU PARA BEAST MAUPUN MANUSIA DI DALAM PAGODA HANTU INI,"


"KAU DAPAT LANGSUNG MEMBUAT IKRAR ATAU MEMILIH MELAWAN DENGAN CARA MEMINTA PERTARUNGAN... " Suara Jendral Api.


"Meminta pertarungan, Terima kasih Jendral Api... " Gumam Arung.


"Penjaga, aku memilih bertarung.... " Ujar Arung.


Sosok hologram dan juga Jamila pun terkejut dengan pernyataan Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Bagaimana dia bisa tahu peraturan di tempat ini???" Gumam Jamila.


"Baiklah..... "


"Apakah anda setuju Nona???" Tanya Penjaga Pagoda tersebut.

__ADS_1


"Tentu saja... " Ucap Jamila.


"Memang dasar laki-laki, tidak ada yang menepati janji nya... " Gumam Jamila.


Penjaga Pagoda Hantu pun mengayunkan lengan nya, rantai putih yang mengekang Arung pun menghilang. Sekarang Arung sudah bisa bergerak dengan bebas.


"Ugh...... "


"Aku akan segera Berteleport keluar dari sini... " Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.


Arung pun mencoba berteleport sesudah nya namun tidak lah berhasil, ia pun bangun dengan perasaan was-was.


"Ayo ikut aku... " Ucap Penjaga Pagoda tersebut lalu melayang keluar dan menembus dinding di dekat jendela.


"Dasar laki-laki.... " Ucap Jamila lalu membuka jendela kamar tersebut dan terbang keluar.


Arung pun pergi melalui jendela tersebut, mereka berdua pun terbang mengikuti hologram tersebut hingga beberapa menit kemudian tiba di sebuah stadium.


Stadium tersebut kosong, terdapat sebuah arena bulat yang menjulang setinggi dua puluh meter dengan lantai bergranit hitam. Tiap sudut nya terdapat patung sesosok Ksatria dengan pedang menancap ke lantai.


"Dup..... "


"Dup...... " Suara saat tapak kaki mereka berdua mendarat di atas lantai hitam tersebut.


Sosok hologram itu pun berdiri ditengah arena, Jamila pun terbang ke sisi sebalik nya.


"Pendekar Naga, apa yang kau inginkan dari lawan mu jika kau menang???" Tanya Penjaga Pagoda tersebut sambil mengeluarkan gulungan raksasa.


Arung pun berpikir sejenak kemudian menjawab dengan bijak.


"Aku ingin Jamila menuruti semua perkataan ku dan tidak membantah nya." Ujar Arung.


Gulungan pun terbuka di hadapan Arung lalu sebuah pena muncul.


"TANDA TANGAN LAH ANAK MUDA, TIDAK ADA JEBAKAN DI DALAM NYA,"


"SETELAH INI SEMUANYA TERGANTUNG PADA MU, YANG MENANG AKAN MENJADI RAJA, "


"YANG KALAH AKAN BINASA... " Suara Jendral Api di kepala Arung.


Arung pun menandatangani perjanjian Pagoda tersebut, gulungan itu pun terbang ke sisi sebalik nya.


"Aku ingin pemuda tampan itu menjadi budak ku seumur hidup nya... " Ujar Jamila.


"Ugh....... "


"Dia benar-benar sangat antusias ingin menjadikan ku budak.... " Gumam Arung.


Setelah berkedip genit Jamila pun menandatangani gulungan Pagoda hantu tersebut, gulungan pun hilang setelah nya.


"Ugh...... "


"Transgender.... " Gumam Arung salah paham setelah mendengar kisah cinta Jamila.


"Peraturan nya gampang, siapa yang menyerah dia kalah dan yang terjatuh ke luar arena dia kalah... " Ucap Penjaga Pagoda lalu mulai mengayunkan lengan nya.


Tiba-tiba saja ada 5000 penonton yang terdiri dari berbagai rasi beast menonton.


"Hah...... "


"Kenapa tiba-tiba ada banyak sekali penonton???" Gumam Arung penasaran sekaligus terkejut.

__ADS_1


"Pertandingan di mulai..... " Teriak Penjaga Pagoda Hantu.


Sorak sorai pun terdengar menggema di dalam stadion yang ramai tersebut.


"Tamfan, kau telah menipu ku... "


"Aku akan memberimu pelajaran sesaat lagi... " Ucap Jamila.


"Jamil.... " Gumam Arung yang masih terngiang-ngiang dengan kisah cinta Jamila.


Ia pun mengangkat tangan nya dan memanggil Palu Emas nya.


"Palu Emas Hitam Surgawi.... " Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.


Palu Emas yang ada di dekat Kereta Kencana pun melesat terbang masuk ke dalam Pagoda Hantu, Sonia dan juga Delayla menyadari hal tersebut.


"Fiuh...... "


"Bertahanlah suamiku, setelah aku mengurus kunti-kunti ini aku akan segera menghancurkan Pagoda itu... " Gumam Delayla dalam wujud Naga Magnet Kuno yang sedang bertarung dengan para kunti-kunti tersebut.


Sonia pun saat ini masih sibuk menembakkan panah-panah cahaya ke arah para kunti-kunti tersebut.


"Duarghhh....... "


"Duarghhh....... "


"Duarghhh....... " Suara saat panah-panah cahaya menghancurkan beberapa kepala kunti-kunti tersebut.


"Naga bodoh itu seperti nya masih bertarung, aku akan segera kesana setelah menghabisi makhluk-makhluk mengerikan ini." Gumam Sonia.


-[Stadium Lantai Kapan]-


Palu Emas Hitam Surgawi pun kembali ke genggaman pemilik nya.


"Senjata yang hebat..... "


"Aku belum tahu apa keistimewaan senjata tersebut???" Gumam Jamila lalu mulai menembakkan beberapa sambaran petir.


Dengan jurus langkah petir Arung pun menghindari serangan-serangan kilatan petir tersebut.


"Duarghhh...... "


"Duarghhh...... "


"Duarghhh....... " Suara ledakan lantai arena yang terkena sambaran petir.


Arung pun menembakkan bongkahan-bongkahan es dari telapak tangan nya. Jamila pun melesat ke arah bongkahan-bongkahan es tersebut kemudian mulai meninju nya dengan tinju-tinju yang di aliri petir.


Saat ini seluruh tubuh nya di aliri petir, sepertinya Jamila sudah mulai bersungguh-sungguh.


"Dzzzittt......."


"Dzzzittt........ "


"Dzzzittt........ " Suara percikan petir di sekitar tubuh Jamila.


"Sambaran-sambaran petir itu sangat berbahaya, aku tidak boleh lengah." Gumam Arung.


Jamila pun mulai melesat ke arah Arung lalu melayangkan jurus-jurus tinju petir sihir nya, Arung pun menghindarinya sambil sesekali mengayunkan Palu Emas Hitam Surgawi ke arah Jamila.


"Dia lincah juga..... " Gumam Jamila.

__ADS_1


Serangan-serangan milik Jamila pun semakin berat, bahkan tinju nya membuat hancur beberapa titik pada lantai arena.


Saat ini Arung menghindari serangan-serangan cepat milik Jamila menggunakan jurus langkah petir.


__ADS_2