
Tiba-tiba saja petir-petir pun mulai mengganas, hujan petir pun terjadi di dalam Badai Kosmik tersebut. Halilintar biru menyambar seperti hujan yang membuat perisai kultivasi magnet melemah.
"Arung, Sonia, bantu aku petir-petir ini sangat ganas... " Ucap Delayla sambil terus menengadahkan telapak tangan nya ke atas.
"Jderrr.......... "
"Jderrr........... "
"Jderrr........... " Suara sambaran-sambaran halilintar biru yang bertubi-tubi menghantam perisai kultivasi magnet.
Arung, Sonia, dan juga Vladmira pun membantu Delayla dengan menyalurkan tenaga dalam mereka ke arah perisai kultivasi tersebut.
"Sambaran-sambaran petir ini seperti serangan Pendekar di ranah kultivasi tingkat satu,"
"Aku tidak yakin dapat menahan petir-petir ini... " Ucap Arung.
Petir-petir pun terus mengganas dan terus menghujani perisai kultivasi magnet, Ashiang dan kedua anggota Biro Detektif lain nya pun terbangun.
"Suami Bos???" Ucap Ashiang.
"Hujan petir.... " Sahut Ashiong dan Delphi
Intensitas hujan petir pun makin meninggi di sertai angin kencang, beberapa tornado petir pun tercipta di dalam badai kosmik tersebut, perisai magnet pun makin melemah.
"Bertahan lah.... " Seru Arung sambil menyalurkan tenaga dalam nya kedalam perisai magnet.
"Jderrr........ "
"Jderrr........ "
"Jderrr........ " Suara sambaran-sambaran petir.
Perisai kultivasi magnet pun buyar seketika saat tornado-tornado petir dan kilatan petir menghantam nya.
"Akhhhh......... " Teriak Putri Widuri.
Arung dan yang lain nya pun terhempas kedalam Goa tersebut dan melewati semacam portal.
"Warp....... "
"Warp....... "
"Warp...... " Suara saat Arung dan yang lain nya terhempas kedalam portal tersebut.
-[Benua Naga Utara, Laut Naga Utara]-
Portal pun muncul di atas permukaan laut yang bergelombang kecil di tengah-tengah lautan. Arung dan yang lain nya pun jatuh kedalam nya tanpa tahu mereka sedang berada di mana saat itu.
"Jburr..... "
"Jburr...... "
"Jburr....... " Suara saat mereka nyemplung ke dalam lautan biru tersebut.
"Dimana kita???" Tanya Sonia dengan bingung.
__ADS_1
Delayla pun mengeluarkan sebuah Kapal Layar dari dalam cincin ruang nya yang di kantongi nya.
Sebuah kapal layar berkepala Naga pun muncul dan mengambang di atas permukaan laut tersebut.
"Tidak kusangka aku akan menggunakan Kapal Perang pemberian ayah... " Gumam Delayla yang teringat kepada ayah angkat nya tersebut.
"Kita naik dulu, kita bicarakan di atas kapal... " Ucap Arung lalu terbang ke atas kapal sambil mentelekinesis Putri Widuri dan yang lain nya.
-[Dek Kapal Layar]-
"Basah deh, sepertinya kita berada di tengah-tengah lautan... " Ucap Delayla.
"Ashiang, tunjukkan para tamu kamar nya,"
"Dan kalian berdua bersihkan kapal... " Perintah Delayla.
"Yach.... "
"Padahal aku masih mau bersama dengan Arung... " Gumam Putri Widuri.
Ashiang pun mengantarkan Vladmira dan Putri Widuri ke kamar nya, sementara itu Delayla dan Sonia menggandeng tangan Pendekar Setengah Naga tersebut dan beranjak ke kamar nya.
"Firasat ku gak enak... " Gumam Arung yang tengah di gandeng oleh kedua istri-istri nya tersebut.
Kapal pun mulai berlayar mengikuti angin tanpa ada yang mengemudikan nya, Delayla seperti nya lupa menyuruh salah satu anak buah nya menakhodai Kapal Perang Naga tersebut.
Cuaca di lautan perairan Naga Utara saat itu begitu cerah untuk berlayar.
Arung dan yang lain nya saat ini kembali ke masa 100 tahun sebelum dirinya terdampar ke Benua Naga dan bertemu dengan Putri Naga Kecil.
-[Kehidupan Lionel Di Markas Besar Jendral Arung]-
Setelah berhasil mengalahkan pasukan-pasukan koboi tersebut untuk sementara Jendral Dracule yang menjadi pemimpin dari markas tersebut.
Jendral Dracule pun menyadari jika Lionel adalah cucu dari Raja Geitetsu, oleh karena nya mereka memperlakukan Lionel dengan sangat baik dan juga memperlakukan Kelima Selir dengan baik.
Tampak saat ini Lionel sedang duduk di luar pagar dan bersandar di balok-balok kayu tersebut sambil melempar batu dan melihat Selir Nora menjulurkan rantai besi kedalam lubang tempat jatuh nya Arung.
"Kakak Naga, kenapa selalu aku yang di tinggal." Gumam Lionel.
"Kak Nora gimana, apa Kakak Naga sudah ketemu???" Tanya Lionel.
"Lubang ini sangat dalam Lionel, sepertinya Komandan Zafira belum sampai ke dasar lubang... " Ucap Selir Nora.
Sudah beberapa hari Komandan Zafira masuk kedalam lubang tersebut dengan menggunakan elemen rantai besi milik Selir Nora namun tak kunjung sampai ke dasar lubang tersebut.
Lionel kecil pun bangun lalu beranjak kedekat Selir Nora.
"Sudah berhari-hari namun Kakak Zafira belum sampai juga kedasar lubang???"
"Sedalam apa sebenarnya lubang ini, Kak Nora???" Tanya Lionel kecil penasaran.
"Fiuh...... "
"Gak tau juga Lionel, kita akan tahu nanti,"
__ADS_1
"Saat Komandan Zafira mencapai dasar nya... " Ucap Selir Nora.
"Huft......... " Helaan nafas panjang Lionel sambil membungkuk dan menatap kearah lubang gelap tersebut.
-[Kembali Ke Goa Tempat Ghost Dragon]-
Ghost Dragon pun keluar dari dalam Goa tersebut dan mengira jika badai telah berlalu.
-[Di Dalam Badai Kosmik]-
"Sial...... "
"Ternyata di sini lagi hujan petir... " Ucap Ghost Dragon yang telah di rasuki tujuh kunti tersebut.
Tampak tornado-tornado petir mulai mengelilingi nya, dari kelima tornado-tornado petir yang mengelilingi nya tersebut keluarlah sambaran-sambaran petir yang dahsyat.
Kekuatan sambaran-sambaran petir itu setara dengan serangan Kultivator di ranah alam dewa tingkat satu.
"Akhhhhhh........... " Teriak Ghost Dragon lalu terhempas sambil tidak sadarkan diri ke dalam Goa yang di masuki oleh Arung sebelum nya tersebut.
Tampak sambil terlempar pun petir-petir itu terus menyambar tubuh Ghost Dragon yang tidak sadarkan diri tersebut hingga pada akhir nya Naga yang telah di rasuki ketujuh Kunti pun masuk kedalam portal menuju Dunia Naga tersebut.
-[Laut Naga Timur, Malam Hari]-
Sebuah portal muncul di atas laut yang tengah di landa badai, tampak angin sangat kencang di lautan tersebut.
Hujan pun mengguyur dengan lebat nya, dari dalam portal tersebut tubuh Ghost Dragon pun jatuh ke permukaan lautan yang tengah mengamuk tersebut.
Tubuh nya pun terombang-ambing di atas permukaan lautan yang tengah di landa badai tersebut.
"Jderrr........... "
"Jderrr............ "
"Jderrr............ " Suara sambaran-sambaran petir di tengah badai laut tersebut.
Ombak-ombak pun mulai mengganas dan menghempaskan tubuh Ghost Dragon ke sana dan kemari. Sesekali petir pun menyambar tubuh Janda anak satu tersebut hingga tubuh nya terhempas.
Saat ini ketujuh kunti yang merasuki Ghost Dragon tengah tidak sadarkan diri akibat terkena serangan petir di dalam badai kosmik sebelum nya.
Sebuah Sekoci kecil dengan layar berkembang pun mendekati tubuh Ghost Dragon tersebut, tampak sekoci itu di lindungi oleh perisai kultivasi elemen halilintar hitam.
Pemuda dengan baju serba putih ala ninja pun berdiri lalu mentelekinesis tubuh Ghost Dragon yang tidak sadarkan diri tersebut ke atas sekoci kecil nya.
Pemuda berpakaian ala ninja itu adalah Dewa Sage dan merupakan buronan paling di cari di empat benua, dialah Dewa Pencuri.
Harga buronan nya mencapai 100 milyar baru roh di keempat Benua Naga saat ini.
"Siapa Gadis Naga Cantik ini, Klan Naga Hantu??"
"Klan itu sudah punah beribu-ribu tahun yang lalu di keempat Benua Naga ini, mungkinkah dia jatuh dari langit???" Gumam Dewa Pencuri sambil melihat ke atas langit.
Sebuah Halilintar Merah pun melesat ke arah Sekoci Kecil dengan satu buah layar milik Dewa Pencuri.
"Halilintar Merah, pertanda lahir nya seorang Pahlawan di Benua Naga... " Ujar Dewa Pencuri lalu mengarahkan telapak tangan nya ke atas dan melesatkan halilintar merah yang berkekuatan sama ke arah sambaran halilintar tersebut.
__ADS_1
"Jderrr........... " Suara saat kedua sambaran petir saling beradu.