
Arung pun mengerahkan elemen raksasa nya, sebuah tendangan raksasa pun mengarah ke arah Bonanza.
"Duakkkk........ " Suara saat tendangan tersebut di tahan dengan dua tangan oleh Bonanza yang membuat nya terhempas ke belakang.
"Elemen raksasa.... " Gumam Bonanza.
"Dia bahkan mampu menahan tendangan ku yang berelemen raksasa, siapa koboi ini?" Gumam Arung lalu bersiap bertarung dengan tongkat biru nya.
Arung pun meniupkan elemen jaring-jaring Laba-laba emas nya, bermaksud melilit sekujur tubuh Bonanza Vampir.
"Elemen langka yang berbahaya... " Gumam Bonanza lalu menghindari serangan tersebut dengan jurus langkah koboi nya.
"Dash......... "
"Dash......... "
"Dash......... " Suara jurus langkah koboi nya, dan dalam sekejap mata Bonanza telah berada di belakang punggung Arung sambil mengarahkan revolver nya.
"Tembakan api..... " Teriak Bonanza.
Beberapa peluru api merah pun melesat keluar dari dalam revolver milik Bonanza, beberapa detik sebelum tertembus peluru api Arung pun berteleport.
"Blitzzzzzz............ " Suara jurus teleportasi Arung.
"Hilang???" Ucap Bonanza.
"Rasakan jurus tapak black Hole...... " Teriak Arung dari kejauhan.
Sebuah sinar berelemen black Hole melesat ke arah Bonanza.
"Tembakan api super........ " Teriak Bonanza lalu mengarahkan revolver nya ke arah Jurus Tapak Black Hole tersebut.
Peluru-peluru api pun mulai beradu dengan jurus tapak black hole sehingga menyebabkan ledakan yang cukup dahsyat.
"Duarghhhhh........... " Suara ledakan.
Arung dan juga Bonanza sama-sama terhempas karena kekuatan mereka yang berimbang.
"Dia kuat, lincah, dan gesit.... "
"Aku harus memikirkan suatu cara untuk mengalahkan nya???" Gumam Arung.
"Dia memiliki banyak elemen kuat, dia juga memiliki tenaga dalam yang besar,"
"Aku harus berhati-hati menghadapi nya.... " Gumam Bonanza lalu mengganti revolver nya dengan senapan angin laras panjang.
"Bos, seperti nya sudah mulai serius.... " Gumam Karl Vampir sambil menembaki pasukan Arung dari balik pepohonan.
"Dor.......... "
"Dor.......... "
"Dor.........." Suara tembakan timah-timah panas oleh Karl Vampir.
-[Di Dalam Tenda IGD]-
Tampak Jendral Dracule sedang terbaring lemah, Selir Nora dan Selir Fika pun sedang mengoperasi nya guna mengeluarkan timah-timah panas yang bersarang di dalam tubuh nya.
"Nora, bagaimana bisa Jendral Dracule masih hidup dengan peluru sebanyak ini di dalam tubuh mu... " Ucap Selir Fika sambil mengeluarkan peluru-peluru dari dalam tubuh Jendral Dracule.
__ADS_1
"Semangat bangkitnya Kerajaan Darah Biru yang membuatnya masih bertahan sampai sejauh ini, Fika... "
"Cepatlah, masih ada pasien lain nya di luar... " Ucap Selir Nora.
Di luar tenda tampak beberapa pasukan yang terluka tembak dan sedang menunggu pengobatan oleh kedua Selir tersebut.
-[Kembali Ke Pertarungan Arung VS Bonanza]-
Mereka terus saja beradu kekuatan namun kekuatan mereka berimbang, hingga pada akhirnya Arung memutuskan menyerang Bonanza dengan kekuatan penuh nya.
"Bonanza...... "
"Tahan jurus ini jika kau mampu.... " Ujar Arung tampak api ungu mulai memenuhi sekujur tubuh nya.
Suhu udara di sekitar tempat tersebut pun mulai meningkat drastis, Bonanza pun mengumpulkan seluruh tenaga dalam nya ke dalam inti senjata suci nya.
"Jurus Tapak Api Ungu....... " Teriak Arung.
"Tembakan Sinar Kegelapan Murni..... " Teriak Bonanza.
Sebuah telapak api ungu raksasa pun melesat ke arah Bonanza, seberkas sinar laser hitam pun keluar dari ujung senapan angin tersebut.
"Duarghhhhhh.......... " Suara ledakan saat telapak api ungu berhasil menghempaskan sinar laser tersebut dan menghantam Bonanza hingga tewas.
"Akhhhhhh............ " Teriak Bonanza lalu tewas.
Sebuah lubang hitam raksasa pun muncul di tempat tewas nya Bonanza, vampir itu pun terperosok ke dalam lubang hitam tersebut.
Sebelum terjatuh Bonanza pun sempat menarik kaki Arung dengan tali nya dan membawa serta Arung masuk terjatuh ke dalam lubang hitam di tanah tersebut.
"Jendral Naga........ " Teriak beberapa pasukan saat melihat Jendral Naga ikut terperosok ke dalam lubang yang dalam tersebut.
"Sial......... "
"Seluruh tenaga dalam ku habis, aku hanya bisa menunggu tubuh ku sampai di dasar lubang ini." Ujar Arung.
Vladmira yang melihat Arung terperosok ke dalam lubang hitam pun ikut melompat masuk ke dalam tempat tersebut.
"Tuan Naga...... " Teriak Vladmira.
Peperangan pun terus berlangsung sesudah kematian Bonanza Vampir, para koboi tampak begitu marah dengan kematian pimpinan nya tersebut.
"Dor.......... "
"Dor..........."
"Dor........... " Suara tembakan
-[Di Dalam Lubang Gelap]-
Tampak tubuh Arung masih melayang jatuh ke bawah, di sebelah nya Vladmira.
"Vladmira, lubang apa ini???"
"Kenapa dalem sekali, sejak tadi kita belum mencapai dasar nya???" Tanya Arung.
"Yang pasti bukan lubang berjalan Jendral, lubang ini seperti nya tercipta karena pergesekan kekuatan yang besar antara bos dan bonanza tadi... " Ucap Vladmira.
Arung pun mengeluarkan elemen cahaya nya, tampak tebing-tebing berwarna hitam di sekeliling nya.
__ADS_1
"Ini gara-gara koboi itu.... " Keluh Arung.
Tubuh mereka pun masih terus jatuh ke bawah namun belum mencapai dasar, ternyata lubang tersebut begitu dalam.
Tiba-tiba saja sebuah white hole pun muncul di dalam lubang tersebut dan membawa Arung dan Vladmira entah kemana.
"White hole lagi..... " Ucap Arung.
"Warp....... "
"Warp....... " Suara saat tubuh mereka berdua masuk ke dalam white hole tersebut.
-[Kerajaan Jangbaek]-
Tampak ibu kota kerajaan tersebut sedang di serang oleh pasukan-pasukan pemberontak dari Benua Kegelapan.
Para prajurit-prajurit berjubah hitam itu pun menembakkan berbagai serangan di dalam ibu kota kerajaan tersebut.
Kobaran-kobaran api tampak di mana-mana, hari itu adalah hari runtuh nya Kerajaan Jangbaek. Mayat-mayat berserakan di jalanan, banyak bangunan-bangunan yang rusak.
Setelah menghancurkan ibu kota kerajaan yang telah berkuasa selama 10 ribu tahun tersebut para pasukan berjubah hitam itu pun keluar dari kota tersebut dengan membawa banyak rampasan perang.
Kini kota yang dulu nya megah tersebut tinggal puing-puing dan tidak ada seorang pun yang berada di sana.
Zaman ini adalah masa 3 ribu tahun yang lalu, zaman di mana Kerajaan yang menguasai beberapa benua telah di hancurkan.
Sebuah white hole pun muncul di dekat puing-puing bangunan yang hancur tersebut.
"Dup............ "
"Dup............. " Suara saat punggung Arung dan Vladmira mendarat di atas tanah dengan tidak mulus.
"Aduh....... "
"Pinggangku, tubuh ku sakit semua... " Ucap Arung lalu berdiri di dalam kota yang tidak berpenghuni tersebut.
"Dimana kita, Bos???" Tanya Vladmira.
"Ini dunia ku, Vladmira,"
"Hanya saja kita sepertinya berada di masa lalu... " Ujar Arung.
"Dunia Naga???" Gumam Vladmira.
"Ayo kita lihat dulu.... " Seru Arung.
Mereka berdua pun mulai menelusuri kota Jangbaek yang telah hancur tersebut.
"Ini seperti nya Ibu Kota Kerajaan Jangbaek, kenapa bisa hancur seperti ini???" Gumam Arung.
Pemandangan kota tampak begitu mengenaskan, mayat-mayat masih bergelimpangan dan berdarah di pinggiran jalan kota tersebut.
"Sepertinya baru terjadi peperangan yang dahsyat di kota ini, Bos.... " Ujar Vladmira.
"Kau benar, Vladmira.... " Seru Arung.
To Be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya
__ADS_1