
-[Bilik Bulan Madu]-
"Sonia malam ini aku titip suamiku dengan mu, aku akan menjaga Putri Michele di bilik nya." Ucap Delayla sambil menggandeng tangan Putri Michele.
"Tapi.... "
"Akan lebih baik jika kita bersama... " Ucap Putri Michele yang seolah-olah tidak ingin keluar dari kamar tersebut.
"Ide bagus Delayla, kali ini aku kembali setuju dengan mu... " Ucap Sonia.
"He..... "
"He..... "
"He..... "
"Akhirnya aku bisa berduaan dengan suami ku, tidak akan aku sia-sia kan kesempatan ini." Gumam Sonia.
"Kepala Biro, sebaik nya kita tetap disini... " Ucap Putri Michele sambil memegang kusen pintu bilik tenda tersebut.
"Dasar Putri keras kepala, bilang saja kau mau berduaan dengan suami ku,"
"Tidak kuduga Putri yang terhormat ini adalah seorang Pelakor... " Gumam Delayla Jangbaek sambil menarik paksa Putri Michele kembali ke bilik nya.
"Tidakkkkk....... " Teriak Putri Michele.
Akibat teriakan Putri Michele, ketiga anggota pengawalan Delayla pun kembali salah paham.
-[Di Depan Tenda di Sebelah Tenda Arung dan yang lain nya tersebut]-
Tampak ketiga Pendekar tersebut sedang berjaga dengan duduk di sebuah bangku panjang yang di depan nya ada sebuah meja panjang.
Kopi panas terlihat terhidang di hadapan mereka masing-masing, rintik-rintik hujan pun ikut menemani mereka berjaga malam itu.
"Byurrrr......... " Suara hujan deras.
"Tidaakkkkkkk......... " Suara teriakan dari tenda Bos Delayla.
"Sepertinya bos sudah mau memulai ronde kesekian kali nya malam ini,"
"Bos memang enerjik.... " Ucap Delphi Chen yang salah paham dengan maksud teriakan tersebut.
"Kapan ya aku bisa nikah dan punya suami sekuat dan setampan Pendekar Arung." Ucap Ashiang yang memiliki impian menjadi seorang Pendekar sekaligus Ibu Rumah Tangga tersebut.
"Ehmmm.... "
"Ia aku juga pengen cepat-cepat married... " Sahut Ashiong.
"Ya sudah kita harus konsentrasi menjaga aktifitas olahraga Bos dan suami nya beserta selir nya, terus pantau halal yang tidak beres di sekitar sini." Perintah Wakil Komandan Pengawalan Delayla tersebut.
-[Kembali Ke Bilik Bulan Madu]-
Tampak saat ini sang Laba-laba Cantik telah berganti pakaian dan bersiap menerkam suami nya, dengan lemah gemulai Wanita itu pun duduk di sebelah suaminya.
"Suami ku.... "
"Suamiku.... "
__ADS_1
"Bangun Sayang.... " Ucapan mesra yang di lontarkan oleh Sonia sambil menggoyangkan bahu Arung.
Setelah beberapa waktu menggoyangkan bahu Arung namun tidak ada respon dari Pendekar Setengah Naga tersebut, sang Laba-laba pun menarik tubuh Arung yang berbaring menyamping menjadi telentang.
"Groaghhh...... "
"Groaghhh...... "
"Groaghhh....... " Suara dengkuran kecil Suami nya tersebut.
"Hah........ "
"Apes deh aku malam ini, gak mungkin aku ngebangunin dia,"
"Dia pasti capek banget.... "
"Kasian suami ku,"
"Sebaik nya aku tidur juga... " Gumam Sonia dengan perasaan kecewa.
-[Bilik Putri Michele]-
Tampak di atas ranjang Delayla dan Putri Michele tidur saling membelakangi, raut wajah Putri Raja Aliansi Dagang terlihat begitu kesal sedangkan Delayla tampak kecewa karena tidak bisa sekamar dengan Suami Naga nya.
"Huh...... "
"Aku tidak akan meminta tambahan bonus buat Biro Pengawasan Delayla dengan Ayah, dasar tidak bisa lihat orang senang." Gumam Putri dengan wajah yang cemberut.
"Kentang...... "
"Kentang...... "
Hujan deras pun terus mengguyur di luar tenda membuat suhu udara menjadi semakin dingin.
"Byurrr........... " Suara hujan deras.
-[Di Atas Pulau Assasin]-
Tampak wanita berambut hijau tengah terbang di atas Desa Assasin, wanita ini sudah mengetahui misi terakhir yang di jalankan oleh suaminya yang sebelumnya di bunuh oleh Sonia.
"Aku akan membalaskan dendam suamiku, gara-gara bajingan itu aku menjanda,"
"Apa mereka gak tau gimana rasanya mau dapat jatah jadi gak dapet jatah,"
"Mana jatah ku setahun sekali lagi, seminggu lagi seharus nya aku mendapatkan jatah nafkah bathin,"
"Dasar perusak kesenangan...... " Gumam Nyonya Galapagos.
Dengan Pedang Berat dan besar berwarna hijau yang berelemen durian peledak, wanita yang kini berstatus janda itu pun mulai melesat terbang menuju Ibu Kota Kerajaan Jangbaek dan berniat menelusuri jalan menuju Kota Es Utara.
"Whusss........... " Suara hempasan angin saat Sang Dewi Assasin tersebut melesat dengan anggun nya.
Ia pun bermanuver di atas awan tersebut dengan indah gemulai, walaupun menjanda kulit wajah dan perawakan nya begitu indah.
Dengan kecepatan penuh ia pun melesat memecah keheningan malam di tempat tersebut.
"Aku sudah lama tidak berburu, jika dia laki-laki tampan aku akan menjadikan nya budak dengan jurus segel budak ku,"
__ADS_1
"Setelah aku puas baru aku akan membunuh nya... " Ujar Sang Dewi Assasin Hijau tersebut.
Tiba-tiba seekor Beast Phoenix bertipe tumbuhan terbang di hadapan nya, Makhluk ini kekuatan nya setara dengan Pendekar di ranah alam harimau puncak.
"Aurggghhhhh........... " Ruangan burung raksasa tersebut.
Sang Dewi Assasin pun menghentikan terbang nya, Janda tanpa anak itu pun berdiri melayang sambil menghunuskan pedang berat nya ke arah Phoenix hijau tersebut.
"Kau akan menjadi makanan ku selama perjalanan ini burung perkutut.... " Ucap Nyonya Galapagos sambil menganggap enteng lawan nya tersebut.
Burung Phoenix hijau itu pun mulai menerkam Assasin Wanita tersebut di langit dengan ganas nya.
"Whusss...... "
"Whusss......"
"Whussss..... " Suara hempasan angin saat burung tersebut melesat dan saat berusaha menerkam Nyonya Galapagos.
Nyonya Galapagos pun menghindari terkaman-terkaman burung Phoenix hijau tersebut dengan enteng nya.
Ia pun mulai membalikkan pedang besar nya, kemudian memukul wajah Phoenix Hijau tersebut dengan pedang tersebut.
"Tuingggg........... " Suara saat Pedang Besar menghantam wajah burung tersebut.
"Arrrrghhhh.......... " Teriakan kesakitan burung tersebut saat terpental jatuh ke dalam lautan.
Nyonya Galapagos pun menghunuskan Pedang Besar nya ke arah Burung Phoenix yang tengah terhempas tersebut.
"Dasar burung perkutut, kau muncul di saat mood ku lagi gak enak banget... " Ucap Nyonya Galapagos lalu menyalurkan tenaga dalam berwarna hijau ke arah Pedang Besar nya tersebut.
Beberapa saat kemudian akar-akar durian pun melesat dengan ujung akar yang tajam ke arah Phoenix Hijau tersebut.
Karena sedang terhempas Phoenix tersebut dapat dengan mudah di lukai tanpa ada perlawanan.
"Jleb....... "
"Jleb....... "
"Jleb....... " Suara tusukan akar-akar menjalar tersebut.
"Arghhhhhh........... " Teriak Phoenix Hijau tersebut sekali lagi.
Tak lama berselang akar-akar tersebut pun mulai meledak beruntung seperti petasan.
"Duargh...... "
"Duargh...... "
"Duargh hhh......... " Suara ledakan akar-akar durian tersebut.
Burung Phoenix Hijau itu pun tewas dan terjatuh ke lautan, tampak tubuh nya mengambang dengan luka bakar di sekujur tubuh nya.
"Sepertinya besok pagi aku akan masak burung perkutut.... " Gumam Nyonya Galapagos lalu terbang ke arah permukaan laut tersebut dan menyimpan tubuh beast tersebut kemudian kembali melanjutkan perjalanan nya.
"Whussss............ " Suara hempasan angin yang memecah keheningan malam di atas langit di perairan assasin tersebut.
To Be Continued.......
__ADS_1
Mohon Like dan Vote nya