Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Lahirnya Raja Sage Part Ke Tiga.


__ADS_3

-[Menara Miring Pusat, Aliansi Amazon]-


Tampak para wanita hybrid peranakan manusia dan zonbie tersebut berlalu lalang di kota di sekeliling menara Miring di tengah-tengah Hutan Tengkorak Hitam. Mereka merupakan klan yang terdiri dari wanita dan jika ingin bereproduksi barulah mereka mencari pasangan nya, mereka adalah klan yang bar-bar.


Di lantai ke seratus di dalam kamar Sang Pemimpin Ratu Amazon tampak sedang berlatih melempar kan cakram perunggu nya.


Kilatan-kilatan cahaya itu pun menghentikan latihan Sang Ratu Amazon, Ratu tersebut memiliki tinggi sekitar dua meter mengenakan pakaian ala kesatria wanita di daerah barat jika di dunia asal Arung.


Kamar nya pun berdisain kebarat-baratan, ia pun beranjak ke arah jendela untuk menyaksikan fenomena kilatan-kilatan Cahaya berwarna-warni yang melesat di Hutan Tengkorak Hitam bagian utara tersebut.


"Raja Sage, atau kah Ratu Sage,"


"Dengan kehadiran nya itu dapat mengganggu stabilitas politik dan keamanan di Penjara BlackBerry Skull ini, aku seperti nya harus mengirim pasukan untuk mengamankan Pendekar yang baru saja terlahir menjadi Raja Sage itu... " Gumam Ratu Amazon sambil terus menatap kilatan-kilatan cahaya dari arah Hutan Tengkorak Hitam bagian utara tersebut.


-[Pasar di Pinggiran Menara Miring]-


Pasar di dalam penjara ini tidak menggunakan mata uang sebagai transaksi namun menggunakan sistem barter karena tidak ada nya pemerintahan resmi di dalam Hutan yang notabenya adalah tempat para kriminal-kriminal tersebut.


Vladimir tampak terpaku saat melihat kilatan-kilatan cahaya tersebut, para pedagang dan juga Klan Amazon lain nya pun menghentikan langkah mereka dan menatap kearah utara.


"Kilatan-kilatan itu berasal dari arah tempat nya Tuan berada, apa dia sedang dalam bahaya???"


"Aku sudah mendapatkan informasi jika Raja Geitetsu di tawan di sini, sebaiknya aku segera kembali ke titik pertemuan." Gumam Vladimir yang ternyata mengkhawatirkan Jendral Besar Arung tersebut.


Mantan Jendral Kekaisaran Vampir yang sedang menyamar menjadi laki-laki itu pun mulai beranjak kembali ke arah titik pertemuan.


"Mau kemana tampan???" Ucap salah satu wanita Amazon tersebut.


Ternyata salah seorang wanita Amazon tersebut hendak bereproduksi dan membutuhkan seorang pria. Wanita kekar berwajah seperti laki-laki itu telah salah mengira jika Vladimir adalah laki-laki karena penyamaran nya.


"Gawat, wanita seperti laki-laki ini salah mengira jika aku adalah pria,"


"Sebaiknya aku segera kabur.... " Gumam Vladimir lalu mulai melesat menggunakan jurus langkah petir di antara pengunjung pasar menuju ke hutan.


"Dash......... "

__ADS_1


"Dash......... "


"Dash......... " Suara tapak kaki Vladimira saat melesat di antara pengunjung yang membuat pasar kacau akibat tindakan nya tersebut.


"Laki-laki yang bersemangat, kusuka itu... " Ucap Wanita Kekar Klan Amazon tersebut lalu mengejar Vladimir menggunakan jurus yang sama.


Vladmira pun terus berlari hingga memasuki hutan namun Wanita Kekar itu pun tetap mengejar dan menempel ketat di belakang Gadis Vampir tersebut.


"Wanita ini gak mau menyerah, padahal penyamaran ini di buat agar aku terhindar dari pelecehan,"


"Rupanya malah sebaliknya, penjara ini benar-benar tidak aman bagi laki-laki maupun wanita... " Gumam Vladmira sambil melesat.


Sebuah cakram perunggu pun di lemparkan oleh Wanita Kekar tersebut tanpa di sadari Valdmira dan berhasil mengenai tengkuknya.


"Brukkkk......... " Suara saat tubuh Vladmira jatuh saat sedang melesat karena terkena cakram perunggu milik Wanita Amazon tersebut.


"Bagus...... "


"Aku akan membawanya ke tempat ku... " Gumam Wanita Kekar tersebut lalu menggotong Vladmira yang sudah tak sadarkan diri tersebut kembali ke Menara Miring Pusat tempat Aliansi Amazon berada.


-[Menara Miring di Selatan Hutan Tengkorak Hitam]-


Tampak sebuah menara miring yang di kelilingi permukiman yang di penuhi Beast-Beast Serigala/Werewolf, di tempat ini wilayah nya di kuasai oleh Aliansi Wersel (Werewolf Selatan). Kebanyakan dari serigala-serigala sepanjang dua meteran itu adalah musuh-musuh negara yang di tangkap oleh Kerajaan Darah Biru dan di jebloskan seumur hidup kedalam penjara Black Skull.


Para werewolf pun membuat komunitas dan menekan kelompok-kelompok manusia beast lain nya sehingga kelompok mereka bisa menguasai Hutan di wilayah selatan tersebut sampai saat ini.


Sang Raja Werewolf tampak sedang tidur dalam wujud beast nya saat ini di bawah sebuah pohon teduh lalu membuka kedua matanya saat merasakan aura dari arah Hutan Tengkorak Hitam bagian Utara tersebut.


"Sepertinya ada Raja Beast baru yang terlahir di Pulau Black Skull ini, aku harus bersiap untuk sebuah perubahan perpolitikan di dalam Penjara ini." Gumam Sang Serigala Alpha lalu kembali memejamkan matanya dan tidur.


-[Menara Miring bagian Barat]-


Tampak di sekitar menara tersebut di penuhi dengan kuburan berbagai ukuran, tidak ada aktifitas apa pun di tempat tersebut.


Sepertinya Beast-Beast tipe jiwa tersebut sedang tidur, tampak Komandan Yuri bersembunyi di balik pohon.

__ADS_1


"Sial........ "


"Aku sudah seminggu berada di sini dan bersembunyi di dalam peti ini, namun aku belum mendapatkan informasi apa pun mengenai Raja Geitetsu." Gumam Komandan Yuri dari balik peti mati.


Tampak di beberapa pohon terdapat peti-peti mati yang tergantung yang berisi Vampir China, sebelumnya Komandan Yuri telah berhasil membunuh Vampir China yang menempati peti kayu tersebut.


Wilayah bagian barat ini baru lah ramai setelah matahari terbenam hingga matahari terbit kembali, Beast-Beast Kunti maupun Beast-Beast Pocong pun akan muncul dan mulai berinteraksi.


Untung saja Komandan Yuri memiliki Pedang Kegelapan yang juga dapat membunuh Beast Tipe Jiwa tersebut, jika tidak dia sudah bisa di pastikan tewas saat bertemu Beast-Beast tipe horor tersebut.


"Sudah saat nya aku pergi dari tempat horror ini, aku gak kuat begadang tiap malam dan harus tidur di siang hari nya." Gumam Komandan Yuri sambil mengintip sedikit dari balik tutup peti mati.


Ia pun membuka tutup peti mati kayu tersebut secara perlahan kemudian meninggalkan peti yang tergantung di pohon tersebut secara diam-diam.


"Dash........ "


"Dash........ "


"Dash........ " Suara tapak kaki Komandan Yuri saat meninggalkan tempat tersebut dengan Jurus Langkah Petir nya.


Ia pun berhasil selamat dan berniat kembali ke titik pertemuan.


"Aku harus melaporkan kepada Jendral, Raja Geitetsu tidak ada di sini... " Gumam Komandan Yuri sambil melesat.


-[Markas Jendral Besar Arung]-


"Kenapa di saat aku sedang tidak berdaya selalu saja ada serangan-serangan yang tidak terduga, kilatan-kilatan cahaya berwarna-warni ini pun terus melesat ke atas tiada henti-henti nya,"


"Rasa sakit dan ngilu di sendi-sendi tubuh ku pun ini aneh, sebelumnya tidak pernah seperti ini." Gumam Arung sambil terus memutar tenaga dalam dari bola essensi padat tersebut.


Kelima Selir tampak begitu kesakitan, keringat mengucur deras membasahi tubuh nya. Sementara itu di sekitar mereka deru suara pertarungan terdengar jelas.


To Be Continued.......


Mohon Like dan Vote nya

__ADS_1


__ADS_2