
"Aduh..... "
"Punggungku.... " Ucap Ashiong lalu bangun dari jatuh nya.
Arung dan yang lain nya pun beranjak ke tempat Ashiong jatuh.
"Tuan Naga Muda, seperti nya masalah di sini sudah kelar,"
"Kalau begitu aku kembali dulu... " Ujar Zephyr Nine Colour Snake lalu berubah menjadi cahaya api sembilan warna dan melesat terbang masuk ke dahi Arung.
"Baik Zephyr.... " Ucap Arung sambil beranjak ke tempat Ashiong dan yang lain nya.
"Arung, dia sedang berbicara dengan siapa yach???" Gumam Sonia.
Sesampainya nya di tempat Ashiong dan yang lain nya tampak tubuh Ashiang dan juga Delphi Chen terbujur kaku dan begitu dingin, kulit nya pun begitu pucat.
"Ashiong, apa yang sebenarnya terjadi???" Tanya Bos Biro Pengawalan Delayla tersebut.
Ashiong pun menceritakan asal muasal kejadian nya kepada Delayla, sementara itu Arung memasang perisai hujan agar mereka tidak kehujanan.
Putri Michele pun mulai memeriksa tubuh kaku Ashiang dan juga Delphi Chen.
"Ternyata Putri Michele adalah seorang Alkemi, wah..... "
"Masa depan nya pasti cerah." Ucap Arung.
"Cerah lah... "
"Apa ada rencana mau nambah istri lagi Pendekar Don Juan.. " Ujar Sonia yang cemburu.
"Ehem..... "
"Ehem...... "
"Putri Michele adalah kalangan bangsawan, dia pasti sudah memiliki tunangan di Kota Es Utara.." Ucap Delayla yang ternyata menguping.
"Wah...... "
"Mereka berdua seperti nya gak rela, bagaimana jika mereka tahu aku memiliki banyak istri di tempat lain???" Gumam Pendekar Don Juan tersebut.
Beberapa menit kemudian Ashiong pun selesai menceritakan kejadian yang di hadapi oleh mereka beberapa waktu yang lalu.
"Jadi ini semua perbuatan White Kunti itu yach.... "
"Awas mereka akan kumakan nanti nya... " Ucap Delayla Jangbaek yang kesal karena kedua anak buah nya terluka parah.
Putri Michelle pun telah selesai mendiagnosis keadaan kedua anak buah Delayla tersebut.
"Komandan Delayla seperti nya saripati kehidupan mereka telah habis, mereka sepertinya tidak tertolong lagi,"
"Mereka hanya dapat bertahan selama tiga hari lagi... " Ucap Putri Michele lalu bangun.
"Benarkah tuan putri, apa tidak ada cara lain untuk menolong nya????" Tanya Delayla.
"Kasian mereka... " Gumam Sonia.
Mendengar Ashiang dan Delphi Chen tidak tertolong lagi isak tangis Ashiong pun pecah.
__ADS_1
"Ashiang...... "
"Hiks...... "
"Hiks....... "
"Hiks....... " Tangis Ashiong di tubuh Ashiang.
"Padahal kau masih muda, bahkan lebih muda dari Bos, tapi kenapa kau pergi duluan,"
"Jika tahu begini aku akan menikahkan mu dengan Delphi Chen..... "
"Bahkan Bos sudah menikah, dan kau bakalan mati dalam keadaan virgin.... "
"Adikkku....... " Ucap Delphi Chen sambil menangis.
"Kasian dia, apa tidak ada cara lain????" Gumam Arung.
"Huft.......... " Helaan nafas panjang Putri Michele.
"Sebenarnya ada sebuah cara untuk menyelamatkan mereka berdua dengan cara membuat Pil Saripati Kehidupan,"
"Tapi bahan nya sangat langka, bahan utama nya adalah Pohon Saripati Kehidupan." Ucap Putri Michele.
"Dimana kita bisa menemukan pohon tersebut???" Tanya Ashiong sambil menyeka air mata nya.
"Pohon Saripati Kehidupan???"
"Pohon apaan tuch???" Gumam Arung dengan penasaran.
"Aku pun tidak pernah melihat nya hanya mengetahui deskripsi nya dari manuskrip kuno, pohon itu merupakan jenis pohon raksasa,"
"Buah nya ada di akar nya.... " Ucap Putri Michele.
Mendengar deskripsi tentang pohon tersebut Delayla dan Ashiong pun kembali bersedih dan berpikir pasti akan sulit mencari pohon langka tersebut.
"Hah........ "
"Bagaimana nasib mereka, dalam bulan ini aku sudah kehilangan banyak anak buah." Ucap Delayla dengan sedih.
Arung pun menatap di kejauhan tampak sebuah pohon raksasa seperti deskripsi yang di utarakan oleh Putri Michele.
"Bukan kah pohon itu seperti pohon ubi???"
"Sungguh kebetulan sekali... " Gumam Arung.
"Sudah lah jangan bersedih Delayla, ini semua adalah takdir... " Ucap Sonia mencoba menghibur.
"Putri Michele apakah itu pohon yang tuan putri maksud???" Tanya Arung sambil menunjuk pohon besar di tengah-tengah pemakaman kunti tersebut.
"Pohon Saripati Kehidupan???" Gumam Putri Michele sambil melihat ke arah yang di tunjukkan oleh Arung tersebut.
Ashiong dan yang lain nya pun melihat kearah tersebut, tampak di kejauhan sebuah pohon ubi raksasa setinggi 30 meter.
"Byurrrr............... " Suara hujan deras.
"Sepertinya ya Putri Michele, pohon itu benar-benar seperti pohon ubi.. " Ucap Sonia.
__ADS_1
"Benarkah Sonia.. " Ucap Delayla sambil menatap ke arah tersebut.
"Jika di lihat sekilas memang benar itu pohon adalah pohon saripati kehidupan, tapi letak nya di tengah pemakaman kuno???"
"Sangat berisiko???" Gumam Putri Michele.
"Sepertinya memang ia, tapi aku belum bisa memastikan nya, aku baru bisa memastikan nya jika aku bisa melihat buah tersebut." Ucap Putri Michele.
"Kalau begitu ayo kita segera kesana, dan memanen buah itu,"
"Aku gak mau adikku jadi perawan saat mati... " Ucap Ashiong lalu hendak memasuki pemakaman tersebut seorang diri.
Ia pun memasang perisai hujan di kepala nya dan berjalan ke arah Gerbang Hantu.
"Tunggu dulu...... " Ucap Delayla.
"Ada apa bos???" Tanya Ashiong.
"Akan lebih baik jika kita menggunakan kereta kencana ke dalam pemakaman tersebut, kasian Putri Michele." Ucap Delayla.
"Tapi masuk ke dalam Pemakaman Kunti merupakan tindakan bunuh diri." Ucap Putri Michele.
"Benar yang di katakan Putri... " Gumam Sonia.
Arung pun mengangkat tubuh Ashiang dan Ashiong menggunakan jurus telekinesis nya dan berjalan ke arah Kereta Kencana.
"Benar yang di katakan Delayla, mereka tidak hanya teman kita tapi juga saudara kita,"
"Aku tidak akan membiarkan saudara ku mati jika ada cara menyelamat kan nya." Ucap Arung.
Arung pun memasukkan tubuh Ashiang dan Delphi Chen ke dalam kereta kencana tersebut. Mereka pun berangkat menuju Pemakaman Kunti.
Tampak Arung duduk di atas kereta kencana sambil memasang perisai kultivasi es sementara itu Delayla dan Sonia duduk di kursi kusir dan mengendarai kereta kencana tersebut.
Ashiong dan Putri Michele berada di dalam kereta kencana menjaga tubuh Ashiang dan Delphi Chen yang kaku dan dingin.
"Hyattttt........... " Teriak Sonia lalu memacu kereta kencana nya tersebut.
Ke-enam kuda pun mulai berlari menuju Gerbang Hantu dengan kecepatan yang stabil.
"Tap........ "
"Tap....... "
"Tap....... " Suara deru tapak kaki keenam kuda-kuda tersebut.
"Huft........... " Helaan nafas panjang Arung.
"Kenapa perasaan ku gak enak banget ya???" Gumam Arung yang kemudian menggunakan jurus avatar pohon dan membuat empat duplikat tubuh nya.
Keempat duplikat tubuh nya atau avatar itu pun melayang dan terbang di sekitar kereta kencana tersebut.
"Wah....."
"Naga ini memiliki banyak jurus aneh, aku perlu mempelajari jurus ini,"
"Jurus ini bagus buat ibu rumah tangga... " Gumam Sonia sambil membayangkan dirinya menjadi seorang Ibu Rumah Tangga.
__ADS_1
To Be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya