Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Hutan Kayu Cendana Emas.


__ADS_3

Beberapa jam kemudian Arung beserta kedua istri nya pun tiba di ujung mulut goa sempit tersebut, raut wajah mereka pun begitu takjub menyaksikan pemandangan indah di depan nya tersebut.


Tiga buah berkas sinar spiritual pun melesat masuk ke dalam dahi nya yang menandakan Zephyr dan kedua Jiwa lain nya telah kembali ke dalam dunia nya.


"Sepertinya mereka telah kembali." Gumam Arung.


"Wah............ "


"Aku tidak mengira Hutan Kayu Cendana ini begitu indah nya, pepohonan nya berwarna ke emasan." Ucap Raya Poison Snake.


"Aneh sekali, Pepohonan disini sangat berbeda dengan Pepohonan yang ada di deskripsi di dalam buku mengenai jenis-jenis tanaman." Gumam Dhieng Vampir.


"Ayo kita segera turun..... " Ucap Arung lalu mulai melompat dari mulut goa tersebut begitu juga dengan kedua istri nya tersebut.


"Dup........ "


"Dup........ "


"Dup........ " Suara saat tapak kaki mereka bertiga mulai mendarat di hutan tersebut.


Mereka pun mulai memasuki Hutan dengan Pepohonan berwarna keemasan tersebut, ketiga orang ini belum mengetahui jika tempat tersebut di penuhi oleh Beast Laba-Laba Emas.


"Ugh........ "


"Pohon-pohon di sini berwarna keemasan semua nya, bahkan rumput nya pun memiliki warna emas." Gumam Dhieng sambil mengamati kesekeliling nya.


Sementara itu Rayla Poison Snake masih mencemaskan akan kemunculan Hantu Goa di tempat yang indah tersebut.


"Ih...... "


"Serem.... "


"Semoga saja disini tidak muncul hantu menyeramkan itu lagi." Gumam Rayla Poison Snake yang lemah terhadap hantu.


"Dhieng, dimana gerbang nya berada?" Tanya Arung.


"Kita harus mencari nya Arung, gerbang tersebut selalu berpindah-pindah di dalam hutan ini." Jawab Dhieng.


"Oh........ "


"Gerbang ini sama seperti gerbang yang ada di Padang Tandus Naga tersebut, kalau begitu pasti akan memakan waktu yang sedikit lama untuk mencari keberadaannya tersebut." Gumam Arung.


"Kalau begitu ayo kita mulai mencarinya." Ucap Arung.


Beberapa saat kemudian tiga ekor Laba-laba Emas mulai turun dari atas pepohonan besar tersebut kemudian mulai mengepung mereka, ketiga Beast ini berada di ranah alam kesatria namun memiliki jaring emas yang dapat menghilangkan kultivasi untuk beberapa jam nya.


"Tenang saja mereka bukan lawan kita." Ucap Rayla Poison Snake dengan penuh percaya diri.


"Tidak Rayla, jangan anggap remeh makhluk-makhluk ini,"


"Beast-Beast ini sangatlah berbahaya." Ucap Dhieng.


"Apa maksud Dhieng?" Gumam Arung.


Laba-Laba Emas pun mulai menembak kan jaring-jaring emas nya, Arung dan yang lain nya pun mulai terliit oleh jaring-jaring tersebut.

__ADS_1


Tampak Arung, Rayla, dan juga Dhieng terlilit dalam satu lilitan yang sama, wajah mereka saling berhadapan. Pipi Dhieng pun mulai merona merah saat menatap wajah suami nya tersebut, begitu pun dengan Arung.


"Hei...... "


"Kalian... "


"Bukan waktunya tersipu-sipu seperti itu, sekarang bagaimana caranya kita bisa lepas dari jaring Emas ini?" Tanya Rayla Poison Snake yang sudah mencoba melepaskan diri sejak tadi namun kekuatan nya telah menghilang.


"Rayla, percuma saja kita mencoba lepas dari Jaring Emas ini, jaring ini memiliki efek untuk menghilangkan kultivasi selama tiga jam." Ucap Dhieng.


Arung pun sudah mencoba berteleport beberapa kali sejak tadi namun seluruh tenaga dalam milik nya telah hilang untuk sementara waktu.


"Aduh....... "


"Kacau deh.... " Ucap Arung.


"Terlilit dalam satu lilitan jaring Emas ini membuat celana ku menjadi sempit,"


"Oh My God..... "


"Dhieng dan juga Rayla begitu cantiknya, aku dapat melihat tubuh mulus mereka begitu dekat dan jelas nya." Gumam Arung yang selama ini mode mata api nya selalu saja aktif tersebut.


"Ternyata manusia-manusia beast ini yang telah membunuhi bangsa kita, sejak kapan makhluk berkaki dua ini bisa memasuki Hutan Emas ini." Ucap Salah Satu Laba-Laba Emas tersebut.


"Apa....... "


"Kalian ternyata bisa bicara?" Ucap Rayla Poison Snake terkejut.


"Tentu saja Manusia, kami juga memiliki mulut yang sama dengan mu." Ucap Laba-Laba Emas lain nya.


"Senangnya....... "


"Daging milik mereka pasti rasa nya renyah." Ucap Laba-Laba Emas lain nya.


"Dhieng, apa kau punya rencana?"


"Mereka seperti nya akan memakan kita sebentar lagi." Bisik Arung.


"Maafkan aku Suamiku, kita tidak bisa berbuat apa-apa,"


"Jaring Laba-laba ini memiliki efek menonaktifkan kultivasi selama tiga jam, walaupun mereka lemah namun sekali kita terlilit jaring emas ini,"


"Tamat sudah riwayat kita, kasihan calon bayiku." Ucap Dhieng dengan raut wajah yang sedih.


"Bagaimana ini?"


"Apa aku mengucap kan nama JABBERWOOK saja, tapi sama aja dia pasti akan mengamuk dan membunuhi semua yang di lihat nya." Gumam Arung.


Beberapa saat kemudian seorang Vampir Cantik pun mulai muncul dari dalam tanah di sebelah Arung dan yang lain nya yang saat ini sedang terlilit oleh Jaring Emas tersebut.


Melihat kemunculan Manusia Beast Cantik itu, ketiga Laba-Laba Emas pun kembali menembakkan Jaring Laba-laba Emas milik nya.


"Siapa Wanita ini?" Gumam Arung.


Wanita berparas cantik itu pun mulai memegang pundak Arung kemudian mulai menghentakkan kaki nya ke atas tanah, Arung dan yang lain nya dan juga Vampir itu pun masuk ke dalam tanah setelah nya.

__ADS_1


Jaring-jaring emas pun mulai mengenai angin kosong, tampak ketiga Laba-Laba Emas itu kebingungan.


"Jurus apa itu?"


"Kemana mereka perginya?" Ucap Salah Satu Laba-Laba Emas sambil mengamati ke sekeliling nya.


"MAKANANKUUUUU.......... " Teriak Laba-laba Emas lain nya yang kehilangan makanan berdaging nya.


"Yang sabar ya bro..... "


"Sepertinya bangsa kita memang di takdirkan memakan buah-buahan emas seumur hidup nya." Ucap Laba-Laba Emas lain nya.


-[Di Dalam Ruangan Di Bawah Tanah]-


Beberapa menit kemudian mereka pun berada di kedalaman 100 meter dari permukaan Hutan tersebut, Gadis Vampir itu pun mulai menyalakan obor penerangan yang ada di sekitar ruangan berukuran 10 x 10 meter tersebut.


"Ratu Adrienne.... " Ucap Dhieng terkejut saat menyadari jika Gadis Cantik yang menyelamatkan mereka adalah seorang Ratu Vampir pada Kekaisaran Vampir tersebut.


"Ratu....... " Gumam kompak Arung dan Rayla.


"Oh.... "


"Ternyata ada juga junior yang mengenaliku." Ucap Ratu Adrienne sambil memotong jaring Laba-laba Emas yang melilit tubuh Arung dan yang lain nya dengan kuku tajam nya.


Beberapa saat kemudian,


"Duduk lah.... " Ucap Ratu Adrienne kemudian mulai duduk di sofa di pojokan ruangan tersebut.


Dhieng Vampir pun mulai memberi hormat kepada sang Ratu, begitu pula dengan Arung dan Rayla. Mereka bertiga pun mulai duduk di sofa di dekat Ratu Adrienne tersebut.


"Kalian bertiga suami dan istri-istri?" Tanya Ratu Adrienne penasaran melihat seorang Vampir yang rela di polygami.


"Benar Ratu ku, kami bertiga adalah suami dan istri-istri,"


"Kami di utus oleh Tetua Gilmore untuk berlatih di Goa Yin Yang Vampir, Ratu ku." Ucap Dhieng Vampir.


"Setelah 100 tahun kepergianku apakah tradisi bangsa vampir yang hanya beristri satu sudah berubah, Wanita Vampir mana yang sudi untuk di madu,"


"Gadis Vampir Cantik ini pasti di pelet oleh Naga Muda ini, begitu pula dengan Manusia Cantik itu." Gumam Ratu Adrienne.


"Bagaimana kalian bisa selamat dari Hantu-Hantu Goa yang berkeliaran di atas Pepohonan Emas tersebut?"


"Apakah kalian memiliki semacam senjata bertipe jiwa?" Tanya Ratu Adrienne.


Mereka bertiga pun bingung dengan pertanyaan sang Ratu, saat mereka memasuki Hutan Emas tersebut tidak ada seekor pun Hantu Goa yang terlihat.


"Saat kami masuk kemari tidak ada satu hantu pun di atas sana Ratu." Ucap Arung.


"Ya.... "


"Benar yang di katakan oleh Suamiku, kami tidak menjumpai satu Hantu Goa pun di atas sana Ratu ku." Ucap Dhieng.


___________________________________


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.

__ADS_1


__ADS_2