
"Hiks....... "
"Hiks....... "
"Hiks....... " Tangis Janda Tanpa Anak tersebut.
"Sudah lah Nona Reia, biarkan yang berlalu itu berlalu,"
"Lihat matahari itu hendak terbenam.... " Ucap Storm sambil memeluk Reia.
Saat ini hari sudah menjelang malam, di langit terlihat matahari yang hendak terbenam.
"Lantas, kenapa Tuan???" Tanya Nona Reia yang tengah rapuh itu.
"Matahari pun terbenam, malam pun menjelang,"
"Keesokan pagi pasti matahari itu kembali terbit, percayalah Nona Reia jika semua masalah pasti akan berlalu,"
"Mantan suami mu ibarat matahari yang terbenam saat ini, dan aku siap menjadi matahari yang akan terbit esok..... " Gombal Storm.
"So sweet...... " Ucap Nona Reia lalu berusaha mencium Storm.
"Ini saat nya.... "
"Kau sudah menjadi milikku... " Gumam Red Storm Dragon.
Sesaat sebelum bibir mereka saling bertemu petugas kereta pun membuka pintu.
"Kraaakkk......... " Suara pintu gerbong terbuka.
"Karcis nya Pak, buk.... " Ucap Petugas sambil tersenyum tipis karena melihat adegan tersebut.
Reia pun mengurungkan niat nya mencium Storm lalu mengeluarkan karcis dari cincin ruang nya begitu pula dengan Storm.
"Ini pak..... " Ucap Reia sambil memberikan karcis nya begitu pula dengan Storm.
"Mohon maaf saya mengganggu tadi, tapi ini sudah S.O.P. nya pihak manajemen,"
"Monggo..... "
"Lanjut..... " Ucap Petugas tersebut lalu menutup gerbang gerbong tersebut.
"Dup......... " Suara saat pintu gerbong tertutup.
"Kentang..... "
"Dasar petugas gak ada akhlak... " Gumam Storm.
Reia pun hanya tersenyum kecil ke arah Storm, wanita yang rapuh itu pun memeluk pinggang Storm.
"Tuan, siapa nama mu???"
"Kau belum memberitahu ku namun aku sudah memeluk mu... " Ucap Reia.
"Aku Storm... "
"Dan aku akan menjadi pengganti suami mu, aku berjanji tidak akan mengecewakan mu, Reia." Ucap Storm.
"Ugh..... "
"So sweet...... "
__ADS_1
"Aku memang tidak memiliki anak Storm, tapi aku sedang hamil... " Ucap Janda tersebut.
"Whatss....... "
"Hamil???"
"Mau gimana lagi, aku sudah ngegombal sejauh ini,"
"Aku gak mungkin mundur gara-gara dia hamil, cemen kali... " Gumam Storm.
"Gak apa, Reia... "
"Hati ini sudah menjadi milik mu sejak awal aku menatap mu, janin di dalam kandungan mu itu akan ku anggap darah daginggku sendiri.... " Ucap Storm.
"Makasih Sayang..... " Ucap Reia.
Sepasang kekasih yang baru jadian itu pun duduk menikmati pemandangan dari balik gerbong jendela di dalam kereta api yang melaju di rel langit.
"Kwak........ "
"Kwak......... "
"Kwak.......... " Suara burung gagak yang sedang terbang bermanuver.
-[Kembali Ke Hutan Hantu Bola Api]-
"Begitu ceritanya Reia... " Ucap Storm.
"Ugh...... "
"Bagaimana bisa cerita boongan nya mirip dengan kisah kehidupan ku, 1.000 tahun yang lalu aku kabur kemari karena bercerai dengan Suamiku yang tukang selingkuh,"
"Binggo...... "
"Dia pasti tersapu-sapu hingga keluar setelah mendengar kisah boongan ku, hati wanita memang rapuh... " Gumam Storm.
"Apa aku mencoba menjalin hubungan aja ya dengan Naga ini???"
"Apa aku akan membawanya berkenalan dengan keluargaku???"
"Kok aku deg-degan saat menatap nya???" Gumam Reia yang telah terhipnotis kemampuan Dragon Love nya Arung.
Red Storm Dragon pun kali ini mengeluarkan susu naga dari dalam cincin es nya lalu menaruh botol susu kemasan tersebut di hadapan Reia dan dirinya.
"Reia, yakin lah cintaku ini seputih susu naga ini... " Ucap Red Storm Dragon yang semakin ngegas.
"Nih Naga makin maju aja, apa aku ceritakan aja kisah hidupku yang sebenarnya,"
"Pasti dia bakalan mundur.... "
"Ya baik lah, sudah kuputuskan jika dia tidak mundur aku akan menikahi nya,"
"Sepertinya dia adalah laki-laki Naga yang tulus walaupun perangai nya adalah seorang Play Boy... " Gumam Reia.
"Mimpi mu tadi hampir sama dengan kisah hidup ku, kau mau tau???" Ucap Reia lalu membuka tutup susu kemasan tersebut.
"Kebetulan sekali, langit berpihak kepada ku... " Gumam Red Storm Dragon.
"Curhat lah kepada ku Cinta.... " Ujar Storm yang ngegas habis tersebut.
"Baiklah Tuan Storm Warrior, aku akan menceritakan kejadian yang aku alami 1.000 tahun yang lalu... " Ujar Ghost Dragon.
__ADS_1
"1.000 tahun yang lalu???" Gumam Storm.
-[Kerajaan Ghost Dragon, Goa Bawah Tanah Raksasa]-
Tampak sebuah kota dengan bangunan-bangunan kuno di dalam nya, kota tersebut berada di dalam Goa super besar dengan penerangan dari batu roh atau batu elemen cahaya raksasa yang ada di langit-langit goa.
Di keliling kota tersebut terdapat hutan hujan tropis, dan di tengah-tengah kota terdapat sebuah istana dengan atap-atap yang berornamen naga.
Di salah satu bilik di istana tersebut Reia tampak tengah menjalani proses melahirkan telur naga buah hatinya dengan suami nya.
Di bantu oleh dua orang bidan naga, kedua bidan pun tampak mengerahkan tenaga dalam nya ke punggung Reia.
Tampak di depan Gadis Bertanduk Hitam itu sebuah cahaya hitam sedang berputar-putar.
"Nak Reia, konsentrasi terus dorong jiwa bayi itu.... " Ucap Bidan Naga paruh baya tersebut.
Reia pun terus mendorong jiwa bayi naga di dalam dantian nya ke dalam gumpalan cahaya hitam yang berputar tersebut.
Aura hitam menyelimuti seluruh bilik tersebut.
"Ugh........ "
"Sakit sekali, rasanya seluruh tubuh mau remuk.... " Gumm Reia.
Setelah beberapa jam berlalu akhir nya Reia pun berhasil mendorong jiwa naga tersebut, gumpalan cahaya hitam itu pun membentuk sebuah telur naga bercorak hitam kemerahan.
"Selamat Nyonya Reia.... " Sahut kedua bidan naga lalu melepaskan telapak tangan di punggung nya Reia.
Salah seorang bidan itu pun membersihkan telur naga tersebut, tampak wanita paruh baya itu sudah profesional.
Sementara itu bidan naga lain nya sedang mempersiapkan ramuan herbal untuk memulihkan kondisi sang Ratu.
"Ugh....... "
"Lelah nya, Rafael pasti bahagia dengan kelahiran anak pertama nya ini.... " Gumam Reia sambil duduk bersandar di ranjang megah nya dan menselonjorkan kaki nya.
Saat itu kedua orang tua Reia ataupun raja dan ratu sebelum nya sedang berlibur jadi tidak dapat menemani putri nya menjalani proses persalinan tersebut.
Sementara sang Raja entah sedang dimana dan entah sedang dengan siapa.
"Nyonya Reia minumlah sup gingseng ini, anda pasti lelah kan... " Ujar bidan naga tersebut.
"Terima kasih bik... " Sahut Reia lalu mulai memakan sup tersebut.
Setelah memandikan telur naga bidan itu pun meletakkan telur tersebut di sebelah Reia dan permisi untuk pergi.
"Nyonya, kami permisi dulu,"
"Sore nanti kami akan kemari lagi... " Ucap salah seorang Bidan Naga tersebut.
"Baik, Terima kasih bik... " Seru Reia.
Kedua bidan pun keluar dari dalam kamar tersebut, Reia pun tampak sudah pulih setelah meminum ramuan tersebut dan lagi pun dia adalah kultivator di ranah alam iblis level awal jadi tidak butuh waktu lama buat memulihkan diri.
"Aku harus segera memberi tahu Rafael.... " Gumam Reia lalu mengganti pakaian nya dengan jubah perang yang biasa ia kenakan.
Reia pun meninggalkan telur nya di dalam kamar tersebut dan pergi mencari sang Raja untuk mengabarkan kelahiran anak nya.
To Be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya
__ADS_1