Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Angan-angan Sonia Part Akhir.


__ADS_3

Tampak Avatar ke empat sedang patroli di pinggir hutan di kaki bukit, tampak ia terus berkeliling di pinggiran hutan tersebut.


"Huh....... "


"Dasar bos, masak cuman aku yang di suruh berpatroli di pinggiran hutan ini,"


"Mana pagi-pagi lagi, apa gak tau dia kalau aku suntuk,"


"Sejak tadi yang kulihat pohon aja, Bos sih enak bersama Don Juan lagi seneng-seneng." Gumam Avatar Sonia Ke Empat tersebut.


Beberapa saat kemudian Siluman Air pun muncul dari balik hutan tersebut lalu langsung menyemburkan bola air dari dalam mulutnya ke arah Avatar Sonia.


"Whussss......... " Suara hembusan bola air.


"Blurpppp.......... " Suara tubuh Avatar Sonia yang basah dan terpental akibat serangan mendadak tersebut.


"Duak........ "


"Duak........ "


"Duak........ " Suara saat tubuh nya terpental beberapa kali di tanah.


"Ugh....... "


"Dasar pengecut..... " Ucap Sonia lalu bangun dari jatuh nya kemudian mencabut sepasang Pedang di kedua pinggul nya dan menerjang ke arah Beast tersebut.


Siluman Air pun terus menembakkan bola-bola air berdiameter tiga meter ke arah Avatar Sonia tersebut. Dengan gesit Avatar Sonia yang keempat menepis bola-bola air raksasa tersebut dengan tepisan akar raksasa.


"Dash........ "


"Dash....... "


"Dash......." Suara tepisan akar kayu saat menepis bola air.


Aura hijau pekat tampak melingkupi tubuh Avatar Sonia yang ke empat tersebut, makhluk kloning itu pun mengangkat lengan nya ke atas.


"Rasakan ini..... " Teriak Avatar Sonia yang keempat tersebut.


Akar-akar yang membentuk beberapa lengan pun muncul dari permukaan tanah dan mencengkram erat tubuh Beast Siluman Air tersebut.


"Akhhhh......... " Teriak Siluman Air tersebut hingga tewas kehabisan nafas.


Keadaan pun kembali hening di pinggiran hutan tersebut, Avatar Sonia yang keempat itu pun menghela nafas panjang.


"Busettt....... "


"Baju ku basah, sebaik nya aku ke tempat Bos melapor sekalian mengganti bajuku, mana tau dia lagi hup-hup,"


"Kan wajah dan tubuh kami mirip mana tau aku bisa gantiin.... " Gumam Avatar Sonia yang ke empat tersebut.


Avatar itu pun melesat kembali ke arah Mansion dan menuju ke lantai ketiga yaitu ke kamar tidur nya Bos mereka "Nyoya Sonia Golden Spider".


-[Di Depan Pintu Kamar Nyonya Sonia]-


Tampak ketiga Avatar Sonia dengan pakaian basah sedang bergantian mengintip dari lubang kunci keadaan didalam.


" Wah....... "


"Dasar Avatar-Avatar gak setia kawan kelen, masak aku gak di ajak.... " Bisik Avatar ke empat.


"Husss...... "


"Jangan berisik, Nyonya sedang beraksi... " Bisik Avatar kesatu.


Saat ini Nyonya Sonia sedang membubuhkan racun ke dalam arak yang akan di hidang kan kepada suami nya tersebut.

__ADS_1


Ke empat Avatar pun resmi bekerja sama dan mulai mengintip keadaan di dalam kamar sepasang suami-istri tersebut.


-[Di Dalam Kamar]-


Setelah membubuhkan racun obat kuat kedalam kendi arak, sang Nyonya tersenyum lalu berjalan ke arah suami nya sambil membawa nampan dengan kendi arak tersebut.


"Sayang, kita akan nambah ronde lagi.... " Gumam Nyonya Sonia.


"Kenapa firasat ku gak enak ya???" Gumam Arung.


"Sayang, nih aku sudah siapkan sekendi arak Laba-laba,"


"Kau butuh penyegaran, minumlah.... " Ucap Nyonya Sonia lalu menyajikan arak tersebut.


Arung pun merasa tidak enak jika menolak arak yang telah di sajikan oleh istri nya tersebut, ia pun mengambil cawan berisi arak tersebut dan berniat meneguk nya.


-[Kembali Ke Depan Pintu]-


"Gawat...... "


"Nyonya akan berhasil memperdaya tuan, aku gak rela,"


"Kita di suruh mengerjakan pekerjaan rumah tangga, tapi dia malah seneng-seneng di sini,"


"Aku akan menggagalkan nya biar kentang???"


"Gimana teman-teman seperjuangan???" Tanya Avatar kedua tersebut.


"Kita harus menggagalkan rencana nenek sihir itu, dia seenak nya menyiksa kita... " Ucap Avatar Ke Satu.


"Deal..... " Sahut kompak kedua Avatar lain nya tersebut.


Mereka pun sepakat untuk menggagalkan sang Nyonya bersenang-senang, dengan begitu bersemangat nya mereka pun mendobrak pintu kamar tersebut.


"Kraakkkk.............. " Suara pintu terbuka yang membuat cawan berisi arak yang sudah di bubuhi oleh obat kuat tersebut jatuh dan pecah.


"Obat kuat ku..... " Teriak histeris Nyonya Sonia saat menyaksikan momen tersebut.


"Obat Kuat???"


"Pasti ni Laba-laba mau menggrepe-grepe aku lagi, sebaiknya aku segera cabut... "


"Padahal baru semalam aku memberi nya nafkah bathin... " Gumam Arung lalu berpikir keras untuk mencari cara kabur dari tempat tersebut.


"He..... "


"He..... "


"He..... " Tawa kecil Avatar Sonia ke satu.


"Rasain loe... " Gumam nya.


"Kalian mengganggu saja... "


"Mau apa kemari, apa mau joen juga???" Tanya Nyonya Sonia.


"Sebenarnya sih ia, tapi mana mungkin kami katakan." Gumam Avatar Sonia ke empat.


"Lapor kami berempat hanya ingin mengganti pakaian di sini... " Ucap Avatar Sonia Ke Tiga.


"Benar Nyonya... " Sahut Avatar Sonia Ke Dua.


"Dasar kalian kan bisa nungguin, kok main masuk-masuk aja... " Ucap Nyonya Sonia.


"Maaf Nyonya kami tadi mengetuk pintu tapi Nyonya tidak membuka nya... " Sahut Avatar Sonia Ke Satu.

__ADS_1


"Dasar, Avatar-Avatar mesum... " Ucap Nyonya Sonia lalu mengayunkan lengan nya.


Seketika ke empat Avatar itu pun menghilang, Sonia pun berbalik berniat menyuguhkan Arung arak baru.


"Tenang Suamiku, aku akan menyuguhkan arak yang baru." Ucap Sonia.


"Tidak apa... "


"Aku baru teringat, tanaman ku di atas bukit belum di siram,"


"Aku pergi dulu ya sayang... " Ucap Arung kemudian memasang jurus teleportasi dan berpindah tempat dari tempat tersebut.


"Blitzzz.............. " Suara jurus teleportasi Arung.


Dalam satu kedipan mata sang Pendekar Naga pun menghilang dan meninggalkan sang istri yang lagi Kentang.


"Kentang ggg......... " Teriak Sonia.


-[Di depan Gerbang Hantu]-


Sonia yang tengah berangan-angan pun berteriak kentang hingga mengagetkan seisi kereta kencana.


"Kentangggggg....... " Teriak Sonia.


"Ada apa Sonia, apa kau kesurupan???" Tanya Delayla Jangbaek.


"Apa ada monster kentang???" Teriak Arung dari atas atap kereta kencana.


Delayla pun menghentikan kereta kencana tepat di depan gerbang hantu.


"Busettt....... "


"Ini semua gara-gara angan-angan ku barusan, jika menguasai jurus Avatar tersebut aku harus mendisiplin kan keempat Avatar ku terlebih dahulu,"


"Bayangan yang berakhir buruk.... " Gumam Sonia.


"Tidak apa-apa Delayla, aku tadi teringat kentang goreng di kampung halaman ku." Ucap Sonia.


"Huft........ "


"Kupikir kau kesambet Sonia... " Ucap Delayla.


"Dasar penipu, kau pasti berpikir yang tidak-tidak,"


"Saat ini kau sedang kehilangan ingatan, sebaik nya aku membuka gerbang nya sekarang... " Gumam Arung lalu mulai mengayunkan lengan nya.


"Kraakkkk........... " Suara saat pintu gerbang hantu tersebut terbuka.


Kereta kencana yang di tarik oleh keenam beast kuda dengan perisai kultivasi es pun memasuki pemakaman kunti tersebut.


"Byurrrrr........... " Suara hujan deras.


"Jderrr........ "


"Jderrr......... " Suara petir menyambar di kejauhan.


"Tap....... "


"Tap....... "


"Tap....... " Suara tapak kaki keenam kuda saat berjalan pelan memasuki pemakaman angker tersebut.


Tampak kuburan-kuburan kuno di sekitar mereka, suara-suara tawa kunti pun terdengar jelas di kuburan tersebut.


To Be Continued.......

__ADS_1


Mohon Like dan Vote nya


__ADS_2