Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Vladmira Vampir Bagian Ke Tiga.


__ADS_3

Sama seperti Majikan nya dan juga Komandan Yuri sebelum nya, Vampir Cantik itu pun mulai bermimpi akan masa lalu nya yang kelam sebelum dirinya tersebut di angkat menjadi salah satu murid dalam Raja Vampir tersebut.


-[4 Ribu Tahun Yang Lalu, Desa Kelelawar Vampir]-


Desa Kelelawar Vampir merupakan sebuah Desa yang berada di Benua Iblis Vampir. Desa tersebut berukuran sebesar Desa Tiger, tempat itu di kelilingi oleh dinding-dinding alami dengan banyak goa yang di huni oleh Beast-Beast Kelelawar Vampir.


Mayoritas penduduk di desa tersebut berprofesi sebagai Kultivator Petani padi darah, terlihat juga di tempat tersebut ada banyak sekali sawah-sawah dan juga jarak di antara rumah ke rumah cukuplah jauh.


Vladmira menjadi yatim piatu sejak kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah tragedi beberapa bulan silam, ia pun saat ini berusia 12 tahun dan tinggal di sebuah panti asuhan di pinggiran Desa Kelelawar Vampir tersebut. Bangunan untuk panti asuhan tersebut cukup besar dan di kelilingi oleh persawahan juga, dan hanya ada satu jalan menuju ke tempat tersebut.


Tampak Vladmira kecil saat ini sedang berkelahi dengan beberapa bocah penghuni panti lain nya.


"Bak...... "


"Buk...... "


"Bak...... "


"Buk...... " Suara saat mereka saling memukul hingga akhirnya Gadis Vampir Kecil itu kalah.


Vladmira Vampir merupakan seorang penghuni panti asuhan baru, ada beberapa bocah yang cemburu pada nya di sebabkan kedekatan nya dengan Isaka Vampir.


Isaka Vampir adalah bocah terkuat kedua di Panti Asuhan tersebut dan memiliki kharisma yang menarik para gadis-gadis.


"Ugh...... "


"Mereka beraninya mengeroyok ku saja." Gumam Vladmira kecil sambil menahan beberapa pukulan dari bocah penghuni panti lain nya.


"Ugh... " Ucap nya.


"Dasar... "


"Berani nya kau mendekati Isaka." Ucap Heroine Vampir sambil menendang perut Vladmira dengan sekuat tenaga nya.


"Akh....... " Teriak Vladmira kesakitan.


Tak lama berselang Heroine bersama teman-teman nya pun menyudahi pembulyan tersebut.


"Awas...... "


"Jika kau berani mendekati Isaka lagi, dia itu milik ku." Ucap Heroine. Kemudian mulai meninggalkan lapangan bermain tersebut bersama dengan beberapa bocah perempuan lain nya.


"Ugh...... "


"Mama....... "


"Papa.......... " Gumam Vladmira Kecil dengan raut wajah sedih.


Anak-anak penghuni panti lain nya pun tidak berani melerai perkelahian tersebut karena Heroine Vampir merupakan Bocah terkuat di Panti Asuhan tersebut, Anak-anak lain nya tampak tunduk dan takut kepada Gadis Vampir tersebut kecuali Gadis Kecil penghuni baru Panti Asuhan tersebut yaitu Vladmira Vampir.


Beberapa menit kemudian Gadis malang itu pun mulai bangkit dan berjalan sedikit gontai ke arah belakang panti, tidak ada anak yang berani mendekatinya dan menjadi teman nya karena takut dengan Heroine Vampir.


Beberapa menit kemudian,


"Apa yang di pikirkan Heroine... "


"Kenapa dia selalu membully ku... "


"Aku tidak pernah mendekati Isaka, tapi Isaka lah yang selalu pergi ketempat ku selama ini,"


"Aku sudah berulang kali mencoba menghindari nya, tapi Laki-laki itu seperti lem,"


"Dia selalu tahu dimana aku berada." Gumam Vladmira Kecil kemudian mulai duduk di dekat sebuah saluran irigasi yang besar.


Tampak di hadapan nya hamparan persawahan dan ada beberapa Kultivator Petani yang sedang membajak sawah-sawah tersebut.

__ADS_1


"Hah.......... " Suara nafas panjang Vladmira.


"Gara-gara Heroine aku tidak memiliki seorang teman pun, teman ku hanya Isaka." Gumam dan Keluh Vladmira Kecil.


Tampak saluran irigasi tersebut penuh dengan air, Vladmira pun iseng dan melempar beberapa kerikil ke dalam nya. Beberapa saat kemudian Isaka pun tiba dan mengejutkan Vladmira yang sedang duduk dengan hati yang sedang gundah tersebut.


"Hah........ " Ucap nya.


"Kya......... " Teriak Vladmira yang terkejut kemudian mulai menoleh ke belakang.


"Isaka...?" Ucap Vladmira.


Karena posisi berdiri Vladmira Kecil yang kurang stabil tubuh nya pun oleng dan terjatuh ke dalam saluran tersebut.


"Byurrr.......... " Suara saat tubuh Vladmira kecil tercebur ke dalam saluran irigasi tersebut.


"Hag........ "


"Hag........ "


"Hag........ " Tawa Isaka Kecil.


"Dasar Vampir Gila.... " Ucap Vladmira Kecil.


"Gimana mau kutolong Pendek?" Tanya Isaka.


"Huh....... "


"Kau yang kepanjangan, sini bantu aku." Ucap Vladmira kecil sambil menjulurkan tangan nya.


Isaka Kecil pun mulai menggenggam tangan Gadis Vampir Kecil tersebut.


"Rasakan.... " Ucap Vladmira sambil menarik Isaka Kecil.


"Eh.... "


"Byurrr........ " Suara saat tubuh Isaka Kecil ikut tercebur jatuh ke dalam saluran irigasi tersebut.


"Hah...... "


"Pendek, aku mau membantu mu tapi kau malah menjatuhkan ku,"


"Nih.... "


"Rasain... " Ucap Isaka Kecil sambil menjipratkan air ke arah Vladmira Kecil.


"Kau ingin main perang air, baik lah rasakan ini." Ucap Vladmira Kecil sambil menjipratkan air ke arah Isaka Kecil.


Kedua bocah itu pun bermain siram-siraman air di dalam saluran irigasi tersebut, hingga salah seorang Kultivator Petani menghampiri dan mengusir mereka.


"Waduh...... "


"Cepat naik.... "


"Bahaya, bocah... "


"Sana... "


"Hus..... "


"Hus..... "


"Hus..... " Ucap Kultivator Petani tersebut.


Pemuda paruh baya itu sebenarnya khawatir jika kedua bocah tersebut akan terseret oleh arus air di dalam saluran irigasi yang besar tersebut.

__ADS_1


"Isaka.... "


"Cepat naik, lihat tuh bapak itu memegang cangkul di tangan nya." Ucap Vladmira Kecil sambil berusaha naik kembali.


"Wah.... "


"Kabur......... " Ucap Isaka Kecil.


Mereka berdua pun mulai naik ke atas dan berlari kembali ke arah Panti.


"Dasar bocah-bocah geblek.... " Gumam Kultivator Petani tersebut lalu kembali membajak sawah nya.


Mereka berdua pun kembali ke dalam kamar nya masing-masing yang berada di lantai dua, secara kebetulan kamar Vladmira, Heroine, dan juga Isaka saling bersebelahan.


"Huh........ "


"Lihat perbuatan mu ini Isaka, baju ku jadi basah kuyup." Ucap Vladmira Kecil kemudian mulai masuk ke dalam kamar nya.


"Dasar Vladmira, dia jatuh sendiri lalu sekarang malah menyalahkan ku." Gumam Isaka Kecil kemudian mulai kembali ke dalam kamar nya.


"Dup............. " Suara saat pintu kamar Isaka Kecil tertutup.


Tanpa di sadari oleh kedua bocah tersebut, diam-diam Heroine mengintip dari balik pintu nya.


"Arghhh....... "


"Vladmira, awas kau..... "


"Aku akan memberimu pelajaran nanti." Gumam Heroine Kecil dengan kesal.


Sejak hari itu Heroine kecil berpikir dengan keras suatu cara untuk membalas sakit hatinya dengan Vladmira Kecil.


Heroine Kecil sudah sejak lama menyukai Isaka Kecil, ia selalu membully setiap bocah wanita yang bermain atau berteman dengan Isaka.


-[Di Dalam Kamar sempit berukuran 3 x 3 meter tersebut]-


Setelah selesai berganti pakaian Vladmira kecil pun mulai mengoleskan saleb luka di sekitar memar di tubuh nya.


"Aduh...... " Ucap nya sedikit kesakitan saat mengoleskan saleb di kepalanya tersebut.


"Heroine benar-benar menggebuki ku dengan sekuat tenaga nya, andai saja Papa dan Mama masih hidup." Gumam Vladmira kecil yang sedang duduk di sebuah kursi yang menghadap ke meja kaca tersebut.


Raut wajah nya tampak bersedih saat mengingat kedua orang tuanya yang telah meninggal tersebut, air mata pun mulai menetes di pipi nya.


"Mama........ "


"Papa.......... " Gumam nya.


Isak tangis kecil pun mulai pecah di dalam kamar sempit dan kumuh tersebut, hampir setiap saat setelah di pukuli oleh Heroine hingga babak belur Vladmira Kecil selalu menangis sendirian di tempat tersebut.


"Hiks.......... "


"Hiks........... "


"Hiks........... " Suara Tangis Vladmira kecil.


-[Di Sebelah Kamar Vladmira Kecil, Kamar Isaka Kecil]-


Isaka Kecil pun mendengar tangisan kecil Vladmira tersebut, pembullan yang di lakukan oleh Heroine selama ini tidak pernah di ketahui oleh teman satu-satunya Vladmira tersebut yaitu Isaka.


"Vladmira..... "


"Aku sudah mencoba menghiburnya selama ini, namun dia masih saja bersedih." Gumam Isaka Kecil.


___________________________________

__ADS_1


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2