
Tiba-tiba pohon misterius itu pun mulai mengeluarkan cahaya berwarna hitam pekat berelemen kayu hingga ke langit, cahaya dahsyat itu pun kembali merubuhkan seluruh langit-langit goa yang ada.
"Kenapa pohon itu menembakkan cahaya hitam....??? " Ucap Arung sambil melihat ke arah cahaya hitam tersebut.
Cahaya hitam itu pun makin membesar serta mengeluarkan aura yang tidak mengenakkan.
"Ambillah Pil Dewa Pohon ini, Kakak.... " Ucap Bocah Berekor sambil memberikan Pil ajaib tersebut.
"Pilihan mu tepat bocah.... " Ucap Dewi Seribu Kayu kemudian langsung mengambil pil yang ada di telapak tangan bocah berekor tersebut kemudian langsung menelan nya.
"Aku harus cepat mengkultivasi pil dewa pohon ini.... " Gumam Dewi Seribu Kayu.
Sang Dewi pun langsung duduk bermeditasi, aura berelemen Seribu kayu pun melingkupi tubuh nya.
"Kemana Penyihir Jahat itu...??? "
"Kenapa pohon itu mengeluarkan cahaya hitam....??? " Ucap Bocah Berekor Kera tersebut.
Hujan lebat pun masih mengguyur kawasan tersebut, sesekali halilintar pun menyambar. Para bandit-bandit di gurun pun masih mengelilingi tempat tersebut namun tidak ada seorang pun yang berani mendekati lokasi pertarungan.
"Cahaya aneh apa itu....??? " Gumam salah satu bandit di wilayah gurun tersebut.
Tak lama berselang cahaya hitam itu pun perlahan-lahan menghilang sesosok Beast super besar pun terlihat dari balik cahaya tersebut.
"Oh my god......... "
"Makhluk mengerikan apa itu.....??? " Ucap Bocah Berekor saat melihat siluet bayangan hitam besar tersebut.
Macan setinggi 100 meter dengan kulit berwarna hitam pun muncul, gigi nya seperti pedang panjang.
Ekor macan tersebut pun mengeluarkan api beracun, Beast itu adalah Beast Legenda dengan sebutan Macan Kayu.
"Roarrrrrrr................. " Raungan Macan Kayu tersebut yang membuat gentar bandit-bandit di sekitar gurun tersebut.
"Bagaimana ini, bagaimana cara nya aku mengalahkan makhluk sekuat ini....??? " Gumam Arung saat melihat macan kayu raksasa tersebut.
Sembari bermeditasi Dewi Seribu Kayu yang sedang menutup mata nya pun masih bisa melihat kejadian yang terjadi dengan jurus mata bathin nya.
"Macan iblis..... "
"Kenapa Beast Legenda itu bisa muncul di sini....??? " Gumam Dewi Seribu Kayu yang sedang berkultivasi.
"AKAN KU MAKAN KAU HIDUP-HIDUP, JANGAN KABUR.... " Ucap Macan Kayu yang ternyata adalah sosok penjelmaan dari Sang Penyihir.
"Sial........ "
"Dia malah bertransformasi menjadi makhluk mengerikan seperti itu, bagaimana ini...??? "
"Seluruh tenaga dalam ku sudah habis.... " Gumam Arung.
Macan Kayu yang super duper besar itu pun menembakkan bola-bola berelemen petir beracun dari dalam mulut nya.
"Whusssss........... "
__ADS_1
"Whusssss........... "
"Whusssss........... " Suara hembusan angin saat bola-bola petir itu melesat.
Puluhan bola-bola berelemen petir itu pun menerjang ke arah Arung, dengan bersusah payah Arung pun berhasil menghindari beberapa terjangan bola petir.
Namun sebuah bola petir pun berhasil mengenai nya dan membuat nya jatuh terkapar ke tanah.
"Akhhhhhhhhh........... " Suara kesakitan Arung saat terkena bola petir tersebut.
"Brukkkk........ " Suara saat tubuh Arung jatuh ke atas permukaan padang rumput.
"Jleeebbbbb......... " Suara saat Pedang Naga Khayangan menancap di tanah.
Arung pun terkapar di sebelah Pedang Naga Khayangan, tampak Pendekar Setengan Naga itu sudah tidak sadarkan diri lagi.
"AKU AKAN MEMAKAN MU HIDUP-HIDUP.... " Ujar Macan Kayu lalu mulai berjalan menuju tubuh Arung.
"Dup........ "
"Dup........ "
"Dup........ " Suara tapak kaki Macan Kayu tersebut saat melangkah.
Dewi Seribu Kayu pun mengetahui kekalahan Arung dengan jurus mata bathin milik nya, namun kultivasi nya belum kembali sepenuh nya baru sekitar 60 persen kultivasi nya yang kembali.
Ia pun menghentikan meditasi nya kemudian mulai bangun dan bersiap bertarung melawan Macan Kayu tersebut.
"Kakak Naga.... " Ucap Bocah Berekor saat melihat Pendekar Don Juan itu K. O. dan jatuh ke atas tanah.
"Bawa tubuh Arung menjauh dari sini...... " Ucap Dewi Seribu Kayu kemudian mulai memasang segel dengan kedua belah tangan nya.
Niat membunuh yang besar pun terpancar dari tubuh Sang Wakil Inspektur Kepolisian Dewa.
Aura berelemen Seribu kayu pun melingkupi tubuh Dewi Seribu Kayu, Macan Kayu pun menghentikan langkah nya karena makhluk itu merasakan ada nya kekuatan yang besar di balik nya.
"Baik Kakak...... " Ucap Bocah Berekor.
"Siapa yang berani menggangguku....??? " Gumam Macan Kayu kemudian mulai berbalik.
Dewi Seribu Kayu pun menghentakkan telapak tangan nya ke atas permukaan tanah, beberapa akar pun mulai muncul dari dalam tanah kemudian mulai membentuk sesosok Ksatria setinggi 100 meter.
"Ksatria Kayu.... "
"Itu adalah jurus Jendral Dewi.... " Ucap salah satu bandit di kejauhan yang melihat sosok Ksatria Raksasa tersebut.
"Wah......... "
"Kakak Cantik, ternyata kuat sekali.... " Ucap Bocah Berekor saat melihat Ksatria Kayu.
Sang Dewi pun terbang ke atas kepala Ksatria Raksasa tersebut.
"Whuusssss....... " Suara hempasan angin saat Dewi Seribu Kayu terbang.
__ADS_1
"Dup............ " Suara saat tapak kaki Dewi Seribu Kayu mendarat diatas kepala Ksatria Kayu.
"TERNYATA KAU....... "
"BAGAIMANA BISA, TIBA-TIBA KAU JADI SEKUAT INI....??? " Tanya Macan Kayu saat mengetahui identitas pemilik kekuatan yang besar tersebut.
"Jangan banyak tanya..... "
"Tadi kau ingin memakan ku, akan ku jadikan tubuh mu makanan di pesta perjamuan ku nanti nya, di Kota Dewa Kucing.... " Ucap Dewi Seribu Kayu.
"HUA....... "
"HAAAA....... "
"HAAAA....... "
"HAAAA....... " Tawa Macan Kayu dengan angkuh nya.
"Tertawalah selagi tertawa itu tidak di larang.... " Ucap Gadis Cantik berambut putih itu lalu mengeluarkan Golok Pembunuh Iblis dari dalam cincin ruang milik nya.
Ia pun melemparkan Golok tersebut, golok pun mulai membesar kemudian di tangkap oleh Ksatria Kayu.
"Aku wakil inspektur kepolisian dewa. ..... "
"Menyatakan bahwa kau adalah Penjahat, dan di nyatakan bersalah.... "
"Kau bisa menyerah atau mati di bawah Golok Pembunuh Iblis ini.... " Ucap Dewi Seribu Kayu dengan nada suara yang besar dan menggema.
Para bandit-bandit pun ikut mendengar statemen yang baru saja di keluarkan oleh sang Dewi tadi, beberapa bandit memilih meninggalkan tempat tersebut dan hanya tersisa beberapa bandit yang masih menonton pertarungan tersebut.
"Gak jelas ni, aku sebaik nya cabut.... "
"Yang bertarung ternyata Jendral Dewi... "
"Sang Pembantai.... " Gumam Penjahat dengan luka di dahi nya kemudian mulai beranjak pergi dari tempat tersebut.
Dewi Seribu Kayu di kenal juga dengan sebutan Jendral Dewi sang Pembantai Iblis, Dewi berambut putih ini sangat di takuti oleh penjahat-penjahat yang ada di Planet Dewa.
Sepak terjang nya selama ini dalam membantai para penjahat dengan bengis sudah terkenal di mana-mana dan menjadi sebuah Legenda Seram bagi Penjahat
"RASAKAN INI..... "
"SIHIR PETIR....... " Teriak Macan Kayu lalu tubuh nya mulai di lingkupi oleh energi berelemen petir.
Macan Kayu pun mulai berlari dengan kencang seperti petir lalu berhasil melukai Ksatria Kayu di beberapa titik.
"Dashhh.......... "
"Dashhh........... "
"Dashhh............ " Suara lesatan Macan Kayu saat melesat.
"Dia cepat sekali..... " Ucap Dewi Seribu Kayu.
__ADS_1
Di saat yang bersamaan Bocah Berekor pun tiba di dekat Arung, ia pun menyimpan senjata suci milik Pendekar Setengah Naga itu lalu membopong tubuh nya keluar dari dalam goa padang rumput tersebut.