
Tampak Pengantin Berdarah masih terus bertarung melawan Perdana Menteri Max, dengan sangat tenang Gadis Iblis itu pun berhasil menahan sabetan-sabetan sabit hitam milik Perdana Menteri Kerajaan Vampire tersebut.
"Tring............"
"Tring............"
"Tring............" Suara saat Pedang Santet menahan Sabetan-sabetan Sabit Berelemen Kegelapan Murni tersebut.
Dengan satu tangan Pengantin Berdarah pun mulai memasang segel, beberapa saat kemudian dua Shadow Ghost pun muncul di kedua belah sisi nya.
"Makhluk apa itu????" Gumam Perdana Menteri Max dengan terkejut.
"Serang dia, Shadow Ghost....." Perintah Pengantin Berdarah.
Empat lengan Shadow Ghost pun mulai memanjang dan menyerang Perdana Menteri Max dengan ganas nya.
"Dash..........."
"Dash.........."
"Dash.........." Suara tapak kaki Perdana Menteri Max saat menghindari serangan-serangan milik Shadow Ghost tersebut.
Di saat yang bersamaan Pengantin Berdarah pun mulai menjelma menjadi asap santet dan terbang ke hadapan Perdana Menteri Max kemudian mulai menusuk dada nya dengan Pedang Santet.
"Jlebbbb.........." Suara saat Pedang Santet berhasil menusuk dada Perdana Menteri Max.
Sabit Hitam pun terlepas dari tangan perdana menteri max, dengan kejam nya Pengantin Berdarah pun menendang tubuh laki-laki paruh baya tersebut hingga terpental sejauh beberapa meter.
"Matilah kau........" Ujar Pengantin Berdarah lalu mulai mengarahkan dua jari ke arah Perdana Menteri Max.
Aura tenaga dalam berelemen hantu pun mulai berkumpul dan memadat di ujung jari Pengantin Berdarah.
"Dzzziiitt............" Suara saat sinar berelemen hantu melesat ke arah Perdana Menteri Max.
"Mati aku....." Gumam Perdana Menteri Max saat melihat sinar hitam tersebut melesat.
"Blitzzzzz.........." Suara jurus teleportasi.
Sesosok Pendekar pun muncul secara tiba-tiba di hadapan Perdana Menteri Max dan menepis serangan sinar hitam tersebut dengan sebuah pedang.
Ternyata sosok itu adalah Pendekar Setengah Naga, kemunculan nya membuat perang terhenti untuk sesaat.
"Jendral Naga...." Teriak beberapa prajurit-prajurit aliansi naga dengan senang nya.
"Jendral Naga, syukurlah ternyata kau berhasil......" Ucap Perdana Menteri Max sambil menahan sakit.
"B*jingan itu......"
"Kenapa dia masih hidup....." Gumam Pengantin Berdarah.
Beberapa saat kemudian rombongan prajurit-prajurit yang di komandoi oleh Komandan Afar pun keluar dari dalam gerbang tersebut.
Para prajurit-prajurit pun mulai berhenti berperang di sekitar gerbang masuk tersebut saat menyaksikan peristiwa kemunculan Jendral Naga tersebut, tampak beberapa Prajurit-prajurit aliansi naga sedang menyeret tubuh kesembilan penatua Sanbon dan juga Tabib Santet keluar dari gerbang masuk.
__ADS_1
"Jangan katakan jika Ratu Santet telah kalah...." Gumam Pengantin Berdarah.
Arung pun mengambil sesuatu di dalam cincin ruang nya, ia pun mengangkat kepala Ratu Sanbon ke atas.
Mental prajurit-prajurit Sanbon yang tersisa pun mulai merosot saat menyaksikan peristiwa tersebut, bahkan beberapa prajurit melepaskan golok Vampire di tangan mereka saat mengetahui bahwa sanya Ratu mereka telah tewas.
"Ra....."
"Ra....."
"Ratu......" Ucap Pengantin Berdarah dengan raut wajah yang terkejut.
"Menyerah lah....." Ucap Pendekar Setengah Naga tersebut sambil melemparkan kepala Ratu Santet ke arah kaki Pengantin Berdarah.
Pengantin Berdarah pun mulai melihat ke sekitar nya, ia pun bingung dengan keadaan yang berlangsung saat itu.
"Gawat......"
"Apa yang harus ku lakukan???" Gumam Pengantin Berdarah.
Beberapa saat kemudian rombongan prajurit-prajurit dari aliansi ponchong pun tiba di sekitar lokasi peperangan.
"Dup........" Suara tapak kaki Rubah Ponchong saat mendarat di sebelah Pengantin Berdarah.
"Siapa lagi mereka????" Gumam Arung.
Keadaan pun kembali hening di Medang perang tersebut, Komandan Chilia Black dan prajurit-prajurit nya pun mulai bangun dan bersiap membantu aliansi naga.
"Sudah waktu nya kita tampil, ayo..." Perintah Komandan Chilia Black kemudian langsung melesat ke Medan perang di ikuti oleh prajurit-prajurit lain nya.
"Tap..........."
"Tap..........." Suara tapak kaki prajurit-prajurit aliansi x rate.
Komandan Chilia Black pun tiba di sebelah Jendral Naga kemudian mulai memberikan hormat ala pendekar kepada pemimpin muda tersebut.
"Salam Jendral Naga, kami di sini di utus oleh Ratu Aliansi X Rate untuk membantu Aliansi Naga memenangkan perang ini...." Ucap Komandan Chilia Black dengan sopan.
Raut wajah Rubah Ponchong pun tidak senang dengan kehadiran Komandan Chilia Black dan prajurit-prajurit nya tersebut.
"Ratu sialan itu ternyata mengirimkan orang-orangnya membantu aliansi pemberontak ini, akan ku laporkan hal ini kepada Raja Black Ponchong nanti...." Ucap Rubah Ponchong.
"Bagaimana ini, Rubah Ponchong???"
"Apa yang harus kita lakukan....." Ucap Pengantin Berdarah dengan bingung.
"Kita akan berperang hingga tetes darah terakhir..." Ucap Rubah Ponchong.
"Bantuan????"
"Tidak ada salah nya menerima bantuan dari mereka..." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Baiklah, aku tidak tau motif dari Ratu kalian hingga mengirimkan bala bantuan kepada kami...."
__ADS_1
"Setelah perang ini berakhir aku akan mengucapkan terima kasih secara langsung kepada Ratu kalian, bantuan ini pun akan aku balas nanti nya..." Ucap Arung dengan tegas.
"Baik Jendral......" Ucap Komandan Chilia.
Suasana pun tampak tegang pada saat itu, para Ponchong pun mulai bersiap untuk berperang.
"Huftttt..........." Suara helaan nafas panjang Jendral Naga.
"Kukira perang ini telah berakhir, tidak di sangka ada banyak Ponchong yang membantu aliran santet ini..."
"Sepertinya hari ini akan semakin panjang...." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Kalian dengar, prajurit-prajurit aliansi Sanbon..."
"Kita akan berperang sampai akhir dan membalaskan dendam Ratu..." Teriak Pengantin Berdarah dengan penuh emosi.
Seketika itu semangat para prajurit-prajurit aliansi sanbon yang tersisa pun kembali melonjak.
"Balas dendam sang Ratu...." Teriak beberapa Prajurit-prajurit aliansi Sanbon tersebut sambil mengacungkan golok Vampire nya ke atas.
"Bunuh Naga itu......" Teriak prajurit-prajurit aliansi Sanbon lain nya.
Di Aliansi Black Ponchong tampak sang Ratu Titisan Medusa sedang bertarung melawan Raja Black Ponchong.
Tampak di sekitar menara miring di wilayah aliansi pendekar beraliran sesat tersebut tengah berkecamuk perang.
Kobaran-kobaran api dan juga mayat-mayat bergelimpangan di atas tanah. Ternyata di waktu yang bersamaan Aliansi X Rate yang di pimpin oleh Ratu Titan Medusa menyerang aliansi black Ponchong tersebut.
Tampak Ratu Medusa menembakkan laser-laser merah dari dalam mulut ular-ular yang ada di kepala nya ke arah Raja Black Ponchong.
Dengan gesit dan lincah Raja Black Ponchong pun berubah menjadi asap santet dan menghindari serangan-serangan laser tersebut.
"Jurus asap sialan itu lagi, seperti nya aku harus mengeluarkan jurus hujan es...." Gumam Ratu Titan Medusa kemudian mulai memasang segel dengan kedua belah tangan nya sembari terus melesatkan laser dari mulut ular-ular di kepala nya.
Beberapa saat kemudian Ratu Medusa pun menembakkan seberkas cahaya putih ke langit, tiba-tiba saja langit menjadi mendung.
"Gawat......"
"Itu jurus hujan es, para prajurit-prajurit ku pasti tidak akan mampu menahan nya...." Gumam Raja Black Ponchong.
"Jurus Hujan Es........." Teriak Ratu Medusa.
Ribuan es pun melesat seperti tembakan dari arah langit ke arah Raja Black Ponchong dan pasukan nya.
"Duakkkk..........."
"Duakkkk............"
"Duakkkk..........." Suara benturan keras saat bola-bola es menghantam Raja Black Ponchong dan pasukannya.
"Akhhhhhh.............."
"Akhhhhhh............."
__ADS_1
"Akhhhhhh............." Teriak kesakitan prajurit-prajurit Ponchong yang terkena bahkan tertembus bola-bola es lalu tewas.
Mohon dukungan dan Vote nya..........