Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Naga Hitam Kuno.


__ADS_3

Arung dan yang lain nya pun telah selesai sarapan pagi, mereka pun berniat melanjutkan perjalanan.


Setelah berganti pakaian Arung dan yang lain nya pun segera beranjak menuju Gerbang Masuk Mansion, sesampai nya di sana mereka pun mulai berpegangan tangan.


"Laura...." Ucap Putri Laura.


Dalam sekejap mata mereka berlima pun keluar dari dalam bola ruang tersebut, sesampai nya diluar alangkah terkejutnya mereka.


"Apa......."


"Kenapa kita kembali lagi ke dalam Goa???" Ucap Jihan.


Perkataan tersebut pun membuat Naga Hitam terbangun.


"Akhirnya kalian muncul juga, ternyata ada tambahan dua lagi untuk mangsa ku...."


"Kali ini aku gak akan membiarkan kalian kabur......" Ucap Naga Hitam.


Dengan cepat Naga Hitam tiba-tiba berada di hadapan Jihan dan juga Jihye lalu menghantam nya.


Tubuh kedua gadis Phoenix pun terpental dan menghantam dinding goa, Putri Laura pun terkejut menyaksikan kekuatan dahsyat milik Naga Hitam tersebut.


Dengan cepat Naga Hitam melesat ke arah Putri Laura berniat menghantam nya.


"Gawat....." Ucap Putri Laura sesaat sebelum terkena pukulan tersebut Arung pun berteleport dan menyelamatkan Putri Laura.


"Jurus terlarang....."


"Kau memang sedikit menyusahkan....." Ucap Naga Hitam.


"Aku gak yakin bisa ngalahin makhluk ini, Laura...." Ucap Arung dengan telepati nya.


"Sayang, sebaik nya kita kabur...." Ucap Lila.


Arung pun merubah mode mata nya menjadi mode mata berelemen petir, Naga Hitam pun kembali melesat kali ini ke arah Lila.


Naga Hitam pun mengayunkan lengan nya hendak menghantam Lila, namun Wanita tersebut dapat menghindari nya dengan bersusah payah dengan jurus langkah dewa angin sempurna nya.


"Lila........"


"Untunglah ...."


"Kau bisa menghindar......" Ucap Arung dengan telepati nya.


Di tengah ketegangan tersebut, Putri Laura pun mengeluarkan Pedang Dewa Beracun peninggalan leluhur Naga Es.


Di saat yang bersamaan Arung pun sedang menahan pukulan-pukulan keras dari Naga Hitam.


"Dap..........."


"Dup...,......."


"Dap..........."


"Dup..........." Suara saat tinju-tinju milik Naga Hitam di tahan oleh Arung.


Dengan diam-diam, Putri Laura pun menebas punggung Naga Hitam.


"Crotttttt.........." Suara darah yang menyembur dari tebasan pedang di punggung Naga Hitam.


"Akhhhh........." Teriak Naga Hitam lalu berbalik dan hendak memukul Putri Laura.


"Perempuan b*jingan....." Ucap Naga Hitam lalu tiba-tiba saja tubuh nya roboh.


Naga Hitam pun melihat Pedang tersebut lalu menyadari jika Pedang itu adalah Pedang Dewa Naga Beracun, Pedang Legendaris yang membuat Kerajaan Naga Hitam Kuno hancur.


"Pedang Dewa Beracun......"


"Jadi kau adalah keturunan nya Naga Es..,"

__ADS_1


"Sialan......." Ucap Naga Hitam.


Jihan dan Jihye pun lalu kembali sadar, mereka terkejut melihat Naga Hitam Kuno telah kalah.


"Bagaimana cara nya mereka merobohkan Naga sekuat itu???" Gumam Jihye.


"Arung, apa yang hendak kita lakukan dengan nya...." Ucap Putri Laura.


"Dia dapat menjadi masalah, bunuh saja selagi ada kesempatan...." Ucap Arung.


"Ha........"


"Ha........."


"Ha........." Tawa Naga Hitam Kuno.


"Coba Saja......" Ucap Naga Hitam Kuno yang memiliki ilmu kebal tersebut.


Putri Laura pun menebas leher makhluk hitam besar tersebut, namun tebasan itu tidak dapat memotong leher nya.


"Arung......."


"Kenapa, Pedang ini tidak dapat memotong leher nya???" Tanya Putri Laura.


"Berikan Pedang itu pada ku...." Pinta Arung.


Arung pun menyalurkan setengah tenaga dalam nya ke dalam inti senjata suci tersebut.


Ia pun menusukkan Pedang Dewa Naga Beracun tersebut ke dada Naga Hitam Kuno.


"Akhhhhh.........." Teriak Naga Hitam Kuno.


Tusukan pedang tersebut pun tidak dalam dan tidak dapat membunuh nya.


"Tuan Naga, makhluk-makhluk ini memiliki ilmu kebal."


"Sebaiknya kita pergi dari sini, aku khawatir akan ada teman-temannya yang lain yang datang kemari....." Ucap Jihan.


"Kita sebaik nya segera pergi dari sini...." Ucap Lila Wind Dragon.


Putri Laura pun mengambil bola ruang milik nya kemudian menyimpan nya.


"Benar yang dikatakan Jihan..." Gumam Arung.


Arung pun memegang pergelangan tangan kedua istri nya, kedua istri nya pun memegang tangan Jihan dan Jihye.


"Hei......."


"Mau kemana kalian....." Ucap Naga Hitam.


Arung pun segera berteleport sejauh mungkin dengan sisa setengah tenaga dalam nya.


"Blitzzzzzzz.........." Suara jurus teleportasi Arung.


"Sialan......."


"Mereka kabur..." Ucap Naga Hitam Kuno yang sedang terbaring di atas lantai goa.


Arung pun berteleport hingga ke pinggiran Ibu Kota Kerajaan Naga Utara.


"Dup..........."


"Dup.........."


"Dup.........." Suara saat tapak kaki mereka berlima mendarat di atas tanah.


"Hah............"


"Hah............"

__ADS_1


"Hah............" Suara nafas terengah-engah Arung.


Pendekar Setengah Naga itu pun duduk di atas sebuah batu besar, ia kelihatan sangat kelelahan.


"Wah......."


"Ini hebat, kita sudah sampai di depan pintu Gerbang Ibu Kota Kerajaan Naga Utara,"


"Jurus yang sangat hebat...." Ucap Putri Laura.


Sementara itu kedua Nona Phoenix pun memandangi kesekitar nya, tiba-tiba sang adik pun jatuh pingsan karena terluka dalam akibat serangan Naga Hitam Kuno tadi.


"Jihan........" Ucap Jihye sambil menopang tubuh adik nya.


"Nona Phoenix...." Ucap Lila.


"Ayo kita segera ketempat Papa...." Ucap Putri Laura.


"Tunggu dulu, Laura...."


"Kasian Jihan, sebaik nya kita beristirahat di sini dulu sebentar.."


"Aku pun lelah banget...." Ucap Arung lalu mulai duduk bersimpuh dan mulai bermeditasi aura berelemen red storm dragon pun keluar dari dalam tubuh nya.


"Benar yang di katakan Suami kita Kakak..."


"Kasian Nona Phoenix....." Ujar Lila.


Hujan pun terus mengguyur di pinggiran hutan Ibu Kota Kerajaan Naga Utara tersebut, tampak di atas kepala mereka berlima sebuah perisai hujan.


"Baiklah......." Ucap Putri Laura.


Lila pun mulai mendirikan sebuah tenda, Jihye pun membawa masuk Jihan ke dalam tenda untuk beristirahat.


Saat ini Tuan Putri Laura duduk di sebelah Arung, wajah nya pun tampak sedikit panik.


"Sebentar lagi aku akan bertemu Papa, bagaimana Yach???"


"Mana, Arung gak bawa apa-apa lagi???"


"Papa pasti kesal, apa lagi adik dan Kakak-Kakak ku...." Gumam Putri Laura.


Pada saat ini Arung, Lila dan juga yang lain nya tidak mengetahui jika Laura adalah seorang Putri.


Di dekat tenda mereka rombongan Putri Akasia pun tiba di pinggiran Kota.


Di dalam Kereta Kencana Naga yang di kawal lima puluh prajurit naga wanita, duduk seorang Wanita Cantik berambut emas.


Dia memiliki sebuah bakat yang dapat mendeteksi tenaga dalam dan pemilik nya dari kejauhan, Wanita yang belum menyadari jika pada saat ini dia telah menjadi janda pun mendeteksi sebuah tenaga dalam yang begitu di rindukan nya.


"Tenaga dalam ini........." Ucap Putri Akasia.


Sang Putri pun mulai memberikan perintah nya kepada para pengawal nya untuk berbelok ke kiri, berniat pergi ke sumber tenaga dalam yang baru saja di deteksi nya tersebut.


"Khalia....."


"Kita belok ke kiri, ada seseorang yang hendak aku temui......" Ucap Putri Akasia Naga yang merupakan Putri dari Raja Naga Benua Timur tersebut.


"Tapi......."


"Kita sudah di tunggu oleh Raja Naga Utara, Putri....." Ucap Khalia dari luar.


"Tidak apa, Khalia......"


"Aku sudah sangat lama tidak bertemu dengan Pemuda ini....." Ucap Putri Akasia yang membuat para pengawalnya berpikir yang tidak-tidak.


"Pemuda???"


"Mungkinkah selama ini Putri Akasia berselingkuh???" Gumam Salah seorang pengawal wanita.

__ADS_1


Rombongan besar Putri Akasia pun berbelok ke kiri setelah nya sesuai instruksi sang Putri Cantik Berambut Emas tersebut.


__ADS_2