
Malam hari di lantai sembilan pagoda hantu, terlihat sekawanan Serigala setinggi tiga meteran sedang tidur di bawah beberapa pepohonan raksasa.
Lantai Sembilan tersebut dipenuhi dengan pohon-pohon raksasa.
"Kwak........"
"Kwak........"
"Kwak........" Suara Beast Burung Hantu.
Ada tujuh ekor serigala dengan bulu berwarna perak, salah satu serigala memiliki lambang bulan sabit di dahi nya yang menandakan dia lah sang Alpha atau pemimpin dari serigala-serigala perak tersebut.
"Zzzzttttt......"
"Zzzttttttt......" Suara tidur sekawanan Serigala Perak tersebut.
Kembali ke Lantai Lapan Pagoda Hantu, di dalam kamar utama saat ini sang Don Juan sedang sangat-sangat menikmati pijakan jujitsu dari sang Babu Vladmira sambil di temani oleh kedua istri cantik nya.
"Ugh......."
"Harga diri ku sebagai Jendral kekaisaran vampire sudah tidak ada lagi...." Gumam Vladmira.
"Pijakan kaki Vladmira memang enak gak kalah dengan pijatan nya Dhieng...." Gumam Arung sambil menikmati pijakan kaki Vladmira di atas ranjang tersebut.
Sepintas wajah salah satu istri nya Dhieng pun terbayang di benak Pendekar Setengah Naga itu.
"Dasar........"
"Kalau bukan karena kau kecapean, aku gak bakalan ngasi Vladmira pijat jujitsu in kamu malam ini..." Gumam Sonia dengan wajah yang cemberut serta memiliki agenda bercocok tanam dengan Suaminya itu.
"Nasib....."
"Nasib....." Gumam Vladmira sambil terus memijat jujitsu Arung.
Sementara itu Delayla tampak tenang dan sedang membaca buku mengenai bangsa beast werewolf, sama dengan Putri Widuri dia pun tidak pernah bertemu dengan bangsa werewolf saat berada di Kerajaan Jangbaek.
"Ohhhh......"
"Jadi ternyata tiap kawanan werewolf itu pasti di pimpin oleh seekor Alpha...." Gumam Delayla Jangbaek.
"Mainkan terus Vladmira......" Seru Arung yang sedang keenakan di pijat jujitsu tersebut.
Perkataan Arung itu membuat Putri Widuri yang sedang menguping di kamar sebelah mulai gagal paham.
"Ugh.........."
"Tuan Arung....."
"Sungguh Mes*m....." Gumam Putri Widuri yang sedang membayangkan yang aneh-aneh yang sedang di lakukan oleh tiga orang cewek dan satu orang cowok di dalam satu kamar.
Sementara itu Delphi Chen, Ashiang, dan Ashiong masih duduk di teras, ketiga muda-mudi ini masih pada belum ngantuk.
Tampak mereka sedang asyik bermain batu domino.
"Sepertinya kita hanya memiliki satu malam libur, besok pasti hari kita akan kembali di warnai dengan pertempuran....." Seru Ashiang sambil menaruh batu dam nya.
"Mau gimana lagi, Ashiang..."
"Nama nya Pendekar, pasti hidup nya di dalam pertempuran....."
__ADS_1
"Kalau mau hidup tenang ya jadi pedagang saja...." Seru Ashiong.
"Waduh....."
"Kalau di suruh jadi pedagang aku lebih baik memilih jadi Pendekar," Seru Delphi Chen sambil menaruh batu dam nya.
"Iya....."
"Iya....." Ucap Ashiang.
Sosok hologram wanita itu pun muncul secara tiba-tiba di dekat mereka bertiga.
Serentak mereka bertiga terkejut dengan kehadiran sosok itu.
"Haduh........"
"Hampir saja jantung ku copot, kukira tadi Hantu....." Seru Ashiang.
"Ia kukira tadi Kuntilanak, mana pakek baju putih lagi....." Seru Delphi Chen.
"Maaf Teman-Teman...." Seru Hologram Wanita tersebut.
"Mau apa kau kemari???" Tanya Ashiong.
Sosok Hologram itu pun tidak langsung menjawab pertanyaan Ashiang, Dia pun menatap mereka satu persatu terlebih dahulu.
"Aku boleh ikut main???" Tanya Hologram tersebut.
"Huftttt........" Helaan nafas panjang Ashiang.
"Ya sudah, ayo main....." Jawab Ashiang.
Mereka pun mulai bermain batu domino bersama.
"Kalian pasti bingung kan, kenapa aku mengumpulkan kalian semua???" Ucap Arung.
Di kedua sisi Pendekar Setengah Naga itu berdiri kedua istri cantik nya.
"Kami tahu, kau pasti akan memulai perjalanan menuju Lantai Sembilan....." Ucap Putri Widuri.
"Ya......."
"Itu benar, tapi sebelum kita menuju lantai sembilan aku akan membagikan beberapa senjata suci....." Ucap Arung.
Sontak wajah Delphi Chen dan yang lain nya senang mendengar kan hal tersebut.
"Senjata ajaib....." Gumam Putri Widuri.
"Seperti nya Bos memiliki banyak senjata suci baru???" Gumam Vladmira.
"Baiklah, yang pertama akan kuberikan senjata ajaib adalah Putri Widuri......" Ucap Arung sambil mengambil benda di dalam cincin ruang nya.
Dua buah bola mata merah pun di berikan nya kepada Putri Widuri, pipi gadis itu pun memerah.
"Apa ini mas kawin...."
"Dia memberikan ku senjata suci untuk pertama kali, dia pasti memiliki rasa pada ku...." Gumam Gadis Cantik itu.
"Benda ini namanya adalah permata sihir mata api, letakkan lah di mata mu Putri....." Ucap Arung.
__ADS_1
"Permata Sihir Mata Api, aku belum pernah mendengar senjata suci seperti itu???" Gumam Delayla Jangbaek.
"Kenapa dari sekian banyak, Arung malah memberikan senjata suci pertama pada Putri Widuri???"
"Mungkinkah dia berniat menikahi nya???" Gumam Sonia.
Sementara itu Vladmira masih melihat dengan seksama wujud senjata suci tersebut.
"Baiklah, Arung...." Ucap Putri Widuri kemudian mulai mendekatkan bola mata merah itu kemata nya.
Bola itu pun meresap ke bola mata Putri Widuri, pakaian nya pun berubah seperti pakaian perang son gokong (kera sakti).
"Jubah nya keren juga...." Gumam Vladmira.
"Baiklah Putri, permata sihir ini mampu merubah bentuk fisik api menjadi sebuah benda, cobalah...." Ucap Arung.
"Sihir Perubahan Bentuk....??"
"Wah......" Gumam Delphi Chen.
Sang Putri pun menselonjorkan kedua belah telapak tangan nya kedepan, sebuah bola api pun muncul.
"Pikirkan suatu benda Putri...." Ucap Arung.
"Suatu benda....." Ucap Putri Widuri.
Sementara itu Sonia dan yang lain nya masih menatap tajam ke arah Putri Widuri.
"Apa ya....???"
"Pakaian pengantin....???" Gumam Putri Widuri sambil membayangkan pakaian pengantin.
Api pun mulai berubah bentuk menjadi sebuah pakaian pengantin berwarna merah.
"Benar-benar, itu adalah sihir perubahan bentuk???" Ucap Delphi Chen saat melihat perubahan tersebut.
"Seperti nya Putri Widuri sangat kebelet kawin, dari sekian banyak benda dia malah memikirkan baju pengantin...." Gumam Vladmira sambil menggeleng-gelengkan kepala nya.
"Aku makin curiga, mereka berdua ada hubungan gelap...."
"Apakah baju pengantin itu semacam kode???" Gumam Sonia.
"Senjata suci yang hebat....."
"Kenapa dia tidak memberikan nya pada ku???" Gumam Delayla.
Pikiran Delayla itu pun terdengar oleh Arung.
"Tenang Delayla, senjata yang akan kuberikan pada mu akan lebih bagus lagi...." Ucap Arung dengan telepati.
"Kalau memang bagus, nanti malam kau bakal mendapat layanan khusus, Arung....." Ucap Delayla menggunakan Jurus telepati.
"Putri Widuri, kau bisa mulai mencoba nya...."
"Baiklah sekarang aku akan memberikan senjata suci kepada Ashiang...." Ucap Arung.
Putri Widuri pun kembali ke barisan nya, kali ini Ashiang yang maju kedepan.
"Wah......."
__ADS_1
"Tuan Bos akan memberikan apa pada ku ya???" Gumam Ashiang.
Arung pun mulai memasukkan tangan nya kedalam cincin ruang milik nya dan mulai mencari senjata suci yang akan di berikan nya kepada Ashiang.