Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Pulau Black Skull Bagian Awal.


__ADS_3

-[Ruang Makan Istana]-


Beberapa saat kemudian Vladmira pun mulai bergabung bersama dengan Arung dan yang lain nya di meja makan bundar tersebut. Aura di ruangan tersebut yang sebelum nya penuh dengan aura kehangatan berubah seketika setelah datang nya Gadis Vampir tersebut.


Beberapa niat membunuh yang besar terasa di hampir seluruh Ruang Makan Istana tersebut.


"Ugh....... "


"Vladmira pasti telah banyak menyinggung orang-orang di Kerajaan Darah Merah ini sebelum nya,"


"Keputusan ku tepat dengan membiarkan nya untuk tetap di dekat ku, jika tidak dia pasti akan di bunuh oleh orang-orang yang masih sakit hati dengan nya." Gumam Arung sambil menyantap masakan nya tersebut.


"Wah..... "


"Kau cantik banget hari ini Vladmira." Ucap Komandan Yuri.


Vladmira pun hanya tersenyum kecil ke arah Komandan Yuri dan mulai melanjutkan sarapan pagi nya tersebut.


Suasana pun menjadi kaku dan tidak bersahabat sejak kedatangan Gadis Vampir tersebut.


"Babu, cepat lah sedikit makan nya,"


"Jangan memperlambat yang lain nya." Ucap Dhieng yang sedang cemburu buta tersebut.


"Baik Nyonya... " Ucap Vladmira yang terpaksa tunduk kepada istri majikan nya tersebut.


"Wah..... "


"Wah..... "


"Di balik kelembutan dan keramah tamahan Nyonya Dhieng, ternyata mulut nya begitu lantam juga ya?" Gumam Komandan Gilbert yang terkejut saat Jendral Dhieng melontarkan kata-kata yang sedikit kasar dan terkesan membully Vladmira tersebut.


-[Kembali Ke Jendral Rayla]-


Saat ini Jendral Rayla sedang memimpin 50 ribu pasukan nya menggunakan Kapal-kapal Layar Langit untuk membebaskan Kota Pelabuhan Utara, seperti biasa nya Ratu Racun berdiri di atas Dek Kapal yang memimpin konvoi dari 5000 Kapal-kapal Layar Langit tersebut.


"Setelah membantu Ratu Gilmore menyetabilkan Kerajaan nya aku akan mulai mencari ke sembilan bola elemen dan segera keluar dari dalam Planet Kegelapan ini,"


"Aku berhutang budi pada nya, sebagai seorang Ratu aku tidak boleh tidak membalas budi nya." Gumam Ratu Racun tersebut.


"Whusss....... "


"Whusss....... "


"Whusss....... " Suara hempasan angin saat 5000 Kapal-kapal layar langit tersebut mulai melesat terbang menuju Kota Pelabuhan Utara tersebut.


-[Halaman Belakang Istana]-


Setelah selesai sarapan pagi Arung dan yang lain nya pun beranjak pergi ke halaman belakang tempat terparkir nya Kapal Selam Langit milik Komandan Gilbert.


Tampak Kapal Selam itu melayang di atas Halaman Belakang Istana tersebut.

__ADS_1


"Hati-hati di jalan Suami ku." Ucap Dhieng sambil memeluk erat Suami nya tersebut.


"Tenanglah Dhieng, aku akan segera kembali dengan selamat." Ucap nya.


"Seharusnya dia lebih mengkhawatirkan Shayla ketimbang aku, ini adalah medan perang pertama Gadis Nakal tersebut." Gumam Arung.


"Awas kalau kau selingkuh dengan Vladmira." Bisik Dhieng.


"Ya Sayang..... " Ucap nya.


"Hah..... "


"Dia masih saja cemburu buta." Gumam Arung.


Mereka pun mulai menaiki Kapal Selam Langit tersebut, tampak Dhieng saat ini masih berada di halaman tersebut sambil melambai-lambaikan tangan nya dan menunggu kepergian Arung.


Kapal Selam Langit pun mulai melayang dan melaju terbang ke atas langit meninggalkan Istana Kerajaan Darah Merah tersebut.


"Whusss........ " Suara hempasan angin saat Kapal Selam Langit tersebut mulai melaju terbang.


"Baiklah, aku akan memulai penyerangan ke Kota Pelabuhan Selatan." Gumam Dhieng barulah kemudian beranjak pergi dari tempat tersebut.


-[Kembali Ke Jendral Shayla]-


Sama seperti Jendral Rayla, Jendral Shayla Tiger saat ini sedang memimpin konvoi 5000 Kapal-Kapal Layar Langit menuju Kota Pelabuhan Timur.


"Ugh...... "


"Jendral, apa rencana kita saat tiba di Kota Pelabuhan Timur nantinya?" Tanya Komandan Frans.


"Aku tidak punya rencana apa-apa Komandan Frans, apa kamu memiliki sebuah usul?" Tanya Shayla Tiger.


"Kita harus menghancurkan pintu gerbang masuk menuju Kota Pelabuhan Timur, agar memudah kan pasukan vampir kita saat menyerang nanti nya Jendral Shayla Tiger." Ucap Komandan Frans Vampir.


"Ah...... "


"Strategi yang bagus, baiklah kita akan jalan kan strategi tersebut Komandan Frans." Ucap Jendral Shayla.


"Baik Jendral..... " Ucap Komandan Frans sambil menakhodai Kapal tersebut.


"Jendral Shayla pergi ke medan perang ini tanpa strategi sedikit pun, penyerangan kali ini jadi sedikit menakutkan." Gumam Komandan Frans Vampir.


-[Di Dalam Kapal Selam Langit]-


Kapal Selam ini berbentuk seperti sebuah torpedo dengan kabin kemudi dan beberapa bilik kamar dan ruangan lain nya. Saat ini Arung dan yang lain nya sedang berada di dalam Kabin Kemudi tersebut.


"Menurut Intelijen kita, saat ini Tetua Geitetsu Vampir di tawan di Pulau Black Skull, Jendral Arung." Ucap Komandan Gilbert sambil memegang kemudi kapal.


"Pulau Black Skull, bagaimana dengan penjagaan di sana Komandan Gilbert?" Tanya Arung.


"Pulau itu begitu misterius Jendral dan konon katanya di jaga sangat ketat, yang kami tahu pulau itu merupakan penjara khusus." Ucap Komandan Gilbert.

__ADS_1


"Bagaimana mereka bisa mengetahui jika Raja Geitetsu berada di dalam Pulau Black Skull tersebut, pasti ada beberapa penyusup di Kekaisaran Vampir." Gumam Vladmira.


"Vladmira, apa kau mengetahui informasi yang spesifik mengenai Penjara di Pulau Black Skull tersebut?" Tanya Jendral Arung.


Sebenarnya Vladmira ingin berbohong namun ia tidak bisa berbohong karena sudah terikat kontrak majikan dan budak dengan Naga tersebut sehingga ia pun menjawab pertanyaan dari Majikan nya dengan jujur.


"Kepala Sipir dari Penjara tersebut adalah Jendral Voldemort Vampir dia seorang Kultivator Dukun di Ranah Alam Naga Puncak,"


"Penjara di Pulau Black Skull tersebut sebesar sebuah kota yang berada di bawah sebuah Tengkorak Hitam Kera Raksasa,"


"Di dalam nya hanya ada hutan belantara dan beast-beast buas, tiap Kultivator yang memasuki tempat tersebut ranah nya akan turun keranah alam Ksatria tingkat awal untuk sementara waktu,"


"Dan akan pulih kembali setelah keluar dari tempat tersebut, tempat itu lebih mirip sebagai tempat penangkaran hewan-hewan buas daripada sebuah penjara, Tuan Naga." Ucap Vladmira.


"Wah..... "


"Kau benar-benar mengetahui banyak informasi penting Vladmira, untung saja kau sudah berada di pihak kami." Ucap Komandan Yuri.


"Jendral Arung bagaimana cara nya kita masuk kedalam Tengkorak Hitam tersebut?" Tanya Komandan Gilbert.


"Serahkan hal itu kepadaku Komandan Gilbert, aku akan memberitahukan caranya saat kita tiba di Pulau Black Skull tersebut." Ucap Jendral Arung.


"Baik Jendral.... " Sahut kompak kedua Komandan tersebut.


"Vladmira, kau ikut aku ke kamar sekarang." Perintah Pendekar Setengah Naga tersebut.


Mendengarkan perintah tersebut Komandan Yuri dan juga Gilbert bahkan babu itu sendiri Vladmira menjadi salah paham dengan statemen tersebut.


"Ugh...... "


"Apakah Naga itu hendak mencicipi tubuh ku, kalau iya maafkan aku Isaka." Gumam Vladmira.


"Baik Tuan.... " Ucap Vladmira.


"Wah........ "


"Sepertinya ranjang kapal selam ku akan bergoyang pagi ini." Gumam Komandan Gilbert.


"Ugh......... "


"Kasian Vladmira, kudengar dia masih berstatus istri orang,"


"Salah nya juga sendiri berani-berani nya menggunakan Jurus terlarang tersebut." Gumam Komandan Yuri.


Arung dan juga pembantunya tersebut pun mulai berjalan menuju salah satu bilik di dalam Kapal Selam Langit tersebut.


Kapal Selam Langit pun mulai melesat menuju Pulau Black Skull tersebut.


"Blurrrppp.......... " Suara saat Kapal tersebut menyelam dengan kecepatan tinggi menuju Pulau Black Skull tersebut.


___________________________________

__ADS_1


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2