Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Es Utara Wars Part Ke Lima.


__ADS_3

-[Di Pinggiran Kota Es Utara]-


Tampak Sonia, Ashiong, dan yang lain nya tengah duduk di bawah pohon besar sambil mendengarkan deru suara pertempuran di kejauhan.


"Perang nya besar, ini udah perang Skala antar negara,... "


"Semoga Bos dan suaminya selamat.... " Ucap Delphi Chen.


"Benar yang di katakan Delphi Chen... "


"Kenapa kedua Naga bodoh itu sangat suka ikut campur dengan urusan orang lain, ini malahan menyemplungkan dirinya ke dalam Perang Besar... " Gumam Sonia sambil menggelengkan kepala nya.


"Ayo kita bantu mereka... " Ucap Putri Michele.


Mereka bertiga pun menatap ke arah Putri Raja Aliansi Dagang tersebut kemudian menghela nafas nya.


"Mana mungkin kita kesana Putri, kita pasti langsung tewas sekali tepukan... " Ujar Ashiang.


"Benar yang di katakan Ashiang, lebih baik kita di sini,"


"Dan menunggu mereka.... " Ucap Ashiong.


"Ashiang, Ashiong, Delphi,.... "


"Aku gak tega dengan keadaan mereka, aku akan pergi kesana... " Ucap Sonia lalu mengeluarkan Busur Arjuna nya.


"Tunggu dulu.... " Teriak Delphi Chen.


Sonia pun melesat meninggalkan Delphi Chen dan yang lain nya.


"Dasar gegabah.... " Ucap Ashiong.


"Ashiang, Ashiong, kini tinggal kita bertiga di sini,"


"Apa pun yang terjadi kita harus melindungi Putri... " Ucap Wakil Komandan Biro Pengawalan Delayla tersebut.


"Siap....... " Ucap kedua pengawal tersebut.


Mereka bertiga pun mulai berdiri dan berjaga di sekitar Putri.


"Bos.... "


"Semoga kau selamat, kau sudah seperti Kakak tertua kami... " Gumam Ashiang.


-[Pagoda Hantu]-


"Dup.......... " Suara saat tapak kaki Arung mendarat di ruang lantai delapan Pagoda Hantu.


"Mana Jamila???" Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Ah....... "


"Sudah lah aku akan mau istirahat di sini.. " Ucap Arung lalu mengeluarkan elemen perak nya hingga membentuk sebuah pondok sederhana dengan tempat tidur perak.


Arung pun berbaring di tempat tidur perak tersebut.


"Aku akan mencoba nya lagi nanti... " Ucap Arung lalu mulai memejamkan mata nya.


Ternyata Jamila merasakan kehadiran Tuan nya, ia pun terbang ke pondok perak tersebut.


"Dup......... " Suara saat tapak kaki Jamila mendarat di sebelah Arung yang telah tertidur pulas.


"Yah...... "


"Naga bodoh ini tidur, aku sudah bosan disini... " Gumam Jamila lalu duduk di tempat tidur perak tersebut di sebelah kepala Arung.

__ADS_1


"Zzzttttt.......... " Suara tidur Arung.


-[Dunia Dantian, Black Hole Dragon World]-


Arung kembali melayang di tengah ruangan hampa udara di hadapan Kerangkeng Black Hole Dragon. Muncung Naga Dewa itu pun di dekatkan nya ke arah jeruji besi tepat di hadapan Pendekar Setengah Naga tersebut.


"MANUSIA, KALI INI AKU AKAN MEMBANTU MU,"


"AKU SANGAT BENCI DENGAN BLACK HOLE MONGKEY,"


"AKU AKAN MEMBERIKAN JURUS PORTAL BLACK HOLE PADA MU,"


"JANGAN PERMALUKAN KLAN BLACK HOLE DRAGON,"


"AKAN KUBIARKAN KAU MENGGUNAKAN SETENGAH KEKUATAN KU... " Ucap Black Hole Dragon lalu mengeluarkan tenaga dalam berwarna hitam ke arah Arung dan memasuki mulut nya.


"Akh.......... "


"Sakitttt....... " Teriak Arung.


Proses tersebut sangat menyakitkan terlihat Arung tampak kejang-kejang kemudian terbangun dari tidur nya.


"Hah........ "


"Hah......... "


"Hah......... " Suara nafas terengah-engah Arung.


Ia pun duduk dengan sekujur tubuh nya di banjiri keringat, ingatan-ingatan Jurus pun mengalir di dalam kepalanya.


Aura hitam pekat pun muncul di sekujur tubuh nya yang membuat Jamila menjauh karena merasa tertekan.


"Baru beberapa hari tidak berjumpa kemampuan nya sudah meningkat, ini adalah aura Black Hole Dragon,"


"Naga Dewa.... " Ucap Jamila.


"Jamila???" Ucap Arung.


"Iya Naga." Sahut Jamila yang masih canggung dengan keadaan saat ini.


"Apa kau merindukan ku???"


"Makanya kau mengunjungi ku???" Ucap Jamila bermaksud bermuslihat untuk bisa keluar dari Pagoda Hantu.


"Aku akan menggunakan pesona wanita ku sekali lagi untuk menundukkan mu... " Gumam Jamila.


"Tidak Jamila, aku lagi ada masalah,"


"Tapi kini aku sudah memiliki solusi nya... " Ujar Arung lalu berdiri dan bersiap untuk keluar dari Pagoda Hantu.


"Masalah, kau bisa curhat dengan ku, Arung... " Ucap Jamila.


"Nanti aku akan kemari lagi, kau tunggulah di sini,"


"Dan siap kan makanan yang enak... " Ujar Arung kemudian terbang meninggalkan Jamila seperti hantu.


"Whussss........... " Suara hempasan angin saat Arung terbang keluar dari Pagoda Hantu.


"Aku yang beast tipe hantu, tapi malah dia yang datang dan pergi seperti hantu..... " Ucap Jamila dengan kesal.


-[Lambung Kera]-


Arung pun keluar dari Pagoda Hantu, ia pun menyimpan benda pusaka tersebut.


"Selamat tinggal lambung kera.... " Ucap Arung kemudian mulai mengeluarkan Jurus Portal Black Hole nya.

__ADS_1


Sebuah Black Hole berdiameter tiga meter pun muncul di hadapan nya, dengan tenang Pendekar Setengah Naga itu pun memasuki nya.


"Warpppp......... "


"Warpppp.......... "


"Warpppp.......... " Suara saat Arung memasuki Black Hole tersebut.


-[Kembali Ke Jendral Napoleon]-


Jendral Napoleon terus saja menyerang dari berbagai sisi dan selalu berhasil mengenai Kera Besi, namun serangan nya tidak berefek.


"Kenapa serangan ku tidak berefek seharusnya besi pun luluh terkena serangan ku... " Ucap Jendral Napoleon.


Kera Besi pun kali ini menembakkan bola-bola api hitam raksasa ke arah Jendral Napoleon.


Dengan gesit nya sang Jendral menghindarinya sambil memukul bola-bola api tersebut dengan Gada Es nya.


"Serang lagi Galileogalige.... " Perintah Sang Jendral.


Galileo pun kembali mengepakkan sayap nya tornado api di sertai petir yang dahsyat pun menerjang ke arah Kera Besi.


Dengan santai nya Kera Dewa itu memukul tornado api itu dengan kepalan tinjunya sehingga tornado api lenyap.


Sang Kera Dewa pun melompat dengan cepat dengan jurus langkah kera nya lalu memukul Jendral Napoleon dena buruang Gagak Api Petir nya hingga tersungkur ke tanah dan tewas seketika.


"Kickkkkk......... "


"Kickkkkk.......... "


"Kickkkkk......... " Tawa Kera Besi tersebut sambil memukul-mukul dada nya.


Para Prajurit-Prajurit di sekitar tempat tersebut pun menjadi marah melihat kematian sang Jendral mereka pun menembakkan berbagai serangan ke arah Kera Besi tersebut.


"Duarghhhhh........ "


"Duarghhhhh......... "


"Duarghhhhh.......... " Rentetan suara ledakan di sekujur tubuh Kera Besi.


Asap pun menutupi tubuh kera besi, tak lama berselang asap pun perlahan menghilang.


Sang Kera Dewa tampak masih kelihatan segar bugar tanpa luka lecet sedikit pun.


"Apa...... "


"Kita sudah menyerang nya sekuat tenaga tapi kenapa dia baik-baik saja... " Ucap Salah Seorang Prajurit.


"Kickkkkk......... "


"Kickkkkk......... "


"Kickkkkk......... " Tawa Sun KayKong lalu menembakkan ratusan jarum besi ke segala penjuru.


Beberapa Prajurit-Prajurit tewas tertusuk jarum-jarum besi tersebut dan beberapa lain nya selamat.


Sementara itu Delayla masih bertarung sengit dengan Nyonya Galapagos Lang di sisi Selatan Kota.


"Bajingan itu terlalu kuat.... " Gumam Delayla.


"Tring...... "


"Tring...... "


"Tring...... " Suara saat Pedang Petir beradu dengan Pedang Durian Peledak.

__ADS_1


To Be Continued.......


Mohon Like dan Vote nya


__ADS_2