Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Benua Naga Part Ke Sembilan.


__ADS_3

Sesosok makhluk hitam super besar pun muncul di tengah-tengah hujan badai di Samudra tersebut. Hempasan air pun terlihat di sekitar nya, tentakel -tentakel hitam nya yang berjumlah dua belas tampak meliuk-liuk di sekitar nya.


Kraken pun mulai menembakkan bola berelemen tinta beracun berwarna hitam kebiruan ke arah Arung dan juga Golem Naga Salju.


"Arung, tinta itu beracun.... "


"Kita harus mencari cara untuk kabur dari sini.... " Ujar Putri Laura dari balik zirah Golem Salju nya.


"Apa aku harus melesatkan Jurus Naga Air lagi untuk mengalihkan perhatian Cumi-cumi raksasa ini yach???"


"Di lihat dari bentuk nya saja makhluk ini pasti sangat lah kuat.... " Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut sambil memasang perisai kultivasi berelemen Black Hole di sekitar nya dan juga Golem Salju.


Bola-bola hitam kebiruan beracun itu pun menghantam perisai kultivasi milik Arung dan menggetarkan nya.


"Aku punya rencana..... "


"Tapi entah ini akan berhasil atau tidak.... " Ucap Arung.


"Lakukan Arung..... "


"Kraken ini sangat buas.... "


"Lebih baik kita mencoba nya... " Ucap Putri Laura.


Tentakel-tentakel milik Kraken pun mulai di selimuti oleh elemen petir dan masih meliuk-liuk.


"Dzzzziiiit....... "


"Dzzzziiiit....... "


"Dzzzziiiit...... " Suara percikan petir dari tubuh nya.


"Tahan dia untuk sementara, Laura... "


"Aku akan mulai mengumpulkan tenaga dalam... " Ujar Arung lalu mulai memasang kuda-kuda untuk mengeluarkan Jurus Naga Air yang dulu di gunakan nya melawan Bajak Laut Janggut Merah.


Perisai kultivasi pun perlahan menghilang, Golem Naga Salju pun melesat ke hadapan Arung dan bersiaga untuk menahan serangan-serangan dari Kraken.


"Pertahanan terbaik adalah menyerang, begitu kata ayah.... " Gumam Putri Laura lalu menegadahkan pedang Naga salju nya keatas.


Puluhan Pedang Salju Raksasa pun muncul di atas nya setelah itu, sang Putri pun menebaskan Pedang Putih nya.


Puluhan Pedang Salju pun melesat kearah Kraken dengan pola lintasan yang berbeda-beda dan acak.


Pedang-pedang putih yang dingin itu pun mulai di tepis dengan menggunakan tentakel-tentakel petir Kraken.


"Duarghhhh.......... "


"Duarghhhh........... "

__ADS_1


"Duarghhhh........... " Suara ledakan-ledakan yang terjadi saat tentakel-tentakel petir menghempaskan pedang-pedang putih tersebut.


"Arghhhhhh.......... " Raungan monster penguasa lautan tersebut kemudian mulai melesatkan ratusan petir dari tubuh nya ke segala penjuru.


"Hujan petir..... "


"Makhluk ini memang pantas di juluki Raja Lautan... " Ucap Golem Naga sambil memasang perisai kultivasi salju di sekitar nya.


Petir-petir pun menyambar perisai putih yang dingin tersebut, ledakan-ledakan pun terjadi bersamaan.


Intensitas hujan petir yang di keluarkan oleh Kraken pun mulai meningkat, Golem Naga pun tampak mulai kesulitan.


"Ugh........ "


"Aku gak tahan lagi, Arung cepatlah...... " Gumam Golem Naga.


Beberapa saat kemudian beberapa petir pun berhasil menembus perisai kultivasi salju dan menyengat/menyetrum Golem Naga setinggi lima meter tersebut.


"Arghhhhhh............. " Teriak Putri Laura lalu terjatuh.


"Maaf kan aku Arung, aku hanya mampu menahan nya beberapa menit saja... " Ucap Putri Laura dengan nada yang pelan sambil terjatuh.


Hujan petir pun masih terus menghujani mereka berdua, beberapa saat sebelum tersambar petir untuk yang kedua kali nya sebuah perisai kultivasi es pun melindungi Laura.


"Ugh..... "


Tubuh nya pun mulai melayang dan terbang kembali ke sisi Arung, ternyata Pendekar Setengah Naga itu telah selesai mengumpulkan tenaga dalam nya.


Perisai kultivasi es itu pun dia yang memasang nya, Arung pun juga mentelekinesis tubuh Putri Laura kedekat nya.


"Kita akan kabur setelah membuat makhluk ini kebingungan Laura... " Ucap Arung.


"Bagaimana cara nya???" Tanya Putri Laura.


Arung pun mengangkat tangan nya, dengan telapak tangan terbuka. Lautan tampak makin bergelombang setelah nya.


Beberapa tornado air kecil pun mulai muncul di sekitar nya, tornado-tornado kecil itu pun mulai membesar di tengah-tengah hujan petir dan juga hujan kepiting di tengah-tengah samudra tersebut.


Beberapa saat kemudian Putri Laura pun tampak sudah dapat menggerakkan tubuh nya, ia tampak takjub saat melihat fenomena di sekeliling nya tersebut.


"Jurus apa ini, ini lebih seperti jurus pengendalian air yang telah hilang ribuan tahun lalu???"


"Apakah Leluhur Naga Khayangan yang menurunkan jurus ini kepadanya saat meng kultivasi pil elemen itu???" Gumam Putri Laura.


Kraken terlihat tidak memperdulikan fenomena tornado air di sekeliling Arung tersebut.


Makhluk bertentakel itu terus meningkatkan volume intensitas hujan petir nya ke segala penjuru, ini memperlihatkan jika sang Raja Lautan sedang mengamuk di tengah-tengah Samudra nan luas tersebut.


"Jderrrrr........ "

__ADS_1


"Jderrrrr......... "


"Jderrrrr.......... " Suara Sambaran-Sambaran petir yang menghantam perisai kultivasi.


Tornado-tornado air itu pun mulai membentuk wujud Naga Air yang mengitari Arung.


Kraken pun mulai menembakkan sinar laser berelemen petir dari dalam mulut nya ke arah para Naga Air tersebut.


"Kita akan pergi dari sini Laura..... " Ucap Arung sambil menengadahkan tangan nya kedepan.


Kesepuluh Naga-Naga Air itu pun melesat dan melingkari sinar laser tersebut, Putri Laura pun tampak takjub saat menyaksikan peristiwa tersebut.


"Tenaga dalam yang sangat besar..... "


"Kenapa aku belum pernah mendengar tentang nya???" Gumam Putri Laura dari balik zirah Golem Naga Salju nya.


Di tengah hujan badai kepiting tersebut para Naga-Naga Air pun berhasil menghantam Kraken hingga makhluk super besar itu terhempas.


Arung pun terbang lalu memegang bahu sebelah kanan Golem Naga dan bersiap untuk berteleport.


"Sepertinya dia akan mengeluarkan jurus itu lagi." Gumam Putri Salju dari balik zirah Golem Naga Salju nya.


Mereka berdua pun berteleport di saat -saat Kraken terhempas oleh hantaman Naga-Naga Air tersebut.


Arung pun melesatkan jurus teleportasi beberapa kali hingga pada akhir nya dia kehabisan tenaga dan mendarat di pinggiran pantai Benua Naga Utara.


"Blitzzzzzz........" Suara jurus teleportasi milik Arung.


"Daratan,..... " Gumam Putri Laura sambil mengamati sekitar nya.


"Huftttttttt............. " Suara nafas panjang Arung yang tampak kelelahan.


Pendekar Setengah Naga itu pun pergi ke arah Pohon Kelapa yang ada di dekat nya, berniat untuk beristirahat.


"Aku berteleport berkali-kali, seluruh tenaga dalam ku hampir habis, sebaik nya aku bermeditasi di sana." Gumam Arung sambil memberikan isyarat kepada Golem Naga untuk mengikuti nya.


Sebelum mengikuti Arung, Putri Laura pun keluar dari dalam Golem Naga Salju nya.


Seberkas cahaya putih keluar dari dalam mutiara di dahi Golem tersebut dan menjelma menjadi Putri Laura.


Sang Putri pun menyimpan Golem tersebut kembali kedalam Kantong Ruang Penyimpanan nya.


"Tunggu Aku Arung....... " Ucap Putri Laura sambil mengejar Pendekar Tampan berambut putih itu.


"Dasar wanita...... " Gumam Arung lalu mulai memperlambat langkah nya.


To Be Continued.......


Mohon Like dan Vote nya

__ADS_1


__ADS_2