
Sebuah portal black Hole pun muncul di dekat reruntuhan di Kota Es Utara, seorang Pemuda berambut putih pun berjalan keluar dari dalam portal tersebut.
"Hemmm.......... "
"Udara di sini lebih menyegarkan ketimbang udara di dalam lambung kera brengsek itu." Gumam Arung sambil merentangkan tangan nya.
Tampak peperangan masih terus berlanjut di tempat tersebut, Tiba-tiba saja muncul tapak salju raksasa yang begitu dahsyat dan penuh tenaga dalam dari keenam sisi Kera Dewa tersebut.
"Apa..... "
"Bagaimana bisa Naga itu keluar dari dalam perut ku... " Gumam Kera Besi tersebut.
Tapak-tapak salju pun melesat dan menghantam tubuh Kera Dewa tersebut, ledakan yang besar kembali terjadi.
"Wah....... "
"Serangan yang dahsyat, tidak ada yang selamat jika terkena serangan seperti itu... " Ucap Arung sambil memasang perisai api sembilan warna nya.
Asap pun mengepul dan menyelimuti tubuh Kera Besi, Lagi-lagi serangan se dahsyat itu pun tidak berefek.
"Apa....... " Ucap Arung yang terkejut melihat tubuh Kera Besi yang tidak terluka sedikit pun.
Kera Besi pun melihat ke sekeliling berniat mencari Leluhur Naga, makhluk itu pun mendapati keberadaan Gadis tersebut dan melesat ke arah nya dengan Jurus Langkah Kera.
"Gawat..... "
"Aku sudah kehabisan tenaga... " Ucap Leluhur Naga yang pasrah dengan keadaan.
Tinju dengan elemen api hitam pun melesat ke arah Leluhur Naga.
"Habis sudah.... " Ucap Leluhur Naga.
Tiba-tiba saja sesosok nenek tua menahan serangan tinju Kera Dewa tersebut.
"Tuinggggg........... " Suara saat telapak tangan nenek tua tersebut beradu dengan kepalan tinju raksasa tersebut.
"Midel, dia hanya bisa di lukai dengan energi alam,"
"Sudah saat nya kau menyerap mutiara yin dan yang Benua ini,"
"Aku hanya dapat menahan nya selama beberapa menit... " Ucap Nenek Tua tersebut.
"Leluhur Buyut, tapi dengan siapa aku berbagi energi yin yang itu???" Tanya Midel Dragon Ice.
"Siapa saja.... "
"Ada banyak laki-laki di bawah dan di atas... " Ucap Leluhur Buyut sambil bertarung sengit dengan Kera Dewa tersebut.
"Siapa nenek ini, kenapa dia mampu menahan serangan-serangan ku... " Gumam Sun KayKong sambil terus melayangkan tinju-tinju api hitam yang selalu di tahan dengan telapak tangan es milik Leluhur Buyut.
Arung pun terbang ke arah Leluhur Naga.
"Naga Bodoh.... "
"Baiklah aku akan berbagi energi mutiara dengan nya saja." Gumam Leluhur Naga.
Leluhur Naga pun beranjak ke tempat Arung kemudian memasang perisai es berwarna putih.
__ADS_1
"Mau apa dia???" Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Hanya ini cara untuk mengalahkan Kera Besi itu, pegangglah mutiara yin dan yang ini... " Ucap Leluhur Naga lalu mengeluarkan mutiara yin dan yang.
Leluhur Naga pun menyentuh mutiara pada sisi Yin.
"Cepatlah, leluhur Buyut hanya dapat menahan nya beberapa menit saja... " Ucap Leluhur Naga Es.
"Apa kau mau menipu ku lagi???" Ucap Arung.
"Tidak, cepatlah... " Ucap Leluhur Naga.
"Aku tidak tau apa mau nya... " Gumam Arung lalu menyentuh sisi mutiara Yang nya.
Tiba-tiba saja tubuh Arung kesetrum, sementara itu Leluhur Naga tampak baik-baik saja.
"Akhhhhh............. " Teriak Arung saat kesetrum.
"Sial.... "
"Aku di tipunya lagi... " Ucap Arung lalu kesetrum kembali.
"Maaf kan aku Naga Bodoh, aku tidak mengajari mu cara menyerap mutiara yin yang Benua ini,"
"Kondisi nya darurat... " Gumam Leluhur Naga sambil terus menyedot energi alam yin ke dalam tubuh nya.
"Akhhhh........... " Teriak Arung yang kesetrum kembali.
"Aku masuk dalam lubang yang sama sekali lagi... " Gumam Arung.
Sementara itu di luar tampak para prajurit di dalam kota sedang bertempur dengan Kera-Kera Sihir, Delayla yang mendengarkan teriakan Arung dari dalam bola es pun bergegas ke sana dan meninggalkan pertarungan nya dengan Nyonya Galapagos Lang.
Walaupun Delayla telah berulang kali menebas perisai tersebut namun perisai itu tidak pecah-pecah, Assasin berambut hijau itu pun kembali menerjang ke arah Delayla.
"Enak saja kau mau kabur setelah mengganggu pertarungan ku.... " Ucap Assasin berambut hijau tersebut.
Nyonya Galapagos Lang pun menyerang Delayla yang sedang galau tersebut, pertarungan pun kembali terjadi di dekat perisai es.
"Gadis berambut hijau ini, dia tidak tahu situasi nya... " Gumam Delayla sambil beradu pedang.
Karena lengah Nyonya Galapagos pun berhasil menendang perut Delayla hingga ia terhempas ke arah reruntuhan.
"Duakkkk.......... " Suara saat tubuh Delayla menghantam reruntuhan.
"Bajing*n..... " Ucap Delayla sambil mengusap darah di bibir nya kemudian kembali melesat ke arah Assasin tersebut.
Pedang Petir dan Pedang Durian Peledak pun kembali saling beradu di dekat bola es, dari dalam bola terdengar teriakan Arung berulang kali yang membuat Delayla sulit untuk berkonsentrasi.
"Arung...... "
"Apa Naga itu tengah menggrepe-grepe, dasar naga gak ada akhlak,"
"Di tengah perang besar seperti ini dia masih mikirkan syahwat nya... " Gumam Delayla.
Kali ini pipi sebelah kanan Delayla berhasil di pukul oleh Nyonya Galapagos Lang, sekali lagi Komandan Biro Pengawalan itu terhempas ke reruntuhan.
Kera Besi dan Leluhur Buyut pun terus bertempur, tampak sang Pendekar Senior hanya menahan serangan-serangan tinju api milik Kera Dewa tersebut.
__ADS_1
"Ini adalah Jurus Tao, dia menahan serangan ku dengan jurus tao,"
"Sial...... "
"Aku baru bisa mengenai nya jika dia lengah.... " Gumam Kera Dewa.
Kali ini Kera Dewa pun memiliki ide untuk memecah konsentrasi Leluhur Buyut dengan menyerang kaum nya yang sedang bertarung di langit.
"Rasakan ini...... "
"Jurus Halilintar Hitam..... " Teriak nya.
Dari tubuh Kera Dewa ratusan halilintar hitam pun melesat kesegala penjuru dan menyerang siapa saja baik lawan maupun kawan.
"Jderrr....... "
"Jderrr........ " Suara sambaran halilintar hitam.
Beberapa Naga Es Kuno pun tewas terkena sambaran halilintar hitam tersebut, begitu pula dengan Kera Sihir.
"Kera ini sangat kejam..... " Gumam Leluhur Buyut.
"Sekarang..... " Ucap Kera Dewa.
Sang Raja Kera dari Gunung Hua Kong pun melesat ke arah Leluhur Buyut dan berhasil memukul nya berulang kali dengan tinju api hitam dan tendangan api hitam sehingga membuat nya tewas seketika.
"Kickkkkkk.......... "
"Kickkkkkk.......... "
"Kickkkkkk........... " Tawa Kera Dewa tersebut.
"Bagus...... "
"Kami menang, Kota ini akan rata hari ini.... " Ujar Assasin tersebut.
Karena lengah dan konsentrasi nya buyar Delayla pun berhasil di kalahkan oleh Nyonya Galapagos Lang dengan jurus sabetan Pedang Durian Peledak nya.
Tampak Gadis Naga itu terhempas hingga tidak sadarkan diri di sekitar reruntuhan. Mental prajurit - prajurit dan Naga-Naga pun mulai menurun karena kekalahan Jendral Napoleon dan Leluhur Buyut.
Tak lama kemudian dari arah bola es pun melesat sinar yang begitu dahsyat nya, seiring dengan melesat nya cahaya menyilaukan tersebut seluruh kultivasi pria di Benua Es Api kembali ke ranah kesatria tingkat puncak kecuali Arung.
Tubuh Pendekar Setengah Naga itu pun jatuh tak sadarkan diri ke arah reruntuhan.
"Brukkkk.......... " Suara saat tubuh Arung jatuh ke reruntuhan.
Dari balik cahaya tampak Leluhur Naga Es Kuno melayang dengan anggun nya sambil memegang Pedang Naga Es.
"Aura tenaga dalam nya sudah mengandung energi alam, gawat.... " Gumam Sun KayKong yang merasakan bahaya.
"Kau sudah membantai klan aku.... "
"Aku akan memakan mu.... " Ucap Leluhur Naga lalu melesat kearah Sun Kay Kong.
"Whusssss......... " Suara hempasan angin saat Leluhur Naga melesat.
To Be Continued.......
__ADS_1
Mohon Like dan Vote nya