
-[Malam Hari]-
Tampak Vladmira yang saat ini sedang menyamar sebagai Xiao Mei Mei mulai menghidangkan masakan-masakan yang begitu lezat nya di atas meja makan kayu tersebut.
"Aku akan segera menaklukan mu sebentar lagi Naga Bodoh." Gumam Vladmira yang menyamar sebagai Xiao Mei Mei sambil tersenyum kecil ke arah Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Aku merasa sedikit aneh dengan dunia ini, kenapa pula aku tiba-tiba saja bisa berada di tengah-tengah hutan belantara seperti ini bersama dengan Xiao Mei Mei?" Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut sambil kebingungan.
"Makanlah Suami ku, makanan nya jadi tidak enak kalau sudah dingin nanti." Ucap Vladmira yang menyamar sebagai Xiao Mei Mei tersebut dengan lembut dan sorot mata penuh perhatian.
"Kenapa Xiao Mei Mei tampak begitu penurut dan lebih kalem, biasanya dia begitu agresif,"
"Apalagi saat tidak ada seorang pun di dekatku dia pasti akan langsung menerkam ku." Gumam Arung kemudian mulai menyantap hidangan lezat yang tersedia di atas meja kayu tersebut.
Mereka berdua pun mulai makan malam bersama di dalam gubuk yang sangat sederhana tersebut. Suasana hening pun mulai tercipta di ruangan yang sederhana tersebut.
"Sepertinya dia masih kebingungan dengan Dunia Ilusi Iblis ini, aku sebaiknya tidak membuat nya curiga dan berakting sebagai seorang istri yang penuh perhatian." Gumam Vladmira yang menyamar sebagai Xiao Mei Mei tersebut.
Beberapa saat kemudian mereka berdua pun telah selesai makan malam bersama di dalam Gubuk yang sangat Sederhana tersebut.
"Suamiku, mandilah terlebih dahulu,"
"Kau pasti capek, aku sudah menyiapkan air panas di dalam kamar mandi." Ucap Vladmira yang menyamar sebagai Xiao Mei Mei tersebut.
"Aku semakin merasa aneh dengan sikap penurut Xiao Mei Mei tersebut, sebaik nya aku mandi saja terlebih dahulu." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Baik Mei Mei." Ucap nya.
Arung pun mulai beranjak bangun dari kursi kayu tersebut dan pergi ke dalam kamar mandi yang berada di luar gubuk kayu tersebut.
"Kraakkk......... " Suara saat pintu kamar mandi tersebut terbuka.
Arung pun mulai melepaskan pakaian nya dan mulai berendam di dalam bak kayu besar di dalam kamar mandi tersebut.
"Ah.......... "
"Air nya pas banget, dia pasti telah memanaskan nya dengan Elemen Api Beku milik nya, sehingga temperatur suhu panas nya cocok." Ucap Arung sambil menyabun tubuh nya.
-[Kembali Ke Dhieng Vampir yang saat ini sedang bertarung dengan Meysi]-
Tampak Meysi dan Dhieng saat ini sedang beradu Pedang di atas langit di atas hutan tersebut.
"Ugh....... "
"Sejak kapan Dhieng menjadi sekuat ini, aku sudah bersusah payah menahan ayunan-ayunan berat dari Pedang Iblis Hitam nya tersebut,"
"Tapi dia masih terlihat santai." Gumam Meysi sambil menahan sabetan-sabetan Pedang Iblis Hitam milik Dhieng.
"Tring....... "
"Tring....... "
"Tring....... " Suara saat kedua Pedang Iblis Hitam tersebut mulai saling beradu.
__ADS_1
Percikan Aura Kegelapan Murni pun terlihat saat kedua Pedang tersebut saling beradu.
"Menyerahlah Meysi, atau aku akan memenggal kepala mu." Ucap Dhieng kemudian mulai mementalkan Pedang Iblis Hitam yang ada di genggaman tangan Meysi tersebut.
Pedang Iblis Hitam pun mulai bertengger di leher Meysi setelah nya, tak lama berselang Ratu Adrienne pun tiba.
"Catur........ " Teriak Meysi sambil mengalirkan air mata di pipi nya.
Meysi pun mulai menangis terisak-isak saat melihat leher Suami nya melayang di belakang punggung Ratu Adrienne dengan kondisi yang mengenaskan.
"Hiks...... "
"Hiks...... "
"Hiks...... " Suara tangis Meysi.
Dhieng pun mulai melilit tubuh Meysi dengan Rantai Hitam Penghilang Kultivasi, seketika tubuh Meysi yang semula melayang jatuh dan menggantung di rantai hitam tersebut.
Tampak air mata terus mengalir di pipi nya, saat melihat kepala suaminya melayang di balik punggung Ratu Adrienne.
"Ratu, ayo kita ke segera pergi ke tempat Suami ku." Ucap Dhieng.
"Hah...... "
"Dasar Dhieng, ia benar-benar sangat mencintai Naga Bodoh itu,"
"Jika dia sampai tahu kelakuan Naga Bodoh itu saat berada di dalam Dunia Jiwa saat itu, apakah dia masih sesayang ini dengan Suami nya tersebut?" Gumam Ratu Adrienne yang sedang mengenakan topeng vampir tersebut.
Ratu Adrienne dan juga Dhieng Vampir pun mulai beranjak terbang menuju ke tempat Arung dan Vladmira bertarung saat ini.
-[Dunia Ilusi Iblis]-
Subuh pun tiba, tampak sepasang Suami Istri tersebut sedang berbaring di atas ranjang kayu beralas tikar tersebut sejak malam tadi, kepala Vladmira yang menyamar sebagai Xiao Mei Mei pun bersandar di bahu Suami nya itu.
Tampak Vladmira mengenakan Daster yang begitu minim nya, tanpa di sadari oleh Arung sebuah Belati Hitam Jiwa sudah ada di genggaman tangan wanita tersebut.
"Dia tidak tidur-tidur sejak tadi, aku sudah bosan menunggu,"
"Sebaik nya aku mulai saja rencanaku menaklukkan Naga Bodoh ini." Gumam Vladmira yang sejak malam tadi menunggu Musuhnya tersebut tidur.
"Suami ku..... " Ucap Vladmira yang menyamar sebagai Xiao Mei Mei itu.
"Ia Mei Mei, ada apa?" Tanya Arung.
Vladmira pun mulai bangun dan mulai duduk di atas perut Arung, ia pun mulai mendekatkan wajah nya ke dekat wajah Pendekar Setengah Naga tersebut dan mulai berc*uman.
"Ugh.... "
"Ini dia Mei Mei yang aku kenal." Gumam Arung sambil membalas c*uman tersebut.
Tak lama berselang sebuah Belati Hitam Jiwa pun mulai bertengger di leher Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Apa....... "
__ADS_1
"Sudah kuduga ada yang tidak beres." Gumam Arung.
Wujud Vladmira pun kembali ke wujud asal nya, wanita yang kini duduk dan mengancam Arung dengan Belati Hitam Jiwa tersebut adalah salah satu Jendral dari Musuh nya yaitu Vladmira Vampir.
"Menyerahlah, Naga,"
"Jika tidak aku akan menggorok tenggorokan mu." Ancam Vladmira.
"Ternyata kau Vladmira, tapi kau salah karena mengancam ku terlebih dahulu,"
"Dan tidak langsung membunuh ku." Ucap Arung.
"Apa maksud Naga Bodoh ini?" Gumam Vladmira.
Ucapan tersebut membuat Vladmira kebingungan untuk sesaat, dalam satu kali kedipan mata Pendekar Setengah Naga itu pun mulai berpindah tempat ke balik punggung Vladmira dan mulai mengarahkan Belati Hitam Jiwa tersebut ke leher Jendral Cantik tersebut.
"Gimana Nona Cantik, menyerahlah,"
"Atau aku tidak segan-segan akan menggorok leher indah mu ini." Ucap Arung dengan nada yang mengancam.
"B*jingan..... " Gumam nya.
"AKU MENYERAH, AKU MENYERAH." Ucap Vladmira sambil mengangkat kedua belah tangan nya.
Tak lama berselang sebuah rantai spiritual pun mulai merantai tangan Arung dan juga tangan Vladmira menandakan mereka saat ini sudah terikat kontrak Majikan dan Budak.
Rantai tersebut hanya dapat di lihat oleh mereka berdua saja.
"Rantai apa ini Vladmira?" Tanya Arung.
Vladmira pun tidak bisa mengatakan kebohongan apa pun di depan majikan nya tersebut, ia pun mulai menjelaskan perihal Jurus Ilusi Iblis tersebut.
-[Di Atas Langit Tempat Arung dan Vladmira saling beradu telapak tangan]-
Ratu Adrienne dan Dhieng pun tiba ke tempat pertarungan Arung dan Vladmira tersebut. Tampak sebuah Perisai Kultivasi berbentuk sebuah bola hitam sedang membungkus tubuh mereka berdua.
"Jangan mendekat Dhieng, ini Jurus Terlarang." Ucap Ratu Adrienne.
"Apa maksud Ratu?" Tanya Dhieng.
"Saat ini Arung dan Vladmira sedang bertarung di Dunia Ilusi Iblis, berharap saja jika Suami mu tersebut bisa menang,"
"Jika tidak kita terpaksa harus membunuh nya... " Ucap Ratu Adrienne.
"Membunuh nya, apa maksud Ratu." Gumam Dhieng Vampir dengan raut wajah yang sedih.
Sementara itu Meysi tampak begitu syok dan tidak bersemangat lagi di sebabkan kematian Catur yang begitu mengenaskan, Meysi saat ini bagai seonggok daging yang bergelantungan pada rantai hitam tersebut.
Ratu Adrienne pun mulai menjelaskan perihal JURUS TERLARANG tersebut kepada Dhieng Vampir sambil menunggu siapa pemenang dari Pertarungan Jiwa tersebut.
___________________________________
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.
__ADS_1