
Setelah selesai berenang, Arung pun mulai keluar dari dalam danau tersebut. Setelah mengenakan pakaian, Pendekar Setengah Naga itu pun kembali ke dalam Mansion dengan Jurus Teleportasi milik nya.
Raut wajah Arung pun kelihatan sedikit canggung dan bingung setelah peristiwa cium*n panas sebelum nya itu.
“Waduh……..”
“Aku harus bagaimana, yach…??”
“Tadi……”
“Kenapa aku main libas aja…..”
“Habis nya dia cantik banget….” Gumam Pendekar Setengah Naga itu yang menyesal sekaligus senang dengan peristiwa itu.
Ia pun mulai memasang kuda-kuda Jurus Teleportasi milik nya.
“Blitzzz………..” Suara jurus teleportasi milik Pendekar Don Juan tersebut.
Dalam satu kali kedipan mata Arung pun menghilang dari tempat tersebut.
Kembali ke Mansion beberapa waktu yang lalu, raut wajah Putri Akasia Naga tampak begitu canggung dan malu saat mengaduk-aduk kuah sop vinik di dalam kuali besar.
“Malu nya……”
“Kenapa aku main serobot aja tadi….”
“Gimana kalau Papa sampai tahu sikap ku tadi pada Calon Suami ku???”
“Ughhhh……..” Gumam Putri Akasia Naga.
Tampak beberapa piring-piring makanan telah terhidang di atas meja makan, sementara itu Jedrudin dan Van Dewr Doyok sedang duduk di sofa.
“Yok…….”
“Seperti nya sebentar lagi, akan ada even besar di Kerajaan Raja Naga Benua Timur…”
“Putri tercinta sang Raja akan menikahi seorang Pendekar berambut putih….”
“Cie…..”
“Cie…..”
“Cie….” Goda Jedrudin si Ayam Cemani.
“Udin…..”
“Dari tadi kau meledek ku aja, awas entar aku jadiin sop ayam, mau…???” Ucap Putri Akasia Naga.
“Ya bener….”
“Sejak tadi kau terus meledek Putri…??”
“Seharus nya kau focus memikirkan cara agar kita bisa keluar dari dalam pulau aneh ini???” Ujar Biawak Emas.
“Udah lah, Yok…..”
“Kita kan cuman peliharaan, itu tugas nya…”
“Bos Put, untuk memikirkan cara nya…” Ujar Jedrudin dengan santai.
“Benar…..”
“Gara-gara masalah cium*n tadi, aku sampai kelupaan masalah mencari jalan keluar dari dalam Pulau ini…”
“Aku harus berdiskusi dengan Arung mengenai strategi mencari jalan keluar dari dalam Pulau ini…”
“Tapi gimana cara ngomong nya setelah peristiwa tadi….” Gumam Putri Akasia Naga yang malu.
“Sepertinya Bos Put masih canggung mengenai peristiwa adu kepala kambing tadi…”
“Masalah ini akan merugikan kelompok kita…”
“Aku harus memikirkan cara agar Putri tidak malu lagi dengan peristiwa tadi, tapi bagaimana cara nya???”
“Doyok berpikir………” Gumam Van Dewr Doyok.
Ayam Cemani pun mulai beranjak menuju meja makan lalu mulai menyisir menu makanan yang terhidang di atas meja makan tersebut satu demi satu.
“Bau nya memang enak, Bos Put….”
__ADS_1
“Tapi kenapa tidak ada paha ayam nya???”
“Atau sate biawak nya, padahal itu kan makanan favorit ku…” Tanya Jedrudin.
“Dasar Ayam makan Ayam….”
“Makanan aja yang ada di dalam pikiran nya….”
“Apa dia gak berpikir sama sekali tentang bagaimana caranya untuk bisa keluar dari dalam Pulau ini???” Gumam Putri Akasia Naga sambil menggeleng-gelengkan kepala nya.
“Dasar Ayam Kanibal…”
“Sempet-sempet nya kau mikir makan dalam kondisi kayak begini….”
“Kau gak liat apa, perban di tubuh ku ini???” Ujar Doyok dengan kesal.
“Lihat kok….”
“Kan aku yang merbani, kau piker mata ku rabun atau aku sudah pikun???” Ungkap Jedrudin.
“Huhhhh………..” Ucap Van Dewr Doyok dengan kesal.
Beberapa saat kemudian suara perut yang keroncongan pun mulai terdengar dari perut Van Dewr Doyok.
“Greeghhhh…….”
“Greghhhhhh……”
“Greggghhhhh……” Suara keroncongan perut Biawak Emas.
Mendengar suara keroncongan tersebut Putri Akasia Naga dan Ayam Cemani pun menatap tajam ke arah Biawak Emas.
“Doyok……”
“Kau sebaik nya makan dulu….” Ucap Putri Akasia.
“Nah….”
“Sini Yok……” Ucap Jedrudin.
“Sial….”
Putri Akasia pun membawa semangkok besar sop vinik dan meletakkan nya ke atas meja, pada saat ini sang putri mengenakan kemeja putih dan celana shot pendek.
Ketika Putri berambut emas itu mulai membungkuk saat meletakkan sop di atas meja terlihat dengan jelas belahan dada Putri Akasia Naga, dan ketika itu pula Arung tiba di tempat tersebut.
“Dup………..” Suara tapak kaki saat Arung mendarat di tempat tersebut.
Tanpa di sengaja oleh Pendekar Don Juan, mata nya pun tidak sengaja/reflex/otomatis melotot melihat belahan bukit kembar yang super duper indah tersebut.
“Ugh……”
“Beautifulll……” Gumam Arung.
“Dia melihat nya…..” Gumam Putri Akasia Naga lalu dengan cepat kembali berdiri tegak sambil menaikkan baju nya.
“Gimana Tuan Arung, servis Bos Put….”
“Top kan…..” Ujar Jedrudin.
“Top…..”
“Eh ….”
“Apa an……” Ujar Arung yang keceplosan.
“Dasar Udin……”
“Dia bercanda tidak pada tempat nya…” Gumam Doyok.
“Tapi memang Top sich…” Gumam Biawak Emas.
“SIlahkan duduk, Arung….” Ucap Putri Akasia Naga dengan malu-malu.
“Udin, awas kau nanti….” Gumam Putri Akasia Naga.
“Oh iya, Tuan Putri…..” Ucap Arung dengan canggung.
“Jangan panggil, Tuan Putri,”
__ADS_1
“Tuan arung…..”
“Panggil aja, Istri….”
“Hiiii…..”
“Hiiii…..”
“Hiiii……” Ucap dan Tawa kecil Udin si Ayam Cemani.
“Udinnnn…….” Teriak Putri Akasia yang malu bercampur kesal.
Arung pun segera duduk saat melihat Putri Akasia yang sedang marah begitu juga Udin dia hanya cengingisan.
“Maaf, Arung….”
“Ayam ini otak nya memang sedikit miring…”
“Ayo makan….” Seru Putri Akasia Naga dengan sopan.
“Baik Putri….” Sahut Arung.
Mereka berempat pun mulai makan malam bersama, secara diam-diam terlihat Putri Akasia Naga melirik ke arah Calon Suami nya itu beberapa kali.
“Serem juga marah nya….”
“Tapi bukit kembar nya indah juga…” Gumam Arung.
Beberapa menit kemudian mereka pun telah selesai sarapan, seperti biasa nya Ayam Cemani pun duduk dengan perut yang membuncit.
Sedangkan Arung sedang mengelap bibir nya yang ditempelin oleh sisa-sisa makanan, sikap Arung itu pun membuat Putri Akasia Naga dan Biawak Emas salah paham.
Putri dan juga Biawak Emas salah paham dan mengira itu adalah sebuah pesan tersembunyi/kode.
“Apakah, Calon Suami ku ingin bercium*n lagi???”
“Sepertinya ia, tapi bagaimana caranya???”
“Disini kan ada Udin dan juga Doyok, gak mungkin kan aku serobot lagi….” Gumam Putri Akasia Naga.
“Itu seperti nya kode, cium*n Bos Put tadi,”
“Incredible….” Gumam Biawak Emas.
“Bagaimana ini, dia terus mengusap bibir nya???”
“Ughhhh……..”
“Dia telah berkorban untuk ku, dan dia sudah menjadi Calon Suami ku….”
“Setidak nya aku harus menuruti permintaan kecil nya ini…” Gumam Putri Akasia Naga.
“Udin…..”
“Doyok….”
“Bantu aku jemur pakaian di kamar mandi, sekarang….” Ujar Putri Akasia Naga.
“Tapi ini kan malam Putri, gak mungkin kering…???” Ucap Jedrudin.
“Aha…..”
“Bos Put pasti ingin quality time bersama Calon Suaminya, baik Bos….”
“Aku akan membawa hama pengganggu ini keluar dari sini…” Gumam Biawak Emas.
“Siap Bos….”
“Ayo Ayam Kanibal, ini perintah…..” Ucap Biawak Emas sambil menarik ekor Ayam Cemani.
“Tunggu……” Ucap Udin namun Ayam Cemani terus menarik nya.
Mereka berdua pun mulai memasuki kamar mandi kemudian mulai beranjak keluar dari ruangan tersebut.
“Buat apa Putri menyuruh mereka berdua jemur pakaian malam-malam begini ???”
“Apa kah Putri ingin membicarakan sesuatu hal yang rahasia dengan ku???” Gumam Pendekar Setengah Naga itu.
“Sekarang tinggal kami berdua…..” Gumam Putri Akasia Naga lalu bangun dari kursinya dan berdiri di hadapan calon suami nya.
__ADS_1
“Mau apa dia???” Gumam Arung.