Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Putri Widuri.


__ADS_3

Tampak di dalam tenda mewah tersebut di malam ini sudah di penuhi oleh bangsawan-bangsawan dari Kerajaan Jangbaek, Arung dan yang lain nya pun duduk di bangku paling belakang yang masih kosong tersebut.


"Ini....... "


"Bukankah ini jurus teleportasi yang sama dengan milik Ayah ku?"


"Kenapa Arung bisa menguasai nya, mungkinkah dia berasal dari Sekte yang sama dengan Ayah ku?" Gumam Delayla Jangbaek yang teringat dengan Jurus Andalan milik Jendral Api tersebut.


Ternyata Delayla Jangbaek adalah anak angkat dari Jendral Api, dia sebenar nya ingin menanyakan perihal jurus tersebut namun Delayla Jangbaek merasa jika malam itu bukan lah waktu yang tepat untuk membicarakan sesuatu hal yang agak berat tersebut.


"Wah......... "


"Lihat itu Arung, itu Tongkat Black Hole Dragon nya." Ucap Sonia sambil menunjuk ke arah Tongkat Raksasa berdiameter 50 cm tersebut di kaki patung Jendral Api tersebut.


Tongkat tersebut berada di bawah kaki patung Jendral Api di balik panggung pementasan tersebut, saat ini beberapa kultivator artis sedang mementaskan pertunjukan pantomim di atas pentas tersebut berniat menarik perhatian Putri Widuri.


"Aku harus mendapatkan tongkat itu." Gumam Arung yang begitu menginginkan Tongkat Black Hole Dragon tersebut.


"Plok.......... "


"Plok.......... "


"Plok.......... " Suara tepuk tangan bangsawan-bangsawan tersebut dan juga para penonton-penonton yang sedang berkerumun di pinggir lapangan tersebut


Sesosok Komandan Laki-Laki pun mulai melesat ke atas pentas tersebut.


"Whusss......... " Suara hempasan angin saat Komandan tersebut melesat menggunakan ilmu meringankan tubuh milik nya tersebut.


"Baiklah, apa masih ada yang mau maju lagi?"


"Jika tidak ada Putri Widuri akan segera menentukan siapa pemenang dari Festival kali ini?" Tanya Komandan tersebut menggunakan Jurus Auman Petir milik nya.


"Ini adalah kesempatan ku." Gumam Arung kemudian mulai mengeluarkan sebuah gitar dari dalam cincin ruang penyimpanan milik nya tersebut.


"Alat musik apa itu?" Gumam Delayla Jangbaek yang tidak mengenali jenis alat musik tersebut.


"Sonia.........."


"Delayla aku akan ikut festival kali ini,"


"Kalian tunggulah di sini dan jangan kemana-mana dulu, aku akan segera kembali." Ucap Arung kemudian mulai berteleport ke atas pentas tersebut.


"Tunggu dulu Arung...... " Ucap Sonia berusaha mencegah Pendekar Setengah Naga tersebut untuk naik ke atas pentas dan mempermalukan dirinya sendiri.


"Blitzzzzz........... " Suara jurus teleportasi milik Arung.


"Yah...... "


"Dia maen hilang aja, apa dia pikir bermusik sama hal nya dengan seni bela diri?"


"Dasar Kesatria Bergitar." Ucap Sonia yang meragukan kemampuan bermusik nya Arung.


"Hi........ "


"Hi........ "


"Hi........." Tawa kecil Delayla Jangbaek saat mengingat kelakuan super pede Arung tersebut.


"Pemuda yang tidak tahu malu." Ucap Delayla Jangbaek dengan nada suara yang pelan.


"Huh....... "


"Kamu tuh yang gak tahu malu, udah tau orang pacaran.... "


"Ee... Ee...... Malah ikutan gabung." Gumam Sonia yang kembali kesal dengan statement yang di keluarkan oleh Delayla Jangbaek.


"Sonia pasti cemburu buta lagi dengan ku, kenapa dia tidak berbaikan saja dengan ku,"


"Aku saja sudah menerimanya sebagai madu ku." Gumam Delayla Jangbaek yang telah ikhlas jika dirinya di madu bersama Sonia.


Dalam satu kali kedipan mata Arung pun berhasil berpindah tempat ke atas pentas tersebut.


"Dup............ " Suara saat tapak kaki Arung mulai mendarat di atas panggung tersebut dengan mulus.

__ADS_1


Keadaan pun menjadi hening saat kemunculan yang tiba-tiba dari Pendekar Setengah Naga tersebut.


Seluruh mata di alun-alun kota itu pun langsung mengarah dan tertuju ke arah nya, begitu pula dengan Putri Widuri yang saat ini sedang duduk di sofa tepat di hadapan panggung tersebut.


"Alat musik apa itu?"


"Aku belum pernah melihat nya sekali pun?" Gumam Putri Widuri saat melihat ke arah gitar yang di pegang Pendekar Bergitar tersebut.


"Oh....... "


"Ternyata masih ada satu peserta terakhir, kami persilahkan kepada Kultivator Artis ini untuk memulai pertunjukan nya." Ucap Komandan tersebut menggunakan Jurus Auman Petir nya.


"Ugh........ "


"Ramai juga penonton nya." Gumam Arung saat mengamati ke sekeliling nya.


"Silahkan tuan.... " Ucap Komandan tersebut kemudian kembali melesat menggunakan Jurus Langkah Petir nya dan meninggalkan tempat tersebut.


Arung pun mulai mengayunkan lengan nya, sebuah kursi dari akar-akar yang saling melilit pun muncul di atas pentas tersebut, Pemuda dengan rambut putih panjang terikat tersebut pun mulai duduk di kursi akar tersebut dengan gagah nya.


"Elemen tumbuhan, ranah nya juga cukup tinggi?"


"Bisakah dia membuatku terkesan malam ini, ataukah dia hanya coba-coba saja?"


"Jika pemuda tampan ini bisa membuatku terkesan aku akan memberikan tambahan hadiah dua buah senjata suci lain nya kepada nya." Gumam Putri Widuri yang sudah terbius oleh kemampuan Dragon Love milik nya Arung tersebut.


Arung pun mulai memetik dawai gitar tersebut satu demi satu sehingga menghasilkan irama akustik yang begitu menenangkan pikiran, seluruh Bangsawan-Bangsawan dan juga Pendekar-Pendekar yang menyaksikan pertunjukan tersebut pun mulai takjub melihat dan mendengarkan penampilan serta suara yang di keluarkan oleh gitar dan Kultivator Artist tersebut.


"Alunan musik yang begitu menenangkan, baru kali ini aku mendengar nya, siapa musisi jalanan ini?" Gumam Putri Widuri.


"Buset......... "


"Aku tidak tahu jika Naga Mata Keranjang ini sangat pandai bermain alat musik gitar itu." Gumam Sonia.


"Ugh....... "


"Tipe suami idaman ku Kuat, Tampan, dan yang paling penting itu Romantis... " Gumam Delayla Jangbaek yang semakin jatuh cinta dengan Arung.


Arung pun mulai membawakan sebuah lagu yang berasal dari dunia nya yang berjudul "Butiran Debu" tersebut.


"NAMA KU CINTA, KETIKA KITA BERSAMA,"


"BERBAGI RASA UNTUK SELAMANYA,"


"NAMAKU CINTA, KETIKA KITA BERSAMA,"


"BERBAGI RASA SEPANJANG USIA..... " Nyanyian merdu Arung.


"Saranghaeee........... " Teriak beberapa Pendekar-Pendekar Wanita yang histeris saat mendengarkan nyanyian Pendekar Setengah Naga yang begitu indah tersebut.


"Wow.......... "


"Dari mana asal Pemuda Tampan ini?" Gumam Putri Widuri yang takjub saat mendengarkan suara merdu Arung.


"HINGGA TIBA SAAT NYA, AKU PUN MELIHAT,"


"CINTAKU YANG KHIANAT, CINTAKU BERKHIANAT....... "


"Ugh........ "


"Malam ini aku harus menjebak nya dengan Pil SIV, aku gak tahan lagi, dia begitu tampan dan romantis." Gumam Sonia dengan sorot mata yang berkaca-kaca dan penuh dengan nafsu tersebut.


"AKU TERJATUH DAN TAK BISA BANGKIT LAGI..."


"AKU TENGGELAM DALAM LAUTAN LUKA DALAM,"


"AKU TERSESAT DAN TAK TAHU ARAH JALAN PULANG...... "


"AKI TAMPAN MU, BUTIRAN DEBU....... " Nyanyian Arung.


"Aku mencintai mu, Sayang....... " Teriak penonton-penonton yang hanyut dengan lagu tersebut dan irama musik akustik tersebut.


Arung pun terus melantunkan lagu tersebut sambil memetik dawai gitar nya, para bangsawan dan yang lain nya pun terus menatap ke arah panggung dan benar-benar terhanyut oleh irama dan juga lirik lagu patah hati tersebut bahkan beberapa Pendekar-Pendekar Wanita tersebut pun mulai meneteskan air mata sedih mengingat kisah cinta nya masing-masing.

__ADS_1


"Sayang........ "


"Saranghae ee......... " Gumam Sonia yang telah membulatkan tekadnya untuk menancapkan Jaring-Jaring Laba-Laba Emas nya malam ini dengan bantuan Pil SIV ke tubuh Arung.


Beberapa menit kemudian,


Lagu pun berakhir, suara tepuk tangan yang meriah pun terdengar di alun-alun kota tersebut.


"Bagus....... "


"Bagus....... "


"Penampilan yang spektakuler..... " Ucap Putri Widuri sambil ikut menepuk tangan nya.


Arung pun menyimpan kembali gitar nya kemudian mulai membungkuk dan memberi hormat kepada Penonton-Penonton dan juga Bangsawan-Bangsawan yang ada di dalam Tenda tersebut.


"Fiuh........... "


"Apakah aku menang festival kali ini?" Gumam Arung.


Putri Widuri pun beranjak ke atas panggung tersebut, seketika Tongkat Black Hole Dragon pun mulai mengecil dan melesat terbang ke tangan nya.


"Siapa Gadis ini?" Gumam Arung kemudian mulai tersenyum kecil ke arah sang Putri Cantik tersebut.


Komandan yang sebelumnya menjadi pembawa acara pun melesat kembali ke atas panggung dan berdiri di sebelah Putri Widuri.


"Dup........ " Suara tapak kaki nya saat mendarat di sebelah Putri Widuri.


Putri pun berbisik kepada nya.


"Putri Widuri telah menetapkan pemenang Festival Lampion Darah kali ini adalah Pemuda berambut putih ini." Ucap Komandan tersebut dengan menggunakan Jurus Auman Petir nya.


"Tidak mungkin, dia bisa menang.....?" Gumam Delayla Jangbaek yang sebelumnya meremehkan kemampuan Arung tersebut.


"Menang, kukira aku mesti mencuri tongkat ini, syukurlah aku menang." Gumam Arung.


"Selamat Tuan.... "


"Terimalah hadiah mu ini." Ucap Putri Widuri sambil menyerahkan tongkat tersebut dan sebuah cincin kepada Arung.


"Terima kasih Putri.... " Ucap Arung lalu menyimpan kedua benda tersebut.


"Tampan nya..... " Gumam sang Juri.


Putri Widuri pun kembali ke kursi nya begitu pula dengan Arung yang juga kembali ke bangku nya yang paling belakang.


"Aku akan mengajak nya ke istana setelah acara ini berakhir, Ayah pasti akan senang mendapatkan seorang Kultivator Artis dengan suara semerdu Pemuda tersebut." Gumam Putri Widuri yang berniat mempekerjakan Arung di Istana nya.


Sesampainya di kursi belakang, Sonia pun langsung memeluk tubuh Penyelamat Hidup nya tersebut dengan sangat erat dan penuh cinta.


"Sayang, kau menang,"


"Selamat yach.... " Ucap Sonia kemudian mulai melepaskan pelukan nya tersebut.


"Sebaik nya kita pergi dari sini Delayla, Sonia,"


"Aku sudah mendapatkan apa yang kuinginkan." Ucap Arung.


"Tunggu dulu Arung, sebentar lagi mereka akan mulai menerbangkan kembang-kenbang api tersebut ke langit, kita harus melihat nya." Ucap Delayla Jangbaek.


Arung pun duduk di kursi tersebut begitu pula dengan Sonia, beberapa saat kemudian beberapa Prajurit-Prajurit pun mulai membakar kembang-kembang api tersebut.


Tampak kembang-kembang api tersebut mulai melesat terbang ke angkasa dan membentuk berbagai macam formasi dengan bentuk-bentuk yang sangat indah silih bergantian.


"Indah kan Arung.... " Ucap Delayla Jangbaek yang sedang menonton kembang api tersebut.


"Ya...... " Ucap Arung.


"Dasar Pelakor, malam ini aku harus memberikan Naga ini Pil SIV." Gumam Sonia yang juga menatap ke atas langit tersebut sambil sesekali melirik ke arah Calon Imam nya tersebut.


___________________________________


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.

__ADS_1


__ADS_2