
Setelah Hana, kini giliran Helena yang memohon untuk di angkat menjadi Pelayanan.
"Jendral Arung, walau pun aku sudah ternoda oleh Bos Gen,"
"Setidaknya nya terimalah aku menjadi pelayan mu,"
"Aku akan mencuci pakaian mu, dan membersihkan tubuh mu jika perlu, hidup di sini sungguh keras,"
"Jika tidak ada sebuah sandaran." Ucap Helena Vampir dengan sorot mata yang berkaca-kaca.
"Kasian dia.... " Gumam Arung kemudian Pendekar Setengah Naga itu pun mendengar suara seseorang yang menangis di sebelah nya.
Ternyata tangisan tersebut berasal dari Jendral Dracule yang merasa iba dengan kondisi Helena dan mulai menangis.
"Hiks...... "
"Hiks......"
"Hiks......" Tangis Jendral Dracule.
"Yah...... "
"Dia mewek lagi, bagaimana dia bisa sampai diangkat menjadi seorang Jendral,"
"Kalau kerjaan nya menangis melulu." Gumam Arung.
Sementara itu niat membunuh yang besar terpancar dari Ratu Laba-Laba Emas.
"Huh........ "
"Dasar para Siluman Rubah, awas saja ya...... "
"Jika kalian sampai menggrepe-grepe Calon Imam ku." Gumam Sonia yang kesal dan jengkel melihat Helena dan ke empat Selir lain nya tersebut.
Kali ini Keysha Vampir yang mulai memohon untuk di angkat menjadi pelayan dari Jendral Besar Arung.
"Jendral Naga, walaupun aku tidak pandai mencuci tapi aku siap membantu mu di ranjang dan siap melakukan hal itu." Ucap Keysha Vampir dengan tegas dan to do point.
Ke empat selir dan juga Sonia pun mulai menatap ke arah Keysha Vampir dengan sorot mata tajam dan niat membunuh yang besar.
"Wah...... "
"Kayak nya ke empat janda ini marah karena aku terlalu berterus terang, sebaik nya aku ralat perkataan ku sebelum nya." Gumam Keysha Vampir.
"Maksudku, aku siap membersihkan ranjang dan rumah milik Jendral Naga nantinya." Ucap Keysha Vampir.
"Fiuh.......... "
"Aku jadi teringat dengan tingkah agresif nya Xiao Mei Mei jika melihat Selir ini." Gumam Arung.
Kali ini Fika Vampir yang mulai memohon untuk di jadikan Pelayan oleh Jendral Besar Arung.
"Jendral Besar Arung, aku telah menjadi sebatang kara sejak peperangan ini berlangsung, seluruh keluarga ku telah habis di bantai,"
"Ku mohon terimalah aku menjadi Pelayan mu, aku akan mematuhi setiap ucapan mu,"
"Aku akan membantumu sebisa mungkin dalam hal meracik obat-obatan, aku pernah berkerja sebagai Kultivator Perawat di Rumah Sakit." Ucap Fika Vampir.
"Ini Vampir termasuk klan nya Ayam Potong, bagus aku sangat membutuhkan seorang Kultivator Perawat di tim ku." Gumam Arung.
__ADS_1
"Ugh......... "
"Mereka memiliki bakat yang berbeda-beda, sedangkan aku hanyalah seorang Gadis yang mengalami amnesia,"
"Aku hanyalah Butiran Debu..... " Gumam Sonia yang merasa rendah diri.
Jendral Dracule kembali menangis mendengarkan curhatan Fika Vampir tersebut, hati Panglima Perang tersebut benar-benar melow sangat berbeda dengan perawakan nya yang tinggi besar dan kekar tersebut.
"Hiks........... "
"Hiks........... "
"Hiks........... " Suara tangis Jendral Dracule.
Kali ini Nora Vampir yang mulai memohon untuk di jadikan Pelayan oleh Jendral Naga tersebut.
"Tuan Naga, terimalah aku menjadi Pelayan mu,"
"Aku hanyalah seorang Kultivator Bidan, aku bisa membantu persalinan Istri- istri mu nanti Tuan." Ucap Nora Vampir.
"Ini dia Pelayan yang paling kubutuhkan saat ini, baiklah sudah kuputuskan menerima ke lima selir ini menjadi Pelayan ku,"
"Kasian jika mereka harus hidup tanpa ada sosok seseorang yang melindunginya." Gumam Jendral Arung.
Sonia pun mulai menatap ke arah Arung dengan wajah yang cemberut.
"Jendral Arung, kumohon terimalah ke lima selir ini menjadi Pelayan mu, aku turut bersalah secara tidak langsung terhadap penderitaan mereka,"
"Gara-gara aku yang tidak becus menjadi seorang Panglima Perang sampai-sampai Rakyat di Kerajaan Darah Biru ini menderita." Ucap Jendral Dracule.
Mendengar permohonan dari Jendral Dracule, ke lima selir tersebut pun tampak gembira dan hanya Sonia yang kelihatan tidak bahagia saat ini.
"Sonia, akan tidak baik bagiku jika menolak permohonan dari Jendral Dracule,"
"Kalian berlima akan kujadikan Staf Pribadi ku." Ucap Arung.
"Horee......... " Teriak Ke Lima Selir Kompak.
"Dasar mata keranjang.... " Gumam Sonia.
Senyum bahagia pun terpancar dari wajah ke lima Selir tersebut dan juga Jendral Dracule.
"Baiklah, kalian bangunlah beberapa Kamp di tempat ini, untuk sementara kita akan tinggal di dalam hutan ini." Perintah Arung lalu mulai mengeluarkan lima buah tenda dan rangka tenda dari dalam cincin nya.
"Baik Jendral...... " Sahut ke lima Selir tersebut lalu mulai mengerjakan apa yang di perintahkan oleh Tuan nya tersebut.
"Tapi Arung..... " Ucap Sonia berniat mencegah Arung.
"Tenanglah Sonia, coba kau lihat isi dari peti upeti tersebut." Perintah Arung.
"Huh...... "
"Baiklah, kita akan membicarakan nya nanti." Ucap Sonia lalu beranjak ke dekat peti tersebut dan mulai membuka nya.
"Kraaakkk.......... " Suara saat Peti Upeti tersebut terbuka.
Di dalam peti tersebut terdapat sebuah Busur, Sonia pun mulai mengangkat busur tersebut. Tiba-tiba saja tali busur dari cahaya pun muncul secara tiba-tiba.
"Wah......... "
__ADS_1
"Busur yang ajaib..... " Ucap Sonia terkejut sekaligus kagum dengan Busur tersebut.
"Oh My God....... "
"Ini adalah Busur Arjuna, salah satu senjata milik Kultivator Dewa Arjuna." Ucap Jendral Dracule.
"Kultivator Dewa?" Ucap Arung.
"Ya....... "
"Jendral Arung, senjata ini adalah senjata yang ada di dalam dongeng,"
"400 ribu tahun yang lalu Kultivator Dewa menyerang Planet Kegelapan ini, salah satu Kultivator Dewa tersebut adalah Dewa Arjuna,"
"Dan ini adalah senjata peninggalan nya." Ucap Jendral Dracule.
"Arung, bolehkah senjata ini jadi milik ku." Pinta Ratu Laba-laba Emas tersebut.
"Ambillah Sonia... " Ucap Arung.
"Dia memberikan senjata pusaka tersebut dengan begitu mudah nya,"
"Jendral Arung belum tahu seberapa dahsyat nya Busur Arjuna tersebut." Gumam Jendral Dracule.
"Jendral Dracule, duduk lah,"
"Ceritakan pada ku lebih banyak lagi mengenai Penjara Black Skull ini." Ucap Arung.
"Baik Jendral.... " Ucap Jendral Dracule kemudian mulai duduk di bebatuan besar di dekat Arung.
Sonia pun mulai menarik busur tersebut, Tiba-tiba sebuah panah ber elemen cahaya muncul.
"Keren........ " Gumam Sonia lalu mulai mencoba senjata suci baru nya tersebut.
Sementara itu kelima Selir terlihat begitu antusias dan begitu bersemangat dalam mendirikan ke lima kamp. tersebut.
"Akhirnya kita lepas juga dari Bos Gen yang psikopat itu." Ucap Hana sambil memasang tenda.
"Ia Hana, dia sangat kejam,"
"Dia pantas mati seperti itu, aku sangat menyukai Bos baru kita,"
"Dia begitu tampan dan bau nya juga harum, berbeda dengan Bos Gen yang bau dan jelek." Ucap Helena sambil memasang tenda.
"Mulai saat ini kita akan mendedikasikan hidup kita kepada Jendral Arung, tidak banyak pria di dalam Penjara ini yang berani menampung wanita sebanyak ini,"
"Laki-laki di dalam Penjara ini rata-rata adalah Pria Hidung Belang, kecuali Jendral Arung." Ucap Hana yang sudah mulai terbius oleh kemampuan Dragon Love milik nya Arung.
"Benar Hana, semoga ke tiga Selir lain nya tidak membuat keonaran, kita beruntung jatuh ke tangan Jendral Arung,"
"Latar belakang nya pun seorang Jendral dan bukan Narapidana." Ucap Helena sambil memasang tenda tersebut.
Tampak ke tiga Selir lain nya pun sedang memasang tenda, mereka pun terlihat sedang mengobrol tentang Jendral Besar Arung.
"Hatsyim................ " Suara bersin Arung.
"Siapa ya yang lagi ngomongin aku?" Gumam Arung yang sedang berbincang-bincang dengan Jendral Dracule Vampir tersebut.
___________________________________
__ADS_1
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.