Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Terjebak Badai Kosmik Part Awal.


__ADS_3

-[Keesokan Siang nya Di Depan Puing-puing Bangunan Mansion]-


Tampak Arung mengeluarkan Pedang Emas, ia pun mulai menyalurkan tenaga dalam berelemen air nya kedalam inti senjata suci tersebut.


"Senjata aneh lain nya, Naga ini memiliki banyak pusaka aneh... " Gumam Vladmira.


Pedang Emas pun mulai membesar dan berwarna biru air, Arung pun mempersilahkan kedua Gadis Cantik itu untuk naik ke atas pedang biru tersebut.


Kedua Gadis Cantik itu pun duduk bersimpuh di atas Pedang Biru tersebut, Arung pun mengeluarkan elemen tumbuhan nya.


Akar-akar pun mulai melilit sebagian tubuh mereka, setelah itu barulah Pendekar Setengah Naga itu duduk di barisan terdepan.


"Ladies.... "


"Bersiaplah kita akan berangkat menuju Pulau Naga Magnet... " Ujar Arung dengan bersemangat.


"Bos semangat sekali siang ini, ini pasti karena semalam dia baru saja selesai menyalurkan hasrat nya kepada Putri Cantik ini... " Gumam Vladmira.


Tiba-tiba saja di hadapan mereka pasukan berkuda hitam dengan sayap pun mendarat.


"Dup......... "


"Dup......... "


"Dup......... " Suara saat tapak kaki kuda tersebut mendarat.


"Komandan Black, itu dia wanita yang kita cari-cari selama ini." Ujar Salah Satu Prajurit Pemberontak dengan mengarahkan pedang nya ke arah Arung.


"Hah.......... " Suara helaan nafas panjang Arung.


"Hei..... "


"Serahkan wanita itu, kalian berdua akan ku biarkan meninggalkan tempat ini." Seru Komandan Black sambil menghunus kan kampak nya.


"Maaf Komandan Black, aku tidak punya waktu untuk berurusan dengan mu... " Jawab Arung lalu mulai terbang meninggalkan Komandan Black dan pasukan nya.


"Komandan, apa kita akan mengejar nya???" Tanya salah seorang prajurit.


"Tidak, saat ini di Benua ini sedang terjadi Badai Kosmik, biarkan saja mereka... " Ujar Komandan Black sambil melihat Arung dan yang lain nya terbang menggunakan pedang biru di udara.


"Whussss.......... " Suara hempasan angin saat Pedang Biru tersebut terbang di angkasa.


"Setidaknya kita harus memberikan oleh-oleh kepada mereka, tembakkan serangan terkuat kalian." Perintah Komandan Black.


"Siap Komandan.... " Sahut para prajurit.


Bola-bola berelemen kegelapan berdiameter satu meteran pun di tembakkan oleh para prajurit-prajurit pemberontak tersebut ke arah Pedang Biru.


"Mereka main-main dengan ku... " Ujar Arung kemudian mulai bermanuver menghindari serangan-serangan bola berelemen kegelapan tersebut dan pergi meninggalkan langit Bekas Ibu Kota Kerajaan Jangbaek tersebut.


"Wow....... "


"Senjata yang menakjubkan... " Ucap Putri Widuri.


Statement yang di keluarkan oleh Putri Widuri kembali membuat Vladmira salah paham.


"Sekuat apa senjata milik Naga Play Boy itu, sehingga Putri terpesona dengan nya???" Gumam Vladmira.

__ADS_1


Mereka pun mulai terbang menuju Pulau Naga Magnet Kuno sesuai petunjuk arah yang di berikan Putri Widuri.


"Bos, tampak begitu bahagia hari ini,"


"Batlle semalam pasti sangat panas, wajah Putri saja tampak merona merah sejak tadi... "


"Bos memang mesum... " Gumam Vladmira yang kembali salah paham.


Pedang Biru pun memecah keheningan siang diatas puing-puing Ibu Kota Kerajaan Jangbaek tersebut.


"Wah....... "


"Ternyata terbang dengan Pedang itu mengasyikkan... " Ujar Putri Widuri yang kembali membuat salah paham Vladmira.


"Pedang lagi... "


"Mancing-mancing Bos aja, kayak nya Putri ketagihan... " Gumam Vladmira.


-[Tim Detektif Delayla]-


Malam hari nya, Delayla dan yang lain nya pun mulai memasuki badai kosmik yang tengah melanda di atas Hutan Hantu Bola Api.


"Byurrrrr............. " Suara hujan deras.


"Bos, seperti nya kita terjebak dalam badai... "


"Kita sebaik nya beristirahat di depan goa melayang itu, badainya dahsyat sekali Bos... " Ujar Ashiang sambil menunjuk kesalah satu bongkahan batu melayang tersebut.


"Jderrr.......... "


"Jderrr.......... "


"Ayo semuanya kita berlindung di sana... " Perintah Delayla.


Mereka pun terbang ke arah bongkahan batu yang melayang tersebut dan berdiri di hadapan goa tersebut, Delayla pun memasang perisai kultivasi magnet di sekitar nya.


"Bos, apa kita gak masuk kedalam goa aja???" Tanya Ashiang.


"Goa itu begitu sempit, lebih baik kita berlindung di depan Goa saja, Ashiang,"


"Lagian aku sudah memasang pelindung... " Ujar Delayla.


"Benar yang di katakan Delayla, cepat berdirikan beberapa kemah di sini Ashiang... " Ujar Sonia.


Ashiang dan kedua anggota lain nya pun mulai mendirikan lima kemah kecil di depan Goa tersebut, tampak hujan dan kilatan-kilatan petir masih saja mengamuk di luar.


"Badai ini aneh sekali, seumur-umur baru kali ini aku terjebak di dalam badai se dahsyat ini.. " Gumam Pendekar Klan Naga tersebut.


Malam pun semakin larut, Delayla dan yang lain nya pun mulai masuk kedalam kemah nya masing-masing.


Badai Kosmik pun masih terus terjadi di atas langit tersebut dan mulai berjalan ke arah Ibu Kota Kerajaan Jangbaek tanpa di sadari oleh tim detektif tersebut.


-[Di Dalam Kemah Ashiang]-


Ashiang pun tampak tengah tidur terbaring, matanya telah terpejam namun benak nya masih belum tertidur, ia pun merasakan gerakan kecil dari bongkahan batu melayang tersebut.


"Mungkinkah goa ini bergerak???"

__ADS_1


"Ah...... "


"Itu pasti hanya perasaan ku saja, mana mungkin bongkahan batu ini bergerak,"


"Ini pasti efek aku kelamaan terbang, jadi terkena jet flag... " Gumam Ashiang.


-[Di Dalam Kemah Sonia]-


Tampak gadis cantik itu telah tertidur dan sedang bermimpi indah, raut wajah nya pun mulai merona merah dengan senyuman tipis di wajah nya.


-[Mimpi Sonia]-


Sonia pun bermimpi saat ini ia tengah berada di sebuah mansion yang menghadap ke laut, ia pun sedang duduk mengenakan bikini di teras lantai tiga mansion tersebut (Di teras di depan kamar pribadi nya).


Tampak Sonia seperti sedang menunggu seseorang.


"Mana Naga itu???"


"Aku sudah hot kayak gini dia belum muncul juga, katanya sebentar mau beli jamu kuat di bawah,"


"Udah setengah jam, kok gak nongol-nongol juga,"


"Sebaik nya aku mandi saja... " Ujar Sonia lalu bangun dan kembali masuk kedalam kamar nya.


Tampak Arung telah kembali, Naga bodoh itu pun menarik Sonia masuk kedalam kamar dengan terburu-buru.


"Sonia, ayok... " Ujar Arung di dalam mimpi basah Sonia.


"Tunggu dulu, berapa gelas kamu minum jamu kuat nya?" Tanya Sonia ingin memastikan kekuatan tempur suami nya tersebut.


"Aku tidak minum segelas, Sayang,"


"Aku minum habis satu kendi Jamu Kuat tersebut.... "


"Ayo... " Ujar Arung di dalam mimpi tersebut lalu menarik pergelangan tangan Sonia masuk kedalam kamar.


"Sekendi..... "


"Wow..... " Gumam Sonia yang pasrah sekaligus senang tersebut.


"Dup......... " Suara saat pintu kamar tersebut tertutup.


Sonia pun terus memimpikan hal yang tidak-tidak selanjutnya, tampak wajah Gadis Laba-laba itu begitu tenang dan damai di dalam tidur nya tersebut.


"Arung....... " Suara ngingau Sonia.


Sementara Sonia sedang bermimpi indah di luar hujan dan badai kosmik masih terus melanda langit tersebut.


Sementara itu Delayla tampak bermeditasi di dalam kemah nya sambil terus melindungi yang lain nya dengan perisai magnet nya.


"Hoammmm........ " Suara menguap Delayla.


"Sepertinya malam ini aku akan tidur sambil bermeditasi.... " Gumam Delayla.


To Be Continued.......


Mohon Like dan Vote nya

__ADS_1


__ADS_2