Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Benua Darah Vampir, Kota Kayu Cendana.


__ADS_3

-[Kabin Kemudi]-


"Hanya sepasang kultivator suami istri yang baru saja mengkultivasi kan Pil SIV yang bisa memasuki mulut goa tersebut,"


Tetua Gilmore pun mulai menjelaskan khasiat dari pil tersebut kepada kedua penyelamat hidup nya.


Beberapa saat kemudian,


"Ugh.... "


"Pil pemberian Tetua Gilmore sangat berbahaya, aku jadi tidak bisa membunuh Ratu Racun gara-gara kejadian yang telah terjadi semalam." Gumam Arung.


"Hah... " Suara nafas panjang Arung.


"Dasar Gilmore,"


"Keperawanan yang sudah ku jaga selama 300 tahun ini hilang begitu saja dalam semalam karena Pil SIV,"


"Ya sudah lah, sepertinya budak ini adalah jodoh ku,"


"Yang terpenting saat ini adalah aku berlatih terlebih dahulu saja di Goa Yin Yang Vampir tersebut,"


"Baru aku mencari cara keluar dari dalam Planet Kegelapan ini." Gumam Ratu Racun.


"Goa Yin Yang Vampir tersebut terletak di dalam Hutan Kayu Cendana tepat di Kota Kayu Cendana." Ucap Tetua Cantik tersebut.


"Hutan Kayu Cendana?" Gumam Arung dan Rayla kompak.


Mereka bertiga pun mulai berbincang ringan setelah nya, tampak pipi Arung mulai merona merah saat melihat dada Tetua Gilmore dengan mode mata tembus pandang nya.


"Kentang.... "


"Gara-gara mode mata api ini aku jadi tidak bisa berkonsentrasi mendengarkan penjelasan Gilmore." Gumam Arung.


Beberapa jam pun mulai berlalu, Kapal Layar Langit tersebut pun mulai menghentikan laju terbang nya di atas hamparan Laut Hitam beracun. Beberapa suara Sambaran-Sambaran Halilintar Hitam pun mulai menyambar di kejauhan.


"Byurrrr.............. " Suara hujan deras.


Tetua Vampir Cantik beserta kedua penyelamat hidup nya itu pun turun dari dalam Kapal Layar Langit tersebut. Seberkas energi tenaga dalam berelemen kegelapan murni pun mulai membentuk dua buah tali yang melingkar erat di pinggang Arung dan juga Rayla sehingga mereka bisa melayang di udara di sebelah Gilmore saat ini.


"Mereka berdua pasti akan kesusahan bernapas di dalam air beracun tersebut, sebaik nya nanti aku berenang dengan kecepatan tinggi menuju Benua Darah Vampir." Gumam Tetua Gilmore sambil menyimpan kembali Kapal Layar Langit nya ke dalam cincin ruang milik nya.


Sepasang Nyonya dan budak cinta nya tersebut pun mulai kebingungan saat mengamati hamparan laut hitam luas di hadapan nya tersebut.


"Lho....... "


"Mana Benua nya?" Tanya Arung.


"Arung, Benua nya ada di dasar laut, kita sebaik nya bergegas sekarang,"


"Aku khawatir akan telat tiba di perjamuan tersebut." Ucap Gilmore.


"Benua di dasar Samudra?" Gumam Ratu Racun.


Gilmore Vampir beserta Arung dan juga Rayla mulai menyelam ke dasar Samudra gelap dan sangat beracun tersebut.


"Ugh....... "


"Tetua Gilmore cantik banget dengan penutup dada hitam berenda tersebut,"

__ADS_1


"Di Benua itu pasti ada banyak Gadis Cantik seperti Gilmore,"


"Ugh...... "


"Aku harus bagaimana nih?" Gumam Arung.


Sejak mode mata api Arung terus aktif, ke empat mode mata lain nya tidak dapat di pergunakan nya.


"Ugh....... "


"Makin menyelam ke dalam, air laut nya semakin menghitam,"


"Gelap banget." Gumam Rayla.


Mereka pun mulai menyelam ke dalam Samudra hitam tersebut, tampak mode mata Tetua Gilmore berubah dan menyerupai mode mata kegelapan yang dimiliki oleh Arung.


-[Benua Darah Vampir, Kota Kayu Cendana]-


Terlihat sebuah rombongan pejalan kaki dari Kerajaan Bangsawan Vampir di trotoar jalan tersebut yang di pimpin langsung oleh Ratu Zelda Vampir yang saat ini mengenakan jubah giok merah yang sangat indah.


"Hem........ "


"Udara di kota ini tidak berubah." Gumam Tetua Zelda.


Di sebelah Ratu tersebut berjalan dua orang murid kesayangan nya yaitu Exian dan juga Dhieng Vampir yang saat ini sedang hamil besar.


"Dasar guru..... "


"Kenapa tidak naik mobil saja kan lebih cepat sampai nya." Keluh Dhieng.


"Sejak dahulu jalan-jalan di Kota ini memang begitu menyenangkan, aku jadi teringat kenangan-kenangan masa lalu ku saat bersama dengan suamiku." Ucap Ratu Zelda.


Tampak setiap Manusia Beast Vampir yang berpapasan dengan rombongan Ratu Zelda itu pun mulai membungkuk dan juga memberi hormat kepada nya.


"Wah..... "


"Gadis-gadis di Benua Darah Vampir banyak yang cantik-cantik yach." Gumam Exian yang merupakan suami mata keranjang dari Dhieng Vampir.


Dhieng yang melihat suami nya memelototi gadis-gadis cantik yang ada di pinggir jalan itu pun mulai kesal dan jengkel lalu mulai menarik telinga sebelah kiri suami nya tersebut.


"Dasar mata keranjang, apa tidak cukup satu istri buat mu,"


"Berani sekali kau melirik gadis lain nya di hadapan istrimu yang sedang hamil tua ini." Ucap Dhieng dengan kesal.


"Aduh...... "


"Aduh...... "


"Mama.... "


"Iya... Iya..... "


"Papa minta maaf." Ucap Exian sambil mengedipkan sebelah mata nya ke salah satu gadis vampir yang tengah duduk di bangku trotoar tersebut.


"Dasar Mata Keranjang." Ucap Dhieng sambil menarik telinga Exian semakin keras.


"Adoch....... " Teriak nya.


"Hah........ " Suara nafas panjang Tetua Zelda.

__ADS_1


"Mereka selalu saja bertengkar, sebaik nya aku segera bertemu Ketua Paviliun Vampir." Gumam Ratu Zelda.


"Kalian berkeliling lah dulu di sini, aku akan segera terbang menuju Paviliun Vampir,"


"Aku akan kembali setelah nya." Ucap Tetua Zelda kemudian mulai terbang menuju Paviliun Racun tersebut.


"Baik Guru.... " Ucap Dhieng sambil melepas cubitan di telinga suami nya Exian tersebut.


"Ugh....... "


"Kejam nya, kenapa aku sampai bisa menikahi Gadis Vampir Kejam ini." Gumam Exian.


Tak lama berselang kedua murid Ratu Zelda pun tiba di depan sebuah Rumah Bordir Gadis Vampir beserta beberapa Komandan dan Prajurit-Prajurit nya di belakang mereka.


"Wah......... "


"Rumah Bordil, pasti banyak wanita-wanita cantik nya." Gumam Exian si mata keranjang.


Tiba-tiba saja dari balik pintu tersebut muncul seorang Gadis yang tidak kalah cantik nya dengan Dhieng sambil membawa sebuah kendi besar.


Tanpa di sengaja Gadis Cantik itu pun muali menabrak Dhieng sehingga jubah giok merah milik Dhieng basah kuyup setelah nya.


"Nona.... "


"Maafkan saya, saya tidak sengaja,"


"Sungguh......" Ucap Gadis Cantik berambut hitam kemerahan tersebut dengan tulus nya.


"Plak..... " Suara tamparan di pipi Gadis Cantik tersebut yang membuat nya terpental hingga ke dinding Rumah Bordil tersebut.


Para Manusia Beast Vampir yang berada di situ itu pun mulai mengerumuni Dhieng berserta yang lain nya saat ini.


-[Kembali Ke Arung dan yang lain nya]-


Beberapa jam kemudian mereka pun tiba di dasar Samudra hitam tersebut, terlihat di hadapan mereka sebuah benua dengan perisai segel berwarna ke emasan di sekeliling nya.


Perisai emas tersebut memancarkan cahaya redup berwarna ke emasan, mereka pun mulai masuk ke dalam perisai emas tersebut.


"Ternyata benar-benar ada sebuah Benua di bawah sini, jadi peradaban di Planet Kegelapan ini berada di bawah Samudra Beracun,"


"Sungguh menakjubkan." Gumam Arung.


"Gilmore seperti nya tidak berbohong, benar-benar ada sebuah Benua di bawah sini,"


"Bagaimana Samudra seperti ini bisa mengeluarkan perisai ke emasan seperti ini?"


"Sungguh aneh." Gumam Rayla Poison Snake.


"Dup............ " Suara saat kaki mereka mendarat di dalam Benua Darah Vampir tersebut.


Terdapat di hadapan mereka sebuah gerbang kota yang bertuliskan " KOTA KAYU CENDANA ".


"Ini ambillah token murid utama milik Paviliun Vampir Cabang Benua Darah Merah milikku,"


"Jika ada yang mengganggu kalian di dalam perlihatkan saja token ini, aku akan segera kembali dengan melacak keberadaan token ini." Ucap Tetua Gilmore kemudian mulai melesat terbang meninggalkan Rayla dan Arung.


"Whusss.......... " Suara hembusan angin saat Gilmore Vampir melesat terbang.


___________________________________

__ADS_1


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2