
Beberapa hari kemudian, sepasang laki-laki dan wanita tampak sedang berjalan di dalam Kota Drake. Wajah mereka berdua tampak sudah tidak asing lagi, dengan sebuah topi bundar berwarna hitam dan sehelai kain menutup hidung dan mulut kedua Pendekar Naga itu.
"Kunti, akan kuperlihat kan sihir kepada mu... "
"Kau jangan ikut campur... " Ucap Dewa Pencuri.
Ternyata Pemuda bertanduk Naga berpakaian serba hitam itu adalah Dewa pencuri, dan Gadis Cantik di sebelah nya adalah Ghost Dragon yang di rasuki oleh tujuh Tetua Kunti.
"Baik.... "
"Kau bos nya, aku ini apalah.... "
"Hanya butiran debu... " Jawab Ghost Dragon yang sedang di rasuki oleh Tujuh Tetua Kunti.
Mereka berdua pun berjalan di antara Manusia-Manusia Beast lain nya yang juga berlalu lalang di Jalanan Kota Drake tersebut.
"Ini semua gara-gara badai aneh itu, aku jadi terdampar di Benua Aneh ini dan terpaksa menjadi budak Naga ini.... " Gumam Reia yang sedang di rasuki oleh tujuh Tetua Kunti tersebut.
"Naga betina ini sangat patuh, aku akan menjadi kan nya istri nanti nya,"
"Tapi kali ini aku akan membuat kehebohan di Kerajaan Naga Benua Utara ini, gimana mimik wajah Pak Tua itu nanti nya yach???" Gumam Dewa Pencuri.
Tampak di depan mereka sedang di adakan lelang benda-benda pusaka tingkat tinggi yang di selenggarakan oleh Pihak Raja Kota Drake.
Para prajurit-prajurit Naga tampak berjaga sangat ketat di pos nya masing-masing, dan ada banyak saudagar-saudagar kaya maupun Pendekar-Pendekar Muda sedang melihat benda-benda pusaka tersebut.
"Kita akan memulai aksi kita, Reia.... " Ucap Dewa Pencuri lalu masuk kedalam halaman mansion tersebut bersama dengan Ghost Dragon.
Dengan tenang sang Maestro dalam hal mencuri itu mulai mengamati keadaan sekeliling nya, tampak ada lima jendral Naga di ranah alam Dewa tingkat awal yang ikut menjaga acara lelang tersebut.
Kelima Jendral Naga itu duduk di kursi di dekat tempat benda-benda pusaka di ranah alam Dewa.
"Lima jendral di ranah alam Dewa, pasti benda-benda pusaka itu memiliki nilai tinggi.... "
"Aku akan mencuri nya sesaat lagi.... " Gumam Dewa Pencuri sambil melirik ke arah salah satu Jendral Naga yang sedang meneguk arak.
"Reia, kau sebaik nya melihat-lihat benda pusaka yang ada di ujung sana,"
"Jika kau tertarik ingin membeli sesuatu, gunakan batu roh di dalam kantung penyimpanan ini,"
"Aku ingin melihat-lihat benda pusaka di depan sana.... " Ujar Dewa Pencuri.
"Kantong penyimpanan, batu roh???"
"Mungkin batu roh itu adalah pengganti uang koin emas di benua ini, lagian aku kan memang sudah lama gak shoping..... " Gumam Reia lalu mengambil kantong penyimpanan tersebut dan beranjak ke sisi lain tempat tersebut.
Dewa Pencuri pun beranjak ke tempat koleksi benda-benda pusaka yang bernilai tinggi tersebut, dan mulai mengamati nya.
Salah satu pelayan pun langsung menghampiri nya.
__ADS_1
"Tuan, ini adalah benda-benda pusaka kelas tinggi,"
"Tuan sungguh memiliki mata yang tajam, silahkan tuan melihat-lihat dulu... " Ujar Pelayan Wanita tersebut.
Dewa Pencuri pun hanya tersenyum kecil ke arah Gadis Pelayan tersebut.
Sementara itu kelima jendral tersebut sedang meneguk arak sambil mengobrol mengenai rumor kedatangan Dewa Pencuri.
"Jendral Buton, sepertinya rumor yang mengatakan jika Dewa Pencuri sudah sampai di sini adalah hoax.... " Ucap Jendral Kalijaga.
"Kalijaga, Raja memerintahkan kita untuk menangkap nya saat dia beraksi,"
"Mangkanya Raja menyuruh Raja Kota Drake untuk menyelenggarakan Acara Lelang Benda Pusaka di sini... "
"Tapi sejak kemarin dia kok tidak nongol-nongol juga ya????" Ucap Jendral Kalijaga.
"Kalian berdua jangan terlalu tegang, apa aku pesan kan beberapa wanita buat kalian.... " Ucap Jendral Jagal yang sedang memangku dua gadis Naga cantik di pangkuan nya.
Kedua Gadis Naga di pangkuan Jendral Jagal pun hanya bisa tersenyum tipis sambil memeluk Jendral dengan luka codet silang di wajah nya tersebut.
"Kita di sini bukan sedang berlibur Jagal.... "
"Tapi kita sedang bertugas... " Ucap Jendral Mata Elang.
Dari ke lima Manusia Beast itu hanya ada satu manusia beast dari klan mata elang, keempat Jendral lain nya berasal dari Klan Naga.
"Kenapa Dewa Pencuri itu begitu pengecut, dan selalu mencuri secara diam-diam, katanya kekuatan nya setara dengan keempat Raja Naga,"
"Sepertinya kelima Jendral tengah membicarakan ku... " Gumam Dewa Pencuri lalu mulai menteleport benda pusaka di hadapan nya.
Pedang Magma pun tiba-tiba menghilang, kemudian selang beberapa detik sebuah Pedang Magma yang sama persis bertengger di tempat Pedang Magma yang hilang sebelum nya itu.
"Lho....... "
"Apa perasaan ku saja, tadi seperti nya Pedang Magma itu menghilang,"
"Tapi Pedang itu masih ada di sana???"
"Ini pasti karena aku begadang semalam dengan Jile... "
"Aku jadi Gagal fokus.... " Gumam Pelayan Wanita tersebut.
"Sudah selesai..... "
"Seperti biasanya, mereka baru akan menyadari telah kehilangan benda pusaka itu dalam beberapa hari lagi,"
"Dasar Kerajaan Bodoh....... "
"Jangan pikir dengan mengawal acara lelang ini dengan kelima Jendral dapat menghalangi ku beraksi.... " Gumam Dewa Pencuri sambil mengeluarkan beberapa batu roh dan memberikan nya kepada Gadis Pelayan tersebut.
__ADS_1
"Apa ini Tuan.... " Tanya Gadis Pelayan tersebut.
Sementara itu kelima Jendral Naga sudah mulai curiga dengan gerak-gerik Dewa Pencuri, ternyata pihak Kerajaan telah memasang batu pelacak pada Pedang Magma sehingga saat pedang tersebut berteleport kelima Jendral pun menyadari nya.
"Ambillah Naga Cantik, ini tips dari ku.... "
"Kau telah menemaniku melihat-lihat benda-benda pusaka di dalam ruangan ini, itu membuat ku senang." Ucap Dewa Pencuri.
"Wah........ "
"Terima kasih, Tuan.... " Ucap Gadis Cantik itu sambil membungkuk beberapa kali.
Dewa Pencuri pun pergi dari tempat tersebut, di kejauhan Reia pun langsung bergegas ke arah nya.
Sementara itu kelima Jendral sudah mulai curiga dengan Pemuda menggunakan topi bundar berwarna hitam tersebut.
Mereka pun bangun dari kursi nya, Jendral Mata Elang pun mulai menerawang Pedang Magma tersebut.
"Ini palsu..... "
"Pemuda itu dewa pencuri tangkap dia.... " Teriak Jendral Mata Elang.
Suasana di dalam ruangan pun berubah menjadi kacau, seluruh prajurit-prajurit naga pun mengepung Dewa Pencuri dan Reia.
Para pengunjung-pengunjung lain nya pun langsung menjauh dari area pengepungan tersebut.
Sementara itu sang Maestro di bidang Pencurian itu masih sangat tenang.
"Bos, bagai mana ini???" Tanya Reia yang sudah mulai panik dengan pengepungan tersebut.
Kelima Jendral pun beranjak ke area pengepungan tersebut, mereka pun mulai mengeluarkan senjata suci milik nya masing-masing dan bersiap meringkus buronan nomer satu di keempat Benua Naga tersebut.
"Aku mengira Dewa Pencuri itu memiliki wajah yang buruk dan tubuh yang kekar, tapi kau malah kelihatan seperti Pendekar yang kewanita-wanitaan.... " Ujar Jendral Jagal sambil memegang tongkat api milik nya.
"Tenanglah Reia, biar aku yang mengurus kelima Jendral itu, kau cukup mengurus para cecunguk lain nya.... " Ucap Dewa Pencuri.
"Kau sombong sekali, walaupun kekuatan mu setara dengan Raja, kami menang jumlah... " Ujar Jendral Buton.
"Aku akan melawan kalian jika kalian bisa menangkap ku.... " Ujar Dewa Pencuri sambil tersenyum tipis lalu memegang pergelangan tangan Reia.
"Apa kah Bos mau menyatakan cinta nya kepada ku, baru kali ini dia memegang pergelangan tangan ku???" Gumam Reia yang di rasuki oleh Ketujuh Tetua Kunti tersebut.
Dewa Pencuri pun melesatkan jurus teleportasi yang sama dengan jurus milik Arung.
"Blitzzzzz........... " Suara jurus teleportasi.
Dalam satu kali kedipan mata Buronan nomer satu itu pun hilang dari ruangan lelang tersebut, para prajurit-prajurit serta kelima Jendral itu pun kebingungan.
"Kemana bandit itu.... " Seru salah satu prajurit naga.
__ADS_1
To Be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya