Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Vladmira Vampir Bagian Ke Empat.


__ADS_3

-[Ke Esokan Malam nya]-


Sebuah surat tiba-tiba terselip ke bawah pintu kamar Vladmira Kecil, Gadis Kecil itu pun mulai mengambil surat dengan amplop berwarna hitam tersebut.


"Surat?" Gumam Vladmira Kecil.


Vladmira Kecil pun mulai membuka amplop misterius tersebut kemudian mulai membaca sepucuk surat yang terdapat di dalam nya tersebut.


"JIKA KAU INGIN MENOLONG ISAKA, DATANGLAH KE GUDANG DI PINGGIR SAWAH TERSEBUT." Ucap Vladmira Kecil sambil membaca surat misterius tersebut.


"Gawat....... "


"Isaka dalam bahaya, aku harus segera menolong nya." Gumam Vladmira Kecil kemudian mulai berlari dan beranjak dari dalam kamar nya tersebut.


Dengan terburu-buru Gadis Vampir Kecil itu pun mulai berlari turun ke luar Panti tersebut.


Beberapa saat kemudian ia pun tiba di depan pintu sebuah Gudang Tua, dengan sedikit bersusah payah Vladmira Kecil pun mulai membuka pintu Gudang tersebut lalu mulai menyalakan lampu penerangan di dalam gudang tersebut.


"Mana Isaka?" Gumam Vladmira Kecil sambil mengamati ke sekeliling nya.


Ternyata tidak ada Isaka Kecil di dalam tempat tersebut dan hanya ada tumpukan benda-benda yang sudah tidak terpakai lagi, tiba-tiba saja pintu gudang tersebut tertutup.


"Dup........... " Suara saat pintu gudang tersebut tertutup.


Vladmira kecil pun berlari ke arah pintu tersebut dan mencoba membuka pintu tersebut namun tidak berhasil.


"Tolong...... "


"Tolong...... "


"Tolong...... " Teriak Vladmira Kecil dari dalam Gudang tersebut.


Ternyata yang menulis surat misterius tersebut dan menutup, serta mengunci Pintu Gudang Tua tersebut dari luar adalah Heroine Kecil.


"Heroine, nanti para suster bisa marah besar jika sampai tahu kita membakar gudang ini." Ucap Vinil.


"Ia Heroine, aku takut." Ucap Lingka.


"Tenanglah....... "


"Tidak akan ada yang tahu perbuatan kita ini, toh saksi kuncinya sebentar lagi akan mati." Ucap Heroine kecil.


Mereka pun mulai menyiram Gudang tersebut dengan minyak bensin kemudian mulai membakar nya.


"Ayo kita pergi...... " Ucap Heroine.


Heroine dan kedua teman nya pun pergi setelah membakar Gudang Tua tersebut.


Api pun mulai menjalar dan membakar Gudang tak terpakai tersebut, dari dalam tempat tersebut terdengar suara teriakan seorang gadis kecil yang sedang meminta pertolongan.


"Tolong........ "


"Tolong........." Teriak Vladmira Kecil.


"Uhuk..... "


"Uhuk..... "


"Uhuk..... " Suara batuk Vladmira Kecil.


Ternyata saat Vladmira Kecil berlari ke arah Gudang sebelum nya Isaka pun melihat hal tersebut dari balik jendela kamar nya.

__ADS_1


"Lho..... "


"Bukan kah tadi Vladmira ke Gudang,"


"Vladmira." Gumam Isaka lalu beranjak pergi dari dalam kamar nya setelah melihat kebakaran di Gudang Tua tersebut dari balik jendela kamar nya.


Ternyata tidak hanya Isaka yang keluar dari dalam kamarnya beberapa bocah penghuni panti lain nya pun ikut keluar dari tempat tersebut berniat menonton kebakaran Gudang Tua tersebut.


Bocah-Bocah Penghuni Panti pun mulai menonton kebakaran Gudang Tua tersebut dari kejauhan, sementara itu suara minta tolong terdengar jelas dari dalam tempat tersebut.


Pada saat itu para Suster yang bertindak sebagai pengasuh dan Guru dari panti asuhan tersebut belum ada yang datang dan menyadari peristiwa kebakaran tersebut.


"Tolong...... "


"Tolong...... "


"Tolong...... " Teriak Vladmira Kecil dari dalam Gudang Tua tersebut.


"Itu suara Vladmira... " Gumam Isaka Kecil kemudian mulai mengeluarkan seluruh tenaga dalam berelemen kegelapan murni nya dari sekujur tubuh nya dan melesat kencang sambil mendobrak pintu besar yang sedang terbakar tersebut.


"Duakkkk........ " Suara saat pintu tersebut terbuka.


Tampak di dalam Gudang tersebut sudah di penuhi dengan kobaran api dan asap.


"Uhuk........ "


"Uhuk......... "


"Uhuk......... " Suara batuk Vladmira.


"Vladmira di mana kau?" Gumam Isaka sambil menoleh kembali ke sekitar nya.


Tampak di pojokan Gudang Tua tersebut seorang Gadis Vampir yang sedang berjongkok dengan air mata berlinang di kedua pipi nya.


Beberapa saat kemudian Isaka pun tiba di tempat Vladmira Kecil tersebut.


"Isaka....... " Ucap Vladmira kemudian mulai memeluk erat tubuh teman baik satu-satu nya tersebut.


"Uhuk....... "


"Uhuk........ "


"Uhuk........ " Suara batuk Isaka.


"Vladmira, ayo kita harus segera keluar dari dalam sini." Ucap Isaka.


Vladmira hanya mengangguk-anggukkan kepala nya beberapa kali dan mulai beranjak dari tempat tersebut, beberapa balok kayu yang terbakar pun mulai jatuh dan mengenai Isaka.


Dengan wajah tersenyum sambil menahan rasa sakit setelah terkena balok kayu tersebut, Isaka pun terus melindungi teman baik nya tersebut.


"Isaka....... " Gumam Vladmira yang berlindung di balik tubuh teman baik nya tersebut.


Hingga pada akhirnya mereka berdua pun tiba dengan bersusah payah di depan pintu Gudang Tua tersebut, tiba-tiba saja seluruh Gudang Kayu itu roboh seketika.


"Pergilah Vladmira.... " Ucap Isaka sambil tersenyum dan menolak Vladmira keluar dari tempat tersebut.


"Tidak.......... "


"Isaka...... " Teriak Vladmira Kecil sambil meneteskan air mata nya.


"Brukkkk......... "

__ADS_1


"Brukkkk.......... "


"Brukkkk.......... " Suara saat bangunan Gudang Tua tersebut ambruk sepenuh nya dan terus terbakar.


"Isaka........... " Teriak Vladmira.


Beberapa saat kemudian para Suster pun tiba di tempat tersebut, salah satu Ibu Pengasuh itu pun memeluk erat tubuh Vladmira Kecil.


"Tenanglah Vladmira." Ucap Suster Ana.


"Isaka........... " Gumam Vladmira Kecil.


"Hiks......... "


"Hiks......... "


"Hiks.......... " Suara tangis Vladmira Kecil.


Sementara itu di balik semak-semak di dekat Gudang Tua yang terbakar tersebut tampak Heroine, Vinil, dan Lingka sedang bersembunyi sambil mengarahkan pandangan nya ke arah Vladmira Kecil yang saat ini sedang menangis terisak-isak tersebut.


Heroine kecil pun sangat mencintai Isaka dari lubuk hati nya yang paling dalam, ia tidak menyangka Orang yang di sukai nya tersebut telah tiada akibat jebakan yang di buat olehnya.


Air mata pun mulai menetes di pipi Gadis Vampir Kecil tersebut.


"Hiks...... "


"Hiks...... "


"Hiks...... " Tangis kecil Heroine.


"Isaka..... "


"Maafkan aku.... " Gumam Heroine lalu mulai menyeka air mata nya tersebut.


"Awas kau Vladmira, aku akan terus mencari masalah dengan mu." Ucap Heroine Kecil lalu mulai berbalik dan beranjak pergi dari tempat tersebut bersama Vinil dan Lingka.


Vladmira Kecil pun terus-menerus menangis di pelukan Suster Ana, ia pun terus menatap ke arah Gudang Tua yang sudah roboh dan terbakar tersebut tanpa bisa berbuat apa-apa.


Beberapa saat kemudian hujan pun mulai turun dan membasahi tempat tersebut.


"Byurrrr........... " Suara hujan deras.


Hujan pun mulai memadamkan kebakaran hebat tersebut, tampak yang tersisa dari Gudang Tua tersebut hanyalah puing-puing balok-balok kayu yang hangus.


Para Suster pun mulai mencari di sekitar puing-puing tersebut kemudian berhasil menemukan sesosok jasad pemuda yang telah tak bernyawa dengan kondisi tubuh hangus terbakar.


"Isaka.............. " Teriak Vladmira dan berlari ke arah jasad Isaka tersebut.


Ia pun kembali menangis dengan keras di tengah-tengah hujan deras tersebut. Para Suster pun terlihat sedih dengan kematian Isaka Kecil tersebut yang begitu tragis.


Suster Ana pun mengeluarkan sebuah payung dari dalam cincin ruang nya dan mulai beranjak ke tempat Vladmira Kecil yang sedang menangis tersebut.


"Vladmira, ikhlaskan Isaka...." Ucap Suster Ana sambil memayungi Vladmira kecil yang sedang menangis tersebut.


"Hiks......... "


"Hiks......... "


"Hiks.......... " Suara Tangis Vladmira Kecil.


___________________________________

__ADS_1


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2