Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Vladmira Vampir.


__ADS_3

-[Ruang Makan Istana]-


Vladmira pun mulai mengambil hidangan makanan yang tersusun rapi di atas meja tersebut, setelah itu ia pun mulai duduk di salah satu kursi di dekat jendela tersebut. Niat membunuh yang begitu besar dapat dirasakan hampir di seluruh ruangan tersebut.


Beberapa Komandan dan wakil Komandan pun menatap sinis dan penuh kebencian ke arah Jendral Musuh yang kini telah menjadi Sekutu Kerajaan Darah Merah tersebut.


"Sepertinya mereka semua sangat membenci ku." Gumam Vladmira sambil menyantap makanan tersebut.


"Dasar kacung.... " Ucap salah satu Komandan yang kesal dan jengkel terhadap kehadiran Vladmira tersebut.


"Huh........ "


"Kacung-kacung ini tidak tahu diri siapa sebenarnya yang Kacung." Gumam Vladmira sambil terus menyantap makanan tersebut.


Beberapa saat kemudian Komandan Yuri pun tiba dan mulai menghampiri Vladmira kemudian duduk di kursi di sebelah nya tersebut.


"Vladmira...... "


"Kau pasti akan ikut dalam misi penyelamatan para Tetua nantinya kan,"


"Kau pasti ikut bersama dengan Jendral Arung kan?" Tanya Komandan Yuri.


"Tentu saja aku ikut, aku adalah pembantunya Jendral Arung,"


"Apa kau memiliki masalah dengan hal itu." Jawab Vladmira.


"Kalau begitu kumohon kerja sama nya yach, saat ini kau adalah bagian dari Kerajaan Darah Merah ini." Ucap Komandan Yuri.


"Baiklah, tapi kalian jangan sampai memperlambat kami nantinya." Ucap Vladmira dengan sombong nya kemudian mulai kembali menyantap makanan nya tersebut.


"Hah........ "


"Gadis ini masih saja sombong apa dia masih mengira jika dirinya adalah seorang Panglima Perang." Gumam Komandan Yuri kemudian mulai menyantap makanan nya tersebut.


-[Kembali ke Kamar Arung dan Dhieng]-


Tampak saat ini Dhieng sedang duduk di pinggul Suaminya tersebut sambil memijat kepala nya.


"Ugh........ "


"Pijatan Jujitsu mu benar-benar mantap Dhieng." Ucap Arung.


Beberapa saat kemudian Vladmira pun kembali ke dalam kamar tersebut, tampak pipi nya mulai merona merah saat melihat adegan Dhieng yang sedang memijit kepala Arung dengan mesra nya tersebut.


"Ugh.......... "


"Apa mereka berdua menganggapku hanya seekor hewan peliharaan saja, mereka bahkan bermesraan di hadapan ku." Gumam Vladmira lalu mulai menutup dan mengunci pintu kamar tersebut.


Gadis Cantik itu pun mulai tidur di tilam ekstra tersebut sambil menutup telinga nya dengan bantal.


"Lakukan apa yang ingin kalian lakukan Tuan, anggap saja aku tidak ada disini." Ucap Vladmira kemudian mulai menutup kedua belah telinga nya dengan bantal.


"Apa yang di pikirkan oleh Vladmira, Dhieng kan hanya memijit ku saja?" Gumam Arung.


"Dasar babu..... " Ucap Dhieng lalu kembali meneruskan pijatan jujitsu nya tersebut.


"Akh........ "


"Akh........ "

__ADS_1


"Mantul Dhieng.... " Ucap Arung yang ke enakan saat Dhieng memijat bahu nya tersebut.


"Ugh......... "


"Mereka berdua benar-benar tidak tahu malu, jika orang-orang di Ibu Kota Kekaisaran Vampir sampai tahu nasib ku saat ini,"


"Aku pasti akan menjadi bahan tertawaan mereka selama beberapa bulan, semoga saja Isaka cepat menyelamatkan ku." Gumam Vladmira sambil meneteskan air mata sedih dan rindu akan suami nya tersebut.


-[Keesokan Pagi nya]-


"Hoam........ " Suara menguap Vladmira yang baru terjaga dari tidur nya tersebut.


Tampak Arung dan juga Dhieng telah selesai berpakaian dengan rapi dan hendak menjalankan tugas yang di berikan oleh Ratu dari Kerajaan Darah Merah tersebut.


"Ugh......... "


"Ini gara-gara mereka berdua ribut banget semalam, sampai-sampai aku tidur kemalaman,"


"Dasar gak tau malu." Gumam Vladmira dengan kesal dan jengkel.


"Oh..... "


"Vladmira, ternyata kau sudah bangun,"


"Lekaslah mandi dan bersiap lah kita akan pergi ke Benua Darah Biru,"


"Aku akan menunggu mu di Ruang Makan Istana bersama dengan yang lain nya." Ucap Arung kemudian mulai beranjak dari tempat tersebut.


"Cepatlah Babu.... " Ucap Dhieng dengan jutek nya.


"Ugh...... "


"Awas kau Dhieng.... " Gumam Vladmira dengan kesal dan jengkel.


"Dup....... " Suara saat pintu kamar tersebut tertutup.


Vladmira pun mulai beranjak ke dalam kamar mandi kecil yang ada di dalam ruangan nya tersebut, ia pun mulai melepaskan seluruh pakaian nya dan mulai menghidupkan shower air.


"Byurrr.........." Suara shower air.


Gadis cantik itu pun mulai membersihkan tubuh nya, tampak kulit putih mulus nya yang berkilauan.


"Huh...... "


"Kenapa Naga itu tidak tertarik melihatku?"


"Apakah aku kurang cantik dari Dhieng?"


"Ataukah Naga itu memang seorang Pendekar Sejati?" Gumam nya sambil membersihkan diri menggunakan shower air tersebut.


-[Ruang Makan Istana]-


Tampak Dhieng, Arung, Gilbert, dan juga Yuri sekarang sedang sarapan pagi bersama di meja di tengah-tengah ruangan tersebut, Komandan-komandan lain nya yang berada di sekitar mereka pun tidak berani membuat keributan sedikitpun dan mereka pun mulai makan dengan hening nya.


"Dhieng, kapan kamu akan memulai penyerangan?" Tanya Arung.


"Siang nanti Suamiku aku ingin mengantar kepergian mu terlebih dahulu." Ucap Dhieng.


"Oh..... "

__ADS_1


"Bagaimana dengan yang lain nya?" Tanya Arung.


"Mereka sudah memulai pergerakan nya sejak tadi subuh Suamiku." Ucap Dhieng.


"Shayla pasti begitu bersemangat, semoga saja Gadis Nakal itu tidak kenapa-kenapa." Gumam Papa Arung.


"Jadi ketiga Jendral lain nya sudah memulai penyerangan, sepertinya masa depan Kerajaan Darah Merah ini memiliki sedikit harapan." Gumam Komandan Gilbert.


"Wah..... "


"Nyonya Jendral Dhieng begitu perhatian dengan Jendral Arung,"


"Jendral sungguh beruntung memiliki seorang istri seperti Nyonya Jendral Dhieng." Ucap Komandan Yuri.


"Ah...... "


"Aku jadi malu, Terima kasih Yuri." Ucap Dhieng dengan pipi yang merona merah.


Mereka pun mulai melanjutkan sarapan pagi nya tersebut sambil mengobrol ringan di meja tersebut, tak lama kemudian Seorang Gadis Cantik mengenakan jubah perang berwarna hitam pun mulai memasuki ruangan tersebut.


Ia pun mulai mengambil hidangan yang tersedia di meja di dekat Kultivator Koki-Koki tersebut.


"Wah....... "


"Ternyata Vladmira itu cantik juga yach?" Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut sambil terus memelototi punggung Vladmira.


"Hem...... "


"Naga Buaya ini sudah mulai ya..... "


"Aku jadi tidak yakin dengan ucapan nya yang sebelumnya mengenai memanfaatkan Vladmira." Gumam Dhieng.


"Ini saos nya kurang pedas yah Suamiku... " Ucap Dhieng sambil menaruh saos di piring makan Suaminya tersebut.


"Waduh..... "


"Dhieng cemburu nih.... " Gumam Arung kemudian mulai memalingkan wajah nya dari Vladmira.


"Sudah.... "


"Cukup sayang kalau perutku kenapa-kenapa gimana nanti nya?" Tanya Arung.


"Kau kan bisa minta babu mu memijat jujitsu biar perutmu tidak kenapa-kenapa." Jawab Dhieng.


"Ugh..... "


"Kena deh." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.


Sementara itu Komandan Yuri dan Komandan Gilbert tertawa kecil saat melihat tingkah Jendral Dhieng yang sedang ngambek kepada Suaminya tersebut.


"Hah........ "


"Jika wanita sedang marah,"


"Apa pun yang kau katakan atau kerjakan tetaplah salah walau pun itu benar,"


"Jika pun benar sekali kembali lagi ke pasal satu Wanita gak pernah salah." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut dan lebih memilih untuk diam.


"Huh....... " Ucap Dhieng sambil meruncing kan mulutnya tersebut.

__ADS_1


___________________________________


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2