
"Seperti nya dia sedang menunggu aku menyerobot nya lagi, baik lah......"
"Calon Suami ku......" Gumam Putri Akasia Naga yang sudah membulatkan tekad nya tersebut.
Dengan pipi yang memerah, Gadis Cantik Berambut Pirang itu pun mulai mendekatkan bibir merah nya.
"Mungkinkah.....???" Gumam Arung.
Sepasang kekasih itu pun saling bercium*n untuk yang kedua kali nya di kursi makan tersebut.
Karena begitu membara nya, tubuh Arung pun sampai terjatuh ke lantai.
"Maaf, Arung.....???" Ucap Putri Akasia.
"Kok dia minta maaf???" Gumam Arung.
Keadaan pun kembali canggung saat mereka berdua kembali berdiri.
"Bagaimana ini, apa tadi aku terlalu bar-bar???"
"Aku tidak pernah bercium*n, aku cuman kebawa nafsu aja tadi....." Gumam Putri Akasia Naga.
"Nih Putri sepertinya punya hobi cium*n, dari semenjak belum kenal sampai udah kenal...."
"Dia terus nyi*m aja....." Gumam Arung yang mengingat pertemuan nya pertama dengan Putri Akasia Naga.
"Apa kau mau minum arak, Arung???" Tanya Putri Akasia Naga yang berusaha mencairkan suasana.
"Boleh....."
"Boleh......"
"Tuan Putri....." Ucap Arung kemudian mulai beranjak menuju Sofa.
"Arak....."
"Dia tidak mungkin akan memberikan ku arak Naga kan???" Gumam Arung lalu duduk di sofa.
Beberapa saat kemudian Putri Akasia pun kembali sambil membawa sekendi arak dan dua buah cangkir.
Setelah meletakkan nya di atas meja, sang Putri pun mulai membungkuk dan mulai menuangkan arak kedalam kedua cawan tersebut dan untuk yang kedua kali nya belahan bukit kembar itu pun kembali kelihatan.
"Ughhhh......"
"Apa ini......" Gumam Arung saat melihat bukit indah itu.
Kembali ke luar Mansion, terlihat kedua Beast Peliharaan itu sedang menjemur pakaian.
"Nasib-nasib, malam-malam begini jemur baju...."
"Mana dingin lagi...."
"Kenapa gak besok pagi aja....???" Keluh Jedrudin.
"Kau gak peka ya, majikan kita saat ini sedang gladi resik sebagai suami istri, kalau ada kita kan mengganggu..." Sahut Doyok.
"Gladi Resik, maksud mu mau uji coba...."
"Tapi kan Putri Akasia itu jelas-jelas adalah seorang perawan ting-ting...."
"Buat apa di coba...." Ujar Jedrudin lagi.
"Dasar pikiran ngeres, bukan gladi resik sampai segitu nya...."
"Ughhhh......"
"Males aku jelasin sama Beast yang ada di otak nya hanya paha ayam saja...." Ujar Doyok lalu kembali menjemur pakaian.
"Jadi gladi resik yang bagaimana....???" Tanya Jedrudin sekali lagi.
"Huh....." Seru Doyok dengan kesal.
"Pikir aja sendiri...." Jawab Doyok.
"Kok malah marah, kamu kayak Beast Jantan yang lagi datang bulan aja..." Goda Jedrudin.
"Terserah kamu, Din...." Ujar Van Dewr Doyok.
__ADS_1
Sementara itu para Tikus-Tikus Teng pun sudah berhasil menemukan bola tersebut, dari penjelasan Mongkikay para Siluman-Siluman ini pun sudah mengetahui cara untuk memasuki bola tersebut.
"Akhir nya kita menemukan benda itu...."
"Ternyata benda yang di ceritakan Raja Kera benar-benar ada....." Ucap Raja Tikus.
"Raja, apakah kita akan kembali dan mengabari Raja Kera???" Tanya salah satu bawahan Raja Tikus.
"Jangan dulu, kita akan lihat apa isi di dalam Bola ini,"
"Mungkin saja ada pusaka kuat di dalam nya...."
"Lagian kita juga sudah tahu cara masuk nya...." Ucap Raja Tikus Teng.
Kelima Tikus di belakang Raja Tikus pun saling melihat.
"Akasia......." Ucap Raja Tikus.
Dalam sekejap mata Raja Tikus Teng pun terhisap masuk kedalam bola tersebut.
"Wah ......."
"Raja Tikus benar-benar masuk kedalam bola sekecil ini...."
"Aku coba juga ah......"
"Akasia......" Ucap salah satu Tikus Teng.
Tikus Teng itu pun terhisap masuk kedalam bola ruang tersebut, keempat Tikus lain nya pun mengucapkan pasword yang sama lalu ikut terhisap masuk kedalam bola itu.
Di depan Gerbang Pintu Masuk terlihat Raja Siluman Tikus dan anak buah nya sedang berdiri di sana.
"Wah......."
"Hebat sekali, ada bangunan yang indah di dalam nya....."
"Ayo kita pergi menuju Mansion itu....." Ujar Raja Siluman Tikus sambil menunjuk ke arah Mansion tersebut.
"Siap........" Sahut para Tikus-Tikus lain nya.
"Tap.........."
"Tap.........."
"Tap........." Suara langkah kaki para Tikus-Tikus Teng.
Kembali ke Duo Pembantu yang sedang jemurin pakaian malam-malam.
"Fiuhhhh........"
"Akhirnya, selesai juga....."
"Jemur nya....." Keluh Jedrudin.
"Din, kita disini dulu...."
"Jangan masuk dulu, mungkin Bos Put masih gladi resik...."
"Takut nya mengganggu...." Ujar Doyok.
"Terserah kamu lah, Yok....."
"Aku dari tadi mau ngerokok, tapi kalian malah paksa aku jemur pakaian...." Ucap Jedrudin lalu mulai berubah ke mode Manusia ayam.
"Din......"
"Din......."
"Kamu kan bisa ngerokok sambil jemur pakaian...." Ujar Doyok.
"Gak bisa Yok.." Ucap Jedrudin.
"Lho, kok gak bisa...."
"Itulah di otak mu hanya ada sate biawak dan paha ayam saja...." Ujar Van Dewr Doyok.
Udin pun mengeluarkan sebuah rokok ukuran besar sepanjang satu meteran, mulut doyok pun menga-nga saat melihat nya.
__ADS_1
"Kan gak bisa kan...." Ujar Doyok lalu mulai membakar ujung rokok tersebut dengan api sihir nya.
"Dasar Udin, itu sih bukan rokok normal....."
"Ya gak bisa lah....." Ucap Doyok.
"Makanya apa tadi ku bilang, gak bisa kan...." Ucap Udin lalu duduk di atas batu besar sambil menghisap rokok ukuran jumbo tersebut.
Doyok pun berubah ke mode Manusia Biawak nya lalu mulai berjalan mendekati Jedrudin.
"Din....."
"Ada sebatang, aku juga pingin tahu rasa rokok nya..." Ucap Doyok.
Pada akhirnya kedua beast peliharaan itu pun menghisap rokok ukuran jumbo bersama-sama.
"Whussss............" Suara hembusan asap rokok Doyok.
"Enak juga......." Ucap Doyok.
Beberapa menit kemudian, gejala aneh pun mulai terjadi pada Doyok.
"Uhuk...."
"Uhuk....."
"Uhuk........" Suara batuk Doyok lalu mulai muntah darah.
Tenaga dalam Doyok pun menghilang setengah setelah mengkonsumsi rokok tersebut.
"Udin......"
"Rokok ini beracun....."
"Kau pasti ingin membunuh ku lalu menyate ku kan...."
"Dasar Ayam kanibal......" Ucap Doyok sambil menunjuk ke arah Ayam Cemani.
"Aku lupa tadi Yok, ini adalah Rokok Iblis,"
"Sebelum menghisap nya kau harus meminum Pil anti tbc....."
"Ini Yok, minumlah semoga masih sempet....." Ujar Udin lalu memberikan sebuah Pil kepada Doyok.
"Awas kau Din......" Ucap Doyok lalu mulai menelan Pil tersebut.
Setelah menelan Pil itu Doyok pun langsung ambruk dan tak sadarkan diri.
"Waduh........"
"Doyok........."
"Bagaimana ni???" Ucap Udin lalu mulai menghisap rokok iblis tersebut.
Mulut manusia biawak itu pun mulai mengeluarkan busa hitam.
"Kalau doyok mati, pasti Bos Put akan menyalahkan ku.."
"Padahal Doyok kan mati akibat kebodohan nya sendiri....."
"Hisap racun baru minum anti racun nya....."
"Waduh........."
"Gawat ni......." Ujar Udin dengan panik.
Beberapa saat kemudian Raja Siluman Tikus pun muncul dari balik hutan bersama anak buah nya.
"Siapa tikus-tikus itu???" Ucap Jedrudin.
"Seekor Ayam Cemani Dewasa....."
"Kebetulan sekali aku sedang laper....." Ucap Raja Siluman Tikus.
"Bos......."
"Lihat ukuran rokok yang di hisap nya itu, besar banget...." Ucap salah satu anak buah Raja Tikus.
__ADS_1