Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Perjalanan Menuju Ibu Kota Kerajaan Naga Utara Part Awal.


__ADS_3

Sambil berbaring Arung pun mulai ingat dengan nasib kedua istri nya yang pada saat ini tengah terjebak d tengah-tengah lautan dan sedang bertahan menghadapi serangan beast-beast kepiting cahaya berukuran sedang.


"Sonia......."


"Delayla......"


"Aku hampir melupakan mereka berdua...."


"Aku harus segera pergi menuju Ibu Kota Kerajaan Naga Utara...." Gumam Arung.


Ia pun mulai bangun dan berteleport kembali ke dalam kamar nya.


"Blitzzzzz........." Suara jurus teleportasi Arung.


Dalam satu kali kedipan mata Pendekar Setengah Naga itu pun berpindah ke dalam kamar penginapan nya.


Pada saat itu Lila tengah melepaskan pakaian nya, wajah wanita cantik itu pun memerah dan langsung menutupi tubuh nya dengan handuk.


"Ugh........."


"Malunya aku, dia melihat tubuh ku di hadapan Laura...." Gumam putri dari salah satu penatua paviliun dewa angin tersebut.


"Dia kembali, bajunya basah kuyup..." Gumam Putri Laura.


"Lila......"


"Tubuh nya indah juga...." Gumam Arung yang barusan melihat sekilas tubuh istri keduanya di Benua Naga tersebut.


"Ehm......"


"Dasar laki-laki, ya sudah lah lagian Lila kan istri nya juga...." Gumam Putri Laura yang membaca isi pikiran Arung.


"Lila, kau ingin mandi kan..."


"Bawa lah Arung mandi bersama mu, lihat tubuh nya basah kuyup..."


"Aku akan ke dapur menyiapkan makan malam..." Ucap Putri Laura lalu berjalan menuju pintu keluar kamar.


Keadaan pun semakin canggung di dalam kamar penginapan tersebut, pipi wajah Lila pun merona merah.


"Ugh........"


"Malu nya, bagaimana cara mengajak nya mandi bareng...." Gumam Lila sambil melihat wajah Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Laura....."


"Bukan kah ini terlalu cepet...."


"Aku tidak tahu harus berkata apa???" Gumam Arung.


Sepasang Suami Istri itu pun saling bertatapan untuk beberapa saat, Gadis Naga bertanduk emas itu pun mengambil inisiatif dan menggenggam pergelangan tangan Arung.


"Dup.........."


"Dup.........."


"Dup..........." Suara detak jantung Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Lila...." Ucap Arung.


"Suami ku, ayo...."


"Aku akan menggosok punggung mu..." Ucap Lila dengan lembut sambil menarik lengan Arung dan masuk ke dalam kamar mandi.


"Dup.........." Suara saat pintu kamar mandi tersebut tertutup.

__ADS_1


Di dapur rumah makan cinta naga, tampak Putri Laura sedang memasak bersama koki-koki rumah makan tersebut.


"Huft.........." Helaan nafas panjang Putri Laura.


"Agak canggung juga Yach???"


"Tapi mau bagaimana lagi...."


"Lila kan istri nya juga, walau aku agak cemburu sih...." Gumam Putri Laura sambil memotong wortel di dapur.


-[Kembali Ke Tengah-Tengah Lautan Laut Naga Benua Utara]-


Tampak di sekitar Kapal Layar Naga ada ratusan kepiting-kepiting cahaya yang siap menyerang.


Beberapa kepiting-kepiting itu mulai menembakkan bola-bola berelemen cahaya ke arah kapal.


"Whusssss........."


"Whusssss.........."


"Whusssss..........." Suara hempasan angin saat bola-bola berelemen cahaya tersebut melesat.


Dengan lintasan yang acak bola-bola berelemen cahaya itu pun meliuk-liuk lalu menghantam perisai kultivasi berelemen kegelapan murni.


"Duarghhhhh........"


"Duarghhhhh........."


"Duarghhhhh........." Suara ledakan.


Saat ini adalah giliran Vladmira yang berjaga di kapal, Gadis Cantik dari klan Vampire itu tampak berdiri dengan gagah nya di atas layar.


"Makhluk-makhluk ini gak ada habis nya....."


"Hah............"


Tembakan-tembakan Vladmira pun berhasil mengenai beberapa kepiting-kepiting cahaya tersebut dan membuat nya tewas seketika.


Seorang Wanita Cantik pun melesat ke atas layar dengan memegang sebuah busur di tangan nya.


"Dash.........."


"Dash..........."


"Dash.........." Suara tapak kaki Sonia Golden Spider saat melesat di antara tiang layar.


"Sonia......" Gumam Vladmira.


"Vladmira....."


"Kau pasti bosen....."


"Setiap hari harus menghadapi makhluk-makhluk ini kan???" Ucap Sonia sambil menembakkan tiga anak panah cahaya ke arah beast-beast kepiting cahaya tersebut.


"Gak kok...." Ucap Vladmira.


"Anggap saja ini adalah latihan bela diri, Vladmira...."


"Seperti kata Suami ku, kita harus bertahan di sini dan jangan sampai memancing kedatangan Raja Lautan maupun Dewa Lautan...." Ucap Sonia sambil kembali menembak kan panah-panah cahaya nya.


" Ya Sonia...."


"Kapan kira-kira Tuan Arung akan kembali Yach???" Tanya Vladmira sambil menembakkan beberapa bola-bola berelemen kegelapan murni ke arah beast-beast cahaya tersebut.


"Terakhir kali dia kembali sesudah 50 tahun, Vladmira...." Ucap Sonia sambil tersenyum kecut.

__ADS_1


"Ups........." Gumam Vladmira.


Tembakan panah-panah cahaya dan bola-bola berelemen kegelapan itu pun berhasil mengenai beberapa beast-beast kepiting-kepiting cahaya tersebut dan membuat nya tewas.


-[Di Dalam Bilik Kamar Mandi Di Kapal Layar Naga]-


"Duarghhhhh.........."


"Duarghhhhh.........."


"Duarghhhhh.........." Suara ledakan dari luar.


Tampak Delayla Jangbaek dan juga Putri Widuri sedang berendam di dalam bak kayu bulat bersama, pada saat ini kedua wanita cantik itu sedang merileksasikan tubuh nya dengan berendam air panas.


Putri Widuri terus menatap dada milik Delayla yang terendam setengah di dalam bak air tersebut.


"Pepaya......"


"Pendekar Arung pasti menyukai buah-buahan tipe pepaya...."


"Sedangkan milikku...."


"Cuman sebesar buah jambu...." Gumam Putri Widuri lalu melihat dada nya yang berukuran standar.


Tatapan mesum Putri Widuri pun membuat Delayla Jangbaek salah paham, ia mengira Putri Widuri mesum.


"Putri Widuri....."


"Kenapa dia terus menatap dada ku sejak tadi..."


"Sebaik nya aku tidak mandi bareng lagi dengan nya, bisa-bisa aku d *****-***** nya....." Gumam Delayla lalu mulai menjaga jarak dengan Putri Widuri.


Putri Widuri pun mengambil sabun di dekat nya dan hendak sabunan, tiba-tiba saja karena licin sabun pun terlempar dan mengenai pepaya kembar Delayla.


Putri Widuri pun hendak mengambil sabun tersebut yang membuat Delayla kembali salah paham dan mengira jika Putri Widuri hendak memetik buah pepaya nya.


"Tuan Putri, sepertinya aku sudah siap mandi....." Ucap Delayla lalu bangun dari bak kayu tersebut dan buru-buru pergi keluar.


"Kenapa dia???"


"Padahal kan baru beberapa menit berendam???" Gumam Putri Widuri sambil mengambil sabun yang terlempar tadi dan mulai sabunan.


Setelah handukan Delayla pun keluar dari dalam kamar mandi tersebut, saat ini Ashiang pun mulai memasuki kamar mandi dan berpapasan dengan Delayla yang baru saja keluar.


"Ashiang......"


"Kau harus hati-hati didalam...." Ucap Delayla.


"Hati-hati???"


"Kenapa dengan Bos ???" Gumam Ashiang yang kebingungan dengan ucapan Delayla.


"Dup................." Suara saat pintu bilik kamar mandi tersebut di tutup Ashiang dari dalam.


Ashiang pun mengamati ke sekitar nya, ia mengira ada binatang berbahaya di dalam bilik tersebut.


"Tidak ada apa-apa di dalam sini???"


"Hanya ada Tuan Putri...."


"Apa makhluk berbahaya yang di maksud Bos..."


"Tuan Putri..." Gumam Ashiang lalu mulai melepas handuk nya dan masuk ke dalam bak kayu.


"Sore Tuan Putri..." Sapa Ashiang.

__ADS_1


"Oh.....ya...." Jawab Tuan Putri.


"Mungkinkah ini adalah persaingan cinta, mungkin saja diam-diam Putri Widuri ini adalah Pelakor dan bermiat merebut Tuan Arung...." Gumam Ashiang yang telah mengambil sebuah kesimpulan jika Putri Widuri hendak merebut Arung dari tangan Bos nya.


__ADS_2