
-[Keesokan Pagi nya, di depan Rumah Makan Cinta Naga]-
Tampak sebuah kereta kencana naga sedang berdiri tepat di depan pintu masuk Rumah Makan Cinta Naga.
Kereta Kencana yang dapat bergerak sendiri tersebut merupakan hadiah dari Ketua Pemilik Perusahaan Rumah Makan Cinta Naga tersebut karena Arung sudah berhasil mengalahkan Tuan Muda Kailong yang sombong.
Tampak Pak Manejer tengah mempersilahkan Arung keluar dari rumah makan tersebut, saat ini Arung dan juga Pak Manajer sedang berjabat tangan.
Sementara itu kedua istri naga nya yang cantik pun sedang menaiki Kereta Kencana Naga tersebut.
"Hati-hati ya...."
"Pendekar Muda, setelah tiba di sana kau bisa menginap gratis di Cabang Pusat Perusahaan Rumah Makan Cinta Naga kami,"
"Ini dia token eklusif nya, Pendekar Naga..." Ucap Pak Manajer sambil memberikan sebuah token kepada Arung.
"Wah....."
"Terima Kasih..."
"Pak Manajer......" Ucap Arung.
Pak Manajer pun mulai berbisik di telinga Arung sembari mengeluarkan sebuah token hitam dengan lambang kupu-kupu.
"Ini bonus dari Nona...."
"Token Rumah Bordil Cinta..."
"Mana tau Pendekar Muda memerlukan nya nanti...." Bisik Pak Manajer lalu mengedipkan sebelah mata nya.
"Ya Pak Manajer....." Sahut Arung lalu mulai melambaikan tangan nya ke arah Pak Manajer dan Pelayan-Pelayan yang berdiri di belakang nya.
Arung pun mulai menaiki kereta tersebut, Pak Manajer dan para pelayan-pelayan pun membungkuk dan memberikan penghormatan kepada Pendekar Setengah Naga tersebut.
Kereta Kencana Naga pun mulai berjalan meninggalkan Rumah Makan Cinta Naga tersebut.
Tak lama berselang Kereta Kencana pun tiba di luar pintu Gerbang Kota Drake, kereta pun mulai menepi oleh perintah Arung.
Terlihat di depan mereka ada dua buah jalan yang berbeda menuju Ibu Kota Kerajaan Naga Utara.
"Ke arah mana kita akan pergi, Laura???" Tanya Arung.
"Kita lebih baik mengambil jalan ke arah kiri saja, Suami ku..."
"Katanya di Hutan Naga Mati ada banyak pemberontak yang bersembunyi, alangkah baik nya kita pergi ke Ibu Kota lewat jalan kiri,"
"Walaupun sedikit jauh namun lebih aman jika melewati jalur Gunung Kratos." Ujar Putri Laura.
"Bagaimana menurut mu, Lila???" Tanya Arung.
"Aku setuju dengan Kakak Pertama, Suami ku..." Ucap Mantan Istri Tuan Muda Kailong tersebut.
__ADS_1
"Huft............" Suara helaan nafas panjang Arung.
"Baiklah........"
"Kalau begitu, kita ambil jalan sebelah kiri..." Ucap Arung dan kedua istri nya pun tersenyum.
"Ya ialah....."
"Yang baru bulan madu semalam, belah duren....."
"Sampe aku di sebelah nya bangun, mereka gak tau...." Gumam Putri Laura.
Arung yang dapat membaca isi pikiran Putri Laura pun hanya bisa senyam-senyum sendiri saja.
"Busettt......"
"Dia ternyata belum tidur saat itu..." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
Kereta Kencana Naga pun mulai berjalan ke arah kiri, dengan kecepatan 40 km per jam Kereta pun mulai memasuki areal Pegunungan Kratos.
Pegunungan Kratos adalah tiga buah gunung kembar yang sangat besar sebesar gunung fujiyama di Jepang, tampak di sebelah kanan adalah jurang yang dalam.
Tak terasa hari pun sudah malam, Kereta Kencana pun mulai menepi, Putri Laura pun mengeluarkan bola ruang milik nya.
"Suami ku, malam ini kita tidur di bola ruang ku saja..."
"Aku akan memasakkan masakan yang enak buat mu..." Ucap Putri Laura lalu memegang tangan Lila dan juga Arung.
"Laura, aku akan menyusul nanti..."
"Tapi kan di luar hujan..." Ucap Lila dengan khawatir.
"Tenang saja, aku bisa menjaga diri kok...." Ucap Arung.
"Lila, Dia cepat tenang saja..." Ucap Putri Laura.
"Ya sudah kalau begitu hati-hati..."
"Lekas balik ya sayang....." Ucap Lila dengan mesra.
"Yups..........." Jawab Arung.
"Suami ku, pasword nya Laura ya...." Ucap Putri Laura.
Setelah mengucapkan pasword tersebut Putri Laura dan juga Lila Wind Dragon pun masuk ke dalam Bola Ruang tersebut.
Suasana pun menjadi hening, hanya terdengar suara hujan di luar dan kepiting-kepiting yang merayap di jalanan berbatu tersebut.
Arun pun mulai keluar dengan memasang perisai hujan berelemen air di atas kepala nya.
"Hasyim..........." Suara bersin Arung.
__ADS_1
"Dingin juga Yach....." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
Setelah keluar dari dalam kereta kencana Pendekar Setengah Naga itu pun mengamati keadaan di sekitar nya.
"Belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, aku harus mempersiapkan stamina ku saat tidur dengan kedua gadis naga..."
"Kira-kira ada gak gingseng di sekitar sini Yach???" Gumam Pendekar Setengah Naga lalu melihat dengan mode mata kegelapan nya.
Pendekar Don Juan itu pun dapat melihat dengan jelas di malam hari tersebut.
Arung pun mengarahkan pandangan mata nya ke arah Gunung Kratos yang di tengah, ia mendapat kan firasat jika di puncak gunung tersebut terdapat gingseng.
"Aku akan berteleport ke sana, baiklah aku akan mencoba peruntungan ku...." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
Dengan santai Arung pun memasang kuda-kuda jurus teleportasi nya, beberapa saat kemudian Ia pun mulai menghilang dan berteleportasi ke salah satu puncak Gunung Kratos.
"Blitzzzzz.........." Suara jurus teleportasi Arung.
Dalam satu kali kedipan mata, Pendekar Setengah Naga itu pun berpindah ke atas Puncak Gunung Kratos.
"Dup............." Suara saat tapak kaki nya mendarat dengan mulus.
Tampak di puncak gunung tersebut di penuhi dengan pepohonan yang rimbun, Arung pun mulai mencari di sekitar puncak Gunung Kratos tersebut.
"Aurghhhhh.........." Lolongan Beast Serigala.
Dengan tenang dan di tengah guyuran hujan air dan hujan kepiting Arung pun terus mencari, tak terasa waktu setengah jam pun telah berlalu.
Ia pun tiba di sebuah mulut goa dengan bentuk yang aneh, ada dua buah patung kesatria yang terpahat di kedua sisi nya.
"Jackpot ni......"
"Ini pasti Goa yang penuh harta..." Gumam Arung lalu berniat masuk ke dalam Goa tersebut.
Di saat jiwa petualang nya mulai menggebu-gebu dua orang gadis cantik pun menabrak nya.
Ia pun jatuh dan salah seorang gadis berambut putih menimpa nya.
"Aduh......."
"Apa ni empuk-empuk...." Ucap Arung saat tidak sengaja memegang dua gunung kembar milik gadis berambut putih tersebut.
"Kyaaa..........." Teriak Gadis tersebut lalu bangun dan memeluk gadis yang satu nya lagi.
"Adik , kau tidak apa-apa???" Tanya Gadis Berambut Putih yang satu nya lagi.
Arung pun mulai bangun, ia dapat dengan jelas melihat wajah kedua gadis tersebut.
"Aku baik-baik saja..."
"Sedang apa nona-nona ini malam-malam begini berkeliaran di puncak Gunung Kratos.
__ADS_1
Tampak pada kedua pergelangan kaki mereka terantai rantai hitam penghilang kultivasi, tubuh kedua gadis itu pun basah kuyup.
"Sepertinya mereka sedang mengalami masalah..." Gumam Arung saat melihat rantai yang melilit kedua kaki gadis cantik tersebut.