
"Tangkap Bidan Nora....."
"Tangkap Bidan Nora......"
"Eksekusi dia......" Teriak kompak beberapa ibu-ibu Hamil tersebut.
"Kepala Perawat, bagaimana ini???" Tanya Salah Satu Perawat dengan panik.
"Aku pun gak tau masalah nya apa tetapi aku akan coba berdialog dengan mereka....." Sahut Kepala Perawat tersebut.
Para ibu-ibu dan gadis-gadis itu pun terus meneriakkan yel-yel untuk menangkap Bidan Nora, Kepala Perawat pun mulai maju kedepan dan berusaha menenangkan kerumunan Wanita-Wanita Hamil yang sedang berdemo itu.
"Tenang-tenang, semuanya...."
"Bu Bidan dan Suaminya pada saat ini sedang vacation di Hawaian.." Ujar Kepala Perawat.
"B*ngsat......" Seru salah seorang Pendemo.
"Dia enak-enak liburan kita di buat nya Hamil....."
"Brengs*kkk......" Seru salah seorang Demonstran lain nya.
Mendengarkan celotehan-celotehan para demonstran itu pun kembali membuat Para Perawat dan Kepala Perawat semakin bingung.
"Stop......."
"Stop......."
"Stop......."
"Dulu......."
"Apa maksud kalian bu bidan membuat kalian jadi Hamil......"
"Jeruk makan jeruk, imposible bisa jadi....." Seru Kepala Perawat.
"Jeruk Kepala loe...." Teriak salah seorang Demonstran.
Tak lama berselang beberapa prajurit pun mendatangi mereka.
"Borgol......"
"Mereka semua adalah kriminal......" Seru Kepala Prajurit tersebut.
Para prajurit pun mulai memborgol para perawat dan Kepala Perawat tersebut.
"Lho......"
"Kenapa kami di tangkap, Pak???"
"Apa salah kami???" Tanya Kepala Perawat itu.
"Bapak dan para perawat lain nya telah menjual Produk ****** bermasalah.." Ujar Kepala Prajurit tersebut.
"Maksud nya, Bagaimana Pak???" Tanya Kepala Perawat.
"Setelah di periksa di paviliun alkemis kota baiden, ******-****** itu ternyata bocor..."
"Hal itu lah yang menyebabkan para Prajurit-Prajurit Wanita dan Perempuan-perempuan lain nya jadi Hamil....."
"Untuk lebih jelas nya akan kami jelaskan di kantor....." Seru Kepala Prajurit.
"Tapi ......"
"Tapi, Pak...." Ucap Kepala Perawat tersebut.
__ADS_1
Kembali ke Tempat Selir Nora dan juga yang lain nya berada saat ini.
"Begitulah, Kira....."
"Setelah itu aku pun di tangkap dan di jebloskan ke dalam Penjara Black Skull ini......" Ucap Selir Nora dengan ekspresi sedih.
Kira pun berusaha untuk tidak tertawa setelah mendengarkan kisah dari Selir Penjual ****** Bocor tersebut.
"Dasar edan......."
"****** Bocor, pantesan harga nya murah sekali......" Gumam Kira sambil menahan Tawa di dalam perut nya.
"Bagaimana dengan mu, Keysha???" Tanya Kira.
"Ternyata Ada yang lebih konyol dari ku, kukira hanya aku saja yang masuk penjara karena peristiwa konyol......" Gumam Selir Keysha.
Beberapa saat kemudian, sesosok Pendekar pun mendarat di dekat mereka.
"Dup............." Suara saat tapak kaki Pendekar itu mendarat di atas tanah.
"Akhirnya ketemu juga....."
"Aku kira, kalian sudah kembali ke Penjara Black Skulll...." Seru Pendekar berjubah Dewa itu.
Saat menyadari sosok yang baru saja tiba itu, kedua Selir pun mulai meneteskan air mata haru.
"Suami ku......." Seru Selir Nora lalu mulai berlari ke arah Arung.
"Suami kita berdua, Nora....." Ucap Selir Keysha lalu beranjak dengan tenang ke arah Jendral.
"Hiks........"
"Hiks........"
"Hiks........" Tangis kecil Selir Nora di pundak Jendral Naga.
"Jendral Naga....."
"Dia kembali........" Ucap Komandan Chilia.
Ratu Titan Medusa pun tersenyum kecil lalu kembali ke kamar nya setelah mengetahui kembali nya Pendekar Setengah Naga itu.
"Nora, Keysha......" Ucap Arung.
Selir Nora pun melepaskan pelukan nya lalu menarik pergelangan tangan suaminya menuju kursi.
"Jendral Naga....." Ucap Kira.
"Silahkan duduk Jendral, kau pasti lelah...." Seru Selir Keysha.
Jendral Naga pun mulai duduk di kursi tersebut, di depan nya pun terletak sekendi arak milik Selir Keysha yang sudah di bubuhi dengan obat kuat sebelum nya.
"Kira, senang melihat mu...." Ujar Arung sambil tersenyum.
"Bagaimana dengan kami, Jendral....." Tanya Selir Nora.
"Tentu saja, aku juga senang melihat kalian berdua......"
"Kebetulan aku haus sekali setelah terbang kesana kemari saat mencari kalian...." Ucap Arung lalu mulai mengambil kendi berisi arak tersebut lalu meneguknya.
Mata ketiga wanita cantik itu pun mulai membesar saat menyaksikan peristiwa tersebut.
"Wow.........." Gumam Selir Nora.
"Waduh........"
__ADS_1
"Seperti nya malam ini akan terjadi peperangan di dalam tenda, sebaiknya aku tidur di atas pohon saja...." Gumam Kira saat menyaksikan peristiwa itu.
"Glek.........."
"Glek.........."
"Glek.........." Suara saat Arung meneguk habis arak tersebut.
Arung tidak menyadari jika arak yang di minum nya saat ini sudah di bubuhi oleh obat kuat.
"Ahhh......."
"Maknyossss........" Ucap Arung.
Sementara itu ketiga Wanita Cantik itu pun tidak berhenti menatap Arung semenjak tadi.
"Kenapa mereka melihatku seperti itu???" Gumam Arung yang bingung dengan perilaku ketiga Wanita Cantik itu.
"Nora, aku akan memijit Jendral,"
"Dia pasti lelah....." Ujar Selir Keysha.
"Tapi......." Ucap Selir Nora dan Kira pun memegang pergelangan tangan Selir Cantik tersebut.
"Sebaiknya kalian bergantian...." Bisik Kira.
Sambil mengedipkan sebelah mata nya kepada Kira dan juga Nora, Selir Keysha pun menarik pergelangan tangan Arung.
"Ayo Jendral......" Ucap Selir Keysha.
"Kenapa aku mulai gerah ya???" Gumam Arung sambil berjalan mengikuti Selir Keysha dari belakang.
Sementara itu raut wajah Selir Nora pun tampak kesal karena Selir Keysha lah yang duluan mendapatkan jatah bersama dengan suami mereka itu.
"Huhhh........" Seru Selir Nora dengan cemberut.
"Mereka berdua bersemangat kali....."
"Kayak ular yang liat anak burung di depan nya...." Gumam Kira sembari menggeleng-gelengkan kepala nya.
Kira dan juga Selir Nora pun mulai membereskan piring-piring dan juga gelas di atas meja, sedangkan Selir Keysha pada saat inu sedang berperang bersama Jendral Naga di dalam tenda.
Kembali ke dalam bola ruang milik nya Putri Akasia Naga.
Pada saat ini Ayam Cemani pun telah kekenyangan selesai memakan seluruh daging-daging Tikus Teng.
"Maknyossss........."
"Rasanya mantap......." Ujar Ayam Cemani.
Tumpukan tulang-tulang Tikus Teng tampak menggunung di sebelah nya.
Ayam Cemani pun mulai bangun dari tempat nya dan berniat memasuki mansion.
Tiba-tiba Jedrudin pun mulai sempoyongan, jalan nya mulai lunglai seperti orang mabuk.
"Kenapa Kepala ku tiba-tiba pusing.....??" Ucap Jedrudin.
Tak lama berselang Ayam Cemani pun tersungkur di atas tanah lalu dari dalam mulut nya pun mulai keluar busa.
Ternyata daging Tikus yang di makan ayam cemani itu beracun.
Sepertinya Ayam Cemani sudah terkena karma karena telah mencelakai Biawak Emas tempo lalu.
Bola mata Jedrudin pun tampak berputar-putar, sementara itu Putri Akasia Naga dan para Prajurit-Prajurit Naga masih sibuk mencari keberadaan calon suaminya.
__ADS_1
"Kemana dia, padahal aku berniat mengenalkan nya kepada Ayah....."
"Main hilang aja......" Gumam Wanita Cantik bertanduk itu.