
Di tengah hutan antah berantah di asteroid kuno, tampak rombongan Ratu Titan Medusa sedang berjalan.
Di sekitar mereka terdapat pohon-pohon besar yang menjulang tinggi, sang Ratu pun berjalan lurus sambil mengamati sekitar nya.
"Ratu, apa kita beristirahat dulu...."
"Hari sudah mau gelap, kita masih belum menemukan kunci yang di katakan Kakek Tua itu....." Ucap Komandan Chilia Black.
"Benar, Ratu....."
"Jangan-jangan keberadaan kunci itu hanya mitos...." Ucap Komandan Meredith.
"Ya sudah, kita istirahat dulu...." Ucap Ratu Titan Medusa kemudian terbang ke salah satu dahan pohon raksasa tersebut.
"Ratu tidak menggubris ku, dia sangat berharap akan kunci tersebut...." Gumam Komandan Meredith.
Sementara itu Komandan Chilia mulai memasang tenda di sekitar pohon-pohon raksasa tersebut.
Komandan Meredith pun melihat dua buah guci dengan rantai hitam di bawah sebuah pohon raksasa.
Ia pun penasaran kemudian mulai memegang guci tersebut, tanpa sengaja ia pun menjatuh kan nya.
"Prangggggg........." Suara saat guci keramik itu pecah.
Asap pun keluar dari pecahan guci hitam tersebut dan memasuki mulut Komandan Meredith.
"Apa itu......?" Ucap Ratu Titan Medusa lalu terbang turun ke dekat Meredith.
Tubuh Meredith pun ambruk ke tanah dan mulai menggelepar seperti kejang-kejang.
"Meredith, kenapa Kau???" Tanya Komandan Chilia Black.
"Akhhhhhhh..........." Teriak Meredith kesakitan.
Asap hitam pun kembali keluar dari dalam mulut nya, dengan cepat asap hitam itu masuk ke dalam mulut Ratu Titan Medusa.
"Ratu..........." Ucap Komandan Chilia Black.
Sementara itu Komandan Meredith telah tewas.
Mata sang ratu pun mulai berubah menjadi hitam seluruh nya baik pupil maupun bola mata nya.
"Hah........"
"Hah........"
"Hah........" Tawa Ratu Titan.
"Ratu , kau tidak apa-apa???" Tanya Komandan Chilia.
"Aku bukan Ratu, panggil aku Jack...." Ucap Jack sosok misterius yang merasuki tubuh sang Ratu.
"Jack......" Ucap Komandan Chilia Black.
"Benar, aku akan memberi mu waktu bersembunyi selama satu hari,"
"Jika kau berhasil sembunyi, aku akan melepaskan mu..."
"Namun jika kau tertangkap, kau akan kukuliti hingga mati..." Ucap Jack.
"Ratu sepertinya sedang di kuasai sosok misterius, sebaik nya aku bersembunyi dulu untuk sementara sambil mencari cara menyelamatkan Ratu..." Gumam Komandan Chilia lalu kabur dari tempat tersebut.
Jack pun mulai memasang segel aneh dengan kedua tangan nya, aura berelemen bambu hantu pun mulai melingkupi tubuh nya.
"Jurus Hutan Bambu Kematian...." Ucap Jack kemudian mulai menghentakkan kedua telapak tangan nya ke tanah.
__ADS_1
Pohon-pohon maupun tanaman lain nya langsung berubah menjadi debu dan menghilang dalam radius 100 hektare, kemudian tunas-tunas bambu berwarna-warni pun mulai keluar dari dalam tanah tersebut.
Dalam hitungan menit bambu-bambu hantu itu tumbuh setinggi lima puluh meter, dari arah bambu tersebut tercium bau aroma lavender yang begitu menyengat.
"Hemmmmm.,......."
"Sudah 10000 tahun lama nya aku gak mencium bau kematian ini, setelah terlepas aku mendapatkan satu mangsa..."
"Setelah ini aku akan kembali ke Planet Dewa, lalu mencari mangsa di sana....."
"Tapi sebelum nya, aku akan bersenang-senang dulu di sini..." Ucap nya.
Sementara itu Komandan Chilia Black tampak bingung dengan perubahan hutan tersebut dalam waktu singkat.
"Kenapa muncul bambu???"
"Ini aneh sekali....." Ucap Komandan Chilia Black.
Guci Putih yang sebelumnya berada di sewlah guci hitam pun mendadak bergetar, rantai hitam yang melilitnya pun mulai terlepas.
Asap putih pun keluar dari dalam guci tersebut lalu menjelma menjadi sosok wanita yang sangat cantik dengan jubah berwarna emas.
Di dahi nya terdapat tato teratai putih, wanita itu merupakan Beast tipe tumbuhan.
Walaupun ranah nya berada di ranah alam dewa tingkat tiga namun tenaga dalam nya saat ini hampir tidak ada.
"Sepertinya Jack God Slayer sudah bangun...." Gumam Wanita Cantik berambut emas dengan ujung rambut berwarna pelangi.
Ia pun mulai menggerakkan jari-jarinya seolah-olah seperti menghitung sesuatu.
"Sudah 10 ribu tahun...."
"Akhir nya......"
"Ajian Rawa Rontek itu sudah musnah, sudah saat nya aku membunuh nya..."
Wanita itu pun mulai duduk bersimpuh di bawah salah satu rumpun bambu dan mulai menyerap energi dari tanah tersebut.
Tampak aura kecoklatan mulai memasuki pori-pori wanita tersebut.
Arung saat ini sedang terbang di dekat Hutan Bakau Bambu Kematian tersebut dan menyaksikan peristiwa hilang nya pohon-pohon dan tumbuhan lain nya tersebut kemudian berubah menjadi hutan bambu.
"Sepertinya ada sesuatu di sana....."
"Ayo kita selidiki hutan itu...." Ujar Arung lalu terbang turun menuju hutan bambu hantu tersebut.
Ketiga Wanita Cantik pun ikut turun mengikuti pemimpin nya tersebut.
"Dup..........."
"Dup..........."
"Dup.........." Suara tapak kaki mereka berempat saat mendarat dengan mulus di hutan bambu hantu tersebut.
"Wahhhh......"
"Wangi banget....."
"Aroma hutan ini membuat ku rileks...." Ucap Selir Keysha dengan polos nya.
"Warna nya pun indah...."
"Sepertinya hutan bambu ini ramah..." Ucap Selir Nora.
Arung dan yang lain nya pun mulai berjalan di dalam hutan bambu tersebut, tidak terasa satu jam pun telah berlalu mereka pun bosan dan hendak meninggalkan hutan tersebut.
__ADS_1
"Dari tadi kita sudah berjalan dan masih belum keluar dari hutan ini, sebaiknya kita terbang saja agar lekas menemukan rombongan Ratu Medusa..." Ujar Kira.
"Kalau begitu ayo....." Ucap Arung lalu mulai melesat terbang.
Ketiga wanita cantik pun ikut terbang, alangkah terkejut nya mereka saat berada di atas hutan bambu tersebut.
Sejauh mata memandang yang terlihat hanyalah hutan bambu dengan variasi warna yang berbeda.
"Kenapa hanya ada hutan bambu???"
"Ini aneh sekali???" Ucap Kira.
"Ayo kita jelajahi hutan ini, jika kita terbang lurus pasti kita bisa menemukan ujung dari hutan ini...." Ucap Arung.
"Kau memang jenius Suami ku......" Ucap Selir Keysha.
Mereka pun mulai terbang lurus bersamaan.
"Whussss..........."
"Whussss..........."
"Whussss.........." Suara hempasan angin saat merekam berempat melesat.
Perwakilan Aliansi Naga itu pun mulai melesat terbang di atas Hutan Bambu Kematian tersebut, mereka terbang tegak lurus.
Detik demi detik mulai berlalu, menit demi menit pun berlalu, hari pun mulai menjelang malam.
Mereka berempat pun tidak kunjung menemukan ujung dari Hutan Bambu Hantu itu, akhirnya mereka kembali mendarat di dalam hutan bambu tersebut.
"Dup............"
"Dup..........."
"Dup..........." Suara saat tapak kaki mereka berempat mulai mendarat di atas tanah.
"Kenapa kita tidak keluar-keluar dari dalam hutan ini, padahal kita sudah terbang lurus...."
"Tempat apa ini sebenarnya???" Ucap Kira.
Arung dan yang lain nya juga berpikiran sama, namun sang Pendekar Setengah Naga itu pun memutuskan untuk beristirahat dulu baru esok hari dia memikirkan cara untuk keluar dari dalam Hutan yang aneh tersebut.
"Sebaiknya malam ini kita beristirahat dulu disini, besok kita akan mencari jalan keluar dari dalam sini..." Ucap Arung.
"Baiklah Sayang, kalau begitu kami akan mendirikan tenda sebagai tempat untuk kita beristirahat dulu...."
"Kira, kau buat lah tenda ku sendiri...."
"Sepertinya malam ini akan panjang...." Ujar Selir Keysha berniat membubuhi minuman Arung dengan obat kuat yang di temukan nya di dalam salah satu lemari milik Ratu Santet.
"Dasar......"
"Pasti mau ngaduk semen...." Gumam Kira.
Arung pun mulai memasang perisai kultivasi perak dan mulai membungkus wilayah di sekitar mereka.
Mereka pun mulai membangun tenda di dalam perisai kultivasi perak tersebut.
Mereka tidak mengetahui nya jika sejak tadi mereka hanya terbang berputar-putar di atas hutan bambu kematian, mereka terkena ilusi kematian karena mencium bau lavender yang di keluarkan oleh bambu tersebut.
Sementara itu, Jack The God Slayer sedang mempersiapkan cara untuk membunuh Komandan Chilia.
Tampak sebuah meja dengan berbagai peralatan di atas nya seperti golok, gergaji, pedang, martil dan benda-benda lain nya yang berbahaya.
"Sudah lama aku gak bermain kucing dan anjing...."
__ADS_1
"Rindu rasanya mendengarkan jeritan ketakutan tikus yang hendak mati..." Ucap Jack The God Slayer yang ternyata adalah Pendekar Pembunuh Berantai tersebut.