Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Pertemuan Yang Mendebarkan.


__ADS_3

Rombongan Putri Akasia Naga pun terus berjalan menuju tenda tempat Arung dan yang lain nya beristirahat.


Tampak kepiting-kepiting kecil merayap di atas tanah dan jalanan yang juga begitu becek.


Tak lama berselang, Rombongan pun tiba di hadapan Arung dan Putri Laura.


Mendengar ada banyak suara di luar Jihye dan juga Lila pun keluar dari dalam tenda.


"Rombongan Kerajaan Naga Benua Timur, siapa ya yang ada di dalam Kereta Kencana???" Gumam Putri Laura kemudian mulai berdiri begitupun dengan Arung.


Sang Putri pun mulai membuka pintu kereta kencana tersebut, rambut emas nya yang indah pun terlihat begitu memukau.


"Kakak Akasia....." Ucap Putri Laura.


Pada saat ini Putri Akasia tidak menyadari kehadiran Putri Laura yang merupakan sepupu nya tersebut, ia sangat fokus melihat sosok Pria Naga di hadapan nya tersebut.


Keadaan pun menjadi hening untuk sesaat, Para pengawal pun mulai menerka-nerka tentang apa yang sebenarnya telah terjadi antara Arung dan juga Putri Akasia Naga.


"Arung........" Gumam Putri Akasia Naga lalu mulai meneteskan air mata haru.


"Jadi pemuda tampan berambut putih itu adalah Pembinor...."


"Tidak kusangka dan kuduga, Putri yang bermartabat seperti nya berani bermain api....." Gumam Khalia yang tidak tahu kisah yang telah terjadi di antara mereka berdua.


"Kenapa Kakak Menangis, mungkinkah dia sudah mengetahui berita kematian suami nya???" Gumam Tuan Putri Laura yang masih belum paham dengan situasi saat itu.


Jantung Arung pun sedikit berdebar pada waktu itu, Putri Akasia pun langsung berlari kemudian memeluk mesra Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Apa yang di lakukan nya???"


"Kenapa wanita berdada besar ini tiba-tiba memeluk ku....." Gumam Arung.


Para Pengawal pun terkejut saat melihat Putri Akasia lepas kontrol, mereka seakan-akan tidak percaya dengan apa yang terjadi pada saat itu.


"Oh My Goddd......"


"What the hellll......." Ucap Lila sambil mematung.


Sambil berderai air mata, Putri Akasia berbisik mesra di telinga Arung.


"Sayang, syukurlah kau masih hidup....." Ucap nya kemudian mulai menci*m panas laki-laki yang tengah di peluk nya tersebut.


"Kakak........"


"Dia itu suami ku???" Gumam Putri Laura yang merupakan sepupu angkat nya tersebut.


Khalia pun langsung mengambil inisiatif dan menarik sang Putri.


"Putri Akasia, sadarlah....."


"Walaupun anda baru jadi janda...."


"Tapi kelakuan seperti ini tidak di bolehkan..." Ucap Khalia sambil memisahkan mereka berdua.

__ADS_1


"Benar Kakak....." Ucap Laura.


"Laura......"


"Sedang apa kau di sini???" Tanya Putri Akasia Naga.


"Kakak Akasia yang sedang apa mencium Suami ku...." Ucap Putri Laura.


"Suami mu??" Ucap Putri Akasia terkejut.


Lila pun beranjak ke sebelah Arung kemudian mulai menggandeng lengan nya.


"Dia Suami ku juga....."


"Kau Siapa...." Ucap Lila Wind Dragon.


"Ada apa ini???" Ucap Arung bingung.


"Arung, apa kau gak mengingat ku???" Ucap Putri Akasia Naga.


"Tidak, siapa kau???" Ucap Arung.


"Ada apa ini, apa naga jantan itu sampai sepopuler ini???" Gumam Jihye.


"Kak......"


"Belum lagi Kakak Ipar di kuburkan...."


"Kakak sudah berselingkuh dengan Suami ku..." Ucap Putri Laura.


"Putri Akasia, Raja Naga sudah menunggu kita untuk pemakaman para jendral yang wafat saat bertarung dengan Dewa Pencuri di Kota Drake...."


"Putri merupakan perwakilan dari Kerajaan Benua Naga Timur, dua perwakilan kerajaan lain nya juga datang..." Ucap Khalia.


"Mungkin saja Arung mengalami amnesia sejak peristiwa itu...."


"Baiklah, aku akan menunggu ingatan nya kembali...."


"Lagian aku pun sudah jadi janda ...." Gumam Putri Cantik Berambut Emas tersebut.


"Laura, ayo ikut aku..."


"Aku akan mengantar kan mu ke tempat papa mu, Raja Naga Benua Utara..." Ucap Putri Laura.


Beberapa saat kemudian, Arung, Laura dan Putri Akasia pun menaiki kereta kencana yang sama sedangkan Jihye, Lila dan juga Jihan menaiki kereta kencana yang satu lagi.


Kereta Kencana yang baru saja di keluarkan oleh Khalia untuk tamu tak di undang, Rombongan Perwakilan Kerajaan Benua Timur itu pun mulai berbalik menuju Gerbang Masuk Ibu Kota Kerajaan Naga Utara.


"Tap........"


"Tap........"


"Tap........" Suara tapak kaki Pengawal-Pengawal Wanita dari Kerajaan Benua Naga Timur.

__ADS_1


Didalam kereta kencana yang di naiki oleh Lila, raut wajah Naga Cantik itu terlihat risau.


"Siapa Gadis Naga yang mencium Suami ku itu...."


"Walaupun Gadis itu seorang bangsawan, aku gak terima saat dia melecehkan Suami ku di depan khalayak ramai..." Gumam Lila.


Pada saat ini Jihan masih beristirahat dan tidur di sebelah Jihye, Nona Phoenix tersebut dapat merasakan kegalauan hati Naga Cantik tersebut.


"Wanita mana yang tidak shock saat Suami nya di cip*k di depan nya, jika aku jadi diri nya aku pasti memenggal kepala wanita itu..."


"Pelakor memang wajib di pancung...." Gumam Jihye yang begitu membenci Pelakor.


-[Di Dalam Kereta Yang Di Naiki Oleh Arung]-


Suasana begitu canggung di dalam kereta tersebut, Putri Akasia yang begitu dingin itu pun terus memandangi wajah Arung, hal itu membuat Putri Laura sedikit kesal.


"Apa sebenarnya hubungan mereka berdua, kenapa Kakak yang baru saja kehilangan Suami nya bisa berbuat hal seperti itu...."


"Walaupun aku sudah memberitahu nya bahwa Arung adalah Suami ku namun dia tetap memandangi Arung seperti itu...." Gumam Putri Laura.


Pada saat ini Arung terlihat bingung, ia sama sekali tidak mengenali Putri Akasia Naga.


"Mungkinkah peristiwa seperti ini sama seperti saat aku bersama Luna???" Gumam Arung yang teringat kejadian yang hampir sama saat bersama Luna dahulu.


"Saat ini, Laura sudah menikah dengan nya...."


"Sepertinya aku harus bersabar dan menunggu ingatan nya kembali...." Gumam Putri Akasia Naga lalu mengeluarkan makanan kesukaan Arung.


"Kau pasti lapar, makan lah.." Ucap Putri Akasia Naga sambi mengeluarkan sepiring daging panggang raja siluman air.


"Wah........."


"Ini makanan kesukaan ku....."


"Daging Panggang Raja Siluman Air,...." Ucap Arung kemudian langsung menyantap daging pemberian sang Putri.


"Kakak....."


"Sebenarnya, apa hubungan mu dengan Suami ku???" Tanya Putri Laura.


"Adik kecil, kau juga pasti lapar makan lah....." Ucap Putri Akasia Naga lalu mengeluarkan sebuah buku dan mulai membaca nya.


"Dasar Kakak...."


"Dingin seperti biasa nya..." Gumam Putri Laura.


Kereta Kencana Naga pun mulai memasuki Gerbang Masuk Ibu Kota Kerajaan Naga Utara, terlihat begitu ramai penduduk yang sedang beraktifitas.


Saat rombongan sang Putri memasuki jalanan, para penduduk pun minggir dan memberikan jalan kepada rombongan tersebut.


Tampak di tengah-tengah kota sebuah istana yang megah, tak lama berselang Rombongan tersebut pun tiba di depan pintu gerbang masuk Istana Raja Naga Benua Naga Utara.


Para prajurit yang berjaga pun mulai membuka gerbang besar dan megah tersebut.

__ADS_1


"Kraakkkkk.........." Suara saat pintu gerbang istana di buka.


__ADS_2