
-[Goa Buah]-
"Aku akan menonton pertunjukan ini terlebih dahulu, Kamila aku akan menghukum mu nanti... " Gumam Ratu sang Red Kunti tersebut.
-[Pemakaman Kuno]-
"Byurrrr............ " Suara hujan deras.
"Jderrr....... "
"Jderrr....... " Suara petir menggelegar.
Kobaran api tampak di berbagai tempat, terlihat pertarungan begitu sengit. Cuaca pun semakin dingin walau pun keadaan makin tegang di tempat tersebut.
Tampak Jamila tiba-tiba muncul di hadapan Arung, sontak saja Pendekar Setengah Naga itu terkejut.
"Alamak.... "
"Setan... " Ucap Arung.
Black Kunti pun memegang dagu Arung dan memperhatikan nya dengan seksama.
"Tampan sekali.... " Ucap Jamila.
"Mau apa kau???" Ucap Arung sambil menepis tangan Jamila dan melompat ke belakang.
Jamila pun menyerang Arung dengan cara memanjangkan lengan nya. Dengan gesit Pendekar Setengah Naga itu menghindarinya.
Black Kunti itu pun kembali menghilang dan membuat Arung kebingungan.
"Kemana setan itu???" Ucap Arung yang berdiri di atas kereta kencana tersebut.
Tiba-tiba saja Black Kunti pun kembali muncul di dekat telinga nya sambil berbisik.
"Sebaiknya kau menyerah tamfan... '
"Bersenang-senang lah dengan ku mungkin aku bisa meminta Ratu mengampuni mu.. " Bisikan Jamila.
Arung pun berusaha menepis Jamila, namun dia menghindar sekaligus menghilang.
"Hilang.... "
"Jurus hantu ini sungguh merepotkan.... " Ucap Arung sambil kembali mengamati ke sekeliling nya.
Sosok itu pun muncul dengan kepala kebawah dan kaki ke atas, tampak rambut hitam nya terurai ke bawah.
Wajah Jamila dan Arung saling bertatapan.
"Bagaimana tamfan, apa jawaban mu... " Goda Jamila.
Arung pun mengayunkan palu emas Hitam surgawi nya, namun sosok Jamila berhasil menghindari nya lalu kembali menghilang.
"Istriku sudah banyak, mana mungkin aku mau dengan mu... " Ujar Pendekar Setengah Naga itu sambil mengamati sekeliling nya.
"Baiklah aku akan membuatmu tunduk kepada ku... " Ucap Jamila sosok yang tak kasat tersebut.
__ADS_1
Arung pun melemparkan Palu Emas Hitam Surgawi tersebut kearah sumber suara tersebut, Palu itu berputar dan menghantam udara kosong lalu kembali ke genggaman tangan Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Ugh...... "
"Aku harus memikirkan cara mengatasi jurus menghilang nya???" Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
Jamila pun muncul kembali dengan pose duduk namun melayang di kejauhan.
"Senjata yang unik.... "
"Sepertinya aku harus melumpuhkan mu dulu tamfan." Seru Jamila lalu mengarahkan telunjuknya seperti pose sebuah pistol ke arah Arung.
Tiga buah sambaran petir bertipe sihir pun melesat ke arah nya. Arung pun tidak sempat menghindari serangan tersebut, Pendekar Setengah Naga itu pun mencoba menahan sambaran petir tersebut dengan Palu Hitam Emas Surgawi nya.
"Dzzztttttt............ " Suara percikan petir saat sambaran petir tersebut menyambar Palu Emas Hitam Surgawi.
"Panas...... " Ucap Arung lalu menjatuhkan Palu nya ke tanah di dekat Kereta Kencana.
"Bagaimana tamfan, lebih baik kau membuat ku panas malam ini.... "
"Atau aku akan membakar sendi-sendi mu???" Ucap Jamila yang begitu tertarik dengan Arung.
"Sepertinya wanita ini seorang wanita psiko, dia pasti hendak memperkosa ku???" Gumam Arung di dalam hati nya.
Perbedaan kekuatan antara Arung dengan Jamila lumayan besar, jurus menghilang itu pun sangat merepotkan Naga Don Juan tersebut.
"Hilang lagi.... " Ucap Arung saat melihat sosok Black Kunti itu kembali menghilang di hadapan mata nya.
Tiba-tiba saja Black Kunti itu telah mengunci pergerakan Arung, Pendekar Setengah Naga itu pun menjadi lemas dan kehilangan kultivasi nya karena jurus kuncian Jamila tersebut.
Jamila pun mengeluarkan sebuah Pagoda Hantu dengan sembilan tingkatan, ia pun melemparkan pagoda dengan tinggi sejengkal itu ke depan Kereta Kencana.
"Benda apa itu???" Gumam Arung yang tidak dapat bergerak lagi.
Pagoda itu pun menjadi besar dan menjadi setinggi 40 meter dan menjulang ke langit.
Perhatian Naga Magnet Kuno dan juga Laba-laba Emas pun teralihkan sesaat ke arah Pagoda Hantu tersebut.
"Bangunan Pagoda???"
"Bagaimana bisa Beast itu memiliki Pagoda???" Gumam Naga Magnet Kuno heran.
"Pusaka apa itu lagi???" Gumam Sonia.
"Pagoda Hantu.... " Ucap Jamila di dekat telinga Arung.
Sebuah rantai putih dari lantai kedelapan pun melesat ke luar dari jendela dan merantai mereka berdua.
"Kita akan bersenang-senang di dalam Sayang... " Ucap Jamila.
Rantai putih itu pun menarik mereka hingga ke dalam Pagoda Hantu, Delayla yang kini dalam wujud Beast nya pun terbang ke arah Pagoda berniat menghancurkan benda tersebut.
"Aurghhhhhh............ " Raungan Naga Magnet Kuno lalu mulai menembakkan beberapa bola magnet ke arah Pagoda tersebut.
Sebuah perisai putih pun muncul di sekeliling Pagoda serta menahan tiap serangan dari Naga Magnet Kuno tersebut.
__ADS_1
"Duarghhhh....... "
"Duarghhhh....... "
"Duarghhhh....... " Suara ledakan saat bola magnet membentur perisai kemudian meledak.
Kunti-kunti pun kembali menyerang Naga Magnet Kuno yang tengah mengamuk tersebut, puluhan bola berelemen api dan petir sihir mengarah kepada makhluk tersebut.
Naga Magnet Kuno pun menembakkan bola-bola magnet ke arah serangan-serangan tersebut.
Ledakan pun kembali terjadi di langit di malam yang berhujan tersebut, suara-suara ledakan pun terjadi di mana-mana.
Sonia pun telah berhasil membunuh kunti-kunti yang menyerangnya kini dia sedang melesat ke salah satu pohon dan melakukan serangan diam-diam terhadap kunti-kunti yang sedang menyerang Naga Magnet Kuno.
"Huft........... " Suara helaan nafas panjang Sonia sambil membidik beberapa Kunti yang tengah menyerang Delayla.
"Untung Delayla berubah menjadi Naga, sehingga perhatian makhluk-makhluk itu menjadi teralihkan,"
"Jika tidak aku tidak mungkin sanggup melawan segitu banyak nya Beast Hantu itu." Gumam Sonia.
Ia pun mulai menembakkan beberapa panah cahaya dari pohon tersebut dan berhasil membunuh beberapa Kunti.
"Duarghhhh......... "
"Duarghhhh......... "
"Duarghhhh......... " Suara ledakan saat kepala beberapa Kunti tersebut meledak.
Beberapa Kunti yang menyadari serangan Sonia pun berbalik badan serta merta menghentikan serangan ke arah Naga Magnet Kuno dan melesat ke arah Spnia.
"Fiuh........ "
"Baru juga aku sembunyi, aku sudah ketahuan." Gumam Sonia lalu kembali menembakkan panah-panah cahaya nya ke arah Kunti-kunti tersebut.
"Duarghhhh........ "
"Duarghhhh......... " Suara ledakan kepala beberapa Kunti yang terkena serangan Sonia.
Setelah berada di dekat Sonia, ketiga Kunti itu memanjangkan lengan nya dan berniat mencabut jantung Sonia.
Rayu Laba-laba emas itu pun berusaha menghindari nya dengan bersusah payah.
"Mereka sangat banyak.... " Gumam Sonia sambil melirik ke arah Kereta Kencana.
Terlihat Avatar-Avatar Arung masih melindungi kereta Kencana tersebut.
"Ugh....... "
"Aku harus segera menuntaskan pertempuran ini dan menolong si bodoh itu... "
"Kunti itu pasti berniat buruk terhadap Suamiku itu... " Gumam Sonia sambil kembali melesatkan panah-panah cahaya nya.
To Be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya
__ADS_1