Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Rencana Pembentukan Pasukan.


__ADS_3

Setelah selesai menyantap Sup Daging Kuda tersebut, Jendral Dracule Vampir pun mulai bangun dari tempat duduk nya saat ini.


"Apa yang mau di lakukan Jendral Dracule, apa dia masih lapar dan mau namboh lagi?" Gumam Arung yang sedang menghisap tembakau ular milik nya tersebut.


"Whusss......... " Suara hembusan asap tembakau ular milik Arung.


"Afar, Heinz, Garo, Zafira Indah,"


"Kemari, ada yang ingin ku sampaikan." Perintah Jendral Dracule Vampir.


"Siap Jendral.... " Sahut kelima Komandan tersebut.


Para Komandan pun mulai berbaris dengan teratur di sebelah Jendral Dracule Vampir.


Pandangan Arung dan yang lain nya pun mulai tertuju ke arah Jendral Dracule Vampir beserta Kelima Komandan nya tersebut.


Komandan Dracule pun berpindah ke hadapan para Komandan nya tersebut.


"Jendral Arung, kumohon untuk berdiri di sebelah ku,"


"Ada yang ingin kusampaikan pada mu juga." Ucap Jendral Dracule.


"Wah...... "


"Jendral Dracule ini formal banget... " Gumam Arung lalu mulai berdiri dan berjalan ke arah Jendral Dracule Vampir berada saat ini.


"Apa-apaan ini?'


"Apa mereka bertujuh lagi main jendral-jendralan?" Gumam Sonia.


Sementara itu kelima Selir pun mulai serius menatap ke arah kedua Jendral tersebut.


"Kalian berlima beri hormat kepada Jendral Sekutu kita, Jendral Arung yang berasal dari Kerajaan Darah Merah." Perintah Jendral Dracule.


Kelima Komandan pun saling menatap dan mulai mengalirkan air mata karena terharu, kemudian barulah mereka mulai memberi hormat ala Pendekar kepada Jendral Arung.


"Wah..... "


"Pada nangis, padahal baru siap makan Sup bukan nya nonton Drama Korea?" Gumam Arung.


"Kok pada nangis yach?"


"Apa Sup nya enak banget?" Gumam Sonia.


"Menangislah Komandan-komandan ku, aku pun mengalirkan air mata ketika mendengar masih ada Kerajaan Federasi yang masih bertahan saat ini." Ucap Jendral Dracule dengan bola mata yang berkaca-kaca.


"Wah........... "


"Ternyata mereka berlima adalah Para Komandan-Komandan di Kerajaan ini." Gumam Salah Satu Selir tersebut.


"Perkenalkan diri kalian satu persatu Komandan." Ucap Jendral Dracule.


"Siap Jendral...... " Sahut kompak kelima Komandan tersebut.


"Ugh......... "


"Formal nya kebangetan.... "


"Padahal kita kan lagi di dalam Penjara?" Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.


Komandan Heinz pun mulai maju kedepan.


"Hormat Jendral, namaku Heinz Vampir,"


"Kumohon Jendral dapat membebaskan Negeri kami ini, kasihan rakyat yang kelaparan dan tersiksa oleh kekejaman Kaisar Vampir" Ucap Komandan Heinz lalu kembali ke barisan nya.


"Benar-benar seorang Komandan yang patiotik dan cinta kepada tanah air." Gumam Arung.


Komandan Garo pun mulai maju kedepan.


"Hormat Jendral, namaku Garo Vampir,"


"Kumohon kepada Jendral kita harus segera keluar dari tempat ini dan menyelamatkan wanita-wanita yang kehilangan suami nya akibat perang ini Jendral,"


"Termasuk istri-istri ku yang entah bagaimana keadaan nya saat ini." Ucap Komandan Garo lalu mulai meneteskan air mata di pipi nya kemudian kembali ke barisan nya.


"Hem....... "


"Ini Komandan pasti Komandan Play Boy, istrinya lebih dari satu,"


"Aku jadi teringat Istri dan Kekasih-Kekasih ku yang berada di Benua Es Api, gimana ya keadaan mereka." Gumam Arung.


Komandan Afar pun mulai maju kedepan.


"Hormat Jendral, namaku Afar Vampir,"


"Kita harus segera menyelamat kan Raja Geitetsu Jendral" Ucap Komandan Afar lalu kembali ke barisan nya.

__ADS_1


"Bagus...... "


"Komandan ini masih Stay Focus dengan tujuan utama ku." Gumam Arung.


Komandan Zafira pun mulai maju ke depan.


"Hormat Jendral, namaku adalah Komandan Zafira Vampir,"


"Aku single Jendral dan berniat mencari Calon Suami, tapi perang mulai berkecamuk tiga tahun yang lalu,"


"Dan aku masih single sampai saat ini, kumohon kepada Jendral untuk segera menghentikan peperangan ini,"


"Dan mengakhiri status jomblo ku." Ucap Komandan Zafira lalu mulai bermain mata dengan Jendral Arung dan kembali ke barisan nya.


"Huh......... "


"Dasar Rubah, berani sekali dia menggoda Calon Imam ku." Gumam Sonia yang cemburu melihat tingkah Zafira.


"Ini Komandan pasti Komandan Fuc*girl.' Gumam Arung.


"Dasar Komandan Penggoda.... " Gumam Komanda Afar, Heinz, dan Garo.


Komandan Indah pun mulai maju ke depan.


"Hormat Jendral, namaku adalah Komandan Indah Vampir,"


"Aku janda anak satu Jendral, suamiku Jendral Karl Vampir di bunuh oleh Jendral Vladmira,"


"Kau harus membalas kan dendam ku Jendral,aku rela menjadi Selir mu asal kau bisa membunuh Jendral Vladmira." Ucap Komandan Indah lalu kembali ke barisan nya.


"Waduh......... "


"Kacau jika sampai Komandan Indah bertemu dengan Ahli Pijat Pribadiku nanti." Gumam Arung.


"Hah.......... " Suara nafas panjang Jendral Dracule.


"Ajang perkenalan ini malah jadi ajang curhat.... " Gumam sang Panglima Perang Kerajaan Darah Biru tersebut.


"Huh........ " Ucap Sonia.


"Mereka benar-benar terlatih dalam berbagai hal... " Gumam Jendral Arung.


"Sepertinya ada banyak saingan untuk menjadi Calon Istri Jendral... " Gumam Kelima Selir kompak.


"Walau saat ini Kerajaan Darah Biru telah di taklukan oleh Kekaisaran Vampir, tapi kita tidak boleh menyerah, masih ada satu Kerajaan yang belum berhasil di taklukan oleh Kaisar Vladmir,"


"Kalian paham..... " Ucap Jendral Dracule.


"Siap Jendral....... " Sahut kelima Komandan tersebut kemudian kembali meneteskan air mata haru.


"Hah....... "


"Mewek lagi, kenapa Komandan-komandan di Kerajaan Darah Biru ini begitu cengeng,"


"Wajar saja Kerajaan mereka kalah." Gumam Arung.


"Jendral Arung, kumohon untuk memberi perintah selanjutnya kepada kami." Ucap Jendral Dracule.


"Aku..... " Ucap Arung sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Benar Jendral, kali ini kau adalah pemimpin kami,"


"Kami akan mematuhi semua perintah mu." Ucap Jendral Dracule.


"Hufttt............ " Suara nafas panjang Arung.


"Ini kali pertamaku memberi perintah sebagai Jendral, aku jadi grogi dikit nih." Gumam Arung.


"Baiklah, prioritas kita saat ini adalah menemukan Raja Geitetsu dan membawanya kembali ke Kerajaan Darah Merah." Ucap Arung.


"Siap Jendral......... " Sahut kompak kelima Komandan tersebut.


Salah satu Komandan pun mulai mengangkat tangan nya berniat menanyakan rencana selanjutnya.


"Ia ada apa Zafira." Ucap Arung.


"Hormat Jendral, Raja Geitetsu telah di bawa oleh Bos Gen setahun yang lalu ke aliansi SANBON Utara,"


"Di aliansi tersebut terdapat 300 orang tahanan yang di pimpin oleh Ratu Santet,"


"Dengan jumlah kita yang sedikit akan sulit untuk kita membebaskan Tetua Geitetsu yang di tawan di tempat tersebut, langkah apa yang harus kita jalankan Jendral Tampan?" Tanya Komandan Zafira sambil kembali mengedipkan mata nya.


"Rubah........ " Gumam Sonia.


"Benar yang di katakan oleh Komandan Zafira, harus ada sebuah rencana yang matang untuk menembus Aliansi SANBON Utara tersebut,"


"Sebaiknya aku bertanya kepada Jendral Dracule, dia pasti memiliki sebuah rencana." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.

__ADS_1


Sementara itu Sonia dan kelima selir lain nya hanya mendengarkan pembicaraan mereka dengan raut wajah yang serius dan sesekali cemburu saat kedua Komandan Wanita tersebut menggoda Jendral Besar Arung.


"Ternyata Arung adalah seorang Jendral?"


"Kya.......... "


"Jika aku menikah dengan nya aku akan menjadi istri dari seorang Jendral, pilihanku memang tidak salah." Gumam Sonia.


"Wah...... "


"Seorang Jendral.... " Gumam kelima selir kompak.


"Jendral Dracule, apa kau memiliki usul untuk membebaskan Raja Geitetsu?"


"Jika ada kau bisa menyampaikan nya." Bisik Jendral Arung.


Jendral Dracule pun mulai maju kedepan.


"Rencana nya kita akan membentuk pasukan untuk menyerang Aliansi SANBON Utara, ke sepuluh Ketua Kelompok Aliansi saat ini sedang pergi menuju Menara untuk mengantarkan upeti,"


"Kita akan menjarah upeti yang berisi tawanan tersebut dan menjadikan nya pasukan,"


"Kalian paham...... " Perintah Jendral Dracule.


"Siap Jendral........" Sahut kelima Komandan tersebut.


"Benar juga, para tawanan yang di bebaskan nantinya pasti akan bergabung dengan pasukan kami secara sukarela, ini lebih praktis dari pada harus merekrut para narapidana di sekitar sini satu persatu,"


"Kami juga bisa sekaligus menumpas ranting-ranting kecil dari Aliansi SANBON Utara tersebut,"


"Melempar dua target dengan satu buah lemparan, dia memang seorang Jendral berpengalaman." Gumam Arung.


"Kalau begitu kalian segera lakukan pengintaian di dekat Jembatan Gantung, apabila ada kelompok yang mulai menaiki jembatan tersebut segera beri kabar kemari,"


"Jangan melakukan penyerangan sebelum kami tiba." Perintah Jendral Dracule.


"Siap Jendral........ " Sahut kelima Komandan tersebut.


Kelima Komandan pun langsung melesat pergi dari tempat tersebut menggunakan Jurus Meringankan Tubuh nya, Jendral Dracule dan Jendral Arung pun kembali duduk di bebatuan besar tersebut.


"Jendral Arung, kita tinggal menunggu kabar dari para Komandan,"


"Setelah itu kita lakukan penyerangan." Ucap Jendral Dracule.


"Aku setuju dengan rencana mu Jendral." Ucap Arung.


Beberapa saat kemudian Sonia pun menghampiri mereka berdua dan duduk di sebelah Arung.


"Arung, apa tidak berbahaya jika kita melakukan penyerangan terhadap Ketua Kelompok lain nya,"


"Jumlah kita kan sangat kecil." Bisik Sonia.


"Tenang Sonia, aku akan membebaskan para tawanan terlebih dahulu seperti biasanya dan menculik beberapa Bandit-Bandit tersebut,"


"Rencana penyerangan nya sama seperti saat kita melakukan penyerangan terhadap Kelompok Bos Gen." Ucap Arung.


"Ohhhh......... "


"Semoga saja berhasil.... " Gumam Sonia.


Beberapa saat kemudian ke lima Selir Bos Gen pun datang menghampiri Arung sambil menyerahkan sebuah peti sepanjang dua meter.


"Jendral Arung, ini adalah Upeti milik Bos Gen sebelum nya,"


"Kami berlima ingin menyerahkan nya kepada mu Jendral." Ucap Salah Satu Selir tersebut.


"Kami tahu tidak mungkin untuk menjadi istri mu, maka kami putuskan untuk menjadi pelayan mu Jendral." Ucap Selir lain nya.


"Istri?"


"Waduh......... " Gumam Arung.


"Aku Hana Vampir mulai saat ini memutuskan untuk menjadi pelayan mu, semoga kau memperlakukan ku dengan baik,"


"Dan tidak memukul ku seperti Bos Gen." Ucap Hana Vampir.


"Hana.....?" Gumam Arung.


"Tapi...... "


"Tunggu.... Tunggu dulu." Ucap Arung yang berniat mencegah ke lima Selir tersebut untuk menjadi pelayan nya tersebut.


"Br*ngsek dasal lima siluman rubahhhh......... " Teriak Sonia yang cemburu di dalam hati nya tersebut.


___________________________________


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.

__ADS_1


__ADS_2