
Beberapa menit kemudian.
"Suami ku sadar lah." Gumam Dhieng.
"Kau harus bersiap dengan segala kemungkinan apa pun Dhieng, kau harus kuat nanti nya." Ucap Ratu Adrienne yang sudah bersiap dengan kuku-kuku hitam panjang nya tersebut.
Beberapa saat kemudian kedua belah mata Arung dan juga Vladmira mulai terbuka, Perisai kultivasi hitam pun mulai perlahan menghilang.
"Arung, apakah kau telah menjadi budak nya?" Tanya Ratu Adrienne.
"Sepertinya Adrienne mengetahui asal muasal Jurus Terlarang ini." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Tidak Ratu, Vladmira yang sudah menjadi budak ku saat ini." Ucap nya.
"Syukur lah Sayang.... " Teriak Dhieng Vampir kemudian mulai memeluk tubuh Suami nya tersebut.
"Fiuh...... "
"Untunglah, sebenar nya aku pun tidak tega untuk membunuh Naga Bodoh yang telah menjadi Suami ku ini." Gumam sang Ratu Vampir tersebut.
"Vladmira gantikan Dhieng untuk memegang rantai hitam tersebut." Perintah Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Baik tuan ku." Ucap Vladmira kemudian mulai mengambil rantai yang melilit tubuh Meysi dari tangan Dhieng.
"Sungguh malang nasibku harus menjadi seorang Pembantu dari seekor Naga tersebut." Gumam Vladmira di dalam hati nya.
"Kalau begitu ayo kita kembali Suami ku, aku sampai lupa dengandengan Putri kita Shayla." Ucap Dhieng.
"Ayo..... " Ucap Arung.
Arung dan yang lain nya pun mulai melesat terbang ke arah medan pertempuran tersebut.
"Whusss....... "
"Whusss........ "
"Whusss........" Suara hempasan angin saat Arung dan yang lain nya mulai melesat terbang meninggalkan tempat tersebut.
-[Perbatasan Ibu Kota Kerajaan Darah Merah]-
Tampak Shayla saat ini sedang membantai Prajurit-Prajurit Musuh dengan Pedang Iblis Hitam nya tersebut.
"Slasshhh....... "
"Slasshhh....... "
"Slashhhh....... " Suara saat Pedang Iblis Hitam milik Shayla Tiger mulai mencincang tubuh-tubuh musuh nya tersebut.
Kobaran api beserta jeritan pilu terdengar dan terlihat hampir di setiap tempat di medan peperangan tersebut, mayat-mayat pun bergelimpangan di mana-mana.
Tak lama berselang Ratu Adrienne dan yang lain nya pun tiba di medan peperangan tersebut sambil membawa kepala Jendral Catur yang melayang di balik punggung nya tersebut.
"MENYERAHLAH KALIAN, ATAU AKU AKAN BANTAI KALIAN SEMUA." Ucap Ratu Adrienne dengan Jurus Auman Petir milik nya tersebut.
__ADS_1
Prajurit-Prajurit Musuh yang melihat Jendral nya telah tewas tersebut dan kedua Jendral lain nya sudah menyerahkan diri.
Mereka pun mulai melemparkan senjata-senjata suci milik nya tersebut kemudian mulai mengangkat kedua belah tangan nya yang menandakan Prajurit-Prajurit tersebut telah menyerah kepada Kerajaan Darah Merah tersebut.
"Huft........... "
"Akhirnya kami menang, Terima kasih Arung." Gumam Ratu Gilmore sambil tersenyum ke arah Arung dan yang lain nya.
"Tangkap Prajurit-Prajurit yang menyerah tersebut, dan masukkan mereka semuanya ke dalam penjara bawah tanah di Kerajaan Darah Merah ini." Perintah Ratu Gilmore.
"Baik Ratu.... " Sahut kompak beberapa Komandan-komandan Kerajaan Darah Merah yang tersisa tersebut.
Para Prajurit-Prajurit Kerajaan Darah Merah pun mulai memborgol Prajurit-Prajurit Kekaisaran Vampir tersebut dengan Borgol Hitam Penghilang Kultivasi dan mulai membariskan nya. Sementara itu Tetua Gilmore dan yang lain nya mulai kembali ke Istana Kerajaan Darah Merah.
Tak lama berselang hujan pun mulai turun di Ibu Kota Kerajaan Darah Merah tersebut menandakan kemenangan berdarah Kerajaan Darah Merah terhadap Kekaisaran Vampir.
-[Malam Hari nya]-
Tampak Arung dan juga Dhieng saat ini sedang duduk bersama di tengah ruangan tersebut, raut wajah Dhieng tampak begitu kesal.
"Suami ku, kenapa Gadis ini sampai ikut tinggal sekamar bersama kita,"
"Kenapa tidak kau biarkan dia menginap di kamar pembantu saja, sesuai dengan status nya saat ini." Ucap Dhieng sambil melirik jengkel ke arah Vladmira.
Ternyata Pembantu dari Pendekar Setengah Naga tersebut ikut tinggal sekamar dengan sepasang suami istri tersebut.
"Kasian Vladmira, Dhieng,"
"Jadi akan lebih baik jika dia tinggal bersama kita untuk sementara waktu nya." Ucap Arung.
"Huh...... "
"Siapa juga yang mau tinggal bersama mu jika bukan karena Jurus Terlarang tersebut." Gumam Vladmira.
"Baiklah.... " Ucap Dhieng lalu mulai melepaskan pakaian nya dan mulai berganti ke piyama tidur nya.
"Ugh......... "
"Jika sampai Naga Buaya ini memerintahkan ku melayaninya bersama dengan Vampir Betina itu,"
"Apa yang harus kulakukan Isaka?" Gumam Vladmira.
Isaka Vampir merupakan Suami dari Vladmira Vampir dan juga merupakan salah seorang Jendral Perang di Kekaisaran Vampir tersebut.
"Tidurlah Vladmira." Ucap Arung.
"Baik Tuan ku.... " Ucap Vladmira lalu tidur di atas tilam di pojokan kamar tersebut.
"Lihat tuch..... "
"Dia jinak kan Dhieng, gak ada yang perlu di khawatir kan dengan kehadiran Vladmira di sini,"
"Saat ini dia adalah bagian dari kelompok kecil kita ini." Ucap Pendekar Setengah Naga tersebut.
__ADS_1
Saat ini Vladmira sedang tidur menyamping sambil memejamkan kedua belah mata nya ia pun sedikit kesal saat Arung menyebut nya jinak.
"Huh...... "
"Dasar Naga Bodoh.... "
"Apa dia pikir aku binatang apa, awas saja jika Isaka sampai tahu kondisi ku saat ini." Gumam Vladmira Vampir.
"Ia Jinak.... "
"Jinak apa aja kan, kalau di suruh nemenin kamu mandi pun dia jinak." Ucap Dhieng Vampir yang sedang dilanda cemburu buta tersebut.
Sang Istri pun tidur membelakangi Suami tercinta nya karena saat ini sedang di liputi oleh rasa cemburu buta.
"Hah......... " Suara nafas panjang Arung.
"Sebaiknya aku keluar dan mencari angin segar." Gumam Arung kemudian mulai keluar dari dalam kamar tersebut.
"Kraak....... " Suara saat Pintu Kamar tersebut mulai terbuka.
Arung pun mulai berjalan menyusuri koridor di dalam istana tersebut, tak lama berselang ia pun tiba di halaman samping mansion tersebut.
"Aku bisa gagal fokus kalau kelamaan berada di dalam kamar tersebut, walau pun Vladmira itu adalah seorang musuh tapi tubuh nya tak kalah sexi nya dari Dhieng maupun Rayla." Gumam Pendekar Setengah Naga yang dapat melihat tembus pandang tersebut.
Arung pun mulai melesat terbang ke atas salah satu atap ruangan di istana tersebut, ia pun mulai menengadahkan kepala nya ke atas dan memandangi perisai kultivasi yang menyelimuti Benua Darah Merah tersebut.
"Sudah lama aku tidak menikmati waktu santai seperti ini." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut sambil menghisap tembakau ular milik nya.
"Whusss......... " Suara hembusan asap tembakau ular milik Pendekar Setengah Naga tersebut.
Tak lama kemudian sesosok Gadis Cantik melesat terbang dan duduk di sebelah Pendekar Setengah Naga tersebut, wanita cantik tersebut adalah Putri Tiri nya yaitu Shayla Tiger.
"Wah......... "
"Papa Arung, duduk nyantai kok gak ngajak-ngajak anak mu sih Pa." Ucap Shayla sambil menggandeng lengan Papa Tiri nya tersebut.
"Anak Nakal ini selalu saja mengikuti ku kemanapun aku pergi." Gumam Arung.
"Iya Papa kira, kalian sudah pada tidur nyenyak Shayla,"
"Mana Mama Rayla biasanya kalian selalu berdua?" Tanya Papa Arung.
"Mama Rayla dan juga Ratu Adrienne sudah tertidur pulas di ranjang Pa,"
"Sepertinya mereka kelelahan Pa." Ucap Shayla sambil mulai bersandar di pundak Papa nya tersebut.
Arung pun mulai menghisap tembakau ular nya dan mulai menikmati malam tenang tersebut bersama dengan Putri Tiri nya.
"Whusss........... " Suara hembusan asap tembakau ular milik Arung.
___________________________________
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.
__ADS_1