
Arung saat ini sudah mengetahui banyak kegunaan dari senjata-senjata suci yang ada di dunia persilatan tersebut. Ia mengetahui nya saat mempelajari nya di Goa Yin Yang Vampir Emas sebelumnya.
Di sela-sela waktu luang nya tersebut Pendekar Setengah Naga itu membaca banyak buku-buku kuno yang di peroleh nya dan Robert Wong saat menjelajah di dalam Perpustakaan Kuno tempo lalu.
Jadi tidak hanya seni bela diri nya saja yang meningkat, Pendekar Setengah Naga yang sekarang ini juga memiliki wawasan ilmu pengetahuan yang lebih luas dan jauh dari pada sebelum nya.
"Fiuh.......... "
"Datanglah Buaya-Buaya Hitam." Gumam Arung kemudian mulai mengeluarkan asap berwarna merah jambu dari ujung pedangnya tersebut.
"Whussss............. " Suara hembusan asap Kabut Ilusi Cinta tersebut.
Kabut Ilusi Cinta itu pun mulai memenuhi terowongan air di sekitar Arung, beberapa menit kemudian Buaya-Buaya itu pun berhasil menjebol ke sepuluh dinding-dinding perak tersebut.
Makhluk-makhluk buas tersebut pun mulai memasuki Kabut Ilusi Cinta tersebut, tampak Buaya-Buaya itu mulai menghirup asap dari kabut tersebut.
"Semoga saja berhasil." Gumam Arung.
Beberapa saat kemudian makhluk-makhluk tersebut pun mulai pingsan dan tenggelam jatuh ke lantai dasar terowongan air tersebut, Arung pun dapat mendengar dengan jelas saat makhluk-makhluk itu mulai bertumbangan dan tenggelam satu-persatu.
"Yes..... "
"Berhasil..... " Gumam nya kemudian mulai menyimpan Pedang tersebut kembali ke dalam cincin ruang nya.
Ia pun kembali menyelam di dalam terowongan air tersebut sambil menggeluarkan sebuah elemen cahaya di atas nya sebagai penerangan.
"Ugh....... "
"Gelap banget, mana panjang lagi terowongan nya." Gumam Arung.
Beberapa menit kemudian Arung pun kembali bertemu dengan Vladmira dan juga Komandan Yuri yang saat ini sedang menyelam juga.
"Naga ini, bagaimana dia bisa selamat dari kejaran makhluk-makhluk di ranah alam naga tersebut?" Gumam Vladmira yang berharap Arung tewas dan dia bisa terlepas dari kontrak majikan dan babu tersebut.
"Jendral, syukurlah kau selamat... " Ucap Komandan Yuri.
"Ayo kita harus segera pergi dari daerah sini, mereka hanya tertidur untuk beberapa hari,"
"Kita harus secepat nya menjauh dari tempat ini." Ucap Arung.
Beberapa saat kemudian beberapa belut listrik pun muncul dari celah-celah lubang di sekitar dinding terowongan air tersebut dan mulai menggigit mereka.
"Akhhhh........ "
"Akhhhh........."
"Akhhhh......... " Teriakan mereka bertiga saat tersetrum oleh listrik bius tersebut.
Gigitan dan listrik tersebut memiliki efek membius mangsa nya, Arung dan yang lain nya pun mulai tak sadarkan diri karena efek tersebut.
Tak lama berselang tiga ekor belut sepanjang dua meter pun mulai menggigit tubuh mereka dan mulai membawanya ke sarang mereka. Pintu batu yang menutupi terowongan air menuju sarang makhluk-makhluk tersebut pun mulai terbuka.
__ADS_1
Sama seperti kejadian di Hutan Black Skull atau Hutan Laut sebelum nya, air di dalam terowongan yang baru saja terbuka tersebut sangat jernih.
Belut-Belut Listrik pun mulai membawa mereka bertiga yang sudah tidak sadarkan diri tersebut pergi menuju ke sarang nya, Belut-Belut Kecil lain nya pun kembali bersembunyi di dalam celah-celah batu di dinding terowongan tersebut.
Saat terbius oleh bius Belut Listrik tersebut Arung pun kembali bermimpi saat dirinya dan Jendral Es menghabiskan hari-harinya di Pulau Putri Naga Kecil tempo lalu.
-[Pulau Putri Naga Kecil, Suatu Hari Di Saat Arung Telah Selesai Mengerjakan Ujian Tahap Ke Tiga nya]-
Pagi hari,
Tampak sesosok Wanita Cantik sedang bermeditasi es di atas permukaan Danau Putri Naga Kecil tersebut, aura tenaga dalam berwarna putih yang begitu pekat terpancar di sekujur tubuh nya tersebut.
Temperatur suhu di sekitar nya pun mulai menurun di sebabkan tenaga dalam berelemen es tersebut. Sang Tunangan pun mulai keluar dari dalam Mansion tersebut dan beranjak pergi ke tepian Danau tersebut.
"Mitha.... "
"Pantas dia tidak ada di dalam Mansion, ternyata dia sedang berlatih di sini,"
"Pasti berat menjadi seorang Panglima Perang di dalam Kekaisaran ini, wajah nya yang dingin seolah-olah tegar namun di dalam hati nya,"
"Ada jiwa seorang Wanita Agresif yang selalu minta jatah, dengkul ku saja mau copot di buatnya." Gumam Arung yang kembali mengingat kejadian pergulatan panas nya semalam.
Jendral Es pun mulai menyadari kehadiran Tunangan nya tersebut, ia pun mulai membuka kedua belah mata nya.
"Arung...... " Gumam nya.
Saat ini Mitha atau Jendral Es mengenakan celana shot putih pendek berwarna putih dan sebuah tank top putih, sedangkan Arung saat ini sedang mengenakan celana boxer biru dan sebuah kaos kain kuno.
Ia pun mulai menghentikan meditasi es nya tersebut dan mulai terbang ke arah Kekasih nya tersebut.
Mitha pun mulai membentangkan sebuah tikar di Tepian Danau tersebut lalu mulai duduk di tikar tersebut.
"Ngapain dia bentangin tikar?"
"Apa mau ngajak gulat lagi?" Gumam Arung yang negatif thingking terhadap tunangan nya tersebut.
"Arung, duduk lah... " Ucap Mitha dengan lembut.
Arung pun mulai duduk di sebelah Mitha, Jendral yang memiliki julukan Love Killer itu pun mulai mengeluarkan sekendi arak es dari dalam cincin es nya.
"Arak ini hanya di produksi di Kota Es Utara tempat asal ku, rasanya berbeda dari pada arak-arak lain nya,"
"Cobalah, Arung.. " Ucap Jendral Love Killer tersebut.
"Ughh...... "
"Kenapa firasatku gak enak banget ya?" Gumam Arung.
"Baik Mitha... " Ucap Arung kemudian mulai meneguk Arak Es dari Kota Es Utara tersebut.
"Glek........ "
__ADS_1
"Glek........ "
"Glek........ " Suara saat Arung meneguk Arak Es tersebut.
Gadis Cantik berambut biru bermata keemasan itu pun mulai mendekatkan dirinya lagi ke arah Tunangan nya tersebut dan mulai merebahkan kepala nya ke pundak sang Kekasih.
"Ugh..... "
"Dia sudah mulai lagi, apa di pikirnya kami sedang honey moon." Gumam Arung.
Jantung Arung pun mulai berdegup kencang karena tindakan Mitha tersebut, Gadis Cantik itu pun mulai menggenggam sebelah tangan Arung lalu mulai berkata.
"Sayang....."
"Kapan kita bertemu dengan ibu ku, aku ingin agar kita segera menikah..?" Tanya Jendral Es.
Pertanyaan tersebut sontak saja membuat dahi Arung berkeringat, ia pun mulai meletakkan Arak Es tersebut kembali di tempat nya.
"Menikah..... "
"Aku baru saja berusia 18 tahun lebih, bagaimana ini?"
"Tapi cepat atau lambat aku pasti akan menikahi nya, sebaiknya aku memikirkan jawaban yang tepat." Gumam Arung kemudian mulai berpikir keras.
Beberapa menit kemudian, sebuah ide ngeles cemerlang pun terbesit di kepala nya.
"Mitha, kau adalah seorang Jendral dan aku hanyalah seorang Prajurit Magang,"
"Jika kita menikah sekarang atau dalam waktu dekat ini apa yang di katakan oleh orang-orang, setelah aku menjadi Jendral sama dengan mu baru kita akan menikah,"
"Lalu aku akan menjumpai Calon Mertua ku itu dan melamar mu." Ucap Arung.
Jendral Es pun hanya diam saja saat mendengar jawaban ngeles dari Arung tersebut.
"Baiklah Sayang.... "
"Aku akan menunggu mu.... " Ucap Jendral Es.
Mereka pun mulai menghabiskan waktu memandangi Danau tersebut sambil berbincang ringan dan menikmati Arak Es.
Beberapa menit kemudian tampak wajah Arung mulai memerah dan seluruh badan nya serasa panas.
"Ugh....... "
"Ada apa ini?" Gumam Arung.
Mitha pun hanya tersenyum saat melihat gelagat kekasih nya tersebut, ia pun mulai merebahkan tubuh Arung ke tikar dan mulai menc*um nya.
"Ugh..... "
"Dia pasti mencampurkan obat kuat di dalam minuman nya, gawat....." Gumam Arung sambil membalas c*uman panas tersebut.
__ADS_1
___________________________________
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.