
-[Tiga Hari Kemudian]-
Pendekar Setengah Naga saat ini sedang duduk di kursi di ruang tamu Mansion Tamu tersebut, sejak Peperangan yang terjadi di malam perjamuan tersebut popularitas dari Pendekar Tampan tersebut pun meningkat drastis di antara Gadis-Gadis Cantik Berambut Merah tersebut.
Selama tiga hari tersebut banyak sekali surat cinta yang di selipkan di bawah pintu Mansion Tamu tersebut, tidak hanya ke lima Tetua-Tetua yang menyukai nya saat ini beberapa murid-murid wanita berambut merah pun mulai menyukai Pendekar berambut putih tersebut.
"Papa Arung, lihat nih begitu banyak surat-surat cinta buat mu,"
"Sepertinya Gadis-Gadis Berambut Merah ini sangat mengidolakan Papa." Ucap Shayla yang telah memungut surat-surat tersebut dan menyusun nya rapi di atas meja tersebut.
"Whusss............ " Suara hembusan asap tembakau ular milik nya.
"Hah........ "
"Laki-laki di Benua Es Api ini pada umum nya lemah-lemah Shayla, saat melihat laki-laki yang kuat muncul seketika itu mereka pun langsung jatuh cinta,"
"Seperti seorang pengembara yang melihat danau oasis di tengah gurun Shayla,"
"Pada intinya wanita-wanita ini mendambakan sosok seorang laki-laki yang kuat." Ucap Arung kemudian mulai kembali menghisap tembakau ular milik nya tersebut.
Shayla pun membuka salah satu surat cinta dari salah seorang murid perempuan tersebut, dan mulai membacakan nya keras-keras.
"DEAR MY LOVELY HONEY NAGA,"
"SAAT AKU PERTAMA KALI MELIHAT MU MALAM ITU, MEMBELAH TUBUH WANITA ULAR,"
"JANTUNG KU RASANYA BERDEGUP KENCANG, KU KIRA AKU SEDANG MENGALAMI GEJALA STROKE SAAT ITU,"
"TAPI SAAT AKU MENULIS SURAT INI MALAM INI, AKU MENYADARI JIKA ITU BUKANLAH SEBUAH PENYAKIT MEDIS,"
"TAPI PENYAKIT YANG INGIN TERUS DEKAT DENGAN MU NAGA TAMPAN,"
"SEE YOU DI MANSION SISI SELATAN, KAMI AKAN MEMANJAKAN MU,"
"SALAM CINTA, KETUA ASRAMA SELATAN." Ucap Shayla.
Mendengar surat cinta yang di tulis oleh salah satu bocah-bocah kecil itu Arung pun kembali terbatuk-batuk saat menghisap tembakau ular nya tersebut.
"Uhuk....... "
"Uhuk........"
"Uhuk........ " Suara batu Arung.
"Wah........ "
"Papa Arung batuk lagi, ternyata surat cinta ini berpengaruh pada kondisi kesehatan Papa ku." Gumam Shayla Tiger.
"Sikap nyeleneh murid-murid wanita ini pastilah menurun dari sikap nyeleneh ke lima Tetua-Tetua tersebut." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
Beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan pintu tersebut.
__ADS_1
"Biar aku saja yang buka Pa." Ucap Shayla.
"Jangan, biar Papa saja." Ucap Arung yang khawatir jika Shayla akan mengacaukan situasi kembali.
Terakhir kali akibat perbuatan nya berlatih di Hutan Kematian, sekelompok Ular Bertanduk Sembilan menyerang Kediaman Keluarga Tiger tersebut.
"Kraakk............... " Suara saat pintu Mansion tersebut terbuka.
"Tetua Kikan... " Gumam Arung.
Ternyata Tetua Kikan yang sebelum nya mengetuk pintu tersebut bersama kedua murid wanita nya, tampak kedua murid tersebut menggendong keranjang berisi buah-buahan segar.
"Tuan Naga, aku baru saja panen buah-buahan segar di kebun ku,"
"Kuharap Tuan Naga mau menerimanya." Ucap Tetua Kikan lalu memetik sebuah pisang dari dalam keranjang tersebut.
Tetua Kikan pun mulai mengupas kulit pisang tersebut dengan nakal nya dan mulai menghisap-hisap pisang tersebut di hadapan Tuan Naga dengan pose yang panas membara.
"Ugh...... "
"Guru sungguh nakal." Gumam Kedua Murid nya tersebut.
"Apa yang ada dalam pikiran Tetua Kikan." Gumam Arung.
"Terima Kasih Tetua Kikan, kalau begitu aku akan membawa masuk kedua keranjang tersebut." Ucap Arung.
Arung pun mentelekinesiskan kedua keranjang tersebut masuk kedalam Mansion nya tersebut kemudian mulai menutup pintu Mansion tersebut.
"Dup........... " Suara saat pintu Mansion tersebut di tutup.
"Ugh...... "
"Sebaiknya aku memikirkan cara lain nya." Gumam Tetua Kikan lalu kembali ke kediaman nya.
"Wah........ "
"Tuan Naga benar-benar Cool..... " Gumam kedua murid wanita tersebut saat melihat Tuan Naga yang tidak menggubris tingkah nakal Tetua Kikan tersebut.
-[Di Dalam Mansion]-
"Hah......... "
"Salah-salah aku bisa silap jika lama-lama tinggal di sini karena tingkah nakal ke lima Tetua-Tetua tersebut." Gumam nya sambil duduk kembali di kursi nya tersebut.
Arung pun mulai memakan buah apel yang ada di dalam keranjang tersebut bersama dengan Putri Tirinya.
"Gadis-Gadis Berambut Merah itu benar-benar gigih." Gumam Shayla sambil memakan pisang yang ada di dalam keranjang tersebut.
-[Lima Hari Kemudian, Di Malam Hari nya]-
Saat ini Shayla Tiger sudah tidur pulas di dalam kamar nya dan cuaca di luar saat ini sedang hujan deras, Arung saat ini belum bisa tidur dan masih duduk di ruang tamu tersebut sambil menghisap tembakau ular milik nya tersebut.
__ADS_1
"Byurrr................ " Suara hujan deras di luar.
"Kenapa White Hole nya tidak muncul-muncul yach?"
"Sudah beberapa minggu aku berada di masa ini, apa White Hole itu tidak akan muncul lagi?" Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut kemudian kembali menghisap tembakau ular milik nya.
"Whusss............ " Suara hembusan asap tembakau ular milik nya.
Beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan pintu dari arah luar.
"Siapa lagi yang menggangguku malam-malam begini." Gumam Arung kemudian mulai beranjak dari kursinya dan membuka Pintu Mansion Tamu tersebut.
"Kraaakkk............ " Suara saat pintu mansion tersebut terbuka.
Seorang Gadis Cantik Berambut Merah dengan sehelai handuk menutupi tubuh nya berdiri di depan pintu tersebut, Arung yang saat ini masih berada dalam mode mata api nya dapat melihat dengan jelas tubuh polos milik wanita tersebut.
"Ugh........ "
"Tetua Shiyu, apa yang dia lakukan,"
"Celanaku jadi menyempit?" Gumam Arung dengan pipi yang merona merah.
"Pendekar Naga, bolehkah aku menumpang mandi di Mansion mu,"
"Kamar Mandi di Mansion ku rusak Tuan Naga." Ucap Tetua Shiyu.
Pendekar Setengah Naga itu pun masuk dan mulai menutup pintu Mansion nya tersebut.
"Dup............ " Suara saat pintu mansion tersebut tertutup.
"Maaf Tetua Shiyu, kamar mandi di tempatku pun rusak." Ucap Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Ugh...... "
"Jika berdiri terlalu lama di dekat wanita sesexi dan secantik itu aku khawatir aku akan menerkam nya nanti." Gumam Arung yang lagi kentang tersebut.
Tetua Shiyu pun kembali ke kediaman nya sambil bergumam di dalam hatinya.
"Apa handuk yang kukenakan ini kurang hot ya, atau Pendekar Naga memang tipe seorang Pendekar Sejati?"
"Aku harus memikirkan cara lain nya." Gumam Tetua Shiyu sambil memasang perisai hujan di atas kepalanya dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
Arung pun kembali duduk di kursi tersebut sambil kembali menghisap tembakau ular milik nya tersebut.
"Whusss.............. " Suara hempasan angin tembakau ular milik nya.
"Tubuh Tetua Shiyu benar-benar aduhai, wajah nya pun cantik,"
"Apa aku jadian aja dengan nya ya, jika berada terlalu lama disini tanpa seorang istri aku akan kesusahan,"
"Siapa yang akan menyiapkan sarapan untukku dan siapa yang akan membantuku mengasuh Putri Nakal ku itu?" Gumam Arung yang sebenarnya membutuhkan nafkah bathin tersebut.
__ADS_1
___________________________________
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.