
-[Di Dalam Kamar Arung, Di Penginapan Rumah Makan Cinta]-
Setelah memesan makanan beberapa saat yang lalu, ketiga Pendekar tersebut pun duduk di balkon yang mengarah ke Gunung Kratos.
Di tengah-tengah mereka terdapat sebuah meja bulat dengan berbagai macam hidangan, walaupun cuaca di luar sedang hujan air dan hujan kepiting tidak mempengaruhi mereka makan malam bersama.
"Duk...... " Suara tapak kaki Laura yang membunuh seekor kepiting yang sedang merayap di dekat nya.
Arung pun mengayunkan lengan nya, sebuah perisai kultivasi api hitam pun membungkus balkon tersebut, baik air hujan maupun kepiting-kepiting tersebut tidak akan bisa memasuki balkon karena terhalang perisai kultivasi.
"Lho....... "
"Lila silahkan di makan, makanan nya... " Ujar Putri Laura.
Lila pun tidak berani menyentuh makanan di atas meja sebelum Sang Istri pertama memulai makan malam tersebut.
"Ia Kak, Kakak juga silahkan makan Kak.... " Sahut Lila.
Sambil tersenyum Putri Laura pun mengambil sebuah daging panggang di tengah-tengah meja tersebut.
"Wah........... "
"Daging ayam ini sangat besar, gurih lagi... " Ucap Putri Laura setelah menggigit beberapa gigitan pada paha ayam jumbo tersebut.
"Ugh....... "
"Besar dan gurih..... " Gumam Lila.
"Coba cicipi Lila, pasti kau ketagihan dengan rasa paha ayam yang besar dan lezat ini.... " Ujar Putri Laura sambil memberikan paha ayam super besar tersebut kepada Lila, sedangkan arah lirikan mata nya menuju burung milik Suami nya.
"Alamak......... "
"Jadi dia menganalogikan paha ayam itu dengan ini???"
"Ada-ada aja, Laura.... " Gumam Arung lalu mulai memakan sup kambing nya.
Setelah mengambil paha ayam jumbo tersebut, lirikan mata Lila pun sesaat mengarah pada Burung milik Suaminya tersebut yang membuat Arung menjadi sedikit canggung dengan situasi tersebut.
"Busetttttt........ "
"Lila pun melirik ke arah torpedo ku, firasat ku gak enak.... " Gumam Arung lalu kembali menikmati Sup Kambing di hadapan nya tersebut.
Lila pun mulai menggigit beberapa gigitan pada paha ayam panggang jumbo tersebut.
"Ehmmmmm.......... " Suara erangan nya saat menggigit beberapa gigitan pada paha ayam panggang tersebut.
Suara erangan tersebut membuat Arung dan Putri Laura salah tingkah.
"Haduh........ "
"Belum lagi acara belah duren nya di mulai, bel nya udah berbunyi.... "
"Gimana kalau acaranya udah di mulai, udah can kamar ini jadi seperti pos hansip saat ada pencuri masuk ke komplek.... "
"Klentang..... "
"Klentung..... "
__ADS_1
"Klentang..... "
"Klentung..... "
"Pasti berisik banget, salah-salah tetangga samping kamar jadiin kamar ini sumber tontonan.... " Gumam Putri Laura.
"Waduh......... "
"Baru gigit ayam aja udah kayak gitu, gimana waktu nanti di atas medan tempur???"
"Pasti bakalan ribut kayak suara baling-baling pesawat..... " Gumam Arung lalu mulai meneguk teh hangat di sebelah nya.
Suasana pun kembali menjadi hening, Lila pun meletakkan paha ayam super jumbo itu di piring di tengah-tengah meja bulat tersebut.
"Lho......... "
"Kok gak di habisin ayam nya, Lila???"
"Kenapa di taruh di tempat nya kembali???" Tanya Arung yang keceplosan.
Kedua Wanita Cantik dengan tanduk emas yang imut itu pun serentak mengalihkan pandangan nya ke arah Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Gak enak jika Lila yang ngabisin paha ayam nya sendiri, Arung..... "
"Kakak kan juga mau menikmati ayam panggang ini, jadi Lila mau berbagi sama Kakak Laura,"
"Jadi kalau pun kami mau ngabisin paha ayam ini, kami ngabisin paha ayam nya bersama.... " Ucap Lila.
Perkataan Lila pun membuat Putri Laura tersenyum, ia pun bangun lalu menuangkan arak ke cawan di sebelah piring Lila.
"Sebaiknya aku pergi dari sini dulu sebentar.... " Gumam Arung.
"Terima kasih Kakak..... " Ucap Lila.
Putri Laura pun kembali ke kursi nya dan menuangkan arak ke dalam cawan nya.
"Lila, mari kita minum arak ini bersama.... " Ujar Putri Laura sambil mengangkat cawan berisi arak milik nya.
Lila pun melakukan hal yang sama, sementara itu Arung pun bangun dari kursi nya.
"Mohon maaf nona-nona, aku teringat tadi pagi aku memesan daging kerbau jumbo sama pedagang daging di pasar.... "
"Kalau begitu aku permisi dulu untuk mengambil pesanan ku.... " Ujar Arung lalu berteleport meninggalkan balkon tersebut.
"Tunggu dulu, Arung..... " Ucap Putri Laura akan tetapi Pendekar Setengah Naga itu keduluan pergi.
"Jurus apa itu???"
"Kok dia bisa menghilang tiba-tiba, bahkan hawa keberadaan nya pun tidak terasa lagi,"
"Apa ini jurus langkah dewa angin tahap sempurna???" Gumam Pendekar Wanita dari Paviliun Dewa Angin tersebut.
"Sudah lah Kak, dia pasti kembali.... "
"Ibarat sebuah kapal layar, setelah dia berlayar di tengah lautan luas dia pasti akan kembali berlabuh di dermaga di kampung halaman nya.... "
"Kampung halaman nya ya kita berdua, Kak.... " Ujar Lila.
__ADS_1
"Bener juga kata Lila.... " Gumam Putri Laura.
"Ya sudah Lila, ayo kita bersulang.... "
"Tossss........ " Ujar Putri Laura sambil mengetos cawan arak nya ke cawan arak milik Lila.
Mereka berdua belum menyadari jika Pendekar Don Juan tersebut tidak hanya memiliki satu atau dua Dermaga tempat berlabuh nya, namun ada banyak Dermaga yang dapat di singgahi nya dan banyak tempat untuk melempar jangkar nya.
-[Di Pinggiran Kota Drake, Di Hutan Yang Di Penuhi oleh Pepohonan Raksasa]-
Tampak bekas-bekas pertempuran antara kelima jendral dengan Dewa Pencuri masih terlihat jelas di tempat tersebut.
Arung pun berteleport ke arah salah satu pohon raksasa tersebut.
"Dup................ " Suara saat tapak kaki Arung mendarat dengan mulus di atas dahan pohon raksasa tersebut.
Ia pun langsung mengayunkan lengan nya, sebuah perisai halilintar pun melindungi dirinya dari hujan air dan hujan kepiting di tempat tersebut.
"Huft......." Suara helaan nafas panjang Arung.
Ia pun duduk sambil menggoyang-goyangkan kaki nya, dengan santai ia pun mengeluarkan pipa hisap giok nya lalu mulai membakar tembakau naga.
"Whussss......... " Suara hembusan asap tembakau naga nya.
"Akh.......... "
"Dingin-dingin gini memang enak kali kalok kenak tembakau naga ini, rasanya plong gitu.... " Gumam Arung.
Beberapa saat kemudian sebuah white hole yang penuh dengan misteri itu pun muncul di bawah ranting pohon raksasa yang sedang di duduki oleh Arung saat ini.
Lima buah rantai putih pun melesat dari dalam white hole tersebut dan menariknya dengan paksa ke dalam white hole tersebut.
"Sial......... "
"White hole ini lagi....." Gumam Arung.
Arung pun kembali tersedot kedalam white hole tersebut.
"Byurrrr............ " Suara hujan air dan hujan kepiting di Hutan Pohon Raksasa tersebut.
"Kwakkkk......."
"Kwakkkk....... "
"Kwakkkk........" Suara beberapa Beast Gagak yang memecah keheningan malam di dalam hutan tersebut.
Sementara itu kedua istri nya yang saat ini sedang mengakrabkan dirinya di antara satu dengan yang lain nya tidak menyadari jika sangat suami telah tersedot kedalam white hole.
"Ternyata Kak Laura, baik bingit..... "
"Dia udah ikhlas nerima aku jadi madu suaminya...." Gumam Lila sambil meneguk arak di cawan nya.
"Untung saja mantan istri Tuan Muda Kailong ini baik, tidak seperti nya.... " Gumam Putri Laura.
To Be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya
__ADS_1