
"Sebenarnya legenda apa yang kau maksud sebelum nya Lila???" Tanya Arung yang penasaran dengan Legenda Naga Hitam Kuno tersebut.
"Oh iya......."
"Aku akan menceritakan kisah Legenda Naga Hitam Kuno...."
"Begini cerita nya, Suami ku...." Ucap Lila lalu mulai menceritakan kisah tersebut.
-[Gunung Kratos, 100 ribu tahun yang lalu]-
Kota Naga Hitam, tampak rumah-rumah penduduk bergaya eropa di sekitar pegunungan dan terdapat gedung-gedung tinggi.
Gunung Kratos dulu nya adalah Ibu Kota Kerajaan Naga Hitam, sebuah kerajaan yang menguasai empat benua.
Empat orang Bangsa Naga pun menghadap sang Raja Naga Hitam dan hendak mengajak nya berduel.
-[Istana Kerajaan Naga Hitam, Aula Kerajaan]-
"Jadi kalian mau menantang ku berduel, kalian hanyalah butiran debu bagi ku...." Ucap Raja Naga Hitam dari atas singgasana nya.
"Bilang saja kau takut menghadapi kami berempat..." Ucap Aoi sang Naga Api.
"Ha.........."
"Ha.........."
"Ha.........." Tawa sang Raja Naga Hitam.
Para menteri yang ada di sekeliling nya pun ikut tertawa, para Naga Dewa tersebut menganggap perkataan Aoi hanyala bualan.
Para raksasa berkulit hitam itu pun mulai meremehkan keempat Bangsa Naga dari Klan Naga Jelata tersebut.
"Aku sudah memiliki kekayaan yang melimpah, aku memiliki 1000 selir,"
"Apa yang kau dapat pertaruh kan???" Tanya Raja Naga dengan sombong nya.
Salah satu dari keempat Naga mengeluarkan sebuah golok dengan ukiran Naga pada bilah nya, Golok itu merupakan senjata suci terkuat yang ada di keempat benua naga.
Raja Naga pun bangun dari kursi singgasananya, raut wajah para menteri pun mulai berubah dan memancarkan ekspresi terkejut.
"Pedang Naga Kratos....."
"Bagaimana bisa Pedang Terkutuk itu ada pada kalian, cepat serahkan Pedang Naga Kratos tersebut...." Perintah Sang Raja.
Naga Es yang memegang pedang itu pun melemparkan Golok itu keatas, Pedang Naga Kratos pun mulai melayang.
"Siapa pun yang menginginkan Pedang Naga Kratos..."
"Dia harus dapat mengalahkan kami berempat..." Ucap Naga Es.
"Raja, pedang itu adalah pedang terkutuk..."
"Sebaiknya kita tidak berurusan dengan benda terkutuk tersebut..." Ucap Perdana Menteri yang berdiri di sebelah sang Raja.
"Tidak, Perdana Menteri..."
"Pedang itu harus menjadi milik ku...." Ucap Raja Naga Hitam lalu terbang ke hadapan ke empat Naga.
Keempat Naga pun mulai tersenyum licik, mereka seperti memiliki sebuah rencana.
"Aku tidak banyak waktu meladeni kalian berempat, cepat serang aku...."
__ADS_1
"Kita mulai pertarungan ini......" Ujar sang Raja Naga Hitam dengan sombong nya.
Keempat Naga Jelata itu pun mengeluarkan Pedang Dewa Naga Beracun, jika terkena racun tersebut Dewa Naga Hitam pun pasti tumbang.
"Raja Naga......"
"Itu Pedang Dewa Naga Beracun, hati-hati Raja...." Ucap Perdana Menteri.
"Tenang saja mereka tidak akan mampu menyentuh ku...." Ucap Raja Naga Hitam Kuno.
"Jangan sombong, Naga Hitam...." Ucap Naga Halilintar lalu mulai menyerang sang Raja Naga.
Ketiga Naga lain nya pun ikut menyerang Raja Naga Hitam, ayunan-ayunan berat Pedang pun tidak ada satu pun yang mengenai sang Raja.
Dengan tenang Raja Naga Hitam menghindari serangan-serangan keempat Naga.
"Sial........"
"Dia lincah sekali.... " Gumam Naga Kristal sambil mengayunkan pedang beracun nya.
Beberapa saat kemudian Raja Naga Hitam pun melesatkan telapak tangan nya yang di penuhi elemen dewa ke arah dada maupun punggung keempat naga tersebut.
"Akhhhhh..........."
"Akhhhhh............"
"Akhhhhh..........." Teriak keempat naga tersebut lalu terpental di sekitar Raja Naga Hitam.
"Kalian bukan lah tandingan ku....." Ucap Raja Naga Hitam.
"Rasakan ini...." Ucap Naga Es lalu menyemburkan asap salju dari dalam mulut nya.
"Whussssss.............." Suara hempasan angin saat Naga Es meniupkan salju.
Tiba-tiba saja Naga Halilintar telah berada di balik punggung Naga Hitam kemudian dengan cepat menebas nya.
"Akhhhhhhh........." Teriak Naga Hitam lalu langsung jatuh tersungkur.
"Raja....." Ucap beberapa menteri.
"Kau kalah, Naga Hitam...."
"Aku akan mengambil nyawa mu sekarang....." Ucap Naga Halilintar.
Naga Hitam yang sudah terkena racun pun tidak dapat bergerak lagi.
"Para menteri cepat bantu aku...." Ucap Raja Naga Hitam.
Lima menteri perang pun langsung melesat dan mengelilingi sang Raja Naga Hitam.
Keempat Naga Jelata itu malah tersenyum.
"Kau telah melanggar kesepakatan di depan Naga Kratos, bersiaplah akan hukuman nya....." Ucap Naga Halilintar.
"Apa maksud nya???" Gumam kelima menteri perang.
Tiba-tiba langit menjadi gelap, pedang Kratos pun melesat ke angkasa.
"Jderrrrrrr..........."
"Jderrrrrrrr..........."
__ADS_1
"Jderrrrrrrr.........." Suara Sambaran petir.
Sesosok Naga raksasa berukuran black hole dragon pun muncul, Naga dengan kulit yang terbuat dari berlian itu pun mulai mengaum.
"Aurghhhhh............" Suara raungan Naga Kratos.
"Raja....."
"Itu Naga Kratos....." Ucap Perdana Menteri.
Naga bertipe sihir dewa itu pun mulai menembakkan asah sihir ke arah Gunung Kratos, dalam sekejap kota para naga hitam pun menghilang.
Hanya empat orang Naga Jelata yang tertinggal, setelah itu Naga Kratos pun menghilang.
"Dasar bangsa naga bodoh, mereka tidak tahu kemampuan dari Pedang Naga Kratos...." Ucap Naga Kristal.
Sejak saat itu ketiga pegunungan tersebut pun di sebut dengan Gunung Kratos, sampai saat ini tidak ada yang tahu nasib para Naga Hitam Kuno sampai kemunculan Jihan dan Jihye.
"Begitulah cerita nya, Suami ku...." Ucap Lila.
"Keempat Naga Jelata itu adalah Leluhur Naga dari keempat Raja Naga yang menguasai Benua Naga saat ini..." Ucap Putri Laura.
"Oh.......," Gumam Arung.
"Hoammmmm......" Suara menguap Jihan.
"Baiklah, sepertinya nona-nona Phoenix sudah mengantuk....."
"Ayo kita ke kamar, Sayang....." Ucap Wanita dengan piyama tidur transparan tersebut.
"Bener, aku pun lelah banget dan panas banget...." Gumam Arung yang tidak menyadari telah meneguk arak naga saat makan malam tersebut.
"Ayo, Kakak Pertama...." Ucap Lila Wind Dragon.
Mereka pun mulai masuk ke dalam kamar, sementara itu kedua nona-nona Phoenix tersebut tidur di atas sofa.
"Dup..........." Suara saat pintu kamar tersebut di tutup.
"Kakak, Naga laki-laki itu ternyata suami mereka berdua...."
"Kok bisa ya, mereka akur...." Ucap Jihan.
"Hussss...."
"Jangan ikut campur dengan urusan mereka, ingat fokus kita saat ini adalah kembali ke kepulauan Phoenix...." Ucap Jihye.
"Baik Kak....." Sahut Jihan.
Sementara itu di dalam kamar tampak suami dan kedua istri nya sedang melangsungkan pergulatan yang panas karena asupan makanan penambah stamina pada saat makan malam sebelumnya.
"Kraakkkkk........"
"Kruuukkkk........"
"Kraakkkkk......."
"Krukkkk..........." Suara ranjang yang bergoyang dari balik pintu kamar.
Wajah kedua kakak beradik itu pun memerah saat mendengar suara keributan tersebut, mereka dapat menebak dengan pasti apa yang sedang terjadi di dalam kamar tersebut.
"Dasar pengantin baru....."
__ADS_1
"Apa kalian gak menyadari jika kami ada di luar, ..." Gumam Jihye.