Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Lembah Nestapa.


__ADS_3

Beberapa jam kemudian, Arung dan juga Gold telah tiba di pinggiran Lembah Nestapa yang berada tepat di tengah-tengah Hutan Tengkorak Kera Hitam Bagian Utara tersebut.


"Arung, bagaimana ini?"


"Kita sudah berjalan cukup jauh, namun belum juga menemukan sebuah Goa atau tempat persembunyian lain nya?" Tanya Gold dengan panik.


"Uhuk...... "


"Uhuk......."


"Uhuk....... " Suara Batuk Arung lalu kembali mengeluarkan darah hitam yang kental dari dalam mulut nya.


"Tenanglah Gold, sebaik nya kita menyebrangi Lembah ini terlebih dahulu,"


"Ayo kita pergi ke Jembatan Gantung yang ada di sana terlebih dahulu." Ucap Arung sambil menunjuk ke arah Jembatan Gantung di kejauhan tersebut.


Tampak di dalam Lembah Nestapa tersebut di penuhi oleh asap beracun berwarna abu-abu dengan bau yang begitu menyengat, tidak jauh dari tempat mereka berdua berada saat ini terdapat sebuah Jembatan Gantung yang merupakan sebuah akses untuk masuk ke tengah-tengah Hutan Tengkorak Kera Hitam Bagian Utara tersebut.


"Baik Arung..... " Ucap Gold dengan raut wajah yang cemas dan juga sedih tersebut.


Tak lama berselang dari balik hutan tersebut Bos Gen beserta anak buah nya pun mulai bermunculan dan segera mengepung Arung dan juga Gold dengan niat membunuh yang begitu besar nya.


"Bos, itu Naga yang telah membunuh teman-teman kita." Ucap Pires Vampir sambil menunjuk ke arah Arung.


"Ugh....... "


"Tepat seperti dugaan ku, dia benar-benar memanggil teman-teman nya,"


"Tapi ini begitu cepat,'


"Sepertinya perjalanan ku kali ini akan berakhir di atas lembah ini." Gumam Arung yang sudah tidak berdaya lagi akibat pertarungan sebelum nya.


Bos Gen pun mulai menatap ke arah Gold dengan tatapan mesum, ia tidak terlalu memperdulikan Naga tersebut.


"Wah......... "


"Gadis itu benar-benar cantik, kecantikan nya sebanding dengan kecantikan yang di milik oleh Ratu Adrienne." Gumam Bos Gen yang terpesona dengan kecantikan milik Ratu Laba-Laba Emas tersebut pada pandangan pertama.


"Ha........ "


"Ha........ "


"Ha........ " Tawa Bos Gen dengan senang nya.


"Gadis Cantik, sebaik nya kau tinggalkan saja Kekasih mu yang sudah tidak berguna itu lagi dan jadilah selirku yang ke enam,"


"Aku pasti akan membuat mu bahagia selama sisa hidup mu, Laba-Laba." Ucap Pemuda Berambut Gondrong tersebut.


"Tidak....... "


"Apa pun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkan nya." Ucap Gold dengan tegas dan sorot mata yang serius.


"Ternyata kau keras kepala sekali, Nona Laba-Laba"


"Aku akan memperlakukan mu dengan baik, Nona." Ucap Bos Gen berniat membujuk Ratu Laba-Laba Emas tersebut.


"Dasar Vampir mata keranjang, dia lebih fokus ke perempuan itu daripada Naga yang telah membunuh teman-teman ku,"


"Dasar di kepala nya hanya ada wanita, wanita, dan wanita." Gumam Pires Vampir yang sedikit kesal melihat sikap pimpinan nya yang cab*l tersebut.


"Aku bilang tidak..... "


"Siapa juga yang mau jadi selir mu, jelek... " Ucap Gold dengan kesal.


"Kurang ajar, mata mu rusak ya,"


"Berani sekali kau mengatai ku jelek,"


"Kalian, tangkap wanita itu dan penggal kepala kekasih nya." Perintah Bos Gen yang merasa tersinggung di katai jelek.

__ADS_1


"Siap Bos...... " Sahut kompak seluruh anak buah nya tersebut.


Ke 50 anak buah Bos Gen pun mulai mendekat ke arah Arung secara perlahan-lahan dengan Golok Vampir di genggaman tangan nya masing-masing.


"Menyerah lah, Nona.... " Ucap salah satu Anak Buah Bos Gen tersebut.


"Bos Gen pasti akan memperlakukan mu dengan sangat baik, Cantik..." Ucap Anak Buah Bos Gen lain nya.


"Gold, lari lah,"


"Aku akan menahan mereka untuk beberapa menit." Ucap Arung yang berniat mengorbankan dirinya demi keselamatan Gold.


"Tidak....... "


"Apa pun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkan mu Arung,"


"Jika kita selamat kita harus selamat berdua, jika kita harus mati di tangan mereka aku sudah siap mati menemani mu,"


"Aku tidak akan meninggalkan orang yang telah menyelamatkan ku." Ucap Gold dengan tegas.


"Ugh....... "


"Aku makin curiga jika dia benar-benar gila, padahal kami baru saja berkenalan selama semalam,"


"Tapi dia sudah rela untuk sehidup semati dengan ku, apa dia pikir dia itu istriku?" Gumam Arung yang masih mempertanyakan kewarasan pikiran Ratu Laba-Laba Emas saat ini.


Anak-anak buah Bos Gen pun semakin mendekat, Arung dan Gold pun semakin berjalan mundur dan semakin mendekat ke tepian Lembah Nestapa tersebut.


"He..... "


"He..... " Tawa kecil Anak Buah Bos Gen saat melihat mangsanya makin tersudut.


"Kau sudah terkepung Cantik, di belakang mu itu adalah Lembah Nestapa,"


"Belum pernah ada yang selamat setelah jatuh kedalam nya, lebih baik kau ikut dengan kami, Cantik." Ucap Salah Satu Anak Buah Bos Gen tersebut.


"Tidak ada cara lain..... " Gumam Gold yang telah menemui jalan buntu tersebut.


"TIDAKKKKK.......... "


"SELIR KEENAM KU........ " Teriak Bos Gen yang kecewa berat saat salah satu burung cantik yang hendak di tangkap nya telah lepas dari genggaman nya tersebut.


"Gila, wanita itu pasti Gila,"


"Dia lebih memilih mati dengan Kekasih nya daripada harus menjadi Selir Ke Enam Bos Gen,"


"Tapi ia juga sih, menjadi Selir Ke Enam Bos Gen kan sama aja seperti hidup di dalam Neraka." Gumam Pires Vampir saat mengingat wajah lebam dan tubuh luka-luka ke lima Selir Bos Gen sebelum nya.


Beberapa saat kemudian,


"Wanita itu Gila..... "


"Ayo kita kembali, kita harus segera pergi ke Aliansi SANBON Utara untuk mengantar upeti." Perintah Bos Gen.


"Siap Bos...... " Sahut kompak Anak-anak Buah Bos Gen tersebut.


"Pires, kau juga ikut." Perintah Bos Gen.


"Baik Bos.... " Ucap Pires Vampir.


Bos Gen dan Anak buah nya pun kembali ke markas nya dan berencana pergi ke Aliansi untuk mengantarkan Upeti. Ada 10 kelompok Tahanan di bawah Aliansi tersebut dan tiap tahun nya mereka di wajibkan untuk membayar Upeti ke Aliansi SANBON Utara.


-[Lembah Nestapa]-


"Lagian aku sudah terluka parah, biarlah aku yang menjadi bantalan agar Gold tidak terluka." Gumam Arung kemudian mulai memeluk Gold dan memasang perisai angkasa.


"Dia memelukku, tidak sia-sia-sia aku berkorban untuknya, di saat-saat terakhir dia memelukku,"


"Kya............"

__ADS_1


"Aku bahagia..... " Gumam Gold.


Seberkas energi berwarna emas pun mulai muncul kemudian melindungi mereka berdua dari asap beracun yang ada di dalam Lembah Nestapa tersebut.


"Brukkkk.......... " Suara saat punggung Arung menghantam dasar Lembah tersebut.


"Akh........ " Teriak Arung kesakitan.


Sementara itu Gold berada di atas Arung dan tidak terluka sedikit pun, Gadis Laba-Laba Emas itu pun bangun dan hendak bergerak untuk membantu Penyelamat Jiwa nya sebelum nya.


"Gold jangan keluar dari dalam perisai ini, asap abu-abu ini begitu beracun." Ucap Arung.


"Beracun.... "


"Baik Arung.... " Ucap Gold.


"Ugh....... "


"Sepertinya beberapa tulang rusuk ku patah." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.


Gold pun mulai memapah Arung, darah di perut Pemuda Berambut Putih itu pun terus mengalir keluar dan membasahi jubah perang yang di kenakan nya saat ini.


Pendekar Setengah Naga tersebut pun tetap mempertahankan Perisai Angkasa tersebut demi keselamatan mereka berdua dengan bersusah payah dan dengan sisa-sisa tenaga dalam nya.


Asap beracun tersebut berada di ranah racun Alam Naga Puncak yang dapat membunuh Kultivator yang menghirup nya dalam hitungan menit.


"Ada banyak sekali kerangka Vampir dan Beast di dasar lembah sini Arung, sepertinya racun pada asap ini begitu kuat." Ucap Gold sambil memapah Arung dan mengamati ke sekeliling dasar lembah yang berkabut tersebut.


"Gold, kita harus segera mencari tempat yang aman,"


"Aku sudah tidak kuat lagi.... " Ucap Arung dengan nada suara yang mulai melemah tersebut.


"Arung, kumohon bertahan lah.... " Ucap Gold.


Pendekar Setengah Naga Setengah Ular tersebut hanya mengangguk beberapa kali.


Mereka berdua pun mulai menelusuri dasar dari Lembah Nestapa yang di selimuti oleh asap beracun berwarna abu-abu tersebut.


"Ugh...... "


"Aku tidak dapat melihat apa-apa di sekelilingku hanya ada asap dan di dasar saluran ini di penuhi oleh tulang belulang Vampir maupun Beast." Gumam Gold yang kesusahan melihat.


Lembah Nestapa tersebut hanya memiliki kedalaman sekitar 8 km saja, namun asap berwarna abu-abu tersebut lah yang membuat tewas setiap Kultivator maupun Beast yang terjatuh ke dalam nya.


Saat Arung terjatuh sebelumnya ia sempat memasang perisai angkasa sehingga mereka terhindar dari menghirup udara yang beracun tersebut dan berhasil mendarat dengan selamat dan hanya mengalami beberapa tulang rusuk yang patah.


Tak lama berselang hujan pun mulai turun di dalam Hutan Tengkorak Kera Bagian Utara tersebut.


"Byurrrr............. " Suara hujan deras.


"Hujan?" Gumam Gold.


Mereka berdua pun terus menelusuri dasar Lembah Nestapa tersebut sambil berharap menemukan sebuah tempat yang aman untuk beristirahat serta memulihkan diri.


"Uhuk....... "


"Uhuk........ "


"Uhuk......... " Suara batuk Arung lalu mulai mengeluarkan darah hitam yang kental dari dalam mulut nya tersebut.


"Kasian Arung, aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong nya.... " Gumam Gold yang merasa tidak berdaya saat ini.


"Sepertinya tidak ada tempat untuk bersembunyi di dasar Lembah ini?" Gumam Arung yang sudah mulai putus asa tersebut.


Hujan pun mulai mengguyur dengan deras di Hutan tersebut sesekali terdengar suara guntur di kejauhan.


"Jder........ "


"Jder........ " Suara saat petir menyambar di kejauhan.

__ADS_1


___________________________________


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2