Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Jack The God Slayer Part Kedua


__ADS_3

Pukul 04.00 menjelang pagi, topi naga dengan ukiran dua naga yang saling memakan ekor pum masih berputar-putar mengitari tenda tempat Pendekar Setengah Naga dan yang lain nya beristirahat pada saat ini.


"Dzzziiitt........"


"Dzzziiitt........"


"Dzzziiitt........" Suara percikan petir dari Topi naga milik Kira.


"Zzzttttt.........." Suara tidur Komandan Chilia Black yang tertidur lelap di depan perapian yang sudah padam tersebut.


Tidak ada satu pun dari mereka yang menyadari jika sebuah serangan besar-besaran oleh zombie-zombie dengan kepala tertutup karung akan terjadi beberapa saat lagi.


Terlihat Ratu Medusa yang kini tengah bermeditasi mulai membuka kedua belah mata nya, angin sepoi-sepoi pun meniup bambu-bambu berwarna-warni di sekelilingnya tersebut.


"Sudah tiba waktunya untuk ku bermain-main dengan mereka..." Ucap Jack The God Slayer lalu mulai bangun dari meditasi nya dan mulai berjalan menuju ke arah perisai kultivasi air tersebut.


"Tap............"


"Tap..........."


"Tap............" Suara tapak kaki dari Jack The God Slayer tersebut.


Tampak zombie-zombie di sekitar bambu-bambu hantu tersebut mulai terbangun dan telah bersiap menunggu perintah dari sang pemimpin tersebut.


"Grrrr........"


"Grrrrrr......." Suara gertakkan gigi zombie-zombie dengan kepala tertutup karung tersebut.


"He........."


"He........."


"He........." Tawa kecil Jack The God Slayer.


Sang Psikopat begitu senang karena permainan nya akan segera di mulai beberapa saat lagi.


Sesampainya di depan perisai kultivasi air tersebut, Jack pun mulai mengamati perisai bening berwarna biru tersebut.


"Elemen air..." Gumam nya lalu mulai mengangkat tangan kanan nya kemudian mulai di ayunkan nya kedepan.


Isyarat itu pun membuat para zombie-zombie dengan wajah tertutup goni pun mulai menerjang secara bersamaan kearah perisai kultivasi air tersebut.


"Hoahhhhh........"


"Hoaahhhh........"


"Hoahhhhh........" Suara zombie-zombie tersebut sambil menerjang ke arah perisai air.


Topi Naga yang berputar-putar di sekeliling tenda pun mulai menyerang secara otomatis ke arah beberapa zombie-zombie yang sedang berusaha untuk masuk tersebut.


"Jderrrrrrrr............"


"Jderrrrrrrr............"


"Jderrrrrrrr............" Suara Sambaran petir dari Topi Naga.


Suara sambaran petir itu pun membangunkan Arung dan juga kedua istri nya tersebut.

__ADS_1


"Suara apa itu????" Ucap Selir Keysha yang kaget.


"Pasti telah terjadi pertempuran di luar, aku harus segera membantu Kira dan Komandan Chilia...." Gumam Arung lalu beranjak bangun dari ranjang nya.


"Bersiap lah, sepertinya anjing-anjing hantu itu sudah mulai menyerang lagi..." Ucap Arung kemudian mulai mengeluarkan Pedang Naga Khayangan milik nya.


"Baik, Jendral....." Ucap kedua Selir dengan kompak lalu mulai beranjak dari ranjang nya dan mulai mengeluarkan senjata suci milik nya masing-masing.


Tampak Selir Keysha memegang Perisai dengan wajah Garuda di tangan sebelah kanan nya dan mulai berjalan mengikuti Arung, sedangkan Selir Nora mulai menggantung Gunting Emas Raksasa di punggung nya.


"Bagus lah, kedua Selir ini sudah mulai bisa bertarung..."


"Moga aja mereka bisa menggunakan kedua senjata suci itu dengan baik..." Gumam Arung sambil melirik kebelakang.


Di luar tenda terlihat Komandan Chilia Black dan juga Kira yang sedang bertempur dengan Zombie-zombie yang kepala nya di tutupi karung.


"Jderrrrrrrr........."


"Jderrrrrrrr........."


"Jderrrrrrrr........." Suara sambaran-sambaran petir yang merobohkan beberapa zombie dengan kepala di tutupi karung.


"Brukkkk......."


"Brukkkk......."


"Brukkkk........" Suara saat tubuh beberapa zombie-zombie tersebut roboh ke tanah.


Sementara itu Jack The God Slayer masih berdiri menyaksikan pertarungan Kira dan juga Komandan Chilia yang sedang melawan zombie-zombie tersebut.


"Ratu....." Gumam Komandan Chilia Black sambil menembakkan beberapa bola berelemen api ke arah zombie-zombie tersebut.


"Duarghhh........."


"Duarghhh........"


"Duarghhhh......" Suara ledakan saat bola api menghanguskan sekaligus menjatuhkan beberapa zombie-zombie dengan kepala tertutup karung tersebut.


"Gawat....." Ucap Kira sambil menangkap kembali topi naga nya.


Tak lama berselang di saat para zombie-zombie itu menerjang ke arah tenda, Pendekar Setengah Naga itu pun melesat ke depan Kira dan juga Komandan Chilia dengan jurus langkah petir nya.


"Dashhh......."


"Dashhh......."


"Dashhh......." Suara saat Arung melesat menggunakan jurus langkah petir nya.


"Apa nya yang gawat, Kira..."


"Makhluk-makhluk ini cuma menang jumlah saja..." Ujar Arung kemudian melesat ke arah kawanan zombie-zombie tersebut.


"Dashhh......"


"Dashhh......"


"Dashhh......." Suara saat Arung kembali melesat, namun kali ini Pendekar Setengah Naga itu melesat ke arah kawanan zombie-zombie tersebut.

__ADS_1


"Jendral ..." Ucap Kira dan juga Komandan Chilia Black dengan kompak.


Sang Pendekar Setengah Naga pun mulai mengayunkan Pedang Naga Khayangan milik nya dengan niat membunuh yang besar.


"Slassshhh........."


"Slasshhhh........."


"Slasshhhh.........." Suara saat Pedang Naga Khayangan menebas tubuh zombie-zombie tersebut.


"Brukkkk........."


"Brukkkk........"


"Brukkkk........" Suara saat tubuh beberapa zombie-zombie yang roboh ke atas tanah setelah di cincang oleh Arung.


"Dup..........." Suara tapak kaki Arung saat mendarat tepat di hadapan Ratu Medusa yang di kendalikan oleh Jack The God Slayer.


Kedua Pendekar itu pun saling bertatapan, kali ini Arung menjumpai lawan yang begitu kuat.


"Ratu Ular...???"


"Bahkan Pendekar sekuat ini bisa kesurupan???" Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Ouch....."


"Bangsa Naga, ...."


"Aku sudah lama tidak makan sup naga..." Ujar Jack The God Slayer dengan sombong nya.


"Sombong sekali, bajing*n ini....."


"Kau hanyalah makhluk tanpa jasad saja sudah belagu...." Ujar Arung kemudian mulai berteleport ke balik punggung Jack The God Slayer.


"Blitzzzzzzz........." Suara jurus teleportasi milik Arung.


Dalam satu kali kedipan mata Arung pun berpindah ke balik punggung Jack The God Slayer kemudian menebas nya.


"Slasshhhh.........." Suara saat Pedang Naga Khayangan menebas asap hitam.


"Asap....????" Ucap Arung yang bingung menyaksikan peristiwa tersebut.


Asap hitam pun mulai berkumpul di sebelah Arung dan kembali menjelma menjadi wujud Ratu Medusa.


"Wow......"


"Jurus terlarang, sepertinya kau berasal dari sekte aliran hitam.." Ucap Jack The God Slayer kemudian mulai melesatkan telapak tangan nya yang di penuhi elemen kegelapan.


"Duakkkkk............" Suara saat tapak tersebut membuat Arung terpental ke samping sejauh beberapa meter.


"Suami ku......" Teriak dua Selir kompak yang pada saat ini sedang melawan beberapa zombie-zombie dengan kepala tertutup karung.


Arung pun terpental dan menabrak beberapa zombie-zombie yang kepala nya di tutupi dengan karung kemudian mulai kembali berdiri sembari mengusap darah yang ada di mulut nya.


"Asap Santet, sepertinya dia memiliki jurus yang identik dengan jurus yang di miliki Ratu Santet..." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut kemudian mulai menyalurkan tenaga dalam elemen es nya ke dalam senjata suci ditangan nya tersebut.


Suhu udara pun mulai menjadi dingin di tempat tersebut.

__ADS_1


"Elemen Es, sepertinya dia mengetahui kelemahan jurus ini..." Gumam Jack The God Slayer.


__ADS_2