Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Naga Magnet Kuno Bagian Akhir.


__ADS_3

-[Kembali Ke Sonia Golden Spider]-


Di kejauhan Laba-Laba Emas tersebut masih saja bertengger di atas dahan salah satu pohon besar sambil mengarahkan Busur Arjuna nya ke arah Assasin-Assasin yang sedang beradu pedang tersebut.


"Huh........ "


"Dasar Black Hole Dragon tukang ikut campur urusan orang lain saja, malam-malam begini bukan nya ngelonin aku malah bantuin Naga Betina yang gak jelas asal usul nya itu bertarung,"


"Pertaruhan nya nyawa lagi,"


"Apa jangan-jangan Naga Magnet Kuno itu adalah tipe wanita idaman Arung, Bangsa Naga adalah Bangsa yang sulit di tebak?"


"Kyaaa............ "


"Tidak..... Tidak...... "


"Aku udah di madu sama lima Selir Vampir sebelum nya, aku gak mau di madu lagi sama Naga Magnet Kuno itu." Gumam Sonia lalu tanpa sadar menyalurkan setengah dari tenaga dalam nya ke inti senjata suci tersebut lalu mulai melesatkan nya.


Panah Cahaya pun tiba-tiba menjadi banyak hingga berjumlah sebanyak 30 buah Panah-Panah Cahaya yang melesat terbang ke arah ke 29 Assasin-Assasin Bertopeng Hitam yang sedang bertarung tersebut.


"Apa......... "


"Panah nya menjadi berganda-ganda?" Gumam Sonia yang terkejut menyaksikan peristiwa tersebut.


"Jleeeebbbbb....... "


"Jleeeebbbbb....... "


"Jleeeebbbbb....... " Suara saat Panah-Panah Cahaya tersebut berhasil menembus punggung ke 29 Assasin-Assasin tersebut secara bersamaan.


"Brukkkk.......... "


"Brukkkk.......... "


"Brukkkk.......... " Suara saat tubuh-tubuh Assasin tersebut bertumbangan bersamaan.


"Kita tertolong.... " Gumam Salah Satu Pendekar Berpakaian Putih tersebut.


"Senjata yang mengerikan, siapa pun engkau aku mengucapkan rasa terima kasih yang sangat besar." Ucap Delphi Chen sambil membungkuk dan memberi hormat ke arah Sonia yang berada di kejauhan tersebut.


Delphi Chen dan yang lain nya pun mulai membawa Kereta Kencana itu menjauh dari tempat tersebut, sementara itu Sonia masih terus saja mengawasi pertarungan Arung dan Xaverius Lang dari kejauhan.


"Arung....... "


"Kenapa kau selalu mempertaruhkan hidup mu seperti ini, apa Ras Naga adalah Ras yang gila bertarung?" Gumam Sonia yang cemas dan khawatir dengan keselamatan Calon Suami Masa Depan nya tersebut.


Sementara itu Delphi Chen dan yang lain nya telah menyatukan tenaga dalam mereka bersama kemudian mulai memasang perisai kultivasi bersama di sekitar mereka untuk melindungi Kereta Kencana tersebut.


-[Kembali Ke Pertarungan Delayla Jangbaek dan Xaverius Lang]-


"Erick, lesatkan beberapa tinju-tinju besi ke arah mereka." Perintah Xaverius Lang sambil menghunuskan Tongkat Api nya ke arah Naga Magnet Kuno tersebut.


"Baik Xaverius...... " Ucap Kera Besi tersebut kemudian mulai melesatkan puluhan tinju-tinju besi ke arah Naga Magnet Kuno tersebut.


"Maafkan aku Naga Magnet, tapi kau harus mengurus tinju-tinju besi itu sendirian." Gumam Arung kemudian mulai berteleport meninggalkan Naga Magnet Kuno tersebut.


"Blitzzzz.......... " Suara jurus teleportasi milik Arung.


"Dasar Black Hole Dragon licik, katanya mau membantu ku,"


"Malahan kabur di saat-saat genting seperti ini." Gumam Naga Magnet Kuno tersebut lalu mulai memasang perisai kultivasi magnet di sekeliling nya.


Dalam satu kali kedipan mata Pendekar Setengah Naga itu pun berhasil berpindah tempat ke area lutut sebelah kanan dari Kera Besi tersebut.


"Kau lengah, monyet besar.... " Ucap Arung.


Saat tinju-tinju besi itu mulai menghantam perisai kultivasi magnet tersebut di saat itu pula Arung menghantam lutut Kera Besi tersebut menggunakan Palu Emas Hitam Surgawi milik nya.


"Rasakan ini.... " Ucap Arung sambil menyalurkan setengah dari tenaga dalam nya ke inti senjata suci tersebut kemudian mulai mengayunkan nya ke arah lutut Kera Besi itu.


Palu tersebut pun mulai membesar dan terus membesar saat menghantam lutut Kera Besi tersebut.


"Duakkkkk............ " Suara saat Palu Raksasa tersebut berhasil menghantam kemudian meremukkan batok lutut milik Kera Besi tersebut.


"Akhhhhhh.............. " Teriak Kera Besi tersebut sangat kesakitan.


Tubuh Kera Besi Raksasa tersebut pun mulai oleng dan tersungkur jatuh ke tanah.


"Brukkkk................... " Suara saat tubuh Kera Besi tersebut tersungkur jatuh ke tanah.


"Naga B*jingan...... "


"Berani nya kau menyerang Beast Kontrak ku secara diam-diam." Teriak Xaverius Lang kemudian mulai melesat terbang ke arah Arung sambil bersiap mengayunkan Tongkat Api milik nya tersebut.

__ADS_1


"Oh........Perfect....."


"Ternyata dia tidak kabur, dia mengambil kesempatan saat Kera Besi dan Assasin itu sedang lengah,"


"Black Hole Dragon itu boleh juga, Ras mereka memang terkenal dengan kelicikan nya." Gumam Naga Magnet Kuno saat melihat Kera Besi yang tersungkur jatuh ke tanah tersebut.


Naga Magnet Kuno pun kembali melesatkan sebuah Bola Berelemen Magnet Raksasa ke arah Xaverius Lang yang sedang melesat terbang tersebut berniat memberikan waktu kepada Black Hole Dragon tersebut untuk melarikan diri.


"Bagus Naga Magnet.... " Gumam Arung kemudian mulai kembali berteleport di saat Xaverius Lang menahan serangan Bola Magnet tersebut.


"Sepasang Naga yang merepotkan.... " Gumam Xaverius Lang dengan kesal lalu mulai melesatkan sebuah Bola Api Raksasa dari telapak tangan nya ke arah serangan Naga Magnet Kuno tersebut.


"Duarghhhh............. " Suara ledakan saat Bola Magnet tersebut beradu dengan Bola Api Raksasa yang di lesatkan dari telapak tangan Xaverius Lang.


Dalam satu kali kedipan mata Arung pun telah berhasil berpindah tempat ke atas kepala Kera Besi tersebut.


Tampak sebuah Palu Raksasa telah bersiap menghantam kepala Kera Besi tersebut.


"Ugh....... "


"Naga si*lan..... " Gumam Kera Besi kemudian kembali melesatkan Jarum-jarum besi keluar dari dalam mulut nya.


"HYATTTT.......... " Teriak Arung yang tidak perduli dengan puluhan Jarum-Jarum Besi yang melesat ke arah nya tersebut kemudian mulai menghantam kepala Kera Besi tersebut dengan martil raksasa milik nya.


"Duakkkk............ " Suara saat tempurung kepala Kera Besi tersebut hancur terkena hantaman Palu Emas Hitam Surgawi tersebut.


"Jlebbbb............ "


"Jlebbbbb........... "


"Jlebbbbb............ " Suara saat ketiga Jarum-Jarum Besi berhasil menembus tubuh Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Brukkkk............... " Suara saat tubuh Arung terjatuh ke atas tubuh Kera Besi yang telah tewas tersebut.


"Arung............. " Teriak Histeris Sonia dari kejauhan.


Melihat Beast Kontrak nya telah tewas mengenaskan Assasin Bertopeng Hitam itu pun sangat kesal kemudian langsung melesat terbang ke arah Arung sambil berniat membakar tubuh nya menjadi debu guna membalaskan dendam kematian Beast Kontrak nya Erick Silver Apes.


"Ugh....... "


"Sepertinya aku berhasil, tapi tubuhku sudah tidak bisa di gerakkan lagi untuk beberapa menit." Gumam Arung yang saat ini sudah tertelungkup tidak bisa bergerak lagi di atas tubuh Kera Besi tersebut.


Sonia pun kembali melepaskan puluhan panah Berelemen cahaya nya ke arah Xaverius Lang.


"Dash........ "


"Dash........ "


"Dash........." Suara saat Tongkat Api berhasil menepis puluhan Panah-Panah Cahaya tersebut dengan mudah nya.


"Ini kesempatan ku..... " Gumam Naga Magnet Kuno tersebut kemudian mulai melesat ke belakang Xaverius Lang dan berhasil menerkam nya secara diam-diam.


"Apa....... " Ucap Xaverius Lang saat menyadari dirinya telah di terkam oleh Naga Magnet Kuno tersebut.


Naga Magnet Kuno pun berhasil memangsa Xaverius Lang yang sedang lengah tersebut dan mulai mengunyah nya hidup-hidup di dalam mulut nya.


"Kretek....... "


"Kretek....... "


"Kretek........ " Suara saat tubuh Xaverius Lang di kunyah hidup-hidup oleh Naga Magnet Kuno tersebut.


"Akhhhhh...... " Teriak Xaverius Lang saat di kunyah hidup-hidup oleh Naga Magnet Kuno tersebut dari dalam mulut nya


"Ugh........ "


"Bu Bos begitu mengerikan, salah satu dari bawahan langsung Jendral Api memang ganas." Gumam Delphi Chen yang kagum dan takjub terhadap Ketua nya tersebut.


Sonia pun tiba di tempat Arung terjatuh dan mulai memapah Arung, Pendekar Setengah Naga itu pun mengangkat sebelah tangan nya ke atas dengan bersusah payah.


"Ugh..... "


"Sonia... " Gumam Arung.


Seketika Palu Hitam Emas Surgawi tersebut melesat kembali ke tangan nya, ia pun mulai menyimpan senjata tersebut.


"Senjata yang hebat.... " Gumam Sonia.


"Dasar ceroboh.... " Ucap Sonia dengan jengkel.


"Lihatlah Sonia, kita telah berhasil menyelamatkan mereka." Ucap Arung dengan tubuh yang penuh luka.


Naga Magnet Kuno pun mulai menjelma kembali ke wujud Manusia Beast nya dan mulai mendarat di hadapan Arung dan Sonia.

__ADS_1


"Dup......... "'Suara saat tapak kaki Delayla Jangbaek mendarat di atas tanah.


"Terima Kasih Pendekar.... "


"Berkat kalian berdua, Pasukan Pengawalan kami terhindar dari bencana." Ucap Delayla Jangbaek sambil membungkuk dan memberi hormat ala Pendekar kepada Arung dan juga Sonia.


"Hemm...... "


"Patut Naga Mata Keranjang ini menolong Naga Magnet Kuno ini, ternyata Naga Betina ini begitu cantik nya,"


"Dasar Play Boy, sesudah lima Selir Vampir sepertinya dia ingin memperistri lagi seekor Naga betina." Gumam Sonia.


"Kita sesama Pendekar harus saling tolong menolong Nona Naha." Ucap Arung.


"Namaku adalah Delayla Jangbaek, Pendekar." Ucap Delayla Jangbaek.


"Aku Arung dan ini teman ku Sonia." Ucap Arung.


"Buset....... "


"Giliran jumpa wanita cantik aja aku di bilangin teman, waktu liat punggung mulus milik ku aja mata mu melotot dan tidak berkata tutup punggung mu teman,"


"Bukan sekali kau memelototiku, hampir tiap kali saat kita berganti pakaian bareng,"


"Dasar Naga Mata Keranjang......" Gumam Sonia lalu tersenyum dengan gigi yang rapat ke arah Delayla Jangbaek.


Beberapa saat kemudian Delphi Chen beserta yang lain nya pun tiba di tempat tersebut.


"Tuan, beristirahat lah di dalam Kereta Kencana ku." Ucap Delayla Jangbaek kemudian mulai mengeluarkan gerbong kereta tambahan dari dalam cincin ruang penyimpanan milik nya tersebut.


Beberapa anggota nya pun mulai memasang gerbong tambahan tersebut di belakang Kereta Kencana.


"Tidak apa-apa Nona Delayla, kami bisa pergi sendiri." Ucap Sonia.


"Sonia, pertemuan ini adalah sebuah takdir,"


"Jangan menolak pertolongan dari Nona Delayla ini, ayo papah aku masuk ke dalam kereta itu, aku lelah sekali dan butuh istirahat." Ucap Arung.


"Butuh istirahat apa butuh istri lagi,"


"Dasar Naga Mata Keranjang......... "


"Di otakmu hanya ada Wanita-Wanita Cantik..... " Gumam Sonia lalu mulai memapah Arung menuju gerbong tambahan tersebut.


Delayla dan yang lain nya pun kembali berangkat menuju Ibu Kota Kerajaan Jangbaek. Sementara itu Delphi Chen berlari ke arah Essensi Besi yang melayang di atas kepala Kera Besi yang remuk tersebut dan menyimpan nya.


"Lumayan, jika di tambah dengan gingseng seribu tahun si ucok ku ini akan gagah perkasa semalam,"


"Calon istriku nanti pasti puas..... "


"Puas.... " Gumam Delphi Chen.


Sementara itu Delayla Jangbaek sudah mulai terbius dengan kemampuan Dragon Love milik nya Arung.


"Naga berambut putih itu tampan juga yach..... "


"Siapa ya kira-kira Laba-Laba yang menempel terus dengan nya itu, apa itu istrinya?" Gumam Delayla Jangbaek yang duduk di samping Kusir Kereta tersebut.


"Hyaattt............ " Teriak Kusir tersebut bermaksud memacu Beast-Beast Kuda tersebut kembali berlari.


"Tap......... "


"Tap......... "


"Tap......... " Suara tapak kaki beast-beast kuda tersebut saat mulai melaju.


Sementara itu raut wajah bete terlihat di wajah Delphi Chen yang sedang berlari di sekitar Kereta Kencana tersebut menggunakan Jurus Meringankan Tubuh nya.


"Hah........ "


"Kerja sama Bu Bos udah kayak kerja sama penjajah saja, udah mau pagi masih terus di suruh kerja,"


"Ini bukan lembur lagi namanya." Gumam Delphi Chen.


"Hatsyim....... "


"Siapa yang membicarakan ku hujan-hujan begini." Gumam Delayla Jangbaek.


"Byurrrrr.......... " Suara hujan deras mengguyur di Hutan tersebut.


___________________________________


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.

__ADS_1


__ADS_2