Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Benih-Benih Cinta Part Ke Dua.


__ADS_3

Tampak Arung dan yang lain nya telah selesai makan malam bersama, terlihat perut Ayam Cemani yang membuncit karena terlalu banyak mengkonsumsi paha ayam panggang.


"Arung, apa kah kau adalah salah satu bangsawan Naga??"


"Aku mencium bau bangsawan dari tubuh mu???" Tanya Putri Akasia.


"Bau ini pasti berasal dari Putri Naga Kecil..." Gumam Arung.


"Tidak Putri, aku hanyalah Naga biasa...." Ucap Arung.


"Ouuhhhj......." Ucap Putri Akasia.


"Putri, setelah kita keluar dari sini, pasti Monyet itu akan mengincar kita lagi...."


"Aku gak yakin bisa ngalahin dia, Api nya sangat kuat...." Ucap Arung.


"Lebih baik kita sembunyi di sini aja, Putri...."


"Dari pada jadi daging gosong???" Ujar Udin.


"Aku sudah memikirkan nya,"


"Ada satu cara mengimbangi nya, tapi cara itu sangatlah berbahaya..." Ucap Putri Akasia Naga.


"Apa itu Bos Put???" Tanya Biawak Emas.


"Dia menguasai elemen maks, maka nya aku bermaksud memberikan Pil Elemen Naga Maks kepada Arung..." Ucap Putri Akasia Naga.


"Tapi Putri, itu berarti...." Ucap Biawak Emas.


"Tidak apa-apa hanya ini satu satu nya cara... " Ujar Putri Akasia Naga.


"Ternyata tidak hanya ada satu Pil seperti itu...."


"Terakhir kali aku mengkultivasi Pil itu kekuatan elemen ku menguat..."


"Pasti aku bakal berjumpa dengan Leluhur Naga Khayangan lagi, aku tinggal ceritain aja masalah anak nya..."


"Aman....."


"Aku pasti bisa mengkultivasi Pil itu..." Gumam Arung.


"Berikan Pil itu....."


"Aku siap..." Ucap Arung dengan tegas.


Statement itu pun membuat mereka bertiga bingung dengan keberanian Arung.


"Ni orang Gila ya, dia malah berani memgkultivasi Pil terlarang itu...." Gumam Doyok.


"Tuan Arung, kau bakalan jumpa dengan pendiri kerajaan Naga ini, jika kau tidak bisa mengalahkan nya kau pasti akan mati...." Ucap Doyok.


"Tekat nya begitu besar...."


"Aku tidak salah pilih, papa pasti akan seneng..." Gumam Putri.


"Tuan Arung, Bos Put memang cantik..."


"Tapi pikirkan juga keselamatan mu..."


"Leluhur Naga bukan lah Pendekar Biasa, pecahan jiwa nya saja sangat lah kuat..." Ujar Ayam Cemani.


Arung pun bangun dari kursi dan menjulurkan tangan nya ke arah Putri.


"Aku yakin aku bisa, Putri." Ucap Arung.


Putri Akasia pun mengambil Pil tersebut dari dalam cincin ruang lalu menyerahkan nya kepada Arung.

__ADS_1


"Aku akan berkultivasi di luar, aku khawatir jika berkultivasi disini akan merusak mansion ini...." Ujar Arung kemudian mulai mengeluarkan Jurus teleport nya.


"Blitzzzzz............" Suara Jurus teleportasi Arung.


Dalam sekejap mata, Arung pun menghilang dari tempat tersebut.


"Cepat sekali...."


"Dia lebih cepat dari aku..." Ucap Manusia Ayam.


Mereka pun bergegas bangun dan beranjak keluar.


Arung pun berpindah tempat ke pinggiran danau di dekat Mansion.


"Di sini sepertinya cocok...."


"Tempat nya pun tenang....."


"Aku akan berkultivasi di sini..."Gumam Arung kemudian mulai duduk bersemedi.


Ia pun mulai menelan Pil tersebut lalu mulai mengkultivasikan nya.


Aura berwarna-warni pun keluar dari dalam tubuh nya.


Beberapa saat kemudian Putri Akasia dan kedua piaraan nya pun tiba.


"Doyok, segera siapkan peralatan medis...."


"Kita harus bersiap dengan segala kondisi yang akan terjadi...." Perintah Putri.


"Siap Bos Put....." Ucap Doyok lalu mulai mengeluarkan ranjang medis, lemari medis, dan peralatan medis lain nya.


"Aku gak boleh kehilangan laki-laki pemberani seperti ini....." Gumam Putri Akasia Naga.


Arung pun mulai memasuki dunia pecahan jiwa milik Leluhur Naga Khayangan, tampak Pendekar Setengah Naga itu berada di tengah-tengah lautan biru yang luas.


Cuaca pun cukup cerah di tempat tersebut, sesosok Pendekar pun muncul dari dalam air tersebut.


"Anak muda, kau sudah tahu kan apa resiko nya berjumpa dengan ku..." Ucap Leluhur Naga Khayangan.


"Hormat saya, Naga Khayangan....."


"Nama ku adalah Arung, dan aku telah menetaskan telur milik mu yang ada di Goa di bawah padang pasir Naga......" Ucap Arung.


Tiap pecahan jiwa Naga khayangan memiliki kesadaran nya masing-masing dan tidak saling terkoneksi.


Sama seperti ketika Arung berjumpa dengan pecahan jiwa Naga Khayangan lain nya, Pendekar itu pun mulai meneteskan air matanya.


"Syukurlah....."


"Terima kasih Naga muda...." Ucap Leluhur Naga Khayangan sambil menyeka air mata nya.


Ia pun mengayunkan lengan nya, sebuah paviliun pun muncul dari dalam air.


"Naga Muda, minumlah segelas arak dengan ku..." Ucap Leluhur Naga sambil terbang ke arah paviliun.


"Baik Naga Khayangan....." Ucap Arung kemudian terbang ke arah paviliun.


"Ugh......"


"Kenapa dia begitu tenang, dia gak risih apa duduk di kursi basah...??" Gumam Arung saat melihat Naga Khayangan duduk di atas kursi yang basah.


Karena tidak enakan, Pendekar Don Juan itu pun ikut duduk di kursi yang basah itu juga.


Naga Khayangan pun menjentikkan jari nya, sekendi arak besar dan dua buah cawan giok pun muncul di atas meja.


"Elemen sihir yang sempurna....." Gumam Arung saat melihat sihir dari Naga Khayangan.

__ADS_1


"Silahkan di minum dulu, Naga Muda...." Ucap Naga Khayangan sambil menuangkan arak ke dalam cawan.


Naga Khayangan pun menengadahkan cawan arak nya berniat melakukan tos.


"Tos......" Ucap Naga Khayangan saat mengetos cawan nya dengan cawan Arung.


Mereka berdua pun mulai meneguk habis arak di dalam cawan tersebut dalam satu kali tegukan.


"Ahhhh......."


"Sudah lama sekali aku tidak minum arak dengan seseorang....."


"Rasanya aku seperti pernah bertemu dengan mu, tapi di mana???" Ucap Naga Khayangan.


"Mungkin dejavu...."


"Naga Khayangan, ..." Jawab Arung.


"Oh....."


"Bagaimana kabar anak ku di dalam telur itu, Naga Muda...." Tanya Naga Khayangan.


"Anak mu tumbuh menjadi Gadis Naga yang kuat dan cantik, Naga Khayangan...."


"Tenang saja, Tunangan ku..."


"Putri Naga Kecil yang merawat nya sekarang..." Ucap Arung.


"Fiuh........"


"Dadaku rasanya lega...." Ucap Naga Khayangan lalu mulai bangun dari kursi tersebut dan berjalan ke pinggir paviliun.


"Kenapa dia gak minum arak lagi, apa segelas aja udah membuat nya gak kuat??"


"Padahal arak nya kan enak banget...." Gumam Arung kemudian kembali menuangkan arak ke dalam cawan nya.


"Naga Muda, apakah kau mau ku ajari satu Jurus terlarang??"


"Sepertinya kau dalam bahaya, sehingga kau sampai berani mengkultivasi Pil Elemen Naga Maks ku...." Ucap Naga Khayangan.


"Jurus terlarang....???" Tanya Arung.


"Ya, sebuah Jurus untuk bertahan dalam bertarung..." Ucap Naga Khayangan.


"Jurus seperti apa, Naga Khayangan..." Tanya Arung.


"Coba serang aku...." Ucap Naga Khayangan.


"Apa tidak apa-apa....??" Tanya Arung.


Naga Khayangan pun berbalik lalu tersenyum.


"Tidak apa-apa...." Ucap Naga Khayangan.


Arung pun menembakkan seberkas sinar hitam berelemen Black hole ke arah Naga Khayangan.


Sinar itu pun menembus tubuh Naga Khayangan, lubang itu pun kembali menutup.


"Apa....."


"Jurus apa itu, ....???" Tanya Arung.


"Ini adalah Jurus Bayangan, kalau kau ingin mempelajari nya,"


"Membungkuk lah dan panggil aku Master....." Ucap Naga Khayangan.


"Dengan Jurus ini aku gak perlu lagi khawatir bakal kalah di dalam pertarungan...."

__ADS_1


"Jurus Bayangan, aku harus menguasai nya...." Gumam Arung lalu mulai membungkuk sembari memberikan penghormatan ala Pendekar.


"Master....." Ucap Pendekar Setengah Naga itu.


__ADS_2